
Sepanjang perjalanan ke kantor gue diem aja, gue males ngeladenin Sendi. Rasanya gue capek. Sesampainya di kantor, gue langsung turun dari mobil Sendi tanpa mengucapkan satu kata pun.
-------------------------------------------
Gak kerasa udah 3 bulan gue kuliah dan ngejalanin perusahaan. Dan udah 3 bulan juga gue gak pernah ketemu Sendi. Terakhir kali waktu dia nganterin gue ke kantor di hari pertama gue masuk kuliah. Gue gak tau dia kenapa, tiba tiba menghilang tanpa ngejelasin apa apa sama gue.
Setiap ketemu dikampus, dia juga cuma ngeliat habis itu pergi. Gue gak tau apa kegiatan dia selama ini. Karena setiap sehabis kelas dia pasti langsung menghilang.
Hari ini gue dengar dari Riska kalau bakalan ada Mahasiswi yang masuk ke jurusan Bisnis. Gue gak terlalu perduli, karena itu bukan urusan gue.
" Za, lo udah denger belum?"
" Apaan?"
" Mahasiswi yang masuk jurusan kita gosip nya anak dari keluarga Lamore. Natasha Lamore. Dan dia adalah mantan Sendi yang bahkan sampai sekarang belum bisa dilupain sama Sendi."
" Hah? Lo tau darimana?"
" Oh, ee, itu dari. Itu anak anak pada gosip didepan, iya anak anak pada gosipin ini."
" Lo aneh deh Ris, Udah deh, gue mau belajar, gue males dengerin gosip."
" Tapi kan Za, kalau Sendi belum bisa Move On, buat apa dia pacaran sama Miss ZEn's?"
" Gak tau."
Riska sampai sekarang memang gak tau kalau gue Miss ZEn's. Bukan gue gak mau ngasih tau dia, tapi setiap gue mau bilang, selalu ada gangguan. Sampai lah sekarang, dia gak tau identitas gue. Tapi gue senang, karena Riska gak pernah mempermasalah kan itu. Dia bener bener teman yang baik. Kapan kapan gue kenalin ke Tia deh.
Kelas pun dimulai, benar saja, saat kelas dimulai, dosen memperkenalkan mahasiswa baru. Natasha Lamore. Seperti perkiraan gue, dia persis jalang diluar sana.
Selama kelas, dia terus ngeliat ke arah gue, sampai Riska pun menyadari itu.
" Eh Za, si Natasha ngapain ngeliat ke arah lo terus? Lo kenal?"
" Enggak, gue juga baru liat dia hari ini."
" Tapi kan."
" Udah deh biarin aja, dia yang punya mata juga."
Setelah kelas selesai, gue sama Riska ke Cafetaria. Gue liat Sendi lagi duduk sama teman teman nya, tiba tiba si Natasha duduk di samping Sendi. Gue denger banyak anak anak yang bisik bisik tentang mereka.
" *Sendi ngapain sama mahasiswi baru tu? Kayaknya deket banget."
" Gak cocok banget, cocok juga sama Miss ZEn's."
" Waduh kalau Miss ZEn's tau gimana ya? Bakal ada perang dunia kali ya*."
Gue dengar semua itu, gue tau semua itu, gue cemburu, tapi gue bukan pacar Sendi, gue gak ada hak buat marah. Gue gak hak buat cemburu. Gue gak mood makan, gue mutusin buat keluar dari cafetaria. Tapi belum sempat gue keluar, gue denger Natasha ngomong.
" Pengumuman guys, buat kalian semua disini, kenalin Gue Natasha Lamore. gue adalah Pacar Sendi Samuel. Jadi lo semua harus hormat ke gue. Ngerti? Dan buat lo yang buru buru keluar, stop disana."
Yang dia maksud gue? Gue cuma noleh kedia. Riska nyamperin gue buat ngajakin gue keluar, tapi Riska kalah cepat sama dia. Sekarang dia berdiri di hadapan gue.
" Kalian semua tau siapa dia? Gue disini bakal ngenalin dia disini, dari penglihatan gue, bahkan kalian semua gak tau siapa dia sebenarnya. Dia adalah Vanilla Zarsya ZEn's. Miss ZEn's. CEO ZEn's Group. Yang ngakunya pacar Sendi, tapi sebenarnya pacar BOHONGAN Sendi."
Gue denger anak anak mulai nge gosip. Mereka gak nyangka selama ini kalau gue Miss ZEn's.
" Udah selesai ngomong nya? Sekarang waktu nya gue yang ngomong.
Pertama, ya gue memang Miss ZEn's.
Kedua, gak pernah ngakuin Sendi sebagai pacar gue.
Ketiga, yang bilang kita pacaran itu Media.
Keempat, Pelarian? Gue sama Sendi cuma sebatas teman, jadi pelarian dari mana?
Sebelum lo ngomong, mending lo gunain uang lo buat nyari informasi yang akurat Miss Lamore."
" Lo."
Gue liat dia kesel banget sama gue. Sorry gue bukan orang yang gampang buat lo lawan.
" Kenapa? Gak puas sama jawaban gue? Mending lo cek, di media mana yang gue pernah bilang Sendi pacar gue?"
" Urusan kita belum selesai ingat lo."
Bodo, sebelum gue pergi, gue ngeliat Sendi memperhatikan gue. Gue langsung pergi. Gue muak disini. Gue gak suka sama drama ini.
Gue memilih untuk ke Rooftop nenangin diri. Karena rooftop adalah tempat favorit gue. Udah sejam gue disini. Dari tadi Riska nelfon gue, tapi gak gue angkat, gue pengen sendiri.
" Ternyata lo disini. Teman lo daritadi nyariin lo."
" Lo ngapain disini?"
" Lupa? Yang punya akses kesini cuman lo sama gue."
" Gue turun."
" Sebentar Za. Gue gak mau lo salah paham. Gue mau jelasin semua nya."
" Udah Sen, udah cukup lo nyiksa gue kayak gini. Gue capek,gue capek kayak gini. Gue capek sama hubungan kita yang gak jelas, gue capek bohongin semua orang. Gue capek sama perasaan gue sendiri. Jadi gue minta sama lo, mulai sekarang jangan pernah temuin gue lagi. Oke."
Setelah itu gue langsung turun dari Rooftop dan menuju parkiran, ternyata Riska nungguin gue diparkiran.
" Lo oke Za? Siniin kunci mobil lo. Biar gue aja yang bawa."
Gue langsung masuk mobil sama Riska. Dimobil gue nangis, gue kecewa, gue sakit, gue gak suka perasaan ini.
" Gue bodoh Riska, gue gak bisa ngendaliin perasaan gue sendiri. Gue gak bisa ngontrol perasaan gue. Gue gak tau sejak kapan gue suka sama dia. Gue kira dia beda sama cowok yang lain nya. Gue tau gue bukan pacar dia, tapi kenapa dia harus kayak gini sama gue. Gue sakit Ka."
" Lo gak bodoh Za. Sendi yang bodoh, dia udah nyia nyiain orang sebaik lo. Gue yakin lo bisa dapat orang yang lebih baik Za."
Riska ngajakin gue ke cafe tempat biasa kita nongkrong. Tapi kali ini beda, dia ngajakin gue ke dalam ruangan, bisa dibilang ruangan nya mirip apartemen kecil dibelakang cafe.
" Ini tempat siapa Ka?"
" Masuk aja, nanti di dalam gue ceritain sama lo."
Sesampai nya didalam, gue liat banyak foto Riska sama cowok, loh inikan..........