Yes, Im Single Mom

Yes, Im Single Mom
Bab: 23 Cuti libur telah usai



Andre mengambil tas yang berisi dompetnya. Tak lupa dia juga mengambil kunci Mobil. Seperti biasa dia ingin pergi kerumah Haruka. untuk menenangkan hati dan pikirannya.


Baru saja keluar dari kamarnya. Lily datang menghampiri Andre lalu berkata,


"Mau kemana lagi kamu Dre? Mama lihat akhir-akhir ini, kamu sering pergi entah kemana? Awas...jangan macam-macam Dre dan ingat kamu hanya memiliki Mama, setelah kematian Papa." Ucap Lily.


"Andre mau pergi makan di luar Ma? Andre minta, Mama tidak perlu mengkhawatirkan Andre. Karena Andre sudah dewasa dan bukan anak kecil lagi. Andre juga masih tahu, mana jalan yang benar? dan mana jalan yang salah? Jadi tolong beri Andre sedikit kebebasan. Apa Mama tidak kasihan dengan Andre? Setiap hari hanya mengurusi kantor saja. Sampai tidak ada waktu sedikitpun untuk Andre, memikirkan masa depan Andre sendiri." jawab Andre.


"Ya sudah...kalau memang kamu ingin kebebasan dari Mama. Tapi ingat janjimu tadi, jangan salah dalam bergaul, karena mama tidak ingin kamu terjerumus ke lembah hitam. Seperti almarhum randy, kakakmu itu? Oh iya...mengenai hubunganmu dengan Dea. Mama tidak akan ikut campur lagi, seperti dulu. Mama percaya kamu sudah dewasa dan bisa menyelesaikan sendiri urusanmu itu." Ucap Lily.


"Terima kasih ya, Ma? Sudah mau mengerti akan Andre. Kalau begitu Andre berangkat dulu ya, Ma?" Jawab Andre sekaligus pamit kepada Lily.


"Iya sayang, hati-hati ya dijalan, mu...ah? Jawab lily, sambil mencium pipi Andre.


Andre pun membalas ciuman sayang dari Mamanya. Setelah itu dia berangkat dengan menggunakan Mobilnya. Menuju kediaman Haruka.


***********


Setibanya di rumah Haruka, dia mengajak mereka bertiga pergi jalan-jalan, ke salah satu tempat wisata yang berada dipinggiran kota Jakarta.


Tempat refreshing yang dia pilih adalah Dunia fantasi. Cherry sangat senang sekali, karena Andre mengajaknya juga dan ternyata baru kali ini Cherry masuk ketempat rekreasi tersebut.


Sesampainya disana. Cherry menghampiri Andre yang sedang berjalan, sambil menggendong Bianca. Sedangkan Haruka masih berjalan tepat dibelakang Cherry.


"Andre?" Panggil Cherry.


Andre menghentikan langkahnya sesaat. dan membalikkan tubuhnya kehadapan Cherry.


"Iya...ada apa Mbak?" Jawab Andre.


"Terima kasih ya, Dre. kamu sudah baik dan perhatian kepada kami." Ucap Cherry.


"Haduh Mbak Cherry, Andre kira ada apa? sampai berteriak memanggil saya. Sudah Mbak....tidak perlu berterima kasih kepada saya. Anggap saja ini rezeki dari Tuhan untuk kalian. Saya ikhlas dan tulus melakukan ini semua. apalagi bisa melihat Bianca tersenyum bahagia. Sudah membuat hati saya juga ikut bahagia. Mari...mbak kita lanjutkan perjalanannya?" Jawab Andre.


"Baik Dre." Ucap Cherry sambil menunggu Haruka, yang sejak tadi tertinggal jauh dibelakangnya.


Tiba didalam, Haruka dan Cherry mencoba menaiki beberapa wahana. Sedangkan Andre mengajak Bianca menaiki bermacam-macam permainan, yang dikhususkan untuk anak seumuran Bianca.


Andre terlihat begitu bahagia dan Andre merasa seperti memiliki keluarga yang utuh. Semenjak kepergian papanya menghadap Tuhan. Keharmonisan keluarga sudah tidak dia rasakan lagi.


Mamanya sibuk dengan pekerjaannya. Andre pun demikian, sibuk dengan urusan kantornya. terlalu sulit rasanya untuk mereka pergi bersama seperti dulu.


Ketika Andre Sedang memberi minuman kepada Bianca. Tiba-tiba Bianca berkata menggunakan bahasa anak seumurannya,


"pa...pa...num." Ucap Bianca terbata-bata memanggil Andre dengan sebutan Papa, sambil meminta minum kepadanya.


"Apa sayang? coba ulangi ucapan mu tadi?" Jawab Andre penuh haru dan meminta Bianca untuk mengulang ucapannya kembali.


"Iya sayang, ini minumnya. Om sayang sekali dengan Bianca. Termasuk dengan Mama mu sayang." Jawab Andre.


Ternyata Andre sudah mengetahui. Kalau Bianca itu bukan anak Cherry, melainkan anak dari Haruka. Tanpa dia sengaja, waktu itu dia mendengar pembicaraan Cherry dan Haruka. Ketika mereka sedang mempersiapkan makanan untuk Andre.


Namun Andre tidak mengurungkan niatnya. Untuk mencintai Haruka. Hanya saja saat ini dia tidak berani mengungkapkan isi hatinya itu. Lantaran takut Haruka tidak menerimanya dan malah menjauh darinya, bahkan yang lebih ditakutkan oleh Andre justru Haruka akan pergi meninggalkannya.


Bagi Andre, biar saja sang waktu yang akan menjawabnya dan Untuk saat ini yang bisa dia lakukan adalah berusaha menjadi sahabat yang baik, dimana bisa menjaga dan membantu mereka dalam keadaan apapun. Bukan menjadi pembuat onar yang akan menambah penderitaan bagi hidup mereka.


Setelah merasa lelah Haruka dan Cherry, menghampiri Andre yang sedang berada disalah satu tempat makan. Merekapun berkumpul kembali untuk makan.


Disaat mereka sedang makan. Haruka berkata kepada Andre,


"Terima kasih ya, Mas? Sudah menjaga Bianca dengan baik. Bukannya Mas yang senang-senang menikmati wahana di tempat ini? Justru malah memilih menjaga Bianca dan menyuruh saya serta Cherry menikmati Fasilitas disini." Ucap Haruka.


"Iya Haruka, tidak perlu berterima kasih. Aku senang bisa melihat Bianca tersenyum lepas. Kalau aku sih sudah biasa menikmati wahana seperti ini. Kalau kalian kan belum tentu. Jadi nikmati saja sepuas-puasnya, Ok? Jawab Andre.


Haruka hanya tersenyum mendengar jawaban dari Andre. Mereka bertiga terlihat seperti satu keluarga. karena tidak terlihat rasa canggung dalam bersikap dan berbicara.


Setelah seharian berkeliling dan telah menjajaki semua wahana di sana. mereka bertiga memutuskan untuk pulang kerumah.


Seperti kemarin, Andre tidak mampir hanya mengantarkan mereka bertiga, sampai di depan rumah saja. Lalu pamit dan bergegas pergi untuk pulang kerumahnya.


*******"


Tidak terasa Empat hari sudah berlalu dan di hari ini juga masa libur Haruka telah berakhir. Mau tak mau dia harus kembali bekerja untuk mencari nafkah. Agar semua kebutuhan rumah dan kebutuhan Bianca tercukupi.


Haruka pamit kepada Cherry. Untuk kembali bekerja di kediaman Andre.


"Cher Aku titip Bianca, ya? Kalau ada apa-apa, hubungi saja melalui ponselku. Jangan khawatir ponselku selalu aktif kok selama 24 jam dan selalu aku bawa selama bekerja." Ucap Haruka.


"Iya Haruka tenang saja, Bianca aman kok berada dalam asuhan ku. Jadi kamu fokus saja dengan pekerjaanmu. Aku janji jika ada apa-apa dengan Bianca, akan segera menghubungimu." Jawab Cherry.


Setelah memeluk Cherry serta mencium Bianca beberapa kali. Haruka pun berangkat menuju kediaman Andre, dengan menggunakan Taxi online.


Setengah jam waktu berlalu. Akhirnya Haruka sampai dikediaman majikannya itu. Setelah menaruh Tas dan barang-barang lain miliknya. Haruka segera menemui Karin dan yang lainnya. Lalu melanjutkan pekerjaannya.


Memang dasar Si Tuan Arogan. Bukannya bersikap manis seperti biasanya terhadap Haruka. Ini malah berubah 180 derajat, menjadi kasar kembali, ketika telah berada di kediamannya.


Ketika Andre sedang menonton TV di ruang tengah. Tanpa sengaja Haruka menyenggol cangkir kopi miliknya Hingga tumpah dan berantakan diatas meja. Dia lakukan itu bukan karena disengaja. Tapi karena dia sedang sibuk bekerja membersihkan ruangan tersebut, yang terlihat penuh debu.


"Kamu ini bisa bekerja, enggak sih? Kok bisa gelas di depan matamu itu, sampai tidak terlihat?" Ucap Andre.


"Ma...maaf Tuan, saya tidak sengaja melakukan itu." Jawab Haruka dengan rasa takutnya yang besar. Hingga dalam hatinya pun berkata,


"Dasar orang aneh, seperti bunglon saja. dimana dia berpijak, disitulah dia merubah sikapnya. Beberapa hari kemarin dia sangat baik kepadaku. namun setelah kembali kerumahnya, penyakitnya kambuh lagi. selalu berteriak-teriak terhadap para pekerja di sini, terutama terhadapku. Gerutu Haruka dalam hatinya.