
Keesokan paginya Lily menyuruh Haruka kepasar untuk berbelanja kebutuhan dapur yang hampir habis. Dia menggantikan Karin yang sedang sakit. Sedangkan tugas Karin sengaja digantikan oleh Tinah salah satu pembantu dikeluarga andreas juga.
"Haruka? Apa kamu tidak keberatan jika menggantikan tugas Karin untuk berbelanja kepasar? karena kebutuhan dapur sudah hampir habis." Ucap Lily pada Haruka.
"Tidak Nyonya, saya tidak keberatan karena sudah tugas saya bekerja di sini." Jawab Haruka.
"Terima kasih kalau begitu. Oh iya...saya mewakili anak saya Andre, memohon maaf atas perlakuan kasarnya tadi malam terhadapmu, ya? Walau saya tidak mengetahuinya secara langsung dan hanya mendengar dari para pekerja di sini. Tetap saja ada perasaan tidak enak dihati saya kepadamu." Ucap Lily.
"Tidak perlu meminta maaf kepada saya nyonya, karena kejadian semalam sudah saya maafkan. wajar jika Tuan Andreas marah kepada saya. karena tanpa seijinnya, saya sudah lancang menggantikan tugas Karin. bagi saya ini hanya sekedar kesalahpahaman saja." Jawab Haruka dengan senyum manisnya.
"Sungguh kamu wanita baik Haruka yang mau memaafkan kesalahan seseorang dengan tulus. Jujur saya bangga mempekerjakan mu disini, saya harap kamu bisa bersabar dengan sikap buruk anak saya dan jangan pernah keluar bekerja kecuali saya yang memberi perintah." Ucap Lily dengan lembutnya sambil memegang kedua tangan Haruka.
Haruka hanya menganggukkan kepalanya, pertanda dia setuju dengan apa yang diperintahkan oleh Lily. walau jauh didasar hatinya dia sebenarnya tidak sanggup lagi dengan sikap andreas, si Tuan Arogan itu.
"Mumpung hari masih pagi, lebih baik kamu segera berangkat, nanti pak Sakir yang akan mengantar dan menemanimu berbelanja. kamu tidak usah khawatir pekerjaan Karin akan digantikan sementara oleh Tinah dan kamu bertukar posisi di dapur menggantikannya memasak dan menghidangkan makanan untuk kami di meja makan, ya?" Ucap Lily.
"Baik Nyonya, kalau begitu saya segera berangkat." Jawab Haruka sambil berdiri dan pamit untuk pergi.
Dari arah dapur pak Sakir menghampiri Haruka dan mengajaknya pergi menuju Mobil dan merekapun berangkat bersama menuju pasar tradisional terdekat.
Dikediaman milik keluarga Andreas. Tina menggantikan tugas Karin dimana di pagi hari dia harus membangunkan Tuannya itu
"Tok...tok...tok. ( Suara ketukan pintu )
Namun tidak ada jawaban sedikitpun dari dalam kamar itu. Berulangkali Tina mengetuk dan memanggilnya sampai akhirnya dia pergi menuju kamar Nyonya Lily.
"Tok...tok...tok. ( suara ketukan pintu )
"Iya, siapa disana." Ucap Lily ketika mendengar suara ketukan dari pintu luar kamarnya.
"Saya Nyonya, Tina." Jawab Tina.
"Silahkan masuk Tina?" perintah Lily pada Tina dan Tina pun segera masuk dengan perlahan.
"Ada apa Tina menemui saya?" Tanya Lily.
"Itu nyonya, Tuan Andreas tidak bangun setelah saya beberapa kali mengetuk pintu kamarnya." Jawab Tina.
"Tumben sekali dia tidak bangun. padahal hari ini dia tidak libur bekerja." Ucap Lily.
"Lalu bagaimana nyonya? apakah saya harus kembali lagi untuk membangunkan tidurnya." Jawab Tina.
"Sudah tidak perlu Tina. biarkan saja semaunya dia bangun. lebih baik kamu membersihkan ruang tengah saja. saya takut dia nanti duduk disana untuk bersantai. kalau ruang itu kotor nanti dia akan marah kepada semua para pekerja di sini." perintah Lily pada Tina.
"Baiklah nyonya, permisi." Jawab Tina lalu pamit untuk melangkah pergi.