Yes, Im Single Mom

Yes, Im Single Mom
Bab: 20 Kedatangan Dea



Setelah selesai makan Haruka dan Andre pindah keruang tamu. disana Haruka hanya diam saja menahan rasa malunya, jika melihat mata Andre ketika menatapnya. sedangkan Andre justru senang karena masih bisa berdekatan dengan Haruka.


"Maaf Tuan, Bukannya saya ingin mengusir anda. Lebih baik anda pulang ,ya? karena Sekarang sudah larut malam, coba lihat jam itu menunjukkan pukul Sebelas malam. Saya tidak enak dengan para tetangga disini. Apalagi di rumah ini tidak ada orang tua dan saudara laki-laki. Bisa menjadi fitnah untuk kita berdua." Pinta Haruka kepada Andre.


"Iya Haruka, saya juga mengerti dan tidak ingin menyusahkan mu. Tapi saya boleh kesini lagi-kan untuk bermain dengan Bianca, keponakanmu itu." Jawab Andre penuh pengharapan, agar Haruka mau mengizinkannya untuk datang lagi menemui Bianca.


"Silahkan saja pak, pintu rumah saya terbuka untuk siapapun. asal niat mereka itu baik bukan untuk berniat buruk kepada kami." Ucap Haruka.


"Terima kasih Haruka sudah mau menerima saya. Kalau boleh saya punya satu permintaan lagi untuk kamu?" Jawab Andre.


"permintaan apa lagi Pak? Yang sebelumnya saja terlalu berat untuk saya, bahkan jika saya tidak menepatinya, akan menjadi beban untuk saya kedepannya nanti." Ucap Haruka.


"Tenang saja Haruka, kali ini permintaan saya tidak memberatkan buat mu. Saya hanya minta, jika di luar rumah kamu jangan panggil saya dengan sebutan Bapak. Kamu boleh panggil saya, Andre, Mas, Abang atau apalah sesuka hatimu saja, asal jangan Bapak, ya?" Jawab Andre.


"Wah...permintaan itu justru berat buat saya pak? karena saya kan sudah bilang, kalau saya ini hanya seorang pembantu. Jadi level kita jauh berbeda." Ucap Haruka.


"Kenapa sih kamu selalu saja membahas tentang sebuah perbedaan. Kamu ini belum mengenal saya sepenuhnya dan harus kamu tahu, jika sikap arogan saya itu karena ada sebabnya bukan disengaja atau bawaan dari lahir. Pokoknya saya minta diluar rumah jangan memanggil saya, Bapak. Ini termasuk perintah dari saya dan anggap bagian dari kontrak kerjamu, mengerti?" Jawab Andre dengan tegasnya. Lantaran sikap Haruka yang terlalu merendah.


"Baiklah kalau memang itu salah satu perintah dari Anda. Saya akan menurutinya dan akan melaksanakannya." Ucap Haruka.


"Nah...begitu kan enak didengarnya. kenapa tidak dari awal saja kamu menurut. Jadi saya tidak harus panjang lebar mengulang kata-kata tersebut." Jawab Andre.


"Iya Mas." Sahut Haruka.


"Apa? Coba kamu ulang sekali lagi? karena saya tidak jelas mendengarnya?" Ucap Andre dengan sengaja menyuruh Haruka mengulang kata-katanya barusan.


Membuat Haruka menjadi malu dan salah tingkah. Karena terlihat jelas dari pipinya yang terlihat memerah itu.


"Iya Mas Andre, Puas?" Ucap Haruka dengan kesalnya.


"Hehehehe, begitu kan enak terdengarnya. Ya sudah aku mau izin pulang. Besok aku kembali lagi setelah jam pulang kantor." Jawab Andre.


"Untuk Apa Mas datang lagi?" jawab Haruka.


"Kamu jangan kepedean, ya? Aku bukan ingin menemui mu, akan tetapi ingin menemui Bianca dan bermain dengannya, hahahaha." Ucap Andre dengan mengalihkan pembicaraannya serta meledek Haruka sambil tertawa keras.


"Dasar pria aneh." gerutu Haruka.


Andre segera menghubungi pak Sakir lewat ponselnya. Tak lama pak Sakir pun datang, lalu Dia pamit kepada Haruka kembali untuk pulang.


***Wijaya Corporation***


Jam kantor telah usai, semua karyawan bergegas untuk pulang. Andre pun sama, dengan semangat sekali dia segera merapihkan meja kerjanya. Kali ini dia sengaja menyetir mobil sendiri. Tanpa menggunakan jasa pak Sakir.


Dia-pun berjalan keluar dari ruang kerjanya. Melangkah dengan cepat tanpa menoleh sedikitpun. Namun baru saja tiba di lobi. Seorang wanita cantik nan anggun, serta berpenampilan menarik datang menghampirinya.


"Hai Sayang...Apa kabar?" Ucap wanita itu.


Andre terkejut melihatnya, Karena yang datang menghampirinya adalah Dea. Mantan kekasihnya yang telah mengkhianatinya itu.


"Sudahlah Dre jangan membahas pria itu, Aku sengaja datang dari Paris hanya untuk menemui mu."Jawab Dea dengan percaya dirinya.


"Maaf Dea, kalau kamu datang menemui aku, lantaran ingin kembali kepadaku. Rasanya mustahil sekali. karena aku telah memiliki tambatan hati yang lain. Jadi lebih baik kamu pergi saja dari sini, Ok? Ucap Andre dengan tegasnya.


"What? Tambatan hati yang lain. Hahahaha...apa aku tidak salah dengar sayang? Mana mungkin secepat itu kamu berpaling dariku, Wanita yang begitu kamu puja dan cintai. Hingga dulu kamu hampir gila dengan kepergian ku." Jawab Dea dengan sombongnya.


"Siapa bilang aku terobsesi kepadamu, Jangan terlalu pede, ya. Ingat setelah kamu mengkhianati ku. Aku sudah melupakanmu bahkan membuang namamu dihati dan pikiranku." Ucap Andre dengan bangganya. karena sudah bisa melupakan Dea.


"Ok kalau begitu, Tapi aku butuh bukti sayang. Jika memang kamu telah memiliki wanita pengganti diri ku. Bawa dia kehadapan ku agar aku yakin dengan ucapan mu itu. Aku janji setelah itu, aku akan pergi dan tidak akan mengejar mu kembali. Tapi jika semua itu hanya isapan jempol belaka. Kamu harus menerimaku kembali di sisimu. Bagaimana? Deal?. Jawab Dea dengan mengajukan sebuah persyaratan kepada Andre.


"Oke...Deal dan sekarang silahkan kamu pergi. Karena aku sedang sibuk, jadi tidak ada waktu buat mendengarkan semua kebohongan mu, itu." Ucap Andre sambil mengusir Dea dari kantornya.


Tanpa pikir panjang lagi, Dea segera pergi meninggalkan Andre yang masih berdiri tegap dan setelah Dea pergi meninggalkannya. Dengan langkah cepat Andre pun pergi menuju Mobil dan berlalu tanpa meninggalkan jejak.


Tiba dirumah Haruka. Andre segera menghentikan Mobilnya dan melangkahkan kakinya menuju pintu rumah Haruka. Setelah itu dia mengetuknya beberapa kali. Tak lama cherry membukakan pintu itu.


"Selamat Sore Mbak? Maaf jika saya datang lagi kemari. Habis saya rindu sekali dengan Bianca, si anak cantik nan menggemaskan ini. Ucap Andre pada Cherry sambil mencubit lembut pipi Bianca karena gemasnya.


"Sore juga Dre, Tidak apa-apa kok kamu datang kemari lagi. Karena pintu rumah ini selalu terbuka untuk siapapun, malah justru saya merasa senang, melihat kamu sangat perhatian dengan Bianca. Kasihan juga dia, sudah menjadi korban keegoisan kedua orang tuanya. Hingga membuat perpisahan diantara Papa dan Mamanya, Mari silahkan masuk Dre." Jawab Cherry sambil mempersilahkan Andre untuk masuk ke dalam rumah.


"Sini Mbak biar Bianca, saya saja yang menggendongnya." Sahut Andre sambil mengambil Bianca dari pelukan Cherry. Lalu menggendongnya.


Merekapun berjalan beriringan menuju kedalam rumah.


"Kamu duduk saja dulu Dre, saya akan kedalam untuk memanggil Haruka." Ucap Cherry.


"Baik Mbak, terima kasih." Jawab Andre sambil memangku Bianca. Andre begitu terlihat tulus sekali dalam menghadapi Bianca. Dimana anak seumuran nya begitu hiperaktif. Namun dengan sabar dan telatennya Andre mampu berinteraksi dengan Bianca.


"Sebentar ya sayang, Om ambil laptop dulu, untuk kamu menonton film kartun." Ucap Andre sambil membuka tas kerjanya. Lalu mengambil laptop dan membukanya. setelah itu dia membuka YouTube untuk mencari film kartun.


Akhirnya Andre menemukan film kartun yang Bianca sukai. Mereka berdua pun dengan fokusnya nonton film tersebut.


Haruka yang sedang berjalan untuk menemui Andre. Tiba-tiba menghentikan sesaat langkahnya. Dari balik dinding pembatas antara ruang makan dan ruang tamu. Dia mengintip mereka yang sedang menonton film. Dalam hatinya dia berkata,


"Terima kasih Tuhan, Karena engkau telah menurunkan manusia berhati malaikat. Jujur saja aku tidak menyangka, jika Andre yang terkenal keras dan arogannya. Bisa begitu sabar dalam menghadapi anak kecil. Entah memiliki ilmu apa dia? hingga mampu membuat Bianca menurut kepadanya." Suara hati Haruka kepada Tuhan untuk Andre.


Ketika sedang asyik mengintip. Tiba-tiba Cherry mengagetkannya, dengan menepuk lembut bahu Haruka.


"Haruka...Kenapa malah berdiri disini? Bukannya langsung menemui Andre." Tanya Cherry kepada Haruka. Dengan secepat kilat Haruka segera menutup mulut Cherry. agar ucapannya tidak terdengar oleh Andre.


"Jangan terlalu keras bicaramu Cher? nanti Andre mendengar kita. Aku sengaja mengintip mereka dari sini. Lantaran terharu melihat kedekatan mereka berdua." Jawab Haruka.


"Kamu harusnya bersyukur kepada Tuhan. karena Tuhan telah berbaik hati kepada kita. Buktinya lewat jalan dari Tuhan, kamu dipertemukan dengan orang baik seperti Andre." Ucap Cherry sambil sedikit menasehatinya.


"Iya Cher aku sangat bersyukur sekali kepada Tuhan, Ya sudah...mari kita kesana untuk menemui Andre." Ajak Haruka kepada Cherry.


Merekapun berjalan bersama untuk menemui Andre.