Try For Love | Park Jimin

Try For Love | Park Jimin
lie



Guanlin menatapku tajam, tatapannya mengintimidasi memperhatikan wajahku setiap inci, jujur aku ketakutan karena kulihat guanlin sedang menahan amarah, entah karena hal apa namun kurasa itu telah membuat hatinya terluka.


"Park jimin?" Guanlin mengulangi nama jimin, terdengar seperti mengingat suatu hal atau mungkin guanlin tak asing dengan nama itu?


"Anak dari pemilik perusahaan national park grup?" Tanya guanlin lagi, yang kujawab dengan sebuah anggukan samar, cih ku melihat wajah santai yang tak menyadari bahwa ini semua karena ulahnya, cha eun woo dan oh sehun aku akan menjual ginjal mu setelah ini.


"Pantas orang tuamu tak menyetujui hubungan kita, mereka memiliki calon yang lebih baik." Jawab guanlin ketus, jadi selama ini dia menyalahkan eomma dan appa ku tentang perpisahan hubungan ju dan dia?


Baiklah sabar kim hyerin, guanlin sedang tersulut emosi...


"Jangan seperti itu lin, eomma dan appa hyerin pasti tahu apa yang terbaik untuk anaknya." Terang eunwoo, untungnya eunwoo dewasa tidak seperti sehun yang kekanak-kanakan.


Guanlin menatap eunwoo sinis, dasar bocah ingusan di beri nasihat bukannya mendengarkan malah menatap marah.


"Ahhh... Iya bagaimana kau eunwoo? Kapan kau akan menikah, ingat umurmu sudah tua." Aku berusaha mengalihkan pembicaraan, agar tak berfokus pada si penggoda park jimin.


"Apanya?" tanya eunwoo kebingungan, lihatlah mencari kekasih saja eunwoo masih kesulitan di tanya hal seperti itu? Pasti tak tahu menahu jawabannya.


"Menikah eunwoo! M-E-N-I-K-A-H" Ucapku dengan penuh penekanan, cih sebodoh itukah eunwoo jika sudah berhubungan dengan soal percintaan.


"Aku belum tertarik." Jawab eunwoo santai, aku menghela nafas berat, lelaki perfectionis di depan ku ini harus ku beri pelajaran, agar menyadari bahwa tak ada yang sempurna di dunia ini.


"Kau tak tertarik dengan hyulhyun? Dia sangat cantik eunwoo terlebih lagi hyulhyun sangat mandiri dan sabar sangat cocok untuk sifat mu yang keras kepala." Jawabku sambil melayangkan sebuah sendok ke kepala eunwoo.


"Masih belum bisa memenuhi syarat istri sempurna, hye.. "


Aku menyerah eunwoo memang akan susah diberi sebuah pendapat, karena aku sudah sering berusaha dan tak pernah berhasil maka aku hanya bisa mendoakan eunwoo mendapatkan gadis baik yang maybe hampir memenuhi syarat menjadi istri sempurnanya.


"Bagaimana dengan mu sehun? Kau ingat umurmu bukan?" Aku sedikit menggoda lelaki dengan ekspresi dingin itu, sepertinya akan lebih sulit mencarikan istri untuk sehun, sikapnya yang acuh dapat membuat wanita bosan berada bersamanya.


"Belum terbayangkan.." Jawab sehun tanpa melirikku, aku semakin bingung dengan kedua sahabtku ini? Kenapa sangat sulit jika di bahas soal percintaan.


Aku takut mereka ini adalah gay.


"Ingatlah kalian berdua, umur kalian sudah hampir 30 tahun, apa kalian tidak berfikir untuk hidup bahagia dengan sebuah keluarga? Eunwoo aku mohon jangan terlalu mencari wanita sempurna karena di dunia ini tak ada yang sempurna woo, sehun! Kau! Jangan terlalu acuh dengan wanita! Terlalu dingin membuat orang orang akan merasa bosan denganmu!" Aku menasehati mereka berdua, aku tak melihat reaksi yang ditunjukkan oleh guanlin dia terlalu asik dengan dunianya.


"Hmmmm. "


"Kalian itu tak pernah mendengar apa ucapanku, kalian mau di jodohkan oleh keluarga kalian karena sampai sekarang kalian belum punya pasangan? Sehun eomma mu sangat keras kepala berhati hatilah karena mungkin secepatnya kau akan mendapatkan berita bahwa kau telah di jodohkan dan itu sangat mengerikan..."


Ucapku sambil bergidik ngeri, dijodohkan bukanlah hal yang menyenangkan.


"Aku tahu hye... Sudahlah.. " Jawab sehun dengan cuek, aku hanya bisa menatap mereka berdua sendu, enta bagaimana nasib mereka kedepannya.


"Eunwoo kau harus ingat eomma mu pasti sangat menginginkan kau segera memliki istri jangan terlalu menahan diri dalam kesenangan mu tanpa seorang pendamping." Aku mencubit punggung tangan eunwoo yang berada diatas meja.


"Sshhhh... Sakit!" Eunwoo reflek mengusap punggung tangannya yang kucubit sedikit keras, ketahuilah aku sudah cukup muak dengan sikap mereka berdua.


"Cih! Kau bersikap seolah menjadi orang dewasa! Hidupmu saja lebih buruk dari kita! Lihatlah dirimu terlebih dahulu hyerin!" Ucap sehun yang membuat ku terheran, jadi mereka berdua menganggap semua nasehatku adalah sebuah bualan yang tak kuterapkan dalam hidupku?


"Maksudku bukan seperti itu! Kau tak usah membawa-bawa hidupku yang memang sudah hancur dari dulu." Aku tersenyum kecut, hidupku akan berubah 180° ketika aku menikah nanti.


"Justru aku ingin mengingatkan kalian berdua agar tak mengalami hal yang sama denganku, dijodohkan bukanlah hal yang indah, itu buruk, bayangkan saja... Aku harus menikah dengan seseorang yang tak kucintai dan hidup bersama dengannya hanya demi seorang anak..."


"Kau bisa menolaknya hye.. Kau bisa." Sehun, eunwoo menggenggam tanganku, memberikan ku sebuah semangat yang memang sangat berguna.


"Aku tak bisa hun.. Itu permintaan terakhir appa dan eomma ku, aku tak bisa menolaknya." Aku tersenyum palsu kepada sahabat sahabat ku ini, kulihat guanlin juga sudah ikut mengenggem erat tanganku sambil memberikan tatapan semangat untukku.


"Jika memang tak bisa membatalkan perjodohan ini, kau harus semangat menghadapi segalanya, ingatlah kami bertiga akan selalu ada bersama mu... Akan selalu seperti itu." Aku tak menyangka bahwa ucapan itu akan keluar dari mulut guanlin yang selama ini tak tahu mengenai permasalahan yang aku alami.


Ternyata benar walaupun aku dan sahabat sahabat ku bermusuhan, tapi hati kita akan tetap terhubung dan terikat dalam suatu hubungan persahabatan yang tak akan pernah terpisahkan.


Aku memeluk ketiga sahabat ku dengan sekuat tenaga, mensyukuri betapa sayangnya tuhan padaku karena telah memberikan sahabat terbaik yang mengerti keadaan ku, walau kadang menyebalkan.


***


Aku menatap setiap penjuru ruangan kantor eomma dan appa ini, tak banyak yang berubah mungkin hanya warna cat tembok dan juga tata letak barang yang berbeda.


Masih sama seperti dulu, harum lavender yang memenuhi seisi ruangan ketika jendela kantor dibuka, mungkin itulah hal yang menyebabkan appa dan eomma betah bekerja di ruangan harum ini.


Aku pun begitu, harum ruangan ini membuat ku merasa nyaman dan serasa telah membawaku pada tempat berlibur yang nyaman di sela kesibukanku yang padat.


Setelah selesai acara reuni dan makan siang di cafe, kami berempat memutuskan untuk kembali kepekerjaan awal kami, tapi saat perjalanan pulang eunwoo menolak untuk ikut satu mobil denganku dan lebih memilih pulang bersama dengan sehun.


Mungkin eunwoo trauma.


Saat sedang mengerjakan beberapa pekerjaan ku di ruangan appa dan eomma, aku melihat seorang lelaki dengan kemeja abu yang di kelinting sampai siku juga rambut yang sedikit basah sudah berdiri gagah dihadapanku.


Siapa lagi kalau bukan park jimin, bagaimana pun gayanya dia akan selalu terlihat tampan walau hanya dengan kemeja dan kaos.


Mungkin itu sebuah anugerah yang diberikan tuhan untuk jimin, tak lupa dengan bibir seksinya yang menggoda iman.


Tapi aku sudah cukup terbiasa untuk itu, lebih tepatnya membiasakan diriku untuk melihat ketampanan jimin.


"Sudah makan siang?" Tanya jimin yang sudah duduk di sofa yang ada di ruangan kerjaku.


Aku berdiri dari kursi kerjaku dan ikut duduk bersama jimin di sofa.


"Sudah... Tadi aku bersama eunwoo memutuskan untuk makan bersama." Jawabku jujur walau tak kuberitahu bahwa makan siang tadi juga adalah reuni alumni hati.


"Padahal aku hendak mengajakmu untuk makan siang bersama, ternyata kau sudah makan siang duluan." Aku mendengar suara kekecewaan yang di ucapkan oleh jimin, apa yang di kecewakan?


"Mungkin lain kali jimin... " Jawabku sambil menatap wajah jimin yang tampan.


"Baiklah... Hyerin-yya." Ucap jimin membuatku menaikan kedua alisku bingung.


"Pernikahan kita akan dilaksanakan 3 hari lagi, eomma dan appa mempercepat tanggalnya."


Aku terkesiap, maksudnya? Aku akan menikah dengan jimin 3 hari lagi? Dan semua ini permintaan nyonya park dan tuan park?


Fast update karena mood baik☺


Vomment❤


Tbc