Yes, Im Single Mom

Yes, Im Single Mom
Bab 38: Pertengkaran Hebat



Di kediaman Andre yang megah, suasana menjadi tegang dan tidak baik-baik saja. Andre, seorang tuan muda tampan, dan Haruka, asisten rumah tangga yang juga seorang ibu tunggal, duduk di ruang tamu. Mereka merasakan kehadiran Dea bagai ancaman di udara, karena Dea, mantan kekasih Andre, telah muncul dengan niat yang jelas untuk menghancurkan hubungan mereka.


Tak lama setelah itu, pintu Kamar terbuka, dan Nyonya Lily, ibu Andre yang anggun dan berwibawa, keluar menghampiri Andre dan Haruka, sedangkan Dea masih bersembunyi dibalik pintu kamar milik Nyonya lily dengan menggenggam ponsel dengan senyuman jahat di wajahnya. nampak wajah Nyonya lily yang penuh kekecewaan dan amarah.


"Andre! Haruka!" seru Nyonya Lily dengan suara lantang, "Apa maksud dari semua ini? Dea datang menemui Mama dengan bukti-bukti yang menghancurkan!"


Andre berdiri, mencoba menenangkan mamanya. "Maafkan Andre, mama. Andre harus menjelaskan semuanya."


Dengan tatapan tajam, Nyonya Lily menatap Andre. "Jelaskan apa?" bentaknya, "Jalinan kasihmu dengan Haruka yang tidak pantas, atau bukti-bukti yang diberikan Dea?"


Andre menelan ludahnya, berusaha menemukan kata-kata yang tepat. "Mama, aku mencintai Haruka. Kami telah menjalin hubungan ini dengan penuh cinta dan kesetiaan. Kami bahagia bersama."


"Sialan!" seru Dea, melempar ponselnya ke meja. "Kau pikir aku akan membiarkanmu bahagia dengan gadis rendahan seperti dia? Aku tidak akan membiarkanmu melupakan aku begitu saja, Andre!"


Haruka berdiri dengan tegas, wajahnya penuh ketegasan dan keberanian. "Dea, kau harus menerima kenyataan bahwa Andre telah memilihku. Dia tidak mencintaimu lagi, dan bukti-bukti itu tidak akan mengubah apa pun."


Dea mengejek, "Oh, Haruka, kau pikir kau bisa menggantikan ku sebagai kekasih Andre? Kau hanya seorang asisten rumah tangga, ibu tunggal! Tidak ada tempat untukmu dalam hidupnya!"


"Jangan pernah merendahkan Haruka!" kata Andre dengan tegas. "Dia adalah wanita yang tangguh, penuh kasih, dan mencintai aku dengan tulus. Aku tidak akan membiarkanmu menghancurkan kebahagiaan kami."


Nyonya Lily melihat keadaan ini dengan kepahitan. "Andre, apakah kau benar-benar yakin dengan pilihanmu? Apakah kau siap untuk menghadapi konsekuensinya?"


Andre menghela nafas, mengambil tangan Haruka dengan penuh keyakinan. "Mama, aku mengerti bahwa ini tidak akan mudah. Tapi aku tidak bisa mengabaikan hatiku dan membahagiakan diriku sendiri. Haruka adalah segalanya


Nyonya Lily menatap Andre dengan mata penuh kekecewaan dan amarah. Hatinya hancur melihat anaknya yang sangat ia cintai berada dalam hubungan dengan Haruka, seorang asisten rumah tangga yang juga seorang singel mom.


Dia tidak bisa menerima kenyataan itu, dan kebingungan memenuhi pikirannya. Haruka, yang tegar dan berani, berdiri di sampingnya, siap menghadapi apapun yang akan terjadi.


"Andre, apa yang kau pikirkan? Bagaimana bisa kau terjebak dalam hubungan dengan seseorang seperti Haruka?" seru Nyonya Lily dengan nada tajam.


Andre mengepalkan tangannya, mencoba menahan amarah yang meluap di dalam dirinya. "Mama, aku mencintai Haruka. Apa ada yang salah dengan itu? Dia adalah wanita yang luar biasa dan Mama harus memberinya kesempatan."


"Wanita yang luar biasa?" Nyonya Lily tertawa sinis. "Dia hanyalah seorang asisten rumah tangga, Andre. Apa yang bisa dia berikan kepadamu? Apa yang bisa dia berikan kepada keluarga kita?"


Haruka memandang Nyonya Lily dengan tegas. "Nyonya Lily, saya tahu bahwa saya bukan siapa-siapa di mata Anda, tapi cinta tidak mengenal status sosial atau pekerjaan. Saya mencintai Andre dengan tulus, dan kami siap menghadapi segala tantangan yang datang."


"Maaf, Nyonya Lily," ucap Haruka dengan tenang, "Saya tidak pernah berniat untuk menggantikan Anda. Saya hanya ingin membahagiakan Andre dan memberikan cinta yang dia butuhkan. Saya siap bekerja keras dan mengorbankan segalanya demi hubungan ini."


Andre merasa dilema di antara dua orang yang paling penting dalam hidupnya. "Mama, Andre ulangi sekali lagi, kalau Haruka adalah wanita yang membuatku bahagia. Dia mendukungku dalam segala hal dan mencintai anakmu apa adanya. jadi tolonglah coba memahami itu."


Nyonya Lily menarik nafas panjang, mencoba menenangkan dirinya. "Andre, kamu adalah anakku, dan aku hanya ingin yang terbaik untukmu. Tapi ini sulit bagiku untuk menerima semuanya dengan mudah. Harap beri aku waktu."


Haruka mengangguk dengan pengertian. "Saya mengerti, Nyonya Lily. Kami akan memberi Anda waktu untuk memikirkannya. Kami hanya berharap Anda bisa membuka hati dan memberi kami kesempatan untuk membuktikan bahwa cinta kami nyata."


Dalam keheningan yang tegang, pertengkaran hebat antara Nyonya Lily, Andre, dan Haruka makin memanas, dan babak baru telah dimulai dalam perjalanan mereka.


Masih di kediaman Andre, suasana menjadi tegang dan penuh konflik. Andre, masih terlibat dalam pertengkaran sengit dengan mamanya, Nyonya Lily. Konflik ini masih dengan alasan yang sama yaitu hubungannya dengan Haruka, seorang asisten rumah tangga yang menjadi single mom.


Andre masih mencoba keras mempertahankan hubungannya dengan Haruka, meskipun mamanya sangat tidak setuju. Ia melihat sisi baik dalam Haruka, seorang wanita kuat yang mencoba membesarkan anaknya seorang diri dengan penuh dedikasi. Namun, Nyonya Lily merasa bahwa hubungan tersebut akan merugikan masa depan Andre.


Pertengkaran mereka pun mencapai titik puncak saat Nyonya Lily berubah pikiran dan mengeluarkan ancaman yang keras. "Jika kau tidak segera mengakhiri hubunganmu dengan Haruka, aku akan mengusir mu dari rumah ini!" teriaknya dengan wajah memerah.


Andre merasa terjebak antara cinta untuk ibunya dan cinta yang tumbuh dalam dirinya untuk Haruka. Ia sadar bahwa keputusan yang akan diambilnya akan mempengaruhi banyak orang, termasuk Dea, mantan kekasihnya yang masih belum bisa move on darinya.


Sementara Andre berjuang dengan perasaannya sendiri, Dea muncul secara tak terduga di depan pintu kamar Nyonya lily. Dengan senyum jahat di wajahnya, ia melihat pertengkaran yang sedang terjadi dan tampak senang melihat penderitaan Andre.


"Sudah kubilang padamu, Andre. Kau pasti akan menyesal memilih Haruka!" kata Dea dengan nada sinis.


Namun, perkataan Dea tidak membuat Andre gentar. Sebaliknya, hal itu memicu keberanian dan ketegasannya. Tanpa pikir panjang, Andre meraih tas Haruka dan berkata, "Baiklah, jika itulah yang kalian inginkan. Aku akan pergi bersama Haruka."


Nyonya Lily terkejut dan terisak saat melihat Andre mengambil keputusan yang tegas. Ia menyadari bahwa mengusir anaknya adalah tindakan yang terlalu berlebihan. Namun, Andre sudah mengambil langkah pertamanya dan tidak akan mundur.


Dalam kegelapan malam, Andre dan Haruka melarikan diri dari rumah yang telah membesarkannya. Mereka membawa secuil harapan dan tekad untuk membangun kehidupan baru. Meskipun tak tahu apa yang menanti di depan sana, mereka saling menguatkan satu sama lain.


Di saat yang sama, Dea terdiam sendiri di depan rumah Andre. Kepuasan yang ia rasakan hanya sesaat, karena dalam hatinya ia tahu bahwa perpisahan Andre dan Haruka tidak akan meredakan luka yang ia simpan di dalam hatinya.


Perjalanan Andre dan Haruka menjadi awal dari babak baru dalam kehidupan mereka. Mereka tahu bahwa tantangan besar menanti di depan, tetapi mereka bersedia menghadapinya bersama. Cinta mereka menjadi tanda harapan, kesetiaan, dan keberanian untuk melawan segala rintangan yang ada