
Masih dalam keadaan duduk, mereka berbincang-bincang serius sekali dan Haruka berkata kembali kepada Andre.
"Oh Tuhan....mengapa Mas tidak jujur? Dari awal saja. Jadi aku tidak perlu susah payah untuk berbohong lagi terhadapmu. yang hanya menambah besar dosaku saja. Dasar kamu jahat Mas!" Ucap Haruka kepada Andre.
"Bukan begitu maksudku, Haruka. Aku hanya merasa belum waktunya untuk berkata jujur kepadamu, ditambah kamu pasti akan menjaga jarak terhadapku. lantaran status kita berbeda." Jawab Andre berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. karena Andre tidak mau Haruka berpikir buruk terhadapnya.
"Sekarang apa yang harus aku lakukan, Mas? Ditambah lagi aku takut kalau sampai Nyonya tahu, aku ini adalah seorang janda. Aku yakin beliau akan marah besar dan akan memecat ku dari pekerjaan ini. Padahal, aku tidak pernah berniat untuk membohongi kalian. ini hanya masalah pekerjaan saja, yang mengharuskan aku melakukan kebohongan itu." Ucap Haruka.
"Sudahlah Haruka, Tidak perlu kamu berpikir berlebihan. Karena semua itu bisa membuatmu sakit nantinya. Kalau masalah Mama, biar aku saja yang urus. yang terpenting untuk saat ini kita berpura-pura saja tidak akur dirumah. agar mama tidak curiga. Nanti setelah aku yakin Mama dalam keadaan baik-baik saja. barulah aku akan menceritakan semuanya dengan benar. aku yakin Mama pasti akan memaklumi kebohongan itu." Jawab Andre kembali untuk menenangkan hati Haruka.
Setelah semuanya terbongkar dan apa yang ditakuti Haruka tidak terjadi. Akhirnya situasi menjadi tenang kembali. merekapun mengganti bahasan dengan topik yang berbeda, agar suasana kembali riang.
***********
Tiga hari setelah kedatangan Martin. Haruka kembali bekerja dengan baik. Tanpa membahas apapun disana dengan Andre. Mereka menjalankan sandiwara seperti yang Andre minta. Agar Mamanya tidak menaruh curiga kepada mereka berdua.
Hingga pada satu waktu. Andre mendapat telepon dari Dea. Dia meminta agar Andre mau menemuinya dengan membawa kekasih barunya, yang sebelumnya pernah dia ucapkan kepada Dea.
Dea mengancam jika dia berbohong dan ucapan Andre hanya isapan jempol belaka. Maka Dea akan terus menemui Andre dikantor dan dirumahnya, sampai Andre lelah dan mau menerimanya. walau bukan karena cinta, Dea yakin lambat Laun Andre akan kembali mencintainya. Bahkan dengan cara apapun akan mengambil hati Mamanya agar mau menerimanya kembali seperti dulu.
Karena rasa cintanya kepada Haruka begitu besar dan Andre tidak ingin Dea menghancurkannya. Akhirnya tanpa persetujuan Haruka. Andre menyetujui permintaan Dea. asalkan dengan satu syarat, setelah Andre membawa kekasih barunya kehadapan Dea. Dea harus berjanji untuk tidak menemuinya lagi bahkan menggangu hidupnya kembali.
Dea pun menyetujui perjanjian itu dan mereka akhirnya membuat janji. tepatnya malam Minggu ini. Di Cafe langganan mereka waktu pacaran dulu. Pada jam 19.30 WIB.
Andre kebingungan akan janji yang sudah disepakatinya dengan Dea. Dia merasa gugup harus diawali dari mana pembicaraannya nanti dengan Haruka. Tidak mungkin rasanya jika dia harus to the poin, meminta bantuan Haruka. apalagi sangat sulit rasanya akses bertemu berdua untuk mereka dirumah milik Andre. selain banyak CCTV nya, gerak gerik mereka seolah Dimata-matai oleh Lily.
Akhirnya mau tak mau Andre. harus menunggu Haruka sampai dia pulang kerumahnya. Pada hari Jumat Minggu ini.
Benar saja perkiraan Andre, jika Haruka pulang pagi ini. Dia tahu ketika ingin berangkat ke kantor. Tanpa sengaja dia melihat ketika Haruka sedang pamit kepada Mamanya, Untuk ijin pulang karena besok adalah hari liburnya.
Sepulangnya dari kantor. Andre segera mampir kerumah Haruka. Seperti biasa, disana dia menemani Bianca untuk bermain. Tak lupa Haruka dan Cherry menyiapkan makan untuk Andre. Merekapun makan malam bersama-sama.
Setelah selesai makan, Cherry pamit kepada Andre untuk menidurkan Bianca yang sudah terlihat mengantuk. Sedangkan Haruka menemani Andre duduk.
"Haruka...bolehkah aku meminta sesuatu darimu?" Ucap Andre.
"Bisakah kamu menemaniku untuk bertemu dengan seseorang?" Ucap Andre.
"Siapa Mas? Dan apakah aku pantas untuk menemanimu, sedangkan aku hanya seorang pembantu di rumahmu?" Jawab Haruka.
"Terserah orang mau berkata apa Haruka? Yang terpenting buatku, kamu ini adalah wanita spesial yang patut dibanggakan." Ucap Andre.
"Bisa saja kamu Mas, Sudah ah...jangan menggodaku, itu sama saja kamu memberikan sebuah harapan. Dimana aku tahu harapan itu belum tentu akan terwujud nantinya. Bagaimana pun seorang pembantu hanyalah pesuruh. Jadi tidak mungkin aku berani mimpi setinggi langit." Jawab Haruka.
Setelah mendapat sinyal dari Haruka. Dengan beraninya Andre berpindah tempat duduk. Yang semula berada di depan Haruka. kini berada di samping Haruka. Tanpa pikir panjang lagi, Andre mengambil kedua tangan Haruka, lalu memegangnya dengan erat dan berkata.
"Haruka pertama-tama aku minta maaf. jika sudah berani lancang memegang tanganmu. Kedua aku ingin jujur kepadamu, akan perasaanku selama ini. Bahwa aku telah jatuh cinta kepada mu. Haruka maukah kamu menjadi kekasihku, sekaligus calon istriku kelak? Aku mohon kamu jawab sekarang dan aku minta jawabanmu itu harus dari dalam dasar hatimu. Tidak usah takut Haruka, sekalipun kamu menolak ku, aku tidak akan marah, yang terpenting bisa menjadi sahabatmu dan masih bisa dekat dengan Bianca, aku sudah sangat bahagia." Ucap Andre dengan mengutarakan isi hatinya itu. Bahwa dia telah jatuh cinta kepada Haruka.
Haruka kaget bukan kepalang, hingga melepas kedua tangan Andre secepat kilat. Entah apa yang harus dia lakukan saat ini. Apakah dia harus bahagia? lantaran Andre telah jatuh cinta kepadanya? Ataukah dia harus marah, karena Andre telah salah memilihnya untuk menjadi tambatan hatinya.
Hingga tanpa sadar dia meneteskan air matanya. Dia nampak kebingungan harus menjawab apa? Sedangkan Andre menjadi serba salah, Dia merasa jika perkataannya telah menyinggung perasaan Haruka.
"Maafkan aku Haruka. jika perkataan ku tadi telah menyinggung hatimu. Jujur aku tulus mengucapkan itu, jauh dari dasar lubuk hatiku terdalam. Aku memang mencintaimu bukan ingin memainkan perasaanmu. Kini terserah pemikiran mu, terhadapku. Aku telah siap menerima segala keputusan darimu." Jawab Andre sambil meminta maaf terhadapnya.
Haruka diam sejenak dan masih dalam keadaan menangis. Tak lama diapun berkata.
"Apakah kamu serius Mas? Dengan perkataan mu itu? Bukankah kamu tahu dan sadar jika aku ini hanya seorang janda beranak satu. Apa nanti kata Mama mu? Dan apa kata keluarga besar mu, serta para karyawan dan relasi mu? Jika tahu kamu memacari seorang pembantu, bahkan ingin menikahinya pula." Ucap Haruka masih dalam linangan air matanya.
"Peduli setan Haruka dengan ucapan orang lain. Memangnya aku hidup dari mereka? tidak kan? Kalau masalah Mama dan keluarga besar ku, Biar jadi urusanku. Aku yakin Mama akan merestui hubungan kita nantinya? Sekarang yang aku inginkan hanya satu, apakah kamu menerima niat tulus ku itu? Atau tidak? jawab saja Haruka dengan jujur?" Ucap Andre.
Haruka hanya diam seribu bahasa. Dia masih belum percaya dengan apa yang diucapkan oleh Andre. Namun karena terlihat jelas keseriusan Andre serta ketulusannya. akhirnya Haruka menjawab,
"Iya Mas...aku mau menjadi kekasihmu, sekaligus calon istrimu kelak. Asalkan kamu menerima aku dan Bianca apa adanya, serta menjaga kami dengan segala kekuatan yang kamu miliki itu saja." Ucap Haruka.
Dengan gembiranya Andre segera memeluk Haruka dengan erat. Serta mencium kening Haruka dan berkata,
"Terima kasih sayang, karena kamu telah menerima cintaku ini. Aku janji akan selalu ada untukmu dan Bianca, serta menjaga kalian semampuku. Aku juga menerimamu apa adanya bukan hanya kelebihan mu saja, melainkan dengan segala kekuranganmu itu." Jawab Andre dengan sangat bahagia.