Yes, Im Single Mom

Yes, Im Single Mom
Bab: 22 Tamu tak diundang



Didalam Mobil Haruka menegur Andre,


"Mas kenapa sih? dihadapan teman Mas tadi, mengatakan kalau aku ini adalah istrimu?" Ucap Haruka.


"Maafkan Mas ya, karena telah membohonginya, sekaligus mengatakan hal yang tidak benar. Jujur semua Mas lakukan. Lantaran Mas hanya ingin, mereka tidak membicarakan buruk tentang hidup Mas ini, itu saja." Jawab Andre.


"Tapi kan...kamu tidak harus berkata bohong kepadanya. Kalau sudah begini nanti kamu juga yang akan malu, Mas. Karena serapat apapun kamu menyimpan bangkai, suatu saat akan tercium juga baunya. Memangnya Mas tidak malu jika salah satu dari temanmu tahu kebohongan ini." Ucap Haruka.


"Kenapa harus malu, namanya hidup pastinya akan ada pro dan kontra Haruka. Tinggal bagaimana kita menanggapi hal tersebut." Dengan senyuman manisnya Andre menjawab.


Merekapun segera melanjutkan perjalanan menuju Mall terdekat. Lima belas menit berlalu mereka bertiga sampai juga disebuah Mall besar. Dimana terlihat jelas, pengunjung yang datang kesana rata-rata orang kaya.


Tiba Di depan Mall Haruka berkata,


"Mas apa tidak salah? mengajak kami kesini?" Ucap Haruka.


"Memangnya kenapa?" Jawab Andre.


"Ini-kan Mall mewah Mas, Coba saja kamu lihat, yang datang kemari rata-rata bergaya parlente. Rasanya aku dan Bianca tidak pantas berada disini. Sudah dipastikan barang-barang didalam sana pasti mahal harganya?" Ucap Haruka.


"Hello...Kita ini datang kemari untuk bersenang-senang Haruka, bukan untuk membahas status kehidupan terus. Jujur lama-lama aku jadi kesal, karena kamu selalu membanding-bandingkan gaya hidup seseorang." Jawab Andre dengan lantangnya kepada Haruka. Lantaran dia kesal akan ucapan Haruka. Selalu saja mengulang tentang status dan gaya hidup semua orang.


"Maaf Mas jika ucapan saya membuat kamu marah?" Ucap Haruka.


"Mulai sekarang coba kamu rubah pola pikir mu itu, ya? Jalani saja apa yang ada, bukan menjalani apa yang belum terjadi, ngerti kamu?" Jawab Andre dengan tegasnya.


"Baik Mas, saya tidak akan mengulang perkataan itu lagi." Sahut Haruka dengan tersenyum.


"Nah begitu dong, kalau kamu sudah bisa menerima keadaan apapun. Aku yakin kamu pasti bisa menempati posisi, dimanapun kamu berpijak dan satu lagi Haruka, maafkan perkataan kasar Mas barusan, ya? Habis mas kesal, dari awal Mas menemui mu, selalu saja membahas hal yang tidak penting, hehehehe." Ucap Andre sambil cengengesan.


Haruka tidak menjawab, dia hanya menganggukkan kepalanya saja. Setelah usai perdebatan mereka dipintu masuk Mall tersebut. Mereka bertiga melanjutkan langkahnya untuk masuk kedalam.


Disana Andre mengajak Bianca bermain, disalah satu pusat permainan. Sedangkan Haruka hanya duduk menunggu dan melihat mereka bermain dari kejauhan.


"Bahagia sekali kamu nak, bermain bersama om Andre. Maafkan Mama kalau kamu tidak bisa merasakan kasih sayang dari papa kandungmu. Mama berharap kelak kamu bisa menjadi anak yang kuat dan mandiri. Terima kasih Tuhan, Engkau telah mempersiapkan sebuah keindahan untuk kami. Walau semua itu, mungkin sesaat dan tidak akan menetap lama." Suara hati kecil Haruka berkata kepada Tuhan.


Setelah bermain dan berkeliling keberbagai stand pakaian. Merekapun bergegas untuk pulang, karena hari sudah larut malam.


Andre mengantar kembali mereka pulang kerumah. Setelah sampai dia tidak mampir kedalam rumah Haruka. Dia memutuskan untuk pulang.


*************


"Andre...Andre. Bangun Nak, ini ada tamu yang datang ingin menemui mu." Ucap Lily dari mesin suara yang berada diluar kamar Andre.


Andre segera bangun dari tidurnya. Lalu mandi dan berganti pakaian. Setelah selesai dia-pun segera melangkahkan kakinya menuju ruang tamu.


Betapa terkejutnya Andre, ketika melihat yang datang adalah Dea. Ditambah lagi dia sedang mengobrol dengan Mamanya. Dia sangat yakin kalau Dea akan meracuni pikiran Mamanya, yang selama ini tidak tahu bagaimana perlakuan Dea terhadap dirinya.


"Kenapa kamu kemari, Apa mungkin sekarang sudah hilang rasa malumu?" Ucap Andre dengan sinisnya.


"Andre! Kamu ini kenapa sih? Bukannya menyapa Dea malah berbicara kasar kepadanya?" Tegur Lily dengan marahnya.


"Tapi Ma, dia itu pantas dikasari. Mama itu tidak tahu, kalau selama ini Andre menyimpan rasa sakit hati terhadapnya?" Jawab Andre dengan lantangnya.


"Apa maksudmu berbicara seperti itu? Bukankah kalian telah menjalin hubungan sangat lama, bahkan kalian telah bertunangan?" Ucap Lily kepada Andre. Sedangkan Dea hanya diam saja mendengar perdebatan antara ibu dan anaknya.


"Kenapa kamu diam Dea? Jawab ucapan Mamaku itu, Apa perlu aku yang menceritakan semuanya. Agar mama sadar dan bisa mengerti keadaan saat ini?" Ucap Andre dengan menegur keras Dea.


"Sebenarnya ada apa sih dengan kalian? Sudah lama tidak bertemu bukannya saling merindukan, ini malah bertengkar hebat. Dihadapan Mama lagi." Ucap Lily.


"Asal Mama tahu, Dea itu telah memutuskan pertunangan kita sepihak. Dia melakukan itu lantaran lebih memilih Steve, pria yang dia temui di Paris sana. Dengan teganya dia mengkhianati cinta tulus Andre. Tapi sayang ternyata Steve mencampakkannya, karena lebih memilih wanita yang sepadan dengan dirinya. Lalu dengan seenaknya dia ingin kembali kepada Andre? Apakah Mama masih mau mempertahankan dia untuk menjadi calon menantu Mama?" Jawab Andre dengan menceritakan semuanya.


Lily terkejut setelah mendengar pengakuan dari Andre. Dengan rasa marahnya yang begitu besar. Lily pun membela Andre dan menegur Dea.


"Apa benar yang dikatakan oleh Andre Dea? sungguh tega kamu Dea. Telah menghancurkan semua mimpi Mama terhadap pernikahan kalian. Lebih baik kamu angkat kaki dari rumah ini. karena Mama tidak akan mau menerima wanita picik seperti kamu." Ucap Lily.


"Tapi Ma, Dea bisa menjelaskan semuanya. Apa yang Andre katakan, tidak sepenuhnya benar. Steve itu hanya teman sekantor Dea di paris, tidak lebih. Dea memutuskan pertunangan dengan Andre bukan karena steve. Tapi karena sikap kekanak-kanakan Andre, yang selalu menganggap suatu hubungan dengan santai bukan dengan keseriusan." Jawab Dea dengan membela dirinya.


Sudahlah untuk saat ini Mama tidak mau membahas tentang masalah kalian. Segera selesaikan urusan kalian , lalu pergi dari rumah ini. Selamat pagi?" Ucap Lily masih dalam keadaan marah dan Beranjak bangun dari duduknya. Lalu pergi meninggalkan mereka.


Tanpa rasa malu Dea menghampiri Andre. Dengan genitnya dia merangkul Andre dan berkata.


"Sudahlah sayang. kenapa harus membahas masalah yang telah lalu. Lebih baik, kita membuka lembaran baru saja untuk kedepannya. Aku yakin kalau kamu masih sangat mencintaiku." Ucap Dea sambil merayu Andre.


Namun Andre tidak menanggapi sedikitpun. Dia justru Menghempaskan pelukan Dea dan berkata,


"Kamu masih ingat-kan pintu keluar rumah ini? Nah...lebih baik kamu pergi sekarang juga, daripada harus diseret keluar oleh pak Robby, satpam rumah ini." Ucap Andre sambil melangkahkan kakinya menuju kamar, meninggalkan Dea yang masih berdiri diruang tamu.


Karena merasa dirinya tidak dikehendaki oleh pemilik rumah itu. Dengan cepatnya Dea melangkah pergi meninggalkan kediaman Andre.