Yes, Im Single Mom

Yes, Im Single Mom
Bab: 19 Niat terselubung



"Pak Andre belum makan ya?" Tanya Haruka kepada Andre.


"Dari mana kamu tahu, jika saya belum makan Haruka?" Tanya balik Andre terhadap Haruka.


"Dari suara perut Bapak yang berbunyi tadi." Jawab Haruka.


"Hehehehe, maaf ya? jadi malu saya kepada kalian?" Ucap Andre kepada mereka.


"Tidak perlu malu Dre. Bukankah kejujuran lebih baik walau terkadang menyakitkan, Hahahaha" Jawab Cherry.


"Bisa saja Mbak Cherry ini kalau bicara, hahahaha." Balas Andre.


"Ya sudah, Kalau begitu saya buatkan makan ya pak Andre? Bapak tunggu saja disini sambil bermain dengan Bianca." Ucap Haruka.


"Iya Dre, kamu disini saja bermain dengan Bianca. Kalau mau menonton TV. masuk saja keruang keluarga kami. Tapi maaf hanya ada karpet disana. Maklumlah keadaan kami seperti ini." Ucap Cherry.


"Sudah dong Mbak, tidak usah membahas status ekonomi lagi. bagi saya, kalian sudah mau menerima saya di sini saja sudah sangat bersyukur sekali. Oh iya...om sampai lupa, ini ada hadiah untuk kamu cantik. Semoga kamu suka ya? Ini saya juga membawakan kalian cake untuk cemilan" Jawab Andre sambil memberikan boneka pada Bianca dan memberikan cake nya kepada Haruka.


"Kenapa harus repot-repot sih Pak, sampai membawakan hadiah dan makanan segala." Ucap Haruka.


"Tidak apa-apa Haruka, tadi saya sekalian lewat, lalu mampir sebentar ke tokonya. Lekas bawa sana?" Jawab Andre sambil menyuruh Haruka membawa kuenya ke dapur.


Entah mengapa hati Haruka menjadi tak karuan. Setelah melihat dan merasakan langsung kebaikan Andre, serta ketulusannya. Dia merasa sedikit senang ada yang memperhatikan Bianca dan yang lebih membahagiakan nya lagi. Orang itu justru majikannya sendiri.


Dengan semangatnya dia membuatkan lauk untuk makan malam Andre. Sedangkan Andre mengajak Bianca keluar rumah untuk menemui pak Sakir.


Dihadapan pak Sakir. Andre berkata,


"Pak...lebih baik makan dulu saja sana? Ini uang untuk makannya. Saya takut akan lama disini. Nanti kalau saya sudah selesai, saya segera menghubungi Bapak. Jujur saja saya merasa tidak enak, jika saya berada didalam rumah, sedangkan bapak menunggu saya di Mobil." Ucap Andre kepada pak Sakir.


"Tidak apa-apa Tuan, saya menunggu disini saja. Nanti kalau saya keluar, takutnya Tuan membutuhkan saya. Jadi lebih baik tuan simpan saja uangnya" Jawab pak Sakir.


"Tenang saja Pak Sakir, ini bukan uang sogokan, akan tetapi uang untuk makan dan meminum kopi. Karena saya ikhlas memberikannya, kepada pak Sakir. Yang sudah berbaik hati terhadap saya. Saya berjanji akan sabar menunggu bapak di sini, tolong diterima uang ini ya Pak?" Ucap Andre memaksa pak Sakir untuk pergi membeli makan. Lantaran tidak enak jika harus meninggalkannya sendiri di luar rumah Haruka.


"Baiklah kalau begitu pak. Saya pamit untuk makan, ya? Terima kasih banyak nih Pak atas kebaikannya." Jawab pak Sakir dengan mengambil uang yang diberikan oleh majikannya itu.


Mereka pun terpisah, pak Sakir pergi meninggalkan rumah Haruka. Sedangkan Andre masuk kembali kedalam rumah Haruka sambil menggendong Bianca.


Didalam rumah Haruka dan Cherry panik karena tidak melihat Andre dan Bianca. Merekapun berpencar untuk mencari di seluruh ruangan, tapi tetap saja tidak ada. Akhirnya mereka berdua berinisiatif untuk mencari keluar rumah.


Baru saja tiba di depan pintu, mereka berpapasan dengan Andre yang sedang menggendong Bianca.


"Ya Tuhan...Bapak membawa Bianca kemana? Saya dan Cherry panik di dalam melihat kalian berdua tidak ada. Hampir saja jantung saya terlepas, karena paniknya." Ucap Haruka masih dalam keadaan panik.


"Maafkan saya, jika membuat kalian khawatir. barusan saya menemui Pak Sakir, untuk tidak menunggu saya disini. Saya menyuruhnya untuk membeli makan diluar." Jawab Andre sambil meminta maaf kepada mereka berdua.


"Kenapa Bapak tidak bilang kalau diluar ada pak Sakir. Jika bapak memberitahu saya, nantikan bisa saya buatkan juga minuman serta Makanannya." Ucap Haruka.


"Justru dia tidak mau saya ajak ke dalam. Makanya saya suruh dia untuk keluar saja mencari makan. Saya tidak tega jika dia harus menunggu lama di dalam Mobil." Jawab Andre dengan bijaksananya.


"Ya sudah Pak...kalau begitu kita masuk saja ke dalam, karena makanan telah siap." Ucap Haruka.


"Ayo Dre kita masuk ke dalam. Nanti makanannya dingin, malah tidak enak untuk disantap, Kasihan juga loh kalau tidak dimakan. Karena Haruka yang memasaknya untuk kamu." Ucap Cherry.


"Terima kasih ya, jadi merepotkan kalian." Jawab Andre Dengan senyuman manisnya.


Tiba di meja makan, Cherry sengaja membawa Bianca kedalam kamar untuk tidur. Lalu menyuruh Haruka untuk menemani Andre.


Memang dasar si Tuan Arogan, tidak ingin rugi. Bukannya malah makan dia justru terdiam melihat menu yang ada dihadapannya. Hingga membuat Haruka menjadi tidak enak. Haruka takut jika menu yang dia sediakan olehnya, tidak menarik selera makan Andre.


"Kenapa hanya di lihat saja pak? Ayo silahkan dimakan? Apa menu masakannya membuat selera makan bapak hilang? Kalau iya, biarkan saya membelikan Bapak lauk diluar sana." Ucap Haruka sambil menawarkan dirinya untuk membeli makanan dari luar. Takut menu yang dibuatnya tidak menggugah selera makan Andre.


"Jangan Haruka.? Aku terdiam bukan karena menu masakan itu? Jawab Andre.


"Lalu kenapa bapak hanya diam saja." Jawab Haruka.


"Bukankah kamu punya janji terhadap saya. Masih ingat-kan janjimu itu? Jujur dari tadi pagi saya belum makan loh, lantaran kamu tidak ada." Ucap Andre dengan menagih janji pada Haruka.


"Apa? dari pagi Bapak belum makan? Hanya karena tidak ada saya?" Jawab Haruka dengan kagetnya.


"Hehehehe, iya Haruka." Jawab Andre sambil cengengesan tanpa ada rasa malu lagi terhadap Haruka.


"Ya Tuhan...Bapak ini kok seperti Bianca saja sih. bapak ini-kan sudah tua loh, harusnya tidak perlu menunggu saya. Masa sih bapak tidak bisa makan sendiri. Harusnya bapak sabar menunggu saya pulang liburan dan Bapak tidak usah takut serta khawatir dengan janji saya. Setelah di sana, saya pasti menjalankan tugas seperti biasanya." Ucap Haruka.


"Iya...saya tahu kamu itu tidak mungkin ingkar janji. Tapi jujur, saya tidak bisa menunggu lama kepulangan mu." Jawab Andre.


"Lalu sekarang Bapak maunya bagaimana?" Tanya Haruka.


"Saya mau kamu menyuapi Saya?" Jawab Andre tanpa basa-basi lagi terhadap Haruka.


"Apa? Disuapi? Haduh Pak memang tidak bisa nanti saja, setelah saya pulang kerumah Bapak. Saya bisa malu, jika dilihat oleh Cherry, kakak saya itu." Pinta Haruka.


Baru Andre mau menjawab ucapan Haruka. Tiba-tiba Cherry datang dengan membawa botol bekas minum susunya Bianca dan berkata,


"Sudah Haruka, suapi saja Andre. Dari pada dia tidak makan, kasihan loh dia itu belum makan dari tadi pagi, hanya untuk menunggumu." Celetuk Cherry sambil berjalan menuju wastafel.


"Tuh-kan Pak, Cherry jadi tahu akan hal ini. kamu juga Cher, kenapa harus menguping pembicaraan kami sih?" Ucap Haruka kepada Andre dan Cherry.


"Aku tidak ada niat untuk menguping pembicaraan kalian. Tadi niatnya, aku mau langsung menaruh botol bekas minum susunya Bianca. Tapi aku dengar kalian sedang serius berbicara. Aku tidak ingin karena kehadiranku jadi mengganggu pembicaraan kalian yang begitu seriusnya. Maafkan aku ya Haruka?" Jawab Cherry sambil meminta maaf kepada Haruka.


"Iya...tidak apa-apa kok Cher. Aku tidak marah, jadi kamu tidak perlu meminta maaf." Sahut Haruka.


"Jadi sekarang tidak ada masalah-kan, jika kamu menyuapiku untuk makan, buktinya kakakmu saja mengijinkan. Lalu kenapa harus malu? Hehehehe." Ucap Andre.


"Dasar Pria tak tahu malu. Ternyata dia datang ke rumahku karena ada maunya, huh sebal rasanya. Kalau bukan anak majikanku, sudah aku usir dia dari rumah ini." Gerutu Haruka dalam hatinya.


Akhirnya mau tak mau Haruka menyuapi Andre makan. Sedangkan Cherry kembali lagi ke kamarnya untuk tidur bersama Bianca.