Yes, Im Single Mom

Yes, Im Single Mom
Bab: 16 Cuti liburan



Kepergian Haruka, ternyata tidak diketahui oleh Andreas. Dengan semangatnya dia keluar dari dalam kamar, hanya untuk melihat Haruka. Sambil berjalan dia berkata dalam hatinya.


"Kamu sudah berjanji padaku Haruka? Akan selalu menyuapi aku setiap ingin makan. pagi ini aku akan mencari cara, agar kamu mau membawakan sarapanku kedalam kamar, sekaligus menyuapiku." Ucap Andre dalam hatinya.


Tiba di dapur, dia tidak melihat Haruka. Yang ada hanya Tinah sedang memasak menu untuk sarapan. Namun Andre masih belum curiga akan keberadaan Haruka saat ini.


Dengan santainya dia berteriak kepada Tinah,


"Tinah...Seperti semalam ya, tolong bawakan sarapan saya kedalam kamar saja. Hari ini saya banyak kerjaan. Jadi malas jika harus beraktivitas full diluar kamar saya. oh iya...pintu tidak saya kunci, jadi langsung masuk saja" Ucap Andreas sambil membalikkan tubuhnya kembali dan berjalan menuju kamarnya.


"Baik Tuan...laksanakan!" Jawab Tinah sambil mengaduk masakannya di wajan.


Setelah semuanya siap. Tinah segera memanggil Karin agar mau mengantarkan sarapan Tuan mudanya ke dalam kamarnya.


Tanpa pikir panjang lagi, Karin pun membawa sarapan beserta minuman hangat, menuju kamar Tuan mudanya. Tiba didepan kamar, Karin langsung menerobos masuk kedalam.


Sungguh terkejutnya Andre ketika melihat yang datang itu Karin, bukan Haruka. Hingga tanpa sadar dia berteriak tidak jelas.


"Kenapa kamu yang antar sarapan saya, Karin. kemana Haruka? Memangnya Mama tidak memberitahumu? kalau aku telah meminta pertukaran posisi kembali, antara kamu dan Haruka." Ucap Andre dengan lantangnya.


"Sudah Tuan, Nyonya telah memberitahu saya untuk itu. Tapi....?" Jawab Karin dengan terbata-bata. Namun sayang belum selesai menjawab Andre malah memotong ucapannya itu.


"Tapi apa?" Tanya Andre dengan memotong ucapan Karin.


"Tapi Haruka pulang kerumahnya Tuan. Liburan kali ini dia habiskan bersama keluarganya dan kalau saya tidak salah dengar, dia disana selama 4 hari." Jawab Karin.


"Apa? Dia pulang kerumahnya? kenapa mama tidak bilang kepadaku? malah diam saja...huh!" Ucap Andre dengan sangat kesal sekali.


"Ini sarapannya Tuan, kalau begitu saya langsung pamit untuk bekerja kembali." Jawab Karin.


Baru saja Karin melangkahkan kakinya, Si Tuan Arogan sudah memanggilnya kembali.


"Tunggu?" Ucap Andre.


"Iya...ada apa Tuan? Jawab Karin.


"Lekas bawa kembali makanan itu? aku sudah tidak nafsu untuk memakannya." perintah Andre dengan kasarnya.


"Tadi bukankah Tuan yang menyuruh saya membawakan sarapan kekamar ini, kok malah dibawa kembali." Jawab Karin.


"Sudah tidak perlu membantah saya, lakukan saja apa yang saya perintahkan, ngerti kamu?" Ucap Andre sambil melangkah pergi menuju ruang tidurnya.


Sedangkan Karin segera mengangkat kembali makanan yang berada di meja. Lalu segera pergi meninggalkan kamar itu.


Tiba di dapur Karin menggerutu dengan kesalnya.


"Huh ..dasar Tuan Arogan yang tidak punya hati. Dia yang menyuruhku membawakan sarapan ke kamarnya, Eh....dia juga yang menyuruh membawanya kembali, Aneh." Gerutu Karin.


Kini dia bagaikan anak ayam yang telah kehilangan induknya. Ingin rasanya dia menemui Haruka dan menjemputnya untuk pulang. Namun dia tidak ingin Haruka tahu jika ada kegelisahan yang dia rasakan saat ini.


"Haruka kenapa kamu pergi, disaat hati ini sudah mulai terobati. Yang aku inginkan saat ini adalah, kamu selalu berada didekat ku, itu saja." jeritan hati Andreas sambil merebahkan dirinya di atas kasur miliknya


*************


Tiba di depan rumahnya Haruka sangat bahagia sekali. Ditambah dia melihat Bianca sedang main didepan teras rumahnya bersama Cherry sahabatnya. Dengan segera Haruka menghampiri mereka dan berkata,


"Selamat pagi sayang? Mama pulang." Ucap Haruka sambil mencium pipi kanan dan kiri Bianca." Salam Haruka untuk buah hatinya.


"Haruka tumben sekali kamu pulang, memang kamu sedang libur, ya?" Ucap Cherry Sambil memeluk Haruka.


"Ya Cher, aku libur dan mengambil cuti juga yang selama ini belum aku ambil. Oh iya Cher, terima kasih ya sudah menjaga Bianca dengan baik, apalagi aku lihat Bianca sudah sangat berisi tubuhnya." Jawab Haruka dengan membalas pelukan dari Cherry. Tak lama merekapun melepas pelukan itu.


"Iya sayang." Jawab Cherry.


"Ayo lekas masuk kedalam?" Ajak Cherry pada Haruka sambil menggendong Bianca.


Tiba di dalam rumah Haruka langsung ke kamarnya untuk menaruh tas yang berisi pakaiannya. Sedangkan tas yang berisi makanan serta pakaian yang baru dibelinya, ditinggalkan dimeja makan. Dengan segera Haruka-pun kembali keruang makan.


"Haruka maaf ya, aku jarang masak selepas kepergian mu. Karena aku pikir dirumah hanya sendiri, tapi kalau kamu ingin makan, aku keluar dulu saja, untuk membelikan lauk untukmu." Ucap Cherry.


"Sudah tidak perlu kamu repot-repot Cherry, hari ini kita makan diluar saja, ya? kebetulan aku sudah gajian loh." Jawab Cherry.


"Sudah Haruka simpan saja uangmu itu, untuk kebutuhanmu dan Bianca. Lebih baik kamu menabung untuk masa depannya, jangan terlalu boros. karena hidup bukan sehari atau dua hari, Tapi masih panjang untuk dijalaninya." Ucap Cherry sambil memberi sedikit nasehat kepadanya.


"Kalau untuk itu tenang saja Cherry. Aku sudah mulai menabung kok, jadi kamu tidak perlu khawatir. Oh iya...aku ada sedikit makanan untuk kamu dan Bianca. Tak lupa aku juga membeli kan kalian beberapa potong pakaian." Ucap Haruka.


Cherry menangis mendengarnya. Dia terharu lantaran Tuhan telah berbaik hati kepadanya, dengan memberikan seorang saudara, walau tidak satu darah dengannya.


"Kenapa kamu menangis Cher? Apakah ada kata-kataku yang salah terhadapmu?" Ucap Haruka kembali.


"Tidak Haruka, tidak ada yang salah denganmu. Aku hanya terharu mendengar ucapan mu tadi dan aku sangat berterima kasih kepada Tuhan, Karena sudah dipertemukan dengan orang baik sepertimu." Jawab Cherry masih dalam keadaan menangis.


"Sudah hapus air matamu dan jangan bersedih lagi. Aku ikhlas melakukan semua ini. Seperti dirimu yang telah ikhlas merawat dan menjaga Bianca. Coba lihat Bianca, dia terlalu sayang terhadapmu, buktinya dia ikut menangis setelah melihat kamu menangis. Bukankah kita telah menjadi saudara Cher. Makanya tidak usah berpikir terlalu jauh lagi, yang hanya akan membuatmu bersedih, ya?" Ucap Haruka sambil menepuk lembut bahu Cherry agar hatinya bisa tenang kembali.


Akhirnya mereka bersama membuka oleh-oleh yang dibawa oleh Haruka. Dengan lembut dan telaten, Cherry memakai-kan pakaian ketubuh Bianca dan berkata.


"Wah...Pas sekali pakaian yang diberikan mamamu, sayang. Terlihat sangat cantik anaknya Mama Haruka." Ucap Cherry pada Bianca sambil mencium pipinya.


"Iya Cher, Pas sekali dengan Bianca. Padahal aku membelinya ukuran besar loh. Aku pikir akan longgar dipakainya, ternyata tidak. Itu pertanda Bianca sudah gemuk sekarang. Semua berkat kamu, Cher." Jawab Haruka sambil berkaca-kaca, karena menahan air mata yang ingin keluar dari kedua matanya itu.


"Ah...bisa saja Mama ya Bi, semua bukan karena Tante Cherry tapi memang Bianca nya saja yang pintar kalau disuruh makan, hehehehe." Jawab cherry sambil cengengesan.


Mereka bertiga pun larut dalam kebahagiaan. Setelah Bianca selesai makan, Haruka mengajak mereka berdua jalan-jalan. Semata-mata untuk menyenangkan hati anak dan sahabatnya itu