Yes, Im Single Mom

Yes, Im Single Mom
Bab: 33 Rencana awal Martin berjalan lancar



Setibanya di kediaman Haruka, Andre tidak masuk kedalam. Hanya mengantarnya sampai gerbang rumahnya saja.


"Sayang aku langsung pulang ya? sampaikan maaf ku kepada Cherry, karena tidak bisa mampir kedalam. Jujur saja hari ini aku sangat lelah sekali. Jangan lupa, Aku titip juga cium sayangku dari jauh ya untuk Bianca. Sampaikan pesan untuknya, jika calon Papa nya selalu menyayanginya." Ucap Andre kepada Haruka.


"Waduh...pesan mu banyak sekali. sampai bingung aku mengingatnya." Jawab Haruka meledeknya.


"Kebiasaan buruk mu datang lagi kan? Bisanya hanya menggodaku saja." Ucap Andre.


"Iya sayang nanti aku sampaikan kepada mereka. Aku hanya bercanda barusan. Habis aku senang melihat kamu marah. Justru malah rindu mendapat omelan dari si tuan Arogan. Hahahaha." Jawab Haruka.


"Awas ya...nanti aku balas perbuatan mu terhadapku." Sahut Andre.


"E..Hem...bisanya hanya mengancam dan menakut-nakuti aku saja. Sudah sana lekas pulang dan istirahat. aku lihat wajahmu begitu lelah." Ucap Haruka.


"Iya sayang aku pamit ya? Jangan lupa besok pagi kamu harus datang bekerja. Masa libur mu itu kan sudah selesai. Jangan sampai Mama malah curiga nantinya." Jawab Andre sambil mengingatkan Haruka, kalau besok dia sudah harus bekerja kembali.


"Iya...aku pasti datang kesana." Ucap Haruka.


"Bye Honey? Sampai ketemu besok ya?" Jawab Andre sambil masuk kedalam Mobil. Lalu dia melambaikan tangannya sebagai isyarat kalau dia akan segera pergi.


Dari dalam gerbang rumahnya, Haruka pun sama melambaikan tangannya. Membalas salam kepada Andre.


Merekapun terpisah, Andre pergi untuk pulang. Sedangkan Haruka berjalan perlahan menuju kedalam rumahnya.


Dasar Martin mantan suami tidak tahu diri. Bukannya berbuat baik kepada Haruka. agar bisa di izinkan bertemu dengan Bianca. Ini malah sengaja mencari masalah saja.


Diam-diam dari kejauhan, Martin mengambil foto mereka ketika sedang berdua tadi. Sebagai bukti untuk nanti menjalankan rencana jahatnya. Setelah selesai mengambil dokumentasi, Martin segera meninggalkan tempat itu.


**********


Keesokan Harinya, Martin sudah datang di kediaman rumah Andre. Tapi dia tidak masuk kedalam rumahnya. Melainkan dia menunggu seseorang dari kejauhan.


Martin tahu tempat tinggal Andre dari Dea. Makanya dengan segera dia menjalankan rencana pertamanya, Yaitu menemui teman Haruka yang bernama Karin.


Satu jam sudah dia berdiri memantau keadaan disana. Namun belum juga ada titik terang akan keberadaan Karin. Akhirnya mau tak mau Andre bersabar menunggunya kembali, sampai waktu yang tidak dapat di tentukan olehnya.


Hampir Dua jam waktu berlalu. Martin sudah mulai jengah berada di sana. Dia sudah menghabiskan waktunya dengan duduk, berdiri, duduk kembali dan menghabiskan banyak minuman yang dia bawa.


Namun pengorbanannya tidak sia-sia. Sungguh membuat Bahagia hati Martin karena nasib baik sedang bersamanya. Karin tidak sengaja sedang keluar rumah untuk membuang barang bekas yang tidak terpakai. kedalam tempat sampah besar milik keluarga Andre.


Dengan segera Martin menghampirinya dan berkata,


"Selamat pagi Mbak?" Ucap Martin.


"Iya, selamat pagi juga, Bapak ini siapa? dan ada keperluan apa menghampiri saya?" Jawab Karin sambil bertanya kepada Martin.


"Perkenalkan nama saya Jimmy dan saya sedang mencari pekerja dirumah ini yang bernama Karin? Apa anda mengenalnya?" Tanya Martin.


"Ada perlu apa Bapak mencari Karin?" Tanya balik Karin kepada Martin.


"Ada yang ingin saya katakan kepadanya tentang Haruka." Sahut Martin.


"Apa? tentang Haruka? Memang ada apa dengannya pak?" Tanya Karin.


"Wah...maaf saya tidak bisa menceritakan ini kepada siapapun, kecuali dengan Karin." Jawab Martin.


Martin melihat Karin dari bawah sampai keatas berulangkali. Hingga membuat Karin risih melihatnya. Seolah dia tidak dihargai oleh Martin.


"Kamu serius?kalau kamu ini adalah Karin?" Ucap Martin meminta kejujuran dari Karin.


Akhirnya dengan sangat kesal sekali. Karin merogoh sakunya dan mengambil ponselnya. Lalu membuka galeri dan menunjukkan sebuah foto kepada Martin.


"Ini lihat dengan jelas. siapa nama yang tertera di KTP ini. Sengaja KTP ini saya foto, habis tidak mungkin kalau saya hanya membuang sampah saja harus membawa dompet, yang berisi KTP." Jawab Karin dengan menunjukkan KTP miliknya melalui ponsel.


"Hehehehe, iya Mbak maaf. saya sekarang percaya kalau anda ini memanglah Karin." Ucap Martin sambil cengengesan.


"Sebenarnya ada apa dengan Haruka? Kalau mau bicara secepatnya saja, karena saya masih banyak pekerjaan di dalam." Pinta Karin terhadap Martin.


"Iya saya mengerti keadaan anda, tapi tolong beri saya waktu sebentar saja untuk menceritakan semuanya kepadamu. Saya jamin tidak akan memakan waktu lama. karena saya akan menceritakan hal pokonya saja." Ucap Martin.


"Ya sudah... silahkan saja anda mulai bercerita. Saya akan mendengarkannya dengan baik, tapi ingat tidak lama ya?" Jawab Karin sambil meminta agar Martin secepatnya bercerita.


"Pertama-tama saya ingin bertanya kepada anda? Apakah anda tahu kalau Haruka adalah seorang janda dan seorang Single Mom, beranak satu?" Tanya Martin kepada Karin.


"Apa? Haruka seorang Single Mom? Hahahaha, Sudahlah pak kalau mau membuat lelucon jangan di sini. karena saya tidak ada waktu untuk bercanda." Jawab Karin dengan rasa tidak percayanya. atas ucapan Martin.


"Tapi memang benar Mbak, kalau dia itu seorang janda beranak satu dan ini fakta bukan hoak?" Ucap Martin dengan meyakinkan Karin.


"Hello Pak..Saya sudah lama kenal kakaknya yang bernama Cherry. Dia yang memberitahu saya kalau Haruka adiknya belum menikah. makanya saya bawa dia untuk bekerja disini. Bahkan Cherry juga bercerita, jika dia lah yang pernah menikah sebelumnya. Lalu bercerai lantaran ada konflik dalam rumah tangganya. Nah...hasil dari pernikahannya, dia memiliki satu anak perempuan yang diberi nama Bianca. Jadi sudahlah tidak usah membual. jangan-jangan Anda justru penipu, yang ingin memanfaatkan uang saya? Kalau memang iya, silahkan tinggalkan tempat ini atau saya akan memanggil satpam untuk mengusir anda dari sini." Ucap Karin dengan kesalnya. lantaran Martin telah menjelekkan Haruka tanpa bukti yang jelas.


"Tunggu Mbak jangan lakukan itu. Ini saya kasih buktinya jika Haruka telah menikah. dengan pria yang bernama Martin." Jawab Martin yang merekayasa dirinya itu adalah orang lain.


Dengan cepatnya, Martin mengambil ponselnya dari dalam tas pinggang miliknya. Segera dia membuka galeri foto. Lalu memberikan beberapa foto pernikahannya, Foto kebersamaan Haruka, Bianca sewaktu bayi dan Martin mantan suaminya itu. serta foto perceraiannya di pengadilan.


Semua Martin beritahu kepada Karin. Sampai Karin terkejut melihatnya. Karin masih tidak percaya akan hal ini. karena baginya Cherry dan Haruka adalah orang yang baik. mana mungkin dia menipunya. Tapi bukti lebih kuat dari segalanya. Hingga Karin menjadi kecewa kepada Haruka dan Cherry.


"Apakah dengan bukti ini anda masih percaya dengannya? Jangan kan kamu sahabatnya. Mantan suaminya yang begitu sangat baik saja dia tinggalkan demi obsesinya mendapatkan pria kaya raya. untuk dijadikan suaminya. Jangan tertipu dengan wajah polosnya. karena wajahnya itu dia jadikan modal untuk memperdaya semua orang yang sudah baik terhadapnya." Ucap Martin sambil menghasut Karin agar membenci Haruka.


Sungguh tega Martin, Meracuni pikiran Karin. membuat Karin menjadi marah besar kepada Haruka dan Cherry.


"Lalu siapa Cherry Sebenarnya?" Tanya Karin dengan terbata-bata, lantaran masih shock dengan kenyataan ini.


"Cherry itu adalah temannya Haruka, yang menempati rumahnya tanpa membayar seperak pun. Dia yang berperan dalam meracuni pikiran Haruka agar bercerai dengan suaminya. Cherry itu juga adalah seorang benalu. yang hanya menumpang hidup dan memanfaatkan keadaan." Jawab Martin.


"Sungguh rasanya masih tidak percaya, karena kami telah berteman lama. Cherry itu wanita yang sangat baik, terutama terhadap teman yang sedang dalam kesusahan. Dia orang pertama yang akan membantunya. rasanya sulit sekali untuk percaya akan hal ini. Pantas saja dia selalu menutupi masalah pribadi nya. Ternyata dibalik itu semua, dia adalah wanita yang licik dan bermuka dua." Ucap Karin masih dalam keadaan marah.


"Itu belum seberapa Mbak. ini ada beberapa bukti lagi. jika Haruka perempuan tidak baik. yang sangat terobsesi dengan pria kaya raya." Jawab Martin sambil memberikan kembali beberapa bukti baru tentang Haruka.


Bukti itu yang dia ambil di kafe dan di depan rumah Haruka kemarin. Sungguh Karin makin shock melihatnya. Ternyata selama ini diam-diam Haruka berhubungan dekat dengan Andreas, majikannya itu.


"Apa? Haruka dengan Tuan Andre? Dasar wanita tidak tahu diri. Sudah dikasih pekerjaan malah mau membuat malu hidupku saja. Lihat saja Haruka aku akan mengeluarkan mu dari sini. Tidak pantas wanita penggoda sepertimu. bekerja di kediaman Nyonya Lily, majikan yang begitu sangat baik hatinya. Saya ucapkan banyak terima kasih ya pak Jimmy? Karena sudah mau memberitahu saya. kalau tidak bertemu anda mungkin selamanya saya akan dibodohi oleh mereka berdua." Jawab Karin dengan emosinya yang membara.


"Tidak usah seperti itu Mbak. karena ini sudah tugas saya menceritakan kejujuran. habis saya kesal dengan Haruka. sudah menyakiti sepupu saya itu. tega-teganya dia meninggalkan suaminya lantaran harta dan kemewahan semata. Karena saya sudah memberitahu semuanya. saya mohon pamit ya Mbak? Saya takut nanti ada yang melihat kita dan Tolong saya minta kepada anda, agar jangan memberitahu Haruka dan yang lainnya kalau Mbak bertemu dengan saya disini." Ucap Martin sambil menyatukan kedua tangannya. sebagai isyarat permintaan tolongnya kepada Karin.


"Iya Pak tenang saja, saya tidak akan memberitahu dia ataupun yang lainnya. Justru saya harusnya berterima kasih kepada anda. karena telah memberitahu yang sebenarnya. kalau tidak selamanya mereka akan terus membodohi saya. oh iya pak... sebelum kita berpisah apakah boleh saya meminta bukti itu semua. untuk saya kasih kepada nyonya pemilik rumah ini. Habis saya tidak mau dia bertindak bodoh, dengan menerima wanita liar sebagai pembantu disini" Ucap Karin.


"Baiklah, sini Mbak saya kirimkan melalui bluetooth saja, ya?" Jawab Martin sambil mengirimkan semua bukti foto kepada Karin. setelah selesai mereka akhirnya pun terpisah.