
" Kamu mencari dia sampai ujung dunia pun, kamu gak bakal pernah bisa nemuin dia kalau sudah orang itu yang turun tangan."
" Orang itu?"
" Iya... Dia adalah Nikita Fresica atau Angel. Angel adalah mama angkat Arza. Dia yang mengurus Arza sejak kecil. Makanya selama itu tidak pernah ada orang yang mengetahui keberadaan nya. Dan kali ini dia pun pasti ikut campur dalam hilang nya Arza."
" Kalau gitu, kita cari dia aja, tanya dimana Arza."
" Gak semudah itu Valdi. Kamu tau, selama setahun ini uncle Billy selalu menghubunginya dan hasilnya, semua panggilan uncle Billy selalu ditolak."
" Kalau gitu sama aja dia sengaja menjauhkan Arza dari orangtua kandungnya pa."
" Dia itu wanita keras kepala. Lebih keras kepala lagi kalau menyangkut Arza. Papa pernah sekali mencoba bernegosiasi dengan nya. Hasilnya, papa hampir nyasar ke negeri antah berantah."
" Jadi Valdi harus gimana pa? Supaya Valdi bisa nemuin Arza?"
" Papa dengar, Arza punya sahabat di Indonesia. Kamu bisa mulai dari dia. Namanya Restia Kusuma Wardani. Dia lebih mudah diajak bernegosiasi."
" Kalau gitu besok Valdi bakalan ke Indonesia."
" Papa yakin ini gak akan memakan waktu yang sebentar, jadi ketika kamu ketemu sama Arza, tolong sampaikan maaf dari papa. Dan juga tolong dengarkan penjelasan papanya."
" Valdi bakalan ingat pa."
Setelah itu gue langsung mempersiapkan segala kebutuhan gue untuk berangkat ke sana. Gue bakalan pergi bareng Reno supaya Reno bisa bantuin gue buat nemuin Arza.
--------------------------------------
Setibanya di Indonesia, gue langsung mencari William di Diamond Hotel. Karena informasi dari Reno, William adalah orang terdekat Miss Wardani.
" Selamat siang dan Selamat datang. Ada yang bisa saya bantu?"
" Saya mencari William Smith."
" Maaf tuan, apa sebelumnya tuan sudah membuat janji?"
" Belum."
" Kalau begitu maaf tuan, anda tidak bisa menemuinya sekarang."
" Bilang ke William, Vivaldi Brandt ingin bertemu, sekarang."
" Baik, baik tuan."
Setelah beberapa saat, William keluar. Dia ngajak gue buat ke cafetaria.
" Gue bakalan to the point. Lo tau keberadaan Arza sekarang dimana?"
" Kalau gue tau, lo gak perlu harus dateng kesini. Karena gue sendiri yang bakalan bawa dia pulang."
" Lo gak lagi bohongin gue kan?"
" Gak guna. dia bukan lari dari lo. Dia lari dari semua orang. Seandainya waktu itu gue lebih peka sama dia, mungkin dia gak bakalan menghilang kayak gini."
" Maksud lo?"
" Iya, setahun yang lalu dia pernah kesini, nyari gue. Tapi karena gue lagi ada urusan, gue ninggalin dia disini. Gue suruh dia nunggu di kamarnya, pas gue balik, manager hotel bilang dia udah pergi gak lama setelah gue pergi. Habis itu dia pergi ke Tia. Tapi gue gak tau kalau ternyata dia kabur dari rumah."
" Habis itu dia kemana?"
" Tia sendiri gak tau. Arza cuma bilang, dia pengen kerja sambil liburan. Karena waktu itu memang lagi ada proyek keluar negeri, jadi gue percaya aja."
" Kemana?"
" Wait, gue liat jadwal setahun lalu."
" Ada beberapa proyek yang memang dikerjakan di luar negeri setahun yang lalu. Amerika, Indonesia, Paris, dan yang ini sih gak mungkin, soalnya tempat ini sangat ramai kalau untuk dijadikan tempat persembunyian."
" Dimana itu?"
" Tuvalu. Ini adalah tempat yang banyak didatangi oleh wisatawan, Rasa rasanya gak mungkin dia ke sana. Letaknya diantara Hawaii dan Australia."
" Kadang tempat yang paling gak mungkin itu lah tempat persembunyian terbaik."
" Iya. Tapi sebelum itu gue butuh ketemu Miss Wardani."
" Baiklah, gue juga gak bisa ngelarang lo."
Setelah itu kita ketemu dengan Tia, bahkan Tia sama sekali gak tau apa pun, gue akhirnya minta no tante Nikita, dan langsung menghubunginya.
" Hallo?"
" Ini siapa?"
" Saya Vivaldi Brandt tante. Tante ada waktu? Bisa kita bertemu?"
" Wah, ada apa ini? Sepertinya keluarga Brandt sangat tertarik dengan saya."
" Hanya ingin berbincang dengan tante, tidak ada maksud yang lain."
" Silahkan kalau ingin berbincang, tapi kalau untuk bertemu, rasanya saya sangat sibuk hanya untuk meladeni masalah yang diluar jangkauan saya."
" Tante Nikita sepertinya sudah dapat menebak apa maksud dan tujuan saya. Tante benar, saya menghubungi tante untuk menanyakan keberadaan Arza."
" Siapa kamu? Sedangkan papa kandung nya saja sampai saat ini tidak datang mencarinya."
" Wah seperti nya memang ada beberapa informasi yang sudah tante lewatkan. Uncle Billy bukan tidak ingin mencari Arza, tetapi dia tidak bisa. Untuk alasannya, saya rasa tante yang paling tahu bagaimana memastikannya."
" Bagaimana jika saya menolak?"
" Saya tidak memaksa, tetapi jika suatu hal terjadi, maka yang akan menderita bukan tante, melainkan Arza. Karena mau bagaimanapun, Uncle Billy tetaplah papa kandungnya."
" Hah, sepertinya kamu bukan orang yang gampang menyerah, apa mau kamu?"
" Hanya ingin tau dimana keberadaan Arza. Untuk urusan dia mau pulang atau tidak, saya akan menyerahkan keputusan pada Arza. Saya tidak akan memaksa."
" Saya hanya tau Arza sangat ingin mengunjungi 2 negara."
" Dimana tante? Saya sendiri yang akan mengecek kesana."
" Australia, Queensland dan Kampung Hallstatt di Austria. Tante juga baru dapat kabar ini tadi pagi, Tante gak tau sekarang dia dimana. Jadi tante juga berusaha buat nemuin Arza."
" Terimakasih tante, saya berjanji akan membawa Arza kembali."
" Tapi tante mau kamu waspada, karena sepertinya yang melindungi Arza bukan orang sembarangan. Tante akan coba ke Austria, jadi kamu coba cari dia di Australia."
" Baik tante."
Setelah mendapat informasi dari tante Nikita, gue langsung ngerahin anak buat gue buat ke Australia, gue dan Reno berangkat hari itu juga. Gue minta ke William untuk stay di Indonesia jika tiba tiba Arza pulang.
---------------------------------------------
--- Billy POV ---
Setahun yang lalu....
Kamu dimana Za, kamu harus dengarin penjelasan papa sayang. Gue mencoba untuk menelfon Arza beberapa kali. Sekarang gue dikantor, gue kira Arza bakalan ke kantor. Tapi dia gak ada. Jery pun memasuki ruangan ini. Dia datang setelah gue bilang Arza pergi.
" Billy, kenapa lo gak bisa jujur sama gue, gue teman lo. Gue percaya sama lo. Apa yang lo lakuin sampai buat Arza ninggalin lo?"
" Jery, seandainya lo tau apa yang udah gue lakuin, apa lo masih mau setia sama gue?"
" Billy, apapun yang lo lakuin, gue teman lo, gue sahabat lo, gak bakal ada yang bisa ngerubah itu."
" Gue udah ngebunuh Clarissa, gue yang penyebab Clarissa meninggal. Gue yang salah Jery."
Gue gak bisa nahan tangis ini, setiap mengingat Clarissa, setiap melihat Arza, hanya kesedihan yang menghampiri gue.
" Maksud lo apa Billy? Apa yang udah lo lakuin ke Clarissa?" Bentak Jery.
" Gue... Gue...."
------------------------------------------