Yes, Im Single Mom

Yes, Im Single Mom
Bab: 30 Make over



Bahagianya hati Andre dan Haruka. Karena mereka di satukan dengan ikatan cinta. Bukan mereka berdua saja yang merasakan kebahagiaan itu, tapi Cherry pun demikian.


"Oh ya sayang? Sebelum aku pamit untuk pulang. Ada yang ingin aku sampaikan padamu?" Ucap Andre.


"Apa itu Mas?" Tanya balik Haruka.


"Besok...kamu temani aku ya? untuk menemui Dea, karena jika aku tidak membawa seorang kekasih kehadapan nya, Dia akan menemui ku terus menerus sampai aku lelah dan mengalah, hingga menerimanya kembali menjadi kekasihku walau tanpa cinta. Bahkan dia juga mengancam akan mendekati Mama, agar Mama bisa luluh hatinya kepada dia." Jawab Andre


"Baiklah Mas... kalau itu bisa membuat dia mundur nantinya. Aku akan berusaha semampuku untuk mendampingi mu dalam menghadapinya." Ucap Haruka.


"Jangan lupa besok siang aku jemput, ya? Dan untuk kali ini. aku mohon bantuan mu Mbak, untuk menjaga Bianca selama Haruka pergi denganku?" Balas Andre pada Haruka dan Cherry.


"Siap Mas?" Jawab Haruka.


"Tenang saja Dre, tanpa kamu minta. Aku pasti menjaga Bianca dengan baik. Toh sebelum mengenalmu aku yang mengurus bianca selama Haruka bekerja." Jawab Cherry.


"Terima kasih kalau begitu Mbak, semoga Tuhan membalas semua kebaikan Mbak selama ini. Karena malam telah larut saya pamit pulang dulu ya? Tidak enak juga jika terlalu malam, takut menjadi bahan omongan warga disini." Pamit Andre kepada mereka berdua.


"Iya Mas silahkan." Ucap Haruka.


Andre bangun dari duduknya. Belum sempat dia berjalan. Dia meminta agar Haruka dan Cherry mengijinkannya untuk melihat Bianca. Entah mengapa Andre sayang sekali kepadanya. Seperti sudah ada ikatan bathin yang kuat antara mereka berdua.


Haruka dan Cherry mengijinkannya. bahkan Haruka di minta untuk mengantarnya.


Dari luar rumah Martin segera pergi meninggalkan kediaman Haruka. Setelah tahu semua cerita tentang Andre dan Haruka. Sambil berjalan hati kecilnya berkata.


"Matilah kalian, karena aku telah tahu semuanya. Enak saja kamu ingin bahagia sendiri Haruka. tanpa memikirkan hatiku yang tengah hancur setelah kau tinggalkan. Lihat saja nanti, aku akan membalas dendam kepada kalian dengan menghancurkan hubungan kalian hingga berantakan." Ucap Martin dalam hatinya untuk Andre dan Haruka.


Secepat kilat Martin melangkah hingga sampai di mobilnya, yang sengaja dia parkir kan jauh dari rumah Haruka. agar tidak terlihat oleh siapapun. Tiba di Mobil dia segera pergi meninggalkan tempat itu.


Masih didalam rumah Haruka. Andre berjalan keluar dari kamar Bianca, Setelah puas melihat dan mencium Bianca.


Tanpa berlama-lama lagi, Dia pun pamit kepada Haruka dan Cherry, Lalu Andre pun berjalan perlahan meninggalkan kediaman Haruka.


***************


Keesokan harinya, Andre semangat sekali untuk menjemput Haruka. Setelah makan siang dia segera pergi menemui Lily untuk pamit dan berlalu meninggalkan kediamannya.


Tiba di rumah Haruka, Andre tidak lama hanya menjemputnya saja. Merekapun berdua pergi menuju butik untuk membeli pakaian untuk Haruka dan dirinya, agar terlihat layak dipandang oleh Dea nantinya.


Sesampainya di butik, Andre meminta pelayan disana memilihkan sepasang pakaian untuk mereka kenakan dan akhirnya mereka tertuju pada satu pakaian, yang benar benar serasi dipakai oleh mereka.


Andre memakai celana hitam dan kemeja hitam yang dipadu padankan dengan rompi berwarna emas, Tak lupa dia memakai sepatu pantofel pria berwarna hitam senada dengan pakaiannya.


Sedangkan Haruka, memakai Dress Hitam yang panjangnya hanya diatas lutut, bermotif-kan bunga berwarna Mas, serasi dengan warna rompi milik Andre. Tak lupa dia memakai tas tangan berwarna hitam, serta menggunakan high heels berwarna Hitam. Setelah semuanya siap. Andre mengajak Haruka terlebih dahulu menuju salon kecantikan. Dimana wajahnya akan dipoles secantik mungkin dan Andre hanya mengantarnya sampai ruang tunggu saja. selebihnya Haruka merias dirinya didalam ruang khusus tempat itu.


Setelah menunggu hampir satu jam. Haruka keluar menemui Andre dan Sungguh terkejut Andre di buatnya. ketika melihat Haruka yang telah dirias rapih. Ternyata Haruka terlihat sangat cantik mempesona. Bahkan Andre sampai tidak mengenalnya.


Andre hanya mampu diam seribu bahasa. matanya seperti terhipnotis setelah melihat kecantikan Haruka. Karena Haruka yang berada dihadapannya, jauh berbeda dengan Haruka yang dia kenal sebelumnya.


Karena kesal lantaran Andre tidak merespon panggilannya. Haruka pun berjalan menghampiri Andre lalu menepuk keras bahunya sambil berkata.


"Mas sadar...kok malah bengong sih." Ucap Haruka.


Andre terkejut bukan kepalang, setelah mendengar teriakan Haruka dan kerasnya tepukan tangan Haruka yang mendarat tepat di bahunya.


"M...m...maaf Sayang kalau Mas malah melamun, Habisnya kamu terlihat cantik sekali hari ini. membuat Mas terbang melayang tanpa sadar dan yang paling lebih mengejutkan Mas adalah, Kamu mirip sekali dengan Dea. Bahkan lebih cantik dan elegan darinya." Ucap Andre dengan membandingkan Haruka dengan Dea mantan kekasihnya dulu. Hingga membuat Haruka sedih dan tidak terima.


"Maaf Mas, bisa enggak sih kalau Mas ini tidak membawa-bawa tentang Dea di hubungan kita. Kalau Mas masih membandingkan aku dengan dia. sama saja Mas masih mengharapkan dia untuk kembali dan percuma dong Mas, Aku menjadi kekasihmu. Lebih baik kamu kembali lagi saja dengannya." Tegur Haruka kepada Andre. sambil melangkahkan kakinya untuk pergi. Namun secepat kilat Andre menarik lembut tangannya. untuk menghentikan kepergiannya.


"Tenang dulu dong sayang, jangan ngambek begitu. Maafkan mas ya? jika telah menyakiti hatimu, dengan ucapan Mas barusan. Mas janji tidak akan mengulang kembali perkataan yang bisa melukai hatimu itu. Mas khilaf lantaran melihat kecantikan mu ini. Jadi lupa segalanya." Ucap Andre sambil meminta maaf kepada Haruka dan berjanji kepadanya, untuk tidak mengulang kata-katanya kembali.


Akhirnya mereka berbaikan kembali dan tanpa pikir panjang lagi. Andre menggandeng tangan Haruka dengan lembutnya, menuju Mobil yang tengah parkir tepat didepan Salon tersebut.


Didalam Mobil Andre terus mencuri pandang kepada Haruka. Dia masih tidak percaya, jika wanita disampingnya adalah kekasihnya. Sungguh Tuhan baik kepada Andre. Tuhan telah mengganti cintanya yang sempat hilang, kini berada tepat dihadapannya. Tuhan juga sayang terhadap Andre, karena sakit yang pernah ada, kini telah berangsur pulih kembali. disaat Andre sedang terpaku akan wajah Haruka. Tiba-tiba Haruka menegurnya,


"Mas kenapa? kok senyum-senyum sendiri? Memang ada yang lucu ya, di wajahku ini? Ucap Haruka.


"Tidak sayang, Mana mungkin wajahmu terlihat lucu, yang ada juga mempesona bagi siapa saja yang memandang mu." Jawab Andre.


"Mas pasti bohong-kan? Jujur saja aku jadi cemas. Takut nanti mengecewakanmu disana." Ucap Haruka.


"Sudahlah sayang, jangan berpikir negatif terus dong, kamu itu harus lebih percaya diri. Apalagi Tuhan sudah memberikan kelebihan kepadamu, wajah yang cantik dan berhati mulia. Apa masih kurang buatmu tampil dimasyarakat." Jawab Andre sambil mencubit lembut hidung Haruka.


"Haduh....sakit Mas. kok malah dicubit sih, aku kan cuma bertanya kepadamu." Ucap Haruka.


"Habisnya Mas geregetan sama kamu, sayang. yang dipikirkan olehmu itu keburukan ku terus, kapan dong kebaikan Mas kamu Ucapkan. contohnya, Mas tampan sekali deh atau Mas pria yang hebat, hehehehe." Jawab Andre sambil cengengesan.


"Hem..m..m..Maunya Mas itu sih." Sahut Haruka sambil mencubit perut Andre.


"Haduh...sakit sayang. kamu kok tega sih cubit Mas." Teriak Andre secara spontan. karena terasa sakit cubitan dari Haruka itu.


"Hehehehe, maaf ya Mas, karena sudah mencubit mu. Makanya lain kali jangan meledek aku terus, ya?" Ucap Haruka.


"Iya ..iya sayang Mas janji tidak akan meledek mu, paling hanya menyayangi mu saja." Jawab Andre.


"Ah...gombal kamu Mas." Sahut Haruka sambil memonyongkan bibirnya kehadapan Andre.


Memang dasar Andre pria Arogan. bukannya fokus dalam menyetir. ini justru mencium cepat bibir Haruka. ketika Haruka meledeknya dengan memonyongkan bibirnya. Hingga membuat Haruka malu dan berkata.


"Dasar pria Arogan kamu, Mas. selalu saja mencari kesempatan dalam kesempitan." Ucap Haruka dengan tatapan malunya.


"Hehehehe, tapi suka kan sayang." Ucap Andre masih meledek Haruka, yang sengaja mengalihkan pandangannya ke jendela. lantaran malu.


Akhirnya mereka berdua diam kembali untuk menikmati perjalanan. Andre fokus dalam menyetir. Sedangkan Haruka membalas pesan dari Cherry melalui ponselnya.