Yes, Im Single Mom

Yes, Im Single Mom
Bab: 12 Menukar posisi seperti semula



Satu Minggu sudah waktu berlalu dan tepat dihari ini juga Karin sudah mulai bekerja kembali, karena kondisi tubuhnya sudah membaik dan terlihat sangat sehat.


Akhirnya Haruka pun berpindah posisi lagi dengan Karin dan bekerja di bagian dapur bersama Tinah. Itupun tanpa sepengetahuan Andreas yang sedang berada di kantornya.


Dari jam 9 pagi Haruka sudah mulai mengerjakan tugasnya di dapur bersama Tinah. Dia membuat makan siang dan menyajikannya. Serta membersihkan kotoran bekas mereka melakukan aktivitasnya di dapur.


Selanjutnya mereka beristirahat sejenak duduk dipinggir kolam renang. Sambil meminum es teh manis dan memakan cemilan menunggu datangnya sore.


Mereka juga bermain air, bercanda ria seperti anak kecil. Bahkan sesekali mereka berlari saling kejar-kejaran mengelilingi kolam. Membuat Lily tersenyum lebar ketika melihatnya dari balik kaca jendela kamarnya.


Tak ada satupun amarah yang tersirat dari wajah Lily. Dia hanya menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Oh My God...bahagianya mereka, bisa bermain bersama. Sungguh begitu terharu, dalam keadaan kurangnya ekonomi, mereka masih bisa melupakan beban derita, walau mungkin hanya sesaat. ucap Lily sambil menutup kembali tirai kamarnya dan melanjutkan pekerjaannya.


Di kolam renang Haruka dan Tinah masih bermain tanpa melihat waktu, Hingga tanpa mereka sadari, jika hari sudah menjelang sore dan mereka harus menyiapkan makan malam, untuk para majikan mereka. Setelah semua pekerjaannya selesai Haruka pamit pada Tinah untuk mandi.


Disaat Haruka sedang berada di kamarnya untuk mandi. Andre pulang dan berjalan dari garasi menuju rumah. Sambil melangkahkan kakinya, Andre dibuat heran karena disambut oleh Karin, bukan Haruka.


Dalam hatinya bertanya-tanya,


"Kemana Haruka? Apakah dia sudah tidak bekerja lagi? apakah sikapku terlalu keras kepadanya? hingga membuat dia tidak betah bekerja disini? Jangan Tuhan, Aku mohon jangan buat dia pergi meninggalkan aku? Entah mengapa aku telah nyaman, ketika berada bersamanya." Keluh kesah Andre pada Tuhan


Ketika Andre sampai tepat dihadapan Karin, Andre berkata dengan lantangnya.


"Kemana Haruka? kenapa bukan dia yang berdiri disini, menyambut saya?" Ucap Andre.


"Maaf Tuan, saya lupa memberitahu anda, jika posisi kami telah kembali semula. Dimana Haruka bertugas membantu Tinah di bagian dapur." Jawab Karin.


Andre diam sejenak dalam hatinya dia berkata kembali,


"Untunglah jika dia tidak meninggalkan rumah ini dan biar sajalah, dimana pun posisi dia berada, asalkan masih disini aku tak mempermasalahkannya." suara hati Andre.


Ketika Andre sedang larut dalam lamunannya. tiba-tiba Tinah mengagetkannya dengan memanggil namanya.


"Tuan...Tuan?" Panggil Tinah.


"Oh....iya Tinah. maafkan...kalau saya jadi melamun tidak jelas." jawab Andre.


"Sini Tuan tasnya, biar saya bawakan." Ucap Karin.


"Iya...ini Karin, terima kasih." Jawab Andre sambil memberikan tas nya agar dibawa oleh Karin. Lalu dia melangkah kembali kedalam rumah.


Karin mengikutinya dari belakang, setelah sampai didalam rumah mereka terpisah. Karin menaruh tas Andre di ruang kerjanya. Sedangkan Andre menuju ruang tidurnya, dengan segera dia melepas pakaiannya lalu mandi. Tak lama dia keluar lagi menuju ruang makan.


****Ruang makan****


Andre duduk berhadapan dengan Lily di meja makan. Setiap harinya mereka makan hanya berdua saja. Setelah kematian sang ayah, Andre menghabiskan waktunya hanya dengan Mamanya. Ditambah lagi Andre tidak memiliki kakak ataupun adik. mungkin itu yang membuat dia kesepian, hingga selalu berbuat Arogan dengan siapapun.


Dimeja makan Tinah hanya seorang diri menyiapkan makan malam, untuk kedua majikannya itu. Tidak terlihat sedikitpun keberadaan Haruka Dimata Andre. Hingga sesekali mata Andre melihat setiap sudut di ruangan itu.


Karena takut Mamanya curiga, jadi dia diam saja menunggu makanan siap sedia dan terlihat jelas dari raut wajah Andre. Jika dia tidak nafsu makan, setelah tahu jika bukan Haruka yang mempersiapkan menu makan malam untuk mereka.



"Bosan sekali andre, Ma? setiap hari menunya seperti ini terus. Kalau tidak daging, ayam pasti ikan salmon yang Andre konsumsi. Apa tidak ada lauk yang lain?" Ucap Andre sambil mengacak-acak makanan yang berada di piringnya dengan pisau makan dan garpu.


"Tumben kamu mengeluh tentang makanan, sayang. Biasanya juga langsung makan tanpa berkomentar." Jawab Lily.


"Gimana mau berkomentar Ma? Untuk memilih menu saja Mama tidak pernah meminta saran Andre. Semua itu sudah Mama yang mengurusnya." Sahut Andre mengalihkan alasannya yang ternyata tidak nafsu makan, lantaran tidak ada Haruka diruang makan.


"Memangnya kamu mau makan apa?" Ucap Lily.


"Kalau boleh Jujur...Andre tidak nafsu makan malam ini, Ma. Lebih baik Andre kembali ke kamar saja untuk istirahat." Jawab Andre.


"Andre...kamu harus makan. Karena Mama tidak mau melihatmu sakit. pasti Mama akan sedih." Ucap Lily sambil menyuruh Andre untuk makan.


"Andre tidak lapar, Ma. Ya sudah mama makan saja, ya? Andre mau pamit kekamar. good night Mom?" Jawab Andre sambil berdiri, lalu berjalan mendekati Lily dan mencium pipi mamanya serta melangkahkan kakinya menuju kamar.


Melihat anaknya tidak memakan satupun menu yang ada dihadapannya. Membuat hati Lily menjadi sedih dan akhirnya dia-pun sama, memilih untuk tidak makan pula. dia juga lebih memilih untuk meninggalkan meja makan.


Dari balik pintu dapur, Tanpa sengaja Haruka melihat perdebatan mereka tentang makanan. Karena kasihan melihat Nyonya besarnya bersedih. Haruka mencoba menghentikan langkah Lily.


"Nyonya...tunggu?" Teriak Haruka kepada Lily.


Lily yang mendengar Haruka menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya kembali menghadap Haruka. Lalu berkata,


"Iya...ada apa Haruka? Tanya Lily.


"Maaf Nyonya saya telah lancang berteriak tadi dan saya juga minta maaf, karena tanpa sengaja mendengar perdebatan Nyonya serta Tuan Andre mengenai makanan." Ucap Haruka sambil meminta maaf karena sikap lancangnya tadi.


"Tidak apa-apa Haruka dan saya minta maaf... tolong sampaikan pada Tinah, agar membersihkan meja makan. karena kami malam ini tidak makan, ya?" Ucap Lily sambil mengeluarkan perintah untuk Haruka.


Haruka mendekati Nyonya Lily dan memegang kedua tangannya. Lalu berkata,


"Nyonya kalau boleh saya memohon, tolong nyonya harus makan. agar tidak sakit nantinya. saya tahu setiap harinya Nyonya masih bekerja, walau hanya dirumah saja." Jawab Haruka sambil menenangkan hati Nyonya besarnya itu, serta menyuruhnya untuk makan kembali.


"Tidak Haruka, saya menjadi tidak lapar. Setelah melihat anak saya satu-satunya, tidak makan sedikitpun. Hati ibu mana yang tega melihat perut anaknya kosong, hanya karena makanan yang ada dihadapannya, membuatnya berubah pikiran untuk makan. lebih baik kami tidak makan saja bersama." ucap Lily bak seorang anak kecil yang sedang dalam keadaan mogok makan.


Namun Haruka tidak menyerah sedikitpun, agar Lily mau makan kembali, dengan jurus seribu akalnya. Haruka memberi penawaran pada Lily.


"Bagaimana kalau Nyonya makan saja dulu? Nanti mengenai Tuan muda biar saya yang urus." Ucap Haruka.


"Percuma Haruka, karena Andre tidak suka menu malam ini." Jawab Lily.


Haruka mengajak Lily untuk melihat sesuatu dan ketika sampai disebuah meja khusus lauk para pembantu disana. Dia membuka tudung saji besar dan berkata pada Lily,



"Lihat menu ini Nyonya. saya yakin Tuan pasti akan suka dan saya jamin tuan akan tambah beberapa kali porsi makannya." ucap Haruka sambil memperlihatkan menu kampung kesukaannya.


"Wow...nice! Sepertinya enak sekali Haruka, jujur baru kali ini saya melihat nasi seperti itu, Apa boleh saya juga ikut mencicipinya?" Ucap Lily.


"Silahkan saja nyonya kebetulan saya membuatnya banyak hari ini dan kebetulan juga yang lain sudah terbagi rata, malah ada yang menambah lagi porsinya, hehehehe." canda Haruka pada Lily.


Lily pun mengambil secukupnya lalu kembali kemeja makan, untuk makan menu buatan Haruka. Sedangkan Haruka membawa sisanya menuju kamar Andreas.