Yes, Im Single Mom

Yes, Im Single Mom
Bab: 28 Perdebatan antara Andre dan Cherry.



"E..Hem, Haduh yang lagi romantisnya. Sampai lupa kalau ada orang lain di sini." Ucap Cherry sambil meledek Haruka dan Andre.


Mereka segera melepas pelukannya dan segera memisahkan diri dengan jarak. Setelah tahu jika Cherry telah memergokinya. Membuat rasa malu merek ayak tertahan.


"Sudah...tidak perlu seperti itu. kita ini kan sudah sama-sama dewasa, jadi buatku merupakan hal yang lumrah, untuk pasangan kekasih yang baru seperti kalian ini." Ucap Cherry.


"Haduh...saya jadi malu nih, dengan Mbak Cherry. Apalagi sampai mengetahui hubungan baru kami. Doakan saya ya Mbak? agar bisa selalu setia dan bisa terus menjaga hubungan ini, sampai nanti kejenjang yang lebih baik lagi." Jawab Andre sambil meminta doa kepada Cherry.


"Amin.. Mbak akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian." Sahut Cherry.


"Cherry sini duduk, kita bicara bertiga, untuk kelanjutan hidup kita kedepannya. Kamu juga harus tahu, ternyata Andre telah mengetahui status janda ku dan Tahu kalau bianca adalah anakku." Ucap Haruka.


"Oh my God... benarkah itu Haruka?"Jawab Cherry.


"Iya benar Cher. Aku bersyukur sekali , jika Andre masih saja menerima ku apa adanya, setelah tahu kebenarannya, bukan malah menjauhiku serta memecat ku." sahut Haruka.


Cherry pun mengurungkan niatnya kembali kedalam kamar. Dia justru duduk bersama diruang tamu. untuk mengetahui cerita seutuhnya dari mereka.


"Begini loh Mbak Cherry, ada yang ingin saya sampaikan kepadamu. Sebenarnya dari awal saya datang, saya sudah mengetahui kalau Bianca adalah anak Haruka. walau fakta itu terasa samar terlintas dipikiran saya ini dan ketika kalian sedang membuat makanan untuk saya. Tanpa sengaja saya mendengar pembicaraan tentang bianca dan ternyata benar apa yang saya tebak selama ini. Bahwa Haruka salah seorang Single Mom." Ucap Andre kepada Cherry.


"Yes, Im Single Mom. lalu apa yang kamu pikirkan pada saat itu?" Tanya Haruka dengan rasa penasarannya.


"Yang aku pikirkan pada saat itu cuma satu. Bagaimana pun caranya, aku harus mendapatkan perhatian dan cintamu. Makanya aku selalu menyempatkan waktuku untuk bertemu dengan kalian." Jawab Andre.


"So sweet nya Andre ini, membuat iri saja kaum wanita di luar sana. Kalau buat Mbak sih apapun rencana kalian nanti, sepenuhnya mbak akan mendukungnya. apalagi untuk kebahagiaan Bianca, itu saja." Ucap Cherry.


"Tapi Nyonya Lily tidak tau Cher, akan hal ini? dan aku yakin jika tahu pasti aku akan dipecatnya? itu yang memberatkan ku menjalani kasih dengan Andre." Jawab Haruka dengan mata berkaca-kaca karena menahan air mata kesedihannya.


"Sudahlah Haruka...Kamu jangan berpikir terlalu berlebihan. Nanti kamu malah jatuh sakit. Masalah keluarga besar Andre, biar dia saja yang mengurusnya. Karena dia lebih tahu keadaan dan situasi keluarganya, Benar-kan Dre?" Ucap Cherry.


"Benar sayang, apa yang dikatakan oleh Mbak Cherry. Tidak usah kamu pikirkan masalah keluargaku nanti. biar itu semua aku yang urus. Yang terpenting buatku saat ini adalah, kita selalu kompak dalam menjalani hubungan ini dan harus saling percaya dan menguatkan satu sama lain, itu saja." Jawab Andre.


"Iya Mas...aku janji akan berusaha menjaga hubungan ini dengan baik." Sahut Haruka dengan senyuman manisnya, walau raut wajahnya masih terlihat sedih." Ucap Haruka.


"Oh iya Dre...apakah masih ada yang ingin kamu dan Haruka sampaikan kepadaku? jika tidak aku akan melanjutkan tidur kembali. lagipula aku takut Bianca terbangun tidak ada aku disampingnya." Tanya Cherry kepada mereka.


"Masih Mbak? dan maaf kalau bisa, saya minta waktunya sebentar saja?" Ucap Andre memohon agar Cherry mau bersabar sebentar untuk mendengarkan pembicaraan mereka." Jawab Andre.


"Baiklah Dre kalau begitu, silahkan lanjutkan saja. Mbak akan mendengarkan dengan baik." Sahut Cherry.


"Dengan apa kamu akan menjelaskan kepada Mama mu Dre? Apa kamu yakin mama mu nanti akan menerima mereka. Jujur aku tidak sanggup jika harus melihat Haruka dan Bianca, terluka kembali. Sudah cukup Dre penderitaan mereka selama ini." Jawab Cherry sambil menangis tersedu-sedu.


Haruka segera menghampiri Cherry setelah melihat dia sedang menangis, lalu merangkulnya dengan kehangatan.


"Tenang saja Mbak, saya akan berusaha sekuat tenaga untuk kebahagiaan mereka. walau nantinya harus rela meninggalkan Mama seorang diri. Jika mama masih keras dengan keputusannya." Ucap Andre dengan meyakinkan Cherry.


"Jujur saja...Mbak belum siap mendengar ini. Dibalik senyum Mbak melihat kebahagiaan kalian, tersirat rasa was-was yang mendalam. karena Mbak yang tahu penderitaan Haruka selama ini Dre, untuk menghidupi dirinya dan Bianca." Jawab Cherry.


"Iya Mbak, Andre paham akan hal itu. dengan tulusnya Mbak begitu menyayangi Haruka dan Bianca. Maka dari itu biarkan Andre juga turut serta menjaga dan menyayangi mereka, seperti yang mbak lakukan selama ini. agar penderitaan mereka segera berakhir." Ucap Andre.


"Syukurlah...kalau kamu itu benar-benar tulus mencintai Haruka dan Bianca. Tapi ingat Dre jangan pernah sekalipun melukainya. Karena jika itu terjadi akulah orang pertama yang akan menjadi garda terdepan untuk mengejar mu dan menghadang mu untuk menemuinya kembali." Jawab Cherry.


Haruka hanya diam saja mendengar perdebatan mereka. Bagi Haruka biar mereka saja yang mengurus semuanya. Haruka percaya perdebatan mereka bukan untuk keburukan bagi hidupnya. Melainkan kebaikan bagi masa depan dirinya dan Bianca.


"Tolong ya Mbak, jaga rahasia ini. kepada siapapun?" Ucap Andre memohon kembali kepada Cherry.


"Tenang saja Dre. aku akan menjaga rahasia ini. Apalagi demi kebahagiaan mereka. aku bukan orang jahat yang tidak tahu berbalas Budi. kebaikan Haruka kepadaku melebihi kebaikan siapapun orang terdekatku. sungguh jahat jika aku membongkar rahasia kalian dan apa untungnya buatku nanti? Doaku buat kalian, semoga hubungan kalian dilancarkan jalannya oleh Tuhan sampai nanti menuju pelaminan. Jawab Cherry, serta mendoakan mereka.


"Terima kasih Mbak sudah mau berbaik hati, serta mendoakan kami berdua. Nah...ada yang ingin aku ceritakan kepada kalian berdua tentang masa lalu ku. Agar tidak ada dusta diantara kita." Ucap Andre.


"Maksudnya Mas?"Jawab Haruka.


"Iya maksudnya apa Dre?" Tanya Cherry.


"Dulu semasa aku baru memegang perusahaan. Aku pernah menjalin kasih dengan seorang wanita bernama Dea Anandita. Wajahnya mirip sekali denganmu sayang, bagai pinang di belah kampak. Hanya cara berpakaian dan merias diri saja kalian berbeda. Kamu lebih natural, kalau Dea lebih ke glamor." Awal cerita Andre.


"Masa sih Dre kok bisa mirip sekali dengan Haruka?" Tanya Cherry serasa tidak percaya dengan cerita Andre.


"Iya benar Mbak, saya saja sempat terkejut melihat Haruka, sewaktu pertama bekerja. malah sempat membenci dia lantaran kemiripannya. Membuat luka lama saya hadir kembali." Jawab Andre.


"Lalu bagaimana cerita selanjutnya?" Tanya Haruka.


"Kerek...k.k.k.k" Suara daun kering terinjak.


Baru saja ingin melanjutkan ceritanya. terdengar dari luar rumah Haruka. Seperti ada orang yang sedang menguping dan menginjak daun kering.


Dengan segera Andre berjalan perlahan menuju luar rumah dan diikuti oleh Haruka serta Cherry. Setelah membuka pintu dan melihat sekeliling area rumah Cherry. Tidak nampak sedikitpun kalau ada orang disana.