
Haruka menarik nafasnya dalam-dalam. Dia sedang mempersiapkan dirinya. untuk menceritakan semuanya kepada Andre.
Setelah hatinya agak sedikit lega, diapun mulai bercerita.
"Mas? Tolong maafkan aku ya? karena selama ini, aku sudah berbohong kepadamu. Hari ini aku akan menceritakan semua kebenaran dan aku pasrah, jika kamu dan Mama mu sampai memecat ku, nantinya." Ucap Haruka pada Andre.
"Sudahlah Haruka, daripada kamu berbicara ngawur, lebih baik kamu istirahat sana?" Jawab Andre dengan mengalihkan pembicaraan.
"Mas...aku mau jujur kepadamu, agar tidak jadi beban juga dihati dan pikiranku ini. Tolong ya Mas? dengarkan cerita hidupku. Agar nanti Mas tidak salah menilai seseorang." Ucap Haruka.
"Baiklah Haruka, aku akan mendengarkan ceritamu dengan baik." jawab Andre dengan tersenyum.
"Sewaktu aku berumur satu tahun. Aku sudah ditinggal mati oleh kedua orang tuaku. Lalu setelah kematian mereka, aku dibawa oleh Tante ku yang bernama Naura, untuk tinggal bersamanya serta kakekku, Tapi sayang Kakek tidak mau menerimaku. Dia justru mengusir Tante Naura dan menyuruhnya untuk membawaku pergi dari rumahnya." Haruka mengawali cerita hidupnya pada Andre.
Namun menghentikan sesaat ceritanya. Lantaran dia sudah tidak sanggup menahan kesedihan, jika kembali mengingat kejadian waktu itu.
Andre segera mengambilkan tissue diatas meja. Lalu memberikan nya kepada Haruka dan berkata,
"Sudah...jika tidak sanggup mengingat kembali masa lalu mu, Lebih baik jangan kau lanjutkan ceritamu itu." Jawab Andre.
"Tidak Mas....Kamu harus tahu semuanya. Agar tidak ada dusta diantara kita." Sahut Haruka.
"Ya sudah....kalau itu mau mu, aku akan berusaha menjadi pendengar yang baik bagimu. Walau aku dengar tadi, Sikap kakek mu terlalu sadis dan tidak memiliki hati." Jawab Andre.
"Pada saat itu, Tante Naura membela mama dan papaku. Dia memberontak agar kakek sadar akan ucapannya. Tapi sayang bagi kakek, Kehormatan dan harga diri diatas segalanya. Dengan teganya kakek mengeluarkan kami dari rumahnya." Lanjut cerita Haruka.
"Kenapa kakek mu, bisa sejahat itu Haruka? Memang apa salah Dan dosa kedua orang tuamu, terhadapnya?" Tanya Andre pada Haruka.
"Kalau mendengar cerita dari Tante Naura sih, Katanya...Kakek tidak setuju jika Mama menikah dengan papa. Lantaran perbedaan Negara. Papa yang bernama Hasegawa berdarah Jepang dan Mama bernama Sarah Amelia, berasal dari Indonesia. Yang lebih membuat kakek murka adalah, Karena mereka itu berbeda keyakinan, pikir kakek apa jadinya nanti kehidupan mereka. Ditambah pekerjaan Papa tidak tetap di Jepang sana. Tapi karena cintanya begitu besar kepada papa, Mama lebih memilih Papa, Dengan nekad kabur dari rumah kakek, untuk menetap di Jepang bersama Papa dan mereka berdua menikah secara diam-diam disana. Hingga memiliki aku, Si bocah kecil yang tidak tahu apa-apa, tentang perjalanan hidup kedua orang tuanya." Cerita Haruka.
"Oh Tuhan.....itulah hidup Haruka, terkadang tidak sesuai ekspetasi kita. Lalu?" Jawab Andre dan menyuruh Haruka melanjutkan ceritanya.
"Sungguh malang nasibmu, ya Haruka? Masih kecil sudah menjadi yatim piatu. Aku bisa membayangkan dirimu pada saat itu. Kamu yang belum tahu apa-apa. Harus menelan pil pahit kehidupan. Sabar ya Haruka dan harus tetap semangat dalam menjalani hidup." Ucap Andre sambil memberikan semangat kepada Haruka.
"Terima kasih Mas? atas semangat yang kamu berikan kepadaku." Jawab Haruka.
"Lanjutkan kembali ceritamu Haruka. Akhirnya aku justru jadi penasaran. ingin tahu cerita selengkapnya tentang dirimu." Ucap Andre.
"Setelah kematian orang tuaku dan Diusir dari rumahnya. Tante Naura membawaku pergi kerumah ini. Kamu tahu Mas? Aku bangga sekali dengan tanteku itu. Dari hasil tabungannya dia membeli rumah ini. Serta membuka jasa jahit, hanya untuk menghidupiku. Tante Naura bagiku juga adalah wanita hebat. Dia rela mengesampingkan kebahagiaan nya, hanya untukku keponakannya. Dia sampai Tidak menikah. padahal waktu itu banyak sekali pria yang datang untuk meminangnya." Ucap Haruka.
"Sungguh mulia sekali hati Tante mu, Haruka? Lalu kenapa Tante mu sampai meninggal dunia? dan bagaimana bisa kamu menikah dengan pria tak tahu diri itu?" Tanya Andre.
"Karena sakit Mas dan setelah kematiannya aku bekerja siang dan malam untuk menutupi kebutuhanku sendiri. Hingga Tuhan mempertemukan aku dengan seorang pemilik toko kelontongan besar, yang sangat baik hatinya, sampai menganggap aku adalah anak perempuannya. Dia bernama pak Aldo sukmajaya. Setahun bekerja dengannya, Pak Aldo memohon kepadaku agar mau menikah dengan anaknya Martin, agar kami bisa menjadi satu keluarga." Ucap Haruka menceritakan kisahnya kembali.
" Kenapa kamu mau dinikahkan dengan anaknya? sedangkan kamu saja tidak tahu sifat nya seperti apa? sama saja kamu membeli kucing dalam karung. Jawab Andre.
"Pada awalnya aku menolaknya , Mas? Tapi karena pak Aldo terus mendesak hingga sakit keras. Akhirnya mau tak mau aku menyetujui perjodohan itu. Aku dan anaknya pun menikah hingga memiliki Bianca." Ucap Haruka.
"Lalu kenapa kamu memutuskan untuk bercerai dengannya. Sedangkan kamu telah memiliki buah hati dari pernikahan kalian?" Tanya Andre dengan rasa ingin tahunya.
"Karena setelah hamil Bianca, Dia berselingkuh dengan banyak wanita. minum-minuman keras, berjudi. Malah aku pernah memergokinya, ketika mereka keluar dari hotel. Bukannya aku yang marah karena telah diselingkuhi. eh...justru dia yang marah kepadaku sampai memukul wajahku tepat dihadapan wanita selingkuhannya. Bahkan yang lebih parahnya lagi, Dia menyakitiku hampir setiap hari, dia selalu melakukan tindakan kasar dan semena-mena terhadapku. Hingga aku muak dan memutuskan untuk bercerai." Ucap Haruka sambil menangis tersedu-sedu.
"Oh Tuhan....sungguh bajingan sekali, mantan suamimu itu. Dia tidak pantas di sebut sebagai suami. Karena tidak menjaga dan menyayangi mu dengan tulus. Mulai saat ini lebih baik kamu lupakan saja kisah masa lalu mu, Jika hanya membuat hatimu terluka." Jawab Andre memberikan semangat terhadapnya.
"Mas, kenapa kamu tidak marah dan kaget? setelah tahu aku telah membohongimu selama ini?" Tanya Haruka kepada Andre.
"Kenapa aku harus marah, apalagi terkejut Haruka? Jujur dari awal kedatangan ku, waktu itu. Aku sudah tahu kalau Bianca itu adalah anakmu bukan anak dari mbak Cherry. Ternyata pikiranku tepat sekali. Setelah mendengar langsung pembicaraan kalian berdua ketika sedang membuat makanan untukku. Sengaja aku sembunyikan dari mu. Agar kamu nantinya mau berkata jujur sendiri kepadaku." Jawab Andre dengan jujurnya.
Haruka terkejut bukan kepalang, jadi selama ini ternyata Andre telah mengetahui kebohongannya. Namun secara tidak langsung, dia justru menutupinya dari Nyonya Lily.