Yes, Im Single Mom

Yes, Im Single Mom
bab: 37 Terkejut



Setelah dari toilet Haruka melanjutkan ceritanya.


"Jujur saja pada waktu itu aku kaget, ketika tahu Andre datang ke rumahku diantar oleh pak Sakir. Dia datang hanya untuk disuapi makan olehku. Huh...sungguh sebal jika aku mengingatnya kembali. Ditambah ada Cherry disana, untung saja dia mengerti pekerjaanku saat itu." ucap Haruka.


"Lalu saat itu kalian langsung menjadi sepasang kekasih?" Tanya Tinah.


"Iya tentu tidak Tinah, semua berjalan dengan proses yang sangat panjang. setelah kedatangannya malam itu. Andre datang kembali beberapa kali hanya untuk menemui Bianca, yang pada saat itu dia tahunya bahwa Bianca adalah keponakanku, anaknya Cherry. Hingga sebuah kejadian tidak mengenakan pun terjadi." Jawab Haruka sambil menjelaskan sedikit kisah perjalanan cintanya dengan Andre.


"Memang apa yang terjadi Haruka?" Tanya Karin.


"Entah angin apa yang membawa Martin, mantan suamiku itu datang ke rumahku lagi, dengan alasan ingin menemui Bianca. Pada saat itu dia membuat ulah dengan membocorkan status janda ku kepada Andre. serta membongkar rahasia tentang Bianca. Jujur saja pada saat itu aku sangat shock mendengarnya, aku takut Andre akan kecewa dan segera memecat ku. Namun aku salah berpikir tentang dia. Bukannya marah kepadaku, Andre justru memukul Martin hingga babak belur. serta mengusir dan mengancamnya akan melaporkan dia kepada polisi. Sambil menahan sakit, lantaran hidungnya berdarah. Dia segera meninggalkan rumahku dengan terbirit-birit, hahahaha." Jawab Haruka dengan menjelaskan kronologi kejadian waktu itu.


"Wah beruntung sekali kamu Haruka. Ternyata Tuan Andre membelamu sampai berani memukul mantan suamimu itu." Ucap Karin.


"Ada kejadian yang lebih beruntung lagi Karin, untuk hidupku." Jawab Haruka.


"Apa?" Tanya Karin.


Sedangkan Tinah hanya fokus menjadi pendengar yang baik buat mereka berdua.


"Kejadian dimana aku harus meminta maaf, karena telah berbohong akan status lajang ku itu. Aku beruntung setelah kepergian Martin. Andre menenangkan diriku dengan menyuruhku agar tidak usah memperdulikan semua omongan Martin. Karena sebenarnya Andre sudah tahu kalau Bianca adalah anakku dan aku juga seorang Single Mom. Bahagia sekali aku pada saat itu. karena Tuhan telah sangat berbaik hati mempertemukan aku dengan seorang majikan yang sangat baik hati. yah...walau terkadang sikapnya terlalu arogan." ucap Haruka.


"Wow...so sweet sekali kejadian waktu itu, Haruka. Sungguh sangat romantis seperti cerita novel yang sering aku baca di Noveltoon. Semoga kalian langgeng ya sampai ke pelaminan." Sahut Tinah.


"iya...benar ucapan kamu Tinah. cerita mereka begitu romantis. Jadi iri hati ini, kapan bisa sepertimu, Haruka. Bisa menemukan pria yang mau menerima kita apa adanya." jawab Karin.


"Tunggu dulu...kalian jangan berpikir kami jadian semudah itu. Karena seminggu sesudah pertikaian aku dengan Martin. Andre datang kembali kerumah dan barulah dia mengutarakan isi hatinya itu kepadaku. karena dia meyakinkan diriku dengan sikapnya, bukan sekedar ucapannya saja. akhirnya aku mau menerima dia sebagai kekasih sekaligus calon suamiku dan kami sepakat untuk menjalani hubungan ini secara diam-diam, sampai nanti Andre bisa memberikan pengertian kepada Nyonya Lily." Ucap Haruka.


"Tenang saja Haruka, aku tidak akan membocorkan rahasia ini sampai kapanpun. Aku turut bahagia, melihat sahabatku sudah memiliki calon pendamping hidupnya kelak." Jawab Karin.


"Iya Haruka, kamu jangan takut. Aku bisa kok dipercaya dan aku janji tidak akan memberitahukan siapapun, termasuk Nyonya Lily." Sahut Tinah.


"Terima kasih ya...kalian memang teman terbaik buatku. Aku sayang kalian semua." Ucap Haruka.


Mereka bertiga pun berpelukan, sebagai tanda cinta kasih mereka. tak lama mereka melepaskan pelukan itu.


"Oh iya...sampai lupa! ada cerita lagi yang sangat menggemparkan?" Ucap Haruka membuat Karin dan Tinah penasaran dan menjawab secara bersamaan.


"Apa?" Tanya Karin dan Tinah bersamaan.


"Ternyata selama ini Andre begitu membenciku dan sering memarahiku. Lantaran wajahku mirip sekali dengan Dea, mantan kekasihnya dulu. Yang telah mengkhianatinya." Ucap Haruka.


"Kamu serius Haruka?" Tanya Karin.


"Sungguh diluar nalar Haruka. bagiku ini adalah sebuah keajaiban dari Tuhan. Ternyata bukan isapan jempol belaka, jika Tuhan menciptakan wajah yang serupa dengan kita tidak hanya satu. kamu sendiri telah membuktikannya." Jawab Karin.


"Benar Karin, aku pun berpikir demikian pada saat itu dan yang lebih membuat ku sangat kaget. Ternyata Dea juga sama denganku. berasal dari keluarga biasa saja. malah kedua orang tuanya tinggal dikampung yang sangat pedalaman sekali. Justru Andre yang merubah hidupnya jadi lebih baik. Namun Dea ibarat kacang yang lupa akan kulitnya. meninggalkan Andre disaat perusahaannya sedang hancur. Dia lebih memilih orang lain pada saat itu." Ucap Haruka.


"Dasar wanita licik. seperti ular berkepala dua. dimana saja ingin mencari aman. Ingat Haruka mulai saat ini kamu harus berhati-hati kepadanya, bisa saja dia sedang merencanakan sesuatu untuk menghancurkan hubungan kalian." Jawab Karin sambil mengingatkan Haruka untuk selalu berhati-hati kepadanya.


"Tenang saja Karin sebelum kamu berkata ini. aku sudah paham harus bagaimana nantinya. jadi kamu tidak perlu takut yang berlebihan, ya?" Ucap Haruka kepada sahabatnya itu.


"Oh iya ngomong-ngomong boleh tidak Haruka, kalau aku ingin melihat mantan suamimu? Itupun kalau kamu tidak keberatan. aku penasaran akan wajahnya, seperti apa sih pria yang terlalu bodoh sampai meninggalkan mu hanya untuk kesenangan semata diluar sana." Ucap Karin.


"Tentu boleh Karin. Sebentar ya? sepertinya aku masih menyimpan fotonya ." Ucap Haruka sambil mengambil ponselnya dan membuka galeri, lalu mencari foto Martin disana.


Tak lama Haruka menemukan foto Martin dan memberikannya kepada Karin, untuk memberitahukan wajah mantan suaminya itu.


Sungguh terkejut bukan kepalang. ketika Karin tahu wajahnya Martin, lalu berkata,


"Apa...!! ini adalah mantan suamimu Haruka?" Ucap Karin.


"Iya Karin memang ada apa dengannya?" Jawab Haruka.


"Pria ini yang menemui ku tadi pagi, yang mengaku kalau sepupunya telah dikhianati olehmu. Aku sekarang baru mengerti. bisa jadi dia ingin menghancurkan hidupmu, melalui aku Haruka? Tapi anehnya kenapa dia tahu jika aku sahabatmu dan mencari ku, cukup aneh buatku Haruka." Ucap Karin.


"Apa!! Martin sudah tahu tempat kerjaku? Dari mana dia bisa tahu tempat ini dan dirimu. tidak mungkin jika Andre sendiri yang mengatakannya, karena Martin takut sekali berhadapan dengannya." jawab Haruka dengan sangat terkejutnya. Setelah mengetahui dari Karin, jika Martin telah mengetahui tempat ini.


"Apa mungkin Cherry yang memberitahunya?" Ucap Tinah.


"Tidak mungkin Tinah, karena Cherry sangat membenci dia."Jawab Haruka.


"Begini saja Haruka...daripada kamu pusing mencaritahu kebenarannya. Lebih baik nanti kamu bicarakan saja dengan Tuan muda. Aku yakin tuan muda bisa memberikan solusi terbaik untuk kelangsungan hubungan kalian kedepannya." Ucap Tinah.


"Benar sekali ucapan Tinah itu. Sebelum nanti terlambat justru Martin akan berbuat nekad sampai menemui Nyonya besar. Nanti untuk menjaga jangan sampai Martin bisa masuk kerumah ini. aku akan memberikan foto ini kepada satpam rumah ini. Dia kan sangat dekat denganku. Nanti aku suruh agar dia tidak mengijinkan Martin masuk kedalam rumah dengan alasan apapun." Jawab Karin.


"Terima kasih ya Karin, sudah mau membantuku. Nanti jika ada waktu senggang aku akan menghubungi Andre melalui ponsel dan menceritakan semuanya. Semoga saja hubungan kami akan baik-baik saja." Doa Haruka kepada Tuhan. Dengan meminta sebuah perlindungan diri dan calon suaminya itu.


Ketika masih asyik bergosip ria. Dari luar kamar Haruka, terdengar suara nyonya Lily memanggil Karin.


Mereka langsung diam seribu bahasa. sepakat tidak melanjutkan ceritanya. karena takut Nyonya Lily mendengarnya dan tahu akan segalanya, yang sudah susah payah Haruka simpan.


Secara perlahan Karin dan Tinah pamit kepada Haruka. Untuk melanjutkan pekerjaannya di dapur.