Yes, Im Single Mom

Yes, Im Single Mom
Bab: 32 Rencana jahat Dea dan Martin



"wanita itu adalah mantan istriku, yang bekerja menjadi asisten rumah tangga di kediaman Andre." Ucap Martin.


"Apa? Mantan istrimu? Kurang ajar Andre telah membodohi ku selama ini. Jadi dia sengaja memakai jasa pembantunya itu. Agar aku tidak bersamanya lagi. Dasar licik!" Jawab Dea dengan sangat marahnya.


"Kamu salah menilai Andre, Dea. Mereka itu tidak berpura-pura menjalin kasih. Akan tetapi mereka benar-benar telah menjadi sepasang kekasih dan kamu harus tahu. Ibu dari Andre tidak tahu akan hal ini, apalagi Karin sahabatnya Haruka yang sama-sama bekerja disana. Andai kedua orang itu tahu, Aku yakin mereka akan marah, serta membenci Haruka. Bahkan bisa jadi Haruka akan langsung dipecat dari pekerjaannya." Ucap Martin dengan menceritakan apa yang telah dia dengar dari mulut Andre dan Haruka pada malam itu.


"Kalau begitu lihat saja, aku akan membongkarnya tepat didepan Mama nya Andre, agar dia langsung segera di pecat." sahut Dea.


"Tunggu Dea, aku minta agar kamu jangan tergesa-gesa akan hal ini. kalau kamu sembrono, justru Andre akan membelanya dan malah membuat ibunya luluh serta menerima Haruka menjadi calon menantunya?" Ucap Martin mengingatkan Dea agar jangan gegabah.


"Lalu aku harus bagaimana Martin?" Tanya Dea masih dengan wajah datarnya.


"Ya sudah...serahkan saja semuanya denganku, aku akan membuat Karin sahabatnya, yang akan menendang Haruka dari sana. Tapi dengan syarat Dea, aku mau melakukan itu. Karena hidup di dunia ini tidaklah gratis." Jawab Martin dengan rencana jahatnya itu.


"Memangnya kalau kamu berhasil membuat hubungan mereka berantakan, apa yang kamu inginkan dariku?" Tanya Dea.


"Pertama aku ingin kamu jauhkan Andre dari Haruka? bagaimanapun caranya? Kedua aku ingin uang sebesar 500 juta masuk ke rekening ku, bagaimana?" Pinta Martin pada Dea.


"Apa 500 juta? Sudah gila kamu Martin. Apakah kamu ingin memeras ku?" Ucap Dea dengan kagetnya.


"Sudahlah Dea...jangan pelit seperti itu. Bagimu uang segitu tidak akan membuatmu miskin bukan? Apalagi jika kamu menikah dengan Andre dan menjadi nyonya besar disana. Aku rasa angka segitu justru tidak akan ternilai jumlahnya. Bagaimana? Kalau kamu keberatan, silahkan saja kamu lakukan sendiri pekerjaan ini. Aku yakin tidak akan ada yang percaya dengan ucapan mu itu. Tapi jika aku yang melakukannya, aku punya banyak bukti jika aku adalah mantan suaminya." Ucap Martin dengan bernegosiasi tentang harga, yang harus dibayar Dea kepadanya.


Dea diam sesaat, pikirannya serasa buntu. Karena benar juga apa yang diucapkan Martin. Jika dia yang melakukannya, dipastikan tidak akan berhasil lantaran Dea tidak memiliki banyak bukti.


Akhirnya Dea berkata kepada Martin,


"Baiklah aku setuju akan hal itu. aku akan membayar mu, sebesar yang kau mau. Namun aku minta satu hal, setelah semuanya berjalan lancar. Aku ingin Haruka pergi dari kehidupan Andre dan keluarganya. Tanpa harus menampakkan batang hidungnya lagi didepan Andre." Ucap Dea dengan pikiran liciknya.


"Kalau masalah itu serahkan saja kepada ku. Jangankan menampakkan batang hidungnya. Namanya saja aku rasa Andre tidak akan mendengarnya lagi." Jawab Martin dengan rasa percaya dirinya.


"oke...aku percaya kepadamu akan hal ini." Ucap Dea.


"Jadi kita deal ya? untuk rencana ini. Kalau tidak ada lagi yang ingin disampaikan, aku pamit untuk pulang. Karena tidak bagus juga kalau kita sering bertemu di muka umum. Aku takut Haruka akan melihatnya dan justru menghancurkan rencana yang telah kita buat." Jawab Martin.


"Tunggu dulu Martin? Mana nomor ponselmu? Aku tidak mau ketinggalan berita darimu. Lagipula kalau kita tidak bertukar nomor telepon. Mana ada akses untuk kita selanjutnya." Sahut Dea, sambil menghentikan langkah Martin yang hendak pergi meninggalkan Restoran itu.


"Oh iya...hampir lupa aku memberikan nomor ponselku, kepadamu." Jawab Martin.


Mereka berdua pun bertukar nomor ponsel. setelah itu mereka terpisah. Martin keluar menuju parkiran Mobilnya. Sedangkan Dea melanjutkan melahap menu yang dia pesan tadi.


"Dasar Pria aneh, belum sempat menikmati makanan yang dipesannya, dia malah pergi meninggalkan tempat ini. Tapi baguslah, sikapnya yang begitu semangat untuk merebut mantan istrinya kembali. Bisa aku manfaatkan juga untuk keuntunganku nantinya." Ucap Dea dengan berbicara sendiri.


***********


Ditempat yang berbeda Andre dan Haruka telah selesai makan malamnya. Mereka memutuskan untuk kembali pulang.


Di perjalanan menuju arah pulang. tepatnya di dalam Mobil. Andre berkata,


"Sayang, Terima kasih ya? Karena kamu sudah mau menemani aku bertemu dengan perempuan Ular itu. Aku yakin dia akan jera setelah tahu aku sudah memilikimu." Ucap Andre.


"Iya sayang...Tapi jujur saja aku masih tidak percaya. Jika Dea memiliki wajah yang serupa denganku. Kita seperti saudara kembar. Sedangkan setahuku, Kedua orang tuaku hanya mempunyai satu anak saja, yaitu aku. Sungguh diluar dugaan ku dan membuat hati serta pikiranku menjadi tidak tenang." jawab Haruka.


"E...hem....Sudah lah sayang. Untuk apa kamu memikirkan hal itu. Yang tidak ada untungnya sama sekali untukmu. Lebih baik kamu memikirkan aku, calon suami mu ini, hehehehe." Sahut Andre dengan meledek Haruka.


"Ah...bisa saja kamu ini kalau mengalihkan pembicaraan. Lagipula untuk apa aku memikirkan mu setiap hari saja kita bertemu, bahkan aku juga yang mengurus kebutuhanmu dirumah." Balas Haruka sambil memplesetkan kata-kata nya, untuk meledek Andre kembali.


"Sekarang sudah berani nih melawan Tuan Arogan, Hehehehe." Ucap Andre sambil menjepit lembut hidung Haruka dengan tangannya.


"Iya jelas berani dong. Karena si tuan Arogan sudah melabuhkan hatinya kepada Cinderella, Hehehehe." Jawab Haruka sambil membalas Andre dengan mencubit perutnya.


"Haduh sakit sayang! ini nih sikap jelek mu, Kalau kalah omongan atau sedang ngambek pasti mencubit perutku." Jerit Andre kesakitan. lantaran Haruka sudah mencubit perutnya.


"Habisnya kamu selalu saja meledekku, Bikin aku jadi gemas ingin terus mencubit mu." Ucap Haruka sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan, untuk menahan tertawanya.


"Kamu juga pakai mengeluarkan kata Cinderella. Memangnya kamu menganggap dirimu Upik abu di rumahku ya? Maafkan aku sayang kalau kamu harus bersabar sampai mama bisa merestui hubungan kita. Aku janji akan mencoba pelan-pelan untuk membicarakan hubungan kita dengannya. Agar mama tidak kaget ketika mendengar kebenarannya. " Jawab Andre sambil mengusap lembut rambut Haruka dengan tangan kirinya. karena tangan kanannya sedang memegang setir.


"Tidak sayang, aku tidak berpikir buruk kok terhadapmu, Lagipula semua itu bukan salahmu atas keadaanku di rumahmu itu. Karena sebelum hubungan ini terjadi, aku-kan sudah menjadi Upik Bu di rumahmu. Tapi Upik abu yang mendapat gaji dari mamamu sayang." Ucap Haruka.


"Ih...malas deh bicara dengan mu sayang. Jujur aku sedih sekali Kalau kamu menganggap dirimu sebagai Upik abu. Serasa aku sebagai calon suamimu, sangat merendahkan mu." Jawab Andre dengan raut wajah sedihnya.


"Kamu kok malah bicara seperti itu sih, membuat hatiku ikut sedih loh. Aku minta maaf ya sayang, jika aku sudah melukai hatimu. tidak ada niatku untuk menyindir mu. Aku bicara kan sesuai fakta. Memang sebelum dekat denganmu bahkan sampai jadi kekasihmu. Memang pekerjaanku sebagai pembantu sayang. Malah aku bangga kepadamu. Karen amu ini tidak memandang kasta. Kamu menganggap orang lain sama semuanya, dengan menghormati pekerjaannya." Balas Haruka.


"Really...?" Ucap Andre.


"Yes, Honey." Jawab Haruka.


"Aku lebih bangga memilikimu dan aku mencintaimu tulus bahkan menerima semua kekuranganmu, bukan hanya kelebihan mu saja. Semoga tuhan melancarkan rencana kit ya? Hingga menuju jenjang pernikahan nanti amin?" Ucap Andre.


"Amin." Jawab Haruka.


Merekapun diam kembali, setelah beberapa waktu berbincang-bincang seadanya. Andre menyetir dengan fokusnya, sedangkan Haruka memilih chatan dengan Cherry sambil duduk santai di samping Andre.