Yes, Im Single Mom

Yes, Im Single Mom
Bab: 31 Serupa tapi tak sama



Sungguh tak diduga oleh Andre dan Haruka. Kalau perjalanan mereka untuk menemui Dea. diikuti oleh Martin dan juga tanpa sepengetahuan mereka.


Ternyata sepak terjang Martin tak bisa diragukan lagi, karena dia cukup lihai dalam hal ini. Tak segan-segan dia mulai mengikuti mereka dari awal perjalanan dari rumah Haruka. Martin sengaja mengikuti mereka dengan maksud tertentu. Yang pastinya dia tidak ingin melihat mantan istrinya bahagia. apalagi sampai menikah dengan Andre.


Tiba di sebuah kafe, Andre memarkirkan mobilnya ditempat yang telah di sediakan. Martin pun sama memarkirkan mobilnya namun lebih memilih diseberang cafe itu. Agar tak terlihat oleh Andre dan Haruka.


Dari kejauhan Martin begitu terpesona, ketika melihat mantan istrinya keluar dari mobil milik Andre. Dimatanya Haruka kini jauh berbeda dari sebelumnya. Dulu sewaktu menjadi istrinya dia nampak kusam dan tidak terawat. Kini dia jauh lebih cantik dan elegan.


"Apa aku tidak salah lihat? mengapa setelah bercerai denganku, Haruka semakin cantik dan mempesona. Pantas saja pria brengsek itu mengejar dia. Sungguh aku menyesal, mengapa pada saat itu aku mau menandatangani surat perceraian dengannya? Seandainya tahu dia akan berubah secantik ini, aku tidak akan mau bercerai dengannya. Lihat saja nanti Haruka, aku akan membuatmu kembali bersamaku." Ucap Martin dengan penuh rasa cemburu.


Mereka berdua berjalan masuk kedalam kafe. Dengan bangganya Andre menggandeng Haruka. Hingga banyak pasang mata yang melihat mereka dengan kagumnya.


Tepat dihadapan Dea mereka menghentikan langkahnya. Sungguh terkejutnya Dea ketika melihat Haruka, bahkan Haruka pun sama terkejutnya. Lantaran mereka seperti melihat dirinya sendiri di depan kaca. Mereka serupa tapi rambut tak sama. Dea memiliki rambut lurus bak rambut seorang artis sampo di televisi. Sedangkan Haruka memiliki rambut sedikit ikal dan masih ada satu lagi yang membedakan mereka, yaitu tahi lalat yang ada tepat dibawah bibir Dea dan Haruka tidak memilikinya.


"Perkenalkan Dea, ini Haruka calon istriku. Yang sempat aku ceritakan kepadamu." Andre memperkenalkan Haruka dihadapan Dea. Haruka segera menjulurkan tangannya untuk menyapa.


Namun sikap Dea tidak bersahabat. Dengan sombongnya dia tidak menghiraukan sapaan dari Haruka. Melihat tingkah Dea seperti itu. Andre tidak ingin Haruka sakit hatinya karena sudah dipermalukan oleh Dea. Dia pun membela Haruka untuk menutupi kesombongan Dea dengan berkata,


"Sudahlah sayang aku rasa kamu tidak perlu sopan terhadapnya. Apalagi susah payah dengan memberi salam hormat kepadanya. Karena harga dirimu begitu tinggi, untuk menerima kesombongan dari sikapnya itu." Ucap Andre sambil menarik kursi dan menyuruh Haruka untuk duduk. Lalu diapun ikut duduk di samping Haruka.


"Oh...jadi ini wanita murahan yang sudah memikat hatimu. Hingga kamu meninggalkan dan mencampakkan ku begitu saja. Memangnya kamu pungut dia dari tong sampah mana, Hahahaha? walau kamu rias sedemikian rupa, tetap saja sampah." Jawab Dea dengan wajah masamnya dan mengeluarkan kata-kata kasar, hingga membuat hati Haruka begitu terluka.


Kini sangat jelas terlihat dari tatapan Dea, jika dia tidak menerima akan kekalahan ini. Setelah mendengar ucapan buruk dari Dea, Haruka sempat ingin berdiri dan meninggalkan mereka disana. Namun Andre menahannya dengan memegang erat tangannya Haruka.


"Hati-hatilah Dea kalau berbicara. Apakah kamu tidak sadar, dari mana asal mu dulu, sebelum bisa berubah seperti ini. Bagiku Haruka bukanlah sampah, tapi permata yang tak ternilai. Sikap santunnya, rasa hormat dan menghargainya kepada siapapun,terlihat jauh berbeda dengan dirimu, Apakah kamu tidak sadar, kalau sampah yang kamu ucapkan, lebih pantas untuk dirimu. Jadi bagaimana? setelah tahu aku sudah memiliki calon istri yang lebih jauh bermartabat darimu?" Ucap Andre membela Haruka dengan membanggakannya dihadapan Dea.


Dea tidak menjawab, dia justru pergi meninggalkan mereka, dengan amarah yang menggebu-gebu.


Andre merasa senang setelah melihat kekalahan Dea. Dia tidak ikut pergi meninggalkan tempat itu, justru malah melanjutkan memesan makanan disana. Untuk merayakan kemenangannya, sekaligus merayakan hari jadinya dengan Haruka.


Tapi sayang di satu sisi kebahagiaan mereka tidak berjalan lancar. Andre dan Haruka masih tidak sadar jika Martin sedang berada disana. bahkan Martin mendengarkan pembicaraan mereka semua.


Martin pun mendapat ide. Tanpa pikir panjang dia segera menyusul Dea keluar kafe. Ketika Dea hendak membuka pintu Mobilnya. Martin mencoba menghentikannya dan berkata.


"Selamat Sore Mbak?" Sapa Martin pada Dea.


"Siapa Kamu? dan mau apa menemui ku?" Jawab Dea.


"Perkenalkan nama saya Martin dan saya tahu siapa perempuan yang bernama Haruka. Tapi alangkah baiknya kalau kita keluar dari tempat ini. Agar bisa bicara dengan aman dan nyaman." Ajak Martin kepada Dea.


"Kalau begitu terserah anda. padahal saya ingin mengajak anda untuk bekerja sama. karena kita memiliki misi yang sama, yaitu menginginkan pasangan kita kembali, Selamat Sore?" Jawab Martin sambil melangkahkan kakinya meninggalkan Dea.


Baru saja Martin melangkahkan kakinya. Tiba-tiba Dea berteriak memanggil Martin kembali.


"Tunggu..!!!" teriak Dea.


Martin menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya kearah Dea dan dengan cepatnya Dea h berjalan menghampiri Martin.


"Apa benar yang kamu ucapkan itu, Martin." Ucap Dea.


"Untuk apa aku bohong kepadamu. apa untungnya buatku, apalagi kita ini tidak saling mengenal. Aku tahu kamu menginginkan Andre kembali kepadamu? aku juga sama! maka dari itu sebelum kita terlihat dengan mereka lebih baik kita pergi dari sini dan mencari tempat untuk membicarakan hal ini." Jawab Martin.


"Baiklah kalau begitu, kamu saja yang memilih tempatnya, aku kan mengikuti mu." Ucap Dea.


"Baiklah aku akan mengambil mobilku dulu, yang sengaja aku parkir diseberang kafe ini. Mobilku bermerek Mercedes Benz, berwarna silver. Jadi kamu bisa mengikuti ku dari belakang." Jawab Martin.


"Ok!" Sahut Dea.


Merekapun terpisah, Martin berjalan perlahan menuju tempat parkiran diseberang kafe. Sedangkan Dea berjalan menuju mobilnya.


Mereka berdua pun pergi meninggalkan kafe tersebut, menuju tempat baru, dimana mereka akan bekerja sama untuk menghancurkan hubungan antara Haruka dan Andre.


Tiba di sebuah Restoran, Martin menghentikan Mobilnya dan masuk kedalam Restoran tersebut. Diikuti oleh Dea memarkirkan Mobilnya, tepat di samping Mobil milik Martin.


Mereka berdua membooking ruang VIP yang berada di restoran mewah itu. Agar tidak terganggu oleh pelanggan lain yang datang dan pergi disana. mereka juga memesan beberapa minuman serta makanan, untuk menemani pembicaraan mereka.


"Perkenalkan Martin namaku Dea. Aku adalah mantan tunangan Andre. Jujur saja pada awalnya aku hanya menggertak dia, untuk bertemu denganku, asalkan membawa seorang kekasih. jika dia tidak bisa mengikuti keinginanku, maka dia harus mau kembali kepadaku. Aku berbicara demikian, karena aku pikir dia tidak mungkin memiliki seorang kekasih. Jadi mau tidak mau dia pasti akan kembali di sisiku lagi. Tapi ternyata aku salah menilai Andre. Ternyata dibalik kesombonganku yang berpikir bahwa dia tidak mungkin memiliki seorang kekasih. Justru membawa seorang wanita yang mirip sekali wajahnya denganku. Sungguh kurang ajar Andre membuat amarahku membara saja." Ucap Dea memperkenalkan dirinya dan membuka obrolan kepada Martin dengan menceritakan sedikit kronologi kejadian tadi.


"Sudahlah Dea, tahan saja amarahmu itu. Sengaja aku menemui mu, karena ingin mengajakmu untuk bekerja sama denganku. Aku ini tahu tentang wanita itu dan kalau aku ceritakan semuanya. Aku yakin kamu akan terkejut, bisa jadi malah pingsan mendengar cerita tentang dia, hahahaha." Jawab Martin.


"Kamu yang sudah Martin... jangan bertele-tele denganku. Karena aku lebih suka berbicara pokoknya saja. Memangnya siapa wanita itu, hingga kamu ingin dia kembali lagi bersama mu." Jawab Dea dengan wajah datarnya dan dengan tegasnya meminta agar Martin segera menjawabnya.


"Wanita itu adalah....?


Pesan penulis: Nah...pasti penasaran kan dengan cerita selanjutnya. buat kalian para pembaca setia di sini. Jangan lupa like, komen n sharenya ya. agar penulis bisa lebih semangat lagi apdate nya, terima kasih.