
Delapan bulan sudah Haruka bekerja, di kediaman milik Andreas. Sudah banyak sekali pengalaman hidup yang dia dapatkan disana. Bahkan perlakuan Lily terhadapnya pun sangat baik, tanpa membeda-bedakan antara para pekerja satu dengan yang lainnya. Itu yang membuat Haruka tidak ingin kalau Lily sampai kecewa terhadapnya.
Bahkan untuk bertemu Andre saja. Dia sampai diam-diam disana. ketika Bianca ingin melihatnya melalui video call. Akan tetapi dia selalu membuka dirinya, jika sedang bertemu Andre di saat hari liburnya.
Hingga suatu ketika ujian pahit menerpanya kembali. Dimana ketika Andre sedang bertandang kerumahnya. Tanpa diduga Martin pun datang secara tiba-tiba.
"Tok...tok...tok." Suara ketukan terdengar dari arah pintu rumah Haruka.
Pada saat itu Haruka sedang sibuk bersama Cherry membuat kue di dapur. Sedangkan Andre dan Bianca sedang bermain di ruang keluarga.
Suara ketukan pintu itu berulang kali terdengar ditelinga Andre. Akhirnya mau tak mau, Andre berjalan menuju arah pintu tersebut, sambil menggendong Bianca. dan dengan cepatnya dia segera membuka pintu tersebut.
"Selamat siang?" Ucap Martin mantan suami Haruka dengan wajah datarnya.
"Iya...selamat siang pak. Ada yang bisa saya bantu?" Jawab Andre dengan sopan nya.
"Anda siapa ya? kenapa bukan Haruka yang membuka pintu ini? Apakah Haruka masih tinggal disini, atau memang sudah pindah rumah?" Ucap Martin menanyakan tentang Haruka, kepada Andre.
"Oh...Kebetulan saya temannya pak? saya sedang main disini dan Jangan khawatir, karena haruka masih tinggal di sini kok, jadi kalau begitu silahkan masuk saja dulu, biar nanti saya panggilkan Haruka nya?" Jawab Andre sambil mempersilahkan Martin masuk kedalam rumah. Mereka pun berjalan beriringan.
Tiba di ruang tamu Andre mempersilahkan Martin untuk duduk.
"Silahkan duduk pak dan saya mohon pamit kedalam, untuk memanggil Haruka." Ucap Andre masih dalam keadaan sopan.
Mereka pun terpisah, Martin duduk di kursi ruang tamu, sedangkan Andre berjalan menuju dapur.
Tiba di dapur Andre menegur Haruka.
"Haruka, ada tamu untukmu?" Ucap Andre.
"Tamu? Siapa memangnya?" Tanya Haruka dalam keadaan bingung. Lantaran dia tidak tahu siapa tamu yang bertandang kerumahnya itu.
" Iya...Tamu? Kalau siapa dia, aku tidak tahu? Karena bukan hak ku juga, untuk menanyakan lebih detailnya lagi." Jawab Andre dengan bijaknya.
"Oh...ya sudah. kalau begitu saya akan menemuinya dulu deh. Terima kasih Mas sudah merepotkan." Ucap Haruka.
"Iya...sama-sama Haruka." Jawab Andre sambil berjalan kembali menuju ruang keluarga, untuk bermain dengan Bianca.
Dengan segera Haruka melepas celemek dari tubuhnya. Lalu berkata kepada Cherry.
"Cher...Tolong kamu lanjutkan dulu, ya? Aku ingin menemui tamu disana. Entah siapa yang datang, tumben sekali tanpa mengabari terlebih dulu." Ucap Haruka kepada Cherry, sambil meminta tolong agar Cherry mau melanjutkan membuat kue, yang belum sempat diselesaikan olehnya.
Dengan cepatnya dia melangkah menuju ruang tamu. Tiba disana dia dibuat terkejut. ketika melihat Martin sedang asyik duduk di kursi.
Hatinya menjadi tidak enak dan pikirannya menjadi tidak karuan. Dirinya terlihat salah tingkah, entah apa yang harus dia lakukan. Dalam benaknya tersimpan luka yang begitu mendalam. Ditambah lagi apa yang harus dia lakukan. Jika Andre tahu status sebenarnya akan dirinya itu.
Dihadapan Martin, Haruka hanya bisa terdiam tanpa kata. Hingga enggan untuk duduk, justru malah berdiri dengan tegapnya. Membuat Martin menjadi senang mengganggunya.
"Angin apa yang membuatmu datang kemari, Martin? Masih belum puas kah kamu menyakiti aku dan Bianca? Sebelum kesabaran ku habis, lebih baik kamu angkat kaki dari rumah ini." Teriak Haruka dengan kerasnya, hingga membuat Andre dan Cherry berlarian datang menghampirinya,
"Ada apa Haruka? Kenapa kamu berteriak kencang sekali. Apa kamu tidak berpikir pertengkaran kalian, hanya akan membuat hancur mental Bianca." Ucap Andre dengan tegasnya, kepada Haruka dan Martin.
"Kamu juga Martin, untuk apa datang kemari lagi. Apa sudah putus urat malumu itu. dulu dengan seenaknya kamu mempermainkan dia, dengan mengkhianati pernikahan kalian. bahkan hampir setiap hari kamu bertindak kasar kepadanya. Kini kamu tiba-tiba datang dengan membuka luka lamanya" Ucap Cherry.
"Hai...pria bodoh, memangnya kamu ini siapa? hah. Dengan seenaknya ikut campur urusanku dengan Haruka. Apa kamu tahu aku ini siapa?" Sahut Martin menegur keras Andre.
Haruka terkejut mendengar Martin ingin membuka kedoknya, selama ini. Dengan berlinangan air mata, Haruka hanya bisa pasrah, jika nanti Andre akan membencinya dan Haruka juga harus kuat, jika nanti setelah tahu kebohongannya, Andre akan segera memecatnya.
"Dan untukmu Cherry, sudahlah...tidak perlu ikut campur urusan kami. Memangnya kamu ini siapa? Kamu itu hanya benalu dirumah ini, yang menumpang hidup dengan Haruka, hahahaha." Ucap Martin dengan menghina Cherry begitu dahsyatnya.
Martin begitu senang dengan ucapannya. Terlihat jelas dari caranya tertawa, seolah tidak ada beban sedikitpun di hati dan pikirannya.
Sedangkan Haruka sudah tidak tahan lagi, dengan sikap buruk Martin, yang baginya sudah diluar batas. Akhirnya tanpa pikir panjang lagi, dia-pun membela Andre dan Cherry dengan menegur keras martin.
"Memang Ada hak apa kamu, Martin? Berbicara kasar kepada Andre dan Cherry. Bagiku mereka lebih baik darimu. Seharusnya kamu itu malu, dulu dengan seenaknya kamu mengusirku dan bianca. bahkan tanpa ada belas kasihmu terhadap kami dan perlu kamu ingat tidak sedikitpun aku meminta nafkah darimu, untuk bianca. Sekarang karena kamu tidak diharapkan dirumah ini, jadi lebih baik silahkan kamu pergi dari sini? karena pintu rumah ini tertutup sudah untukmu, paham" Ucap Haruka dengan kerasnya.
"Oh...jadi ini kekasih barumu, Haruka. pantas saja kamu membelanya. Selamat ya? atas keberhasilan mu menggaet pria kaya raya. Agar bisa merubah hidupmu, hahahaha." Celoteh Martin sambil bertepuk tangan dihadapan Haruka. Dia sengaja melakukan itu agar membuat malu Haruka dihadapan Andre.
"Diam kamu Martin! aku ini tidak sebejat dirimu" Ucap Haruka dengan sangat marahnya, dengan menunjukkan jari telunjuknya ke arah Martin.
Kini kondisi Haruka sedang tidak baik-baik saja. Dia hanya mampu menangis dan menangis, tanpa mengeluarkan sepatah katapun lagi.
Hingga membuat Andre tidak tega melihatnya. karena Martin telah tega menghinanya bahkan merendahkannya. Lalu dengan beraninya Andre memukul wajah Martin untuk membela Haruka. Sampai darah segar mengucur deras dari dalam hidungnya.
"Plak...plok....Bukk" Pukulan Andre untuk Martin, hingga Martin terjatuh kelantai.
"Kalau saya kekasihnya Haruka memang kenapa? Apa ada urusannya denganmu? Lagipula kini Haruka telah bebas memilih, mau dengan siapa dia berpacaran? atau menikah lagi? Harusnya kamu bisa tahu diri dong. Kamu ini cuma mantan suaminya dan kalian itu juga sudah bercerai, paham kamu?" Ucap Andre dengan kerasnya, untuk membela harga diri Haruka.
Martin tidak bisa berkutik lagi. Dia hanya mampu menutupi hidungnya dengan kedua tangannya dan Martin mengaku kalah, dia tidak ingin memperkeruh keadaan, dia khawatir jika Andre semakin marah dan memukulnya kembali.
Lalu dengan sekuat tenaga Martin berusaha untuk berdiri dan Sambil menahan rasa sakitnya dia berkata kepada mereka,
"Ingat Haruka...ini baru awal aku hadir kembali di kehidupanmu. Nanti aku pastikan hidup mu akan hancur berkeping-keping. karena aku akan membayar pengacara untuk mengambil Bianca dari tanganmu, Kita lihat saja, sampai dimana kamu bertahan untuk melawanku, permisi." Ucap Martin sambil berlari menuju Mobilnya. lalu pergi meninggalkan kediaman Haruka.
Dari awal keributan, Bianca menangis kencang sekali. Dia terlihat sangat takut melihat Andre memukul Martin. Untung saja dengan secepat kilat Andre segera menggendongnya dan memeluknya dengan erat, sambil mengusap-usap lembut bahu dan kepala Bianca. Agar Bianca tenang dan tidak trauma nantinya.
sedangkan Cherry mengajak Haruka untuk duduk dan segera mengambil air putih, lalu menyuruh Haruka untuk minum. Agar Haruka bisa sedikit lebih tenang menghadapi ujian hidup ini.
Nb: Apakah Haruka akan menceritakan semuanya kepada Andre?
Nah untuk tahu kisah selanjutnya. Jangan lupa ketik like, komen and sharenya terima kasih untuk mendukung saya update setiap harinya🙏😉