Vanilla

Vanilla
Episode 32



" Maksud lo apa Billy? Apa yang udah lo lakuin ke Clarissa?" Bentak Jery.


" Gue... Gue..."


" Billy."


" Semuanya lebih rumit dari apa yang pernah gue bayangin Jery. Kalau aja hari itu gue gak ninggalin Clarissa, Hendri gak bakal bisa nyulik Clarissa, kalau aja hari itu gue gak berantem sama Clarissa dan keluar dari ruangan itu, gue gak bakalan kehilangan Clarissa."


--- Flashback 17 Tahun yang lalu ---


Gue mendengar tangisan itu, gue mendengar suara malaikat kecil gue, gue bahagia, akhirnya keluarga gue lengkap, akhirnya kebahagiaan gue lengkap.


" Tuan, ada sesuatu yang harus saya laporkan."


" Nanti saja Lita, saya ingin melihat buah hati saya."


" Tapi tuan, ini ada sangkut pautnya dengan nyonya."


" Baiklah, kita cari tempat."


" Baik tuan."


Sesampainya di Cafetaria rumah sakit, disana masih sunyi karena ini memang sudah malam.


" Sampaikan."


" Begini tuan, maaf sebelumnya. Menurut hasil penyelidikan saya, nyonya selama ini masih berhubungan dengan Hendri Quart, dan anak yang nyonya lahir kan adalah darah daging Hendri."


Dunia gue seakan runtuh, dunia gue seakan hancur, kenyataan ini terlalu sulit untuk gue terima. Kenyataan ini adalah mimpi buruk gue. Kenyataan ini terlalu kejam untuk gue terima. Laporan yang diberikan Lita sekretaris gue menghancurkan hati gue. Gue gak bisa tinggal diam. Gue harus memperjelas semuanya. Gue langsung menuju kamar Clarissa dirawat.


" Sayang, lihat anak kita, betapa miripnya dia dengan kamu."


" Anak siapa dia sebenarnya?"


" Apa maksud kamu Billy? Tentu saja dia buah hati kita."


" Jangan berbohong lagi Clarissa. Saya sudah mengetahui semua nya. Sekarang tolong jujur, kenapa kamu mengkhianati saya?Kamu yang memilih saya dan kamu juga yang mengkhianati saya."


" Mengkhianati? Apa maksud kamu? Seharusnya saya yang bertanya ke kamu, apa hubungan kamu dengan Lita? Selama ini saya diam karena saya ingin mempertahankan rumah tangga kita. Tapi kenapa kamu malah menuduh saya mengkhianati kamu hah?"


" Lita adalah sekretaris saya. Apa apaan kamu ini? Kamu yang berselingkuh dengan Hendri mengapa kamu malah melempar tuduhan kepada saya? Dan anak ini, adalah anak hasil hubungan kamu dengan Hendri, bukan begitu?"


" Tega tega nya kamu menuduhku melakukan hal itu Billy, keluar kamu. Say tidak ingin melihat kamu lagi, KELUAARRRR.."


Kenapa? Kenapa dia malah mengeluarkan ekspresi seperti itu? Jelas jelas dia yang sudah mengkhianati cinta ini. Dengan perasaan kesal, gue pun keluar dari ruangan Clarissa untuk menenangkan diri.


" Selanjutnya adalah yang seperti yang lo ketahui. Lita adalah istri Hendri. Dia adalah salah satu perempuan yang pernah gue tolak. Dia merubah dirinya sampai gue pun gak mengenalinya."


" Lo gila Billy, Clarissa gak mungkin melakukan itu, dia gak baka mengkhianati lo. Dia cinta sama lo Billy. Dan lo bahkan menghancurkan harapan nya."


" Gue tau, alasan gue menjauhkan Arza dulu, bukan karena takut dia akan mengalami bahaya, tapi karena gue gak yakin dia anak gue. Setelah gue tau kalau Arza memang anak kandung gue, gue bahkan gak berani buat nemuin dia, gue bahkan gak berani buat ngambil dia lagi. Gue bahkan...."


" Cukup Billy, pantas saja Arza ninggalin lo sekarang. Lo kena karma Billy. Dulu lo mencampakkan dia buat di urus orang lain. Bego nya gue malah ngebantuin lo. Sekarang, dia sendiri yang ninggalin lo. Lo pernah mikirin gak gimana hancurnya perasaan Arza saat tau kebenaran nya?"


" Gue tau gue salah Jery. Tapi gue mau nebus semua kesalahan itu. Gue mau menebus waktu yang kebuang sia sia."


" Kapan lo tau Arza anak kandung lo?"


" Seminggu sebelum gue nyuruh lo buat nemuin Arza."


" Butuh waktu selama itu buat lo nyari tau hal sekecil itu?"


" Awalnya gue gak pernah nyari tau, karena Clarissa udah gak ada. Hendri juga udah gak ada. Gue biarin semua nya berjalan begitu saja. Tapi setelah sekian lama, gue sering mimpi tentang Arza, Clarissa juga sering muncul di mimpi gue. Makanya gue mutusin buat nyari tau semua nya."


" Lo gila Billy, kenapa lo gak bilang sama gue? Kalau lo bilang sama gue, gak butuh waktu lama buat nyari tau ini semua."


" Gak segampang itu Jery. Lo gak tau gimana perasaan gue, gue hancur Jery. Tapi pas tau kalau ternyata Arza anak kandung gue, gue ngerasa ada harapan, tapi disaat yang sama, gue ngerasa putus asa. Gimana caranya gue minta maaf ke Arza, gimana caranya gue nebus kesalahan gue selama ini karena udah menelantarkan dia."


" Gue gak ngerti jalan pikiran lo, kenapa masalah sesimpel ini lo jadiin ribet Billy. Percayalah Billy, Arza cuma pengen lo jujur dan terbuka sama dia,"


" Kalau gue jujur, Arza pasti benci banget sama gue Jery. Gue gak bisa."


" Hah, Udah lah, sekarang gue mau nyari Arza. Sebelum dia pergi jauh."


Melihat Jery pergi menjauh, sekarang pikiran gue dipenuhi dengan Arza. Tiba tiba kamu menghilang, kamu ninggalin papa, kamu dimana Arza? Apa sebenci itu kamu sama papa, sampai sampai kamu gak mau dengerin penjelasan papa. Seandainya waktu bisa diulang kembali, papa gak akan melakukan hal bodoh yang membuat papa harus kehilangan kamu dan mama kamu, seandainya waktu bisa diulang kembali, papa gak bakalan pernah ninggalin kamu dulu. Papa gak bisa kayak gini, papa harus nyari kamu, papa harus ketemu kamu. Papa pasti bakalan jelasin semua nya ke kamu.


--- Billy POV End ---


------------------------------------


--- Zarsya POV ---


Setelah pergi dari kantor Valdi, gue langsung menuju bandara, gue belum memutuskan untuk pergi kemana, gue berakhir di cafe bandara, duduk berdiam diri disana, sambil memikirkan semua yang terjadi hari ini. Mungkin tingkah gue kekanak kanakan, seharusnya gue dengerin penjelasan papa, seharusnya gue juga dengerin penjelasan Sendi, seharusnya, ya seharusnya.


Gue memutuskan untuk kembali, gue ke kantor, hari ini gue bakalan nginep dikantor, besok baru nemuin papa. Ya itu keputusan yang baik.


Sesampainya di kantor, gue langsung menuju ruangan, tapi apa yang gue dapat? Papa diruangan gue. Secara gak sengaja gue kembali mendengar sesuatu yang seharusnya gue gak denger. Kenapa seolah dunia mempermainkan gue? Kenapa semua fakta perlahan mencuat? Kenapa?


----------------------------------