
Gue cuma diam aja menanggapi perkataan Natasha. Tiba tiba Natasha buat pengumuman yang buat gue shock.
" Pengumuman guys, buat kalian semua disini, kenalin Gue Natasha Lamore. gue adalah Pacar Sendi Samuel. Jadi lo semua harus hormat ke gue. Ngerti? Dan buat lo yang buru buru keluar, stop disana."
Dia langsung nyamperin Arza.
" Kalian semua tau siapa dia? Gue disini bakal ngenalin dia disini, dari penglihatan gue, bahkan kalian semua gak tau siapa dia sebenarnya. Dia adalah Vanilla Zarsya ZEn's. Miss ZEn's. CEO ZEn's Group. Yang ngakunya pacar Sendi, tapi sebenarnya pacar BOHONGAN Sendi."
Gue denger anak anak mulai nge gosip. Mereka gak nyangka selama ini kalau gue Arza adalah Miss ZEn's.
" Udah bangun sekarang? Selama ini Sendi cuma manfaatin lo aja, lo cuma di jadiin sebagai pelarian."
" Udah selesai ngomong nya? Sekarang waktu nya gue yang ngomong.
Pertama, ya gue memang Miss ZEn's.
Kedua, gak pernah ngakuin Sendi sebagai pacar gue.
Ketiga, yang bilang kita pacaran itu Media.
Keempat, Pelarian? Gue sama Sendi cuma sebatas teman, jadi pelarian dari mana?
Sebelum lo ngomong, mending lo gunain uang lo buat nyari informasi yang akurat Miss Lamore."
" Lo."
" Kenapa? Gak puas sama jawaban gue? Mending lo cek, di media mana yang gue pernah bilang Sendi pacar gue?"
" Urusan kita belum selesai ingat lo."
Setelah itu Arza pergi, sebelum dia pergi, gue liat dia mandang gue dengan tatapan sedih. Apa ini? Gue gak salah liat kan? Wait, dia pasti ketempat itu. Pas gue mau pergi, Natasha nahan gue
" Lo mau kemana Sendi? Lo denger gak tadi dia bilang apa? Secara gak langsung dia ngatain gue bodoh."
" Lo gila ya Sha? Jelas aja dia ngatain lo bodoh, Lo udah buat masalah sama orang yang salah Natasha."
" Apa hebatnya sih dia Sendi? Kita sama sama anak pembisnis. Apa yang buat dia lebih hebat dari gue?"
" Dia bukan cuma sekedar pewaris ZEn's, dia bukan orang yang sembunyi di balik kekuatan bokap nya, Natasha. Lo gak liat berita? Dia berhasil menggulingkan 2 perusahaan besar bahkan sebelum dia resmi jadi CEO ZEn's."
" Jadi maksud lo keluarga Pramana dan Wijaya itu kerjaan dia? Bukan bokapnya?"
" Bukan, gue juga tau karena abang gue ngingetin gue buat gak macam macam sama dia. Kalau sampai dia marah ke lo, gue juga gak bisa ngebantu lo, paham lo."
Gue pusing banget, sekarang Natasha baru ngerengek sama gue supaya bisa nemuin Arza. Arza bukan orang yang gitu aja maafin orang yang udah ngusik dia. Gue gak tau harus ngapain. Gue pun mutusin buat nyari dia ke Rooftop. Bener aja, dia disana.
" Ternyata lo disini. Teman lo daritadi nyariin lo."
" Lo ngapain disini?"
" Lupa? Yang punya akses kesini cuman lo sama gue."
" Gue turun."
" Sebentar Za. Gue gak mau lo salah paham. Gue mau jelasin semua nya."
" Udah Sen, udah cukup lo nyiksa gue kayak gini. Gue capek,gue capek kayak gini. Gue capek sama hubungan kita yang gak jelas, gue capek bohongin semua orang. Gue capek sama perasaan gue sendiri. Jadi gue minta sama lo, mulai sekarang jangan pernah temuin gue lagi. Oke."
Arza pergi. Kenapa hati gue sakit ngeliat wajah Arza yang nangis kayak gitu? Apa ini? Apa gue udah keterlaluan? Kenapa? Perasaan apa yang dimaksud Arza? Gue bahkan gak berani buat ngejar dia.
Keesokan hari nya gue mendatangi rumah Arza buat minta maaf, tapi yang gue temuin, cuma Uncle Billy. Dan Uncle Billy bilang Arza pergi perjalanan bisnis. Akhirnya gue pun pulang. Seminggu kemudian, gue datang lagi, gue gak juga bisa nemuin Arza. Dia juga gak masuk kampus, gue ke kantor juga semua orang seakan bungkam. Ada apa sebenarnya?
-------------
Selama setahun gue nyari Arza tapi bahkan jejaknya juga gak bisa gue akses. Gue coba nanya ke Vivaldi, bahkan dia juga gak ngasih gue info apapun. Gue udah kayak orang gila nyari Arza selama ini.
--- Sendi POV End ---
----------------------------------------------
--- Vivaldi POV ---
Setahun waktu berlalu, kalau gue tau waktu itu lo bakalan pergi, gue pasti bakalan nahan lo Za. Lo dimana sebenarnya? Kenapa tiba tiba menghilang tanpa jejak? Lo tau, semua orang nyariin lo Za. gue gak tau harus gimana. Gue gak tau harus nyari lo dimana.
Lo tau apa yang paling buat gue kagum sama lo, biarpun lo menghilang, bahkan lo tetap ngejalanin kewajiban lo Za. Lo tetap ngurusin perusahaan. Lo tetap nepatin janji lo buat ngurus perusahaan. Walaupun gue gak tau apa yang udah terjadi sama lo sampai lo mutusin buat menghilang.
" Ehm, melamun lagi?"
" Eh, papa. Kapan datang? Maaf Valdi gak tau papa datang."
" No prob. Masih mikirin Arza? Kamu itu dari dulu gak berubah. Kenapa gak bilang sama Arza kalau sebenarnya kamu suka sama dia?"
" Gak segampang itu pa. Arza udah sama Sendi. Valdi gak mau ngerusak itu."
" Kamu bahkan tau kalau Sendi pura pura pacaran sama Arza. Awalnya papa kecewa sama Sendi. Tapi dia sudah bisa mengakui dan mengetahui apa kesalahan dan mencoba memperbaikinya."
" Ya, sampai sekarang sebenarnya Valdi masih ngerasa Arza pergi karena Sendi."
" Sebenarnya Arza pergi karena kesalahan papa dan Uncle Billy. Yang membuat Arza salah paham. Papa menyesal, seharusnya hari itu papa gak membahas hal itu disana."
" Maksud papa?"
" Kamu tau kan cerita gimana meninggalnya tante Clarissa?"
" Karena orang yang namanya Hendrik kan pa? Terus?"
" Ya gak semua nya salah dia. Saat itu Billy mengetahui kalau Clarissa masih berhubungan dengan Hendrik. Awalnya dia mengira Arza adalah anak nya Clarissa berasama Hendrik. Mengetahui kenyataan itu, Clarissa hancur sehancur hancurnya. Orang yang dia sayang tidak mempercayainya dan lebih mempercayai orang lain. Padahal kenyataan nya, Clarissa gak pernah sekalipun menghubungi Hendrik sejak lulus kuliah."
" Terus kenapa Uncle Billy tiba tiba berfikiran begitu?"
" Ini adalah ulah sekretaris lama Billy. Dia adalah teman Clarissa semasa kuliah. Dia yang menfitnah Clarissa. Jadi Billy ngerasa kalau dirinyalah yang menyebabkan Clarissa meninggal. Tapi Arza gak mendengar cerita ini. Dia hanya mendengar kalau Billy lah yang menyebabkan mama kandung nya meninggal. Makanya dia pergi."
" Kalau begitu kita harus cari Arza sampai ketemu pa, kita harus buat Arza supaya gak salah paham lagi sama uncle Billy."
" Kamu mencari dia sampai ujung dunia pun, kamu gak bakal pernah bisa nemuin dia kalau sudah orang itu yang turun tangan."
" Orang itu?"
" Iya... Dia adalah.........