"First"

"First"
part.26



#


Kematian adalah salah satu rahasia yg Kuasa, mati tidak harus tua, syarat mati tidak harus sakit, seperti yg Aulia alami, di umurnya yg baru 24th dia sudah dipanggil kembali kepada Sang pemilik hidup.


Hari ini peringatan 100 hari meninggalnya Aulia, aku dan Aska menghadirinya, kandunganku sudah jalan 6 bulan, dan baby Queen sudah berumur 3 bulan lebih, entah kenapa aku begitu menyayangi baby Queen, dia tumbuh sangat baik meskipun tanpa seorang ibu. Reza mengasuhnya dengan penuh kasih sayang, meski beberapa waktu lalu Aska cerita ke aku kalau baby Queen bukan anak kandung Reza, Reza pernah menceritakannya pada Aska, selama menikah belum pernah sekalipun Reza menyentuh Aulia, jadi kemungkinan ayah kandungnya adalah Pria yg kulihat di supermarket waktu itu, itulah yg menjadi salah satu sebab Reza ingin menceraikan Aulia setelah melahirkan. Tapi Takdir berkata lain, mereka bercerai dengan cara yg berbeda, dengan tidak meninggalkan bekas luka di hati baby Queen nantinya, sepertiku yg pernah merasakan bagaimana perceraian kedua orang tuaku.


Baiknya Reza tidak pernah berubah, bagaimanapun dia pernah frustasi dan lari pada minuman keras tapi nyatanya dia kembali, bahkan tanpa bantuan atau bujukan siapapun, hati kecilnya yg baik takkan mampu merubahnya menjadi jahat, dia tetaplah malaikat kecil yg pernah menyelamatkan kehidupanku, dan sekarang Allah mengirimnya untuk menjaga baby Queen. Mungkin dialah penyebar cinta sesungguhnya, semoga semua ketulusannya terbayar suatu saat nanti.


Aku mengajak baby Queen masuk ke rumah ibu, Farel yg gemas mencubit pipinya dan membuat baby Queen menangis, Aska menggendongnya, mencoba menghentikan tangis baby Queen, tapi bukannya reda tangisnya malah semakin menjadi, akhirnya aku yg gendong, ku timang-timang, ku nyanyikan lagu sampai akhirnya dia lelap dalam gendonganku, meski perutku yg buncit sudah mulai merasa terganggu, terkadang terasa ada gerakan yg keras saat aku menggendong baby Queen.


Reza melihat Fio menggendong Queen sampai tertidur dari dalam rumahnya.


"Seandainya kamu benar-benar ibunya Fii dan aku benar-benar ayah kandungnya, kenapa selalu ada kata seandainya setiap aku melihatmu bersama Queen, kamu tahu Fii, terkadang kamu membuatku takut, aku takut mencoba merebutmu dari Aska, aku takut menjadi gila karnamu Fii".(suara hati Reza)


#


2 bulan kemudian


Fio memasukkan beberapa baju Aska ke dalam koper, besok Aska harus keluar kota untuk pembukaan 2 minimarket baru di sana, Aska ingin sekali mengajak Fio, tapi Fio menolak karna kandungannya yg semakin membesar, perjalanan jauh akan membuat Fio kecapean. Sementara ibu tidak bisa menemani Fio karna pesanan Kue yg sangat banyak dan tidak bisa dibatalkan.


"Anak Ayah baik-baik ya sama bunda, kalau Ayah lagi cari uang, kamu yg jagain bunda, Ayah nggak lama kok cuma 2 hari, besok sepulangnya Ayah kita jalan-jalan, okeee?".


Aska berbicara sambil mengusap perut Fio lembut, dia berbaring disamping Fio, sesekali menciumi perut Fio, Fio mengusap rambut Aska, aroma shampo yg sama dengan yg dipakainya seperti aroma terapi yg menenangkan.


"Sayang besok pengen oleh-oleh apa?".


"Aku nggak pengen apa-apa, pengennya cuma deket sama kamu terus Mas".


"Tapi acara besok nggak bisa diwakili sama Reno sayang".


"Iya aku ngerti, aku nggak papa kok sama Nenek, lagian cuma dua hari, aku pengennya kamu pulang sehat, gitu aja cukup".


Aska memeluk Fio, menatap lembut matanya.


"Kamu semakin cantik sayang".


"Gombalnya mulai deh, pasti ada maunya". Aska tersenyum


"Boleh?" mendekatkan tatapannya.


"Enggak".


"Yaaaah". Aska menjauhkan mukanya.


"becanda Mas". Fio tertawa geli.


Seperti sinyal, Aska segera membawa Fio kedalam pelukkanya, dan malam itupun menjadi milik mereka, mereka yg pernah jatuh cinta, pernah dilema, mereka yg pernah hampir kehilangan, nyatanya cinta menyatukan mereka, sebuah kebahagian yg bahkan tidak pernah berani Fio bayangkan kini dia dapatkan dari Aska suaminya. Deru nafas yg masih terengah, Aska terbaring disamping Fio, mengecup keningnya, membenamkan Fio ke dalam dadanya.


"Trimakasih sayang". Kata yg tak pernah lupa Aska ucapkan pada istrinya setelah menyelesaikan satu adegan.


Paginya, seusai sarapan Aska pamit kepada Nenek dan Fio, mereka berpelukan lama didepan pintu.


"Hati-hati ya Mas". Fio mengecup punggung tangan Aska.


"kalau ada apa-apa segera telpon aku atau Reno ya sayang, nggak usah pergi kemana-mana, Aska nitip Fio ya Nenek". Nenek menangguk mencium cucu kesayangannya.


Aska masuk ke dalam mobil, melambaikan tangan dan berlalu menjauh.


Sehari terasa lama, tentunya karna tanpa Aska, sejak Fio hamil Aska lebih sering kerja dari rumah, dia berangkat ke kantor pagi, makan siang selalu dirumah, dan pulang sebelum jam 5, hanya beberapa kali pulang telat karna ada meeting dengan supliyer di minimarketnya. Aska tipe suami siaga, sedikit protectif dan manja, kalau orang bilang semacam paket komplit, ganteng, baik, kaya, Fio merasa seperti orang yg paling beruntung di dunia.


Fio masih membolak-balik majalah ditangannya, dari siang tadi perutnya sedikit mulas, kadang terasa kadang hilang, Fio pikir dia salah makan, sampai beberapa jam kemudian mulas diperutnya terasa semakin menjadi, Fio turun ke kamar Nenek. Melihat kondisi Fio yg sudah pucat Nenek menjadi panik. Nenek menuntun Fio duduk disofa, sambil terus mengusap-usap perutnya


"Cepat panggil pak amin, Fio harus dibawa kerumah sakit sekarang".


"Sabaaar sayang, biar Nenek telpon suami kamu".


"tut...tut...tut..."


"Assalamualikum Nek?"


"Fio mau melahirkan Kaaa, kamu harus pulang, sekarang nenek antar Fio ke rumah sakit".


"Yaaa Nek, Aska pulang sekarang juga, Aska titip Fio Nek, jagain Fio Nek, jangan sampai Fio kenapa-kenapa Nek".


"Iya, sudah cepat cari penerbangan sekarang juga".


#


Sudah 2 jam Fio diruang bersalin, berkali-kali Fio meremas ujung kasur saat rasa mulas datang, ibu dan nenek masih diperbolehkan menemaninya karna Fio baru pembukaan 5, ibu mengelap keringat di dahi Fio, Nenek mengusap punggung Fio, dua wanita disamping Fio ini adalah dua wanita yg pernah merasakan hal yg sama, jadi tahu bagaimana harus memperlakukan Fio.


Aska berlari di sepanjang lorong rumah sakit, mencari kamar bersalin tempat Fio akan melahirkan, begitu melihat Fio, Aska langsung memeluknya.


"Sabar sayang, yang kuat, kamu pasti bisa sayang". Berkali-kali Aska menguatkan saat melihat Fio mengerang kesakitan, Aska sungguh tak tega, tapi dia tetap harus menemani Fio sampai anaknya Lahir.


Tak lama kemudia air ketuban Fio pecah, dokter memeriksa Fio dan mengatakan bahwa Fio sudah siap melahirkan, ibu dan Nenek keluar kamar, Aska berdiri disamping Fio, menemani Fio yg terus menahan untuk tidak menjerit kesakitan, tapi Aska tahu itu sakit sekali.


"Fio nggak kuat Mas".


"Kamu kuat Fii, kamu pasti kuat, demi anak kita aku mohon sayang" Aska ingin menangis, tapi dia tahan. Sampai dokter memberikan aba-aba kepada Fio untuk mengejan, Fio melakukannya sekuat tenaga, kedua tangannya mencengkeram kuat leher Aska yg basah karna takut dan tegang, dan akhirnya....


"oek...oek...oek.."


"Anak bapak Laki-laki, selamat Pak Buk" Kata dokter.


"Alhamdulillah, trimakasih sayang". Aska mengecup kening Fio berkali-kali.


Setelah dibersihkan, perawat menyerahkan bayi itu kepada Aska. Sementara Fio masih dibersihkan dan diperiksa oleh dokter.


"Assalamualaikum anaknya Ayah". Aska menitikkan air mata. dia benar-benar menjadi seorang ayah.


"Trimakasih sudah datang dalam hidup ayah dan bunda". Aska terus menciumi anaknya, mengadzani lalu memberikan kepada Fio yg sudah selesai di bersihkan. Fio langsung memberikan asi kepada bayinya, Aska melihatnya sambil senyum-senyum sendiri.


"Kenapa Mas?"


"Lucu liat dia ngambil jatah aku".


"Ya ampun Maaaaaas". Fio mencubit lengan suaminya yg masih tertawa sambil memainkan ujung kaki putranya.


"Baby Queen punya teman sekarang, besok kalau udah gede nggak boleh taksir-taksiran lho ya kaya bunda kamu tuh sama ayahnya Queen". Aska masih saja menggoda Fio, dan Fio tak henti menghujaninya dengan cubitan.


#


Baby Queen dan anak Fio sekarang, mungkinkah akan mengulang masa kecil Reza dan Fiona?


Biarlah waktu menjawab setiap cerita Takdir yg tak mampu tertebak.


#


masiiiih ditunggu like dan komennya, terimakasih untuk yg setia meninggalkan jejak disetiap episodenya.


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜