Yes, Im Single Mom

Yes, Im Single Mom
Bab: 21 Merekayasa sebuah Cerita



"Selamat sore Mas?" Sapa Haruka pada Andre.


"Selamat sore juga haruka." Jawab Andre.


"M..ma...ma...em..em." Ucap Bianca pada Haruka. Haruka terkejut ketika Bianca memanggil Mama sambil melihat wajahnya.


Haruka segera menoleh kepada Cherry. Lalu memberi isyarat ke Cherry dengan melirik-kan matanya kearah Bianca. Dengan segera Cherry menjawab Bianca, agar Andre tidak curiga.


"Apa Cayang? kamu cenang ya, menonton film dengan Om Andre. Tapi ingat jangan nakal ya, kasihan tuh Om Andre baru pulang kerja. Dia belum istirahat loh." Jawab Cherry kepada Bianca. Bianca tersenyum manis. membuat Andre makin gemas melihatnya.


"Kamu pasti belum pulang kerumah, ya Mas. Nanti apa kata Nyonya Lily, jika tahu anaknya datang kemari. Jujur aku takut membayangkannya?" Ucap Haruka kepada Andre.


Disaat Haruka bertanya kepada Andre. Cherry pamit ke dapur untuk membuatkan minuman. Dia sengaja pergi meninggalkan mereka berdua. Karena tidak enak, jika harus berada ditengah-tengah mereka.


"Iya aku belum sempat pulang kerumah. ini masih memakai pakaian kerja. Sudahlah Haruka, kamu tidak usah khawatir. Aku lebih tahu sifat dan cara bersikap Mamaku terhadap orang lain. Jadi aku jamin dia tidak akan marah kepada siapapun." Jawab Andre untuk menenangkan hati Haruka. Yang terlihat sedang dalam ketakutan.


Haruka hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis. Ketika mereka sedang berbincang-bincang. Cherry datang dengan membawa es teh manis untuk Andre.


"Silahkan diminum Dre, pasti kamu haus." Ucap Cherry.


"Terima kasih Mbak, jadi merepotkan." Jawab Andre, langsung meminum es teh manis buatan Cherry.


"Tidak kok Dre hanya sekedar minuman saja dan kuenya juga dari kamu semalam, hehehehe." Ucap Cherry sambil cengengesan.


"Mas sudah makan belum, kalau belum biar aku siapkan." Ucap Haruka menawarkan Andre untuk makan.


"Jujur saja Mas belum makan nih, tapi kamu tidak perlu repot menyiapkan makan untuk Mas. Karena Mas sengaja datang kemari, untuk mengajak kalian makan." Ucap Andre kepada mereka berdua.


"Sudah Dre, Tidak usah menghamburkan uangmu. Lebih baik makan disini saja, lalu simpan saja uangmu untuk kebutuhan lainnya." Ucap Cherry.


"Iya Mas benar tuh apa yang dikatakan oleh Cherry. lebih baik simpan saja uangmu itu." Sahut Haruka.


"Kalau untuk menabung sudah saya persiapkan Haruka, mbak Cherry. Jadi jangan takut merepotkan saya. Justru saya menyempatkan datang kemari memang sudah niat ingin mengajak kalian makan diluar. Yah... hitung-hitung ingin mentraktir kalian, sebagai tanda terima kasihku kepada kalian. Karena sudah mau menerima saya disini." Ucap Andre.


"Ya sudah...kalau ingin makan di luar kalian berdua saja. Kebetulan saya sudah makan, Justru Haruka Dre yang belum makan." Ucap Cherry.


"Apa sih kamu Cher? buat aku malu saja." Jawab Haruka.


"Kalau saya sih terserah kamu saja Haruka, enaknya bagaimana?" Ucap Andre.


"Tapi aku maunya Bianca ikut dengan kita?" Jawab Haruka.


" Wah...kalau itu sih aku setuju. Nanti sekalian saja kita jalan jalan di mall, ya. untuk menyenangkan hati Bianca." Ucap Andre.


"Terserah Mas deh. kalau saya sih hanya mengikuti saja." Jawab Haruka dengan tersenyum.


"Lebih baik sekarang kalian berangkat, sebelum hari semakin malam. kasihan Bianca nanti sakit lagi." Ucap Cherry.


"Aku siap-siap dulu ya Mas bersama Bianca. Coba kamu lihat dia, pakaiannya kotor sekali karena habis makan Cake." Jawab Haruka.


"Iya, silahkan." Sahut Andre.


Haruka membawa Bianca ke kamarnya. Mereka berdua berganti pakaian. setelah rapih mereka segera keluar menemui Andre.


Andre terkejut ketika melihat Haruka yang begitu sangat cantik dan elegan. Dengan memakai Dress berwarna hitam diatas dengkul, dipadupadankan dengan Cardigan berbahan Levis berwarna biru, yang sengaja dibiarkan terbuka tanpa dikancingkan satupun olehnya dan tak lupa dia memakai sepatu kets berwarna putih serta membiarkan rambutnya tergerai, tanpa diikat sedikitpun olehnya. Membuat dia seperti anak muda masa kini.


Andre terpana dibuatnya. Hingga tak mampu berkata-kata lagi. Membuat Haruka merasa risih melihatnya. Karena tatapan Andre tidak lepas dari dirinya. Untuk menyadarkannya Haruka segera menegurnya dengan lembut.


"Mas...Mas kok malah bengong sih? Apa ada yang salah dengan pakaian dan riasan wajah ku ini? Jika iya, akan aku ganti kembali." Ucap Haruka kepada Andre.


"Oh..maaf Haruka jika aku malah menatapmu begitu dalam. Aku hanya terpesona melihatmu, karena terlihat beda dari biasanya." Jawab Andre.


"Lalu, Aku harus bagaimana, Mas?" Tanya Haruka.


"Sudah Haruka...tidak usah diganti pakaiannya, bagiku itu sudah terlihat bagus. Untuk sikapku tadi, sekali lagi aku minta maaf karena sudah lancang terhadapmu." ucap Andre.


Karena Merasa sudah siap, Mereka bertiga akhirnya pamit kepada Cherry untuk pergi.


Saat ini Haruka semakin simpatik kepada Andre, karena perhatiannya yang begitu besar kepada Bianca, Cherry dan dirinya.


Apalagi ketika sampai di Mobil dengan sigapnya Andre membukakan pintu mobil dan menaruh tangan kanannya diatas Haruka dan Bianca, agar tidak kepentok atap mobil miliknya.


Sungguh luar biasa sikap Andre memperlakukan Haruka dan anaknya bak ratu dan putri. Dengan perasaan bahagia mereka bertiga pun pergi meninggalkan rumah.


Tanpa rasa jijik sedikitpun, Andre melakukannya. Membuat Haruka meneteskan air matanya. Dia begitu terharu melihat kejadian tersebut. Karena selama menikah dengan Martin, Haruka tidak diperlakukan dengan baik.


Ketika sedang menoleh ke arah Haruka. Tanpa sengaja Andre melihat Haruka sedang meneteskan air matanya. Tanpa pikir panjang lagi dia berkata,


"Kenapa kamu menangis Haruka? Apakah jalan Jalan denganku membuat hatimu tidak senang? Atau kamu terpaksa melakukan ini, agar melihat aku bahagia?" Tanya Andre.


"Tidak Mas? bukan karena itu?" Jawab Haruka.


"Lalu...karena apa? Jujur aku paling tidak bisa melihat seorang wanita menangis, apalagi tangisannya itu karena seorang pria." Tanya Andre kembali kepadanya.


"Aku menangis...karena terharu Mas, melihat perhatianmu kepada Bianca dan yang lebih mengharukan bagiku adalah disaat kamu tanpa rasa jijik, mengusap air liur Bianca. Terima kasih ya Mas, untuk semuanya." Jawab Haruka.


"Sudahlah jangan bersedih. ambil tissue ini dan hapus air matamu. Karena hari ini aku ingin melihat kalian bahagia. Masalah kejadian tadi, aku ikhlas dan tidak ada sedikitpun rasa jijik di hatiku, untuk melakukan semua itu terhadap Bianca." Ucap Andre dengan sangat bijaksananya. sambil memberikan dua lembar tissue kepada Haruka, agar segera menghapus air matanya.


Merekapun melanjutkan perjalanan dengan berbincang-bincang mengenai kepribadian mereka. walau cerita hidup Haruka sedikit direkayasa olehnya. Agar Andre tidak kecewa terhadapnya.


Setelah menikmati perjalanan panjangnya. Merekapun sampai disebuah Restoran mewah. Dengan sopan nya Andre membukakan pintu tersebut dan mereka bertiga pun melangkah bersama kedalam Restoran.


Didalam Restoran Andre mengambil ruang VIP, agar mereka tenang dan santai dalam menikmati hidangan disana. Tanpa diganggu oleh pengunjung lain.


Pada awalnya Haruka menolak memesan makanan disana. Lantaran dia melihat harganya terlalu mahal. Namun seperti biasa Andre memaksanya dan mau tak mau Haruka pun menurut. Lalu memesan beberapa menu untuknya dan Bianca.


Setelah selesai makan. Mereka bergegas keluar untuk melanjutkan perjalanannya menuju Mall terdekat.


Namun ketika Selesai membayar makan malam mereka. Tiba-tiba Andre bertemu dengan sahabat kecilnya yang sudah lama sekali tidak berjumpa. Dia bernama Aline.


"Hai...Kamu Andre Wijaya kan?" Ucap Aline sambil menepuk lembut bahu Andre. Sedangkan Haruka hanya diam saja menyaksikan mereka berdua.


Andre mencoba mengingat wanita itu, tak lama Andre menjawabnya.


"Aline...kamu Aline kan, sahabatku sewaktu kita SMP." Jawab Andre dengan mengingatnya.


"Iya benar, aku Aline. Apa kabarnya Dre, sudah lama loh kita tidak berjumpa." Ucap Aline menanyakan kabar Andre.


"Kabarku sangat baik Line. Kalau kamu gimana? Jawab Andre sambil menanyakan kembali kabar Aline.


"Aku juga baik. Oh iya kamu kesini dengan siapa?" Ucap Aline.


Andre segera mengambil Bianca dari pelukan Haruka, lalu menggendongnya. tak lupa dia juga menarik lembut tangan Haruka dan membawanya untuk menghampiri Aline.


"Ini line, perkenalkan Haruka istriku dan Bianca anakku. Kami bertiga datang kemari bersama, hehehehe." Ucap Andre dengan mengarang cerita. Haruka terkejut mendengar ucapan Andre. Lalu dengan sengaja dia menginjak kaki kiri Andre.


"Haduh". teriak Andre.


"Kenapa Dre." Ucap Aline.


"Tidak ada apa-apa line. Istriku ini tidak sengaja menginjak kakiku." Jawab Andre.


"Hahahaha, aku kira kenapa kamu? Oh iya...saya Aline." Ucap Aline memperkenalkan dirinya kepada Haruka dengan mengulurkan tangannya.


Haruka pun menyambutnya dengan baik.


"Saya Haruka dan ini Bianca...." Balas Haruka sambil menjabat tangan Aline. Baru Haruka ingin melanjutkan ucapannya kepada Aline. kalau Bianca adalah keponakannya. Eh...justru Andre malah menyerobotnya dengan melanjutkan ucapan Haruka.


"Bianca anak kami line." Ucap Andre menyambung ucapan Haruka.


"Cantik juga istrimu, Dre dan anakmu juga sangat menggemaskan sekali. Tapi ngomong-ngomong kenapa kamu tidak mengundangku ketika menikah. Padahal aku ingin sekali menyaksikannya." Ucap Aline.


"Aku menikah tidak mengadakan pesta Line. Lantaran kedua orang tua istriku dalam keadaan sakit. lagipula peresmiannya jauh sekali dikampung istriku yang masih pelosok itu, Benar-kan sayang?" Ucap Andre dengan membohongi Aline. sambil mengedipkan sebelah matanya kehadapan Haruka.


Akhirnya mau tak mau Haruka. menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya. Tanpa mengeluarkan kata-kata sedikitpun.


"Oh begitu...Ya sudah aku doakan semoga pernikahan kalian langgeng deh sampai maut memisahkan kalian." Ucap Aline turut berbahagia. Dengan pernikahan yang direkayasa oleh Andre.


"Terima kasih ya Line atas doanya." Jawab Andre.


"Maaf nih Dre dan Mbak Haruka, jika saya tidak bisa berlama-lama di sini. Karena masih ada yang harus saya kerjakan di rumah." Pamit Aline kepada mereka.


"Lain kali kita bertemu lagi ya Line. Hitung-hitung reunian. Sebelum kita berpisah aku ingin meminta no ponselmu." Ucap Andre.


Akhirnya mereka berdua saling menukar no ponselnya. Setelah itu mereka terpisah menuju Mobilnya masing-masing.