Try For Love | Park Jimin

Try For Love | Park Jimin
lunch




arghhhhh:v


***


Aku menutup layar laptop setelah selesai aku gunakan, aku melirik jam gucci yang melingkar di tangan kiriku, setelah itu menghembus kan nafas panjang, hari ini tugas ku belum selesai, masih ada banyak hal yang perlu aku kerjakan, namun waktu sudah menunjukkan untuk mengistirahatkan badan dan juga pikiran.


Aku membiarkan kepala ku menyentuh meja, baru setengah hari ku bekerja tapi sudah sangat melelahkan.


Aku melihat eunwoo yang menatapku khawatir, aku juga tak terlalu perduli sudah sejak kapan eunwoo ada di hadapanku, yang terpenting sekarang aku ingin istirahat.


"Kau baik hyerin?"


"Aku selalu begitu.. " Jawab ku sambil menarik sebuah senyum, aku yakin jika tak melakukan itu, eunwoo akan dengan mudah menebak bahwa aku membohongi nya.


"Mau makan siang bersama?" Tawar eunwoo yang membuat ku tiba tiba terkesiap, aku ingin memuji eunwoo karena dia sangat peka terhadap apa yang aku inginkan.


"Tentu!" Jawab ku tak kalah semangat, kebetulan perutku sedang meminta jatah harian, jika tak di beri mungkin mereka semua akan demo berteriak teriak tak jelas dalam perutku-Aku terlalu banyak berkhayal.


"Sehun juga, dia ingin ikut.. " Ucap eunwoo aku hanya mengangguk samar, sambil membereskan berkas berkas yang berantakan.


"Ajak saja.. " Jawab ku tanpa memandang eunwoo, anehnya eunwoo tak akan pernah marah sekali pun, walau sering aku tak acuh kepada dirinya.


Keheningan mulai terasa, setelah aku menjawab ucapan eunwoo dia tak lagi mengatakan apapun, aku juga tak terlalu memperhatikan apa yang sedang di lakukan oleh eunwoo.


"Hyerin-yya dia kembali."


Ucapan eunwoo barusan membuat aku mengalihkan fokus ku, aku menatap eunwoo tajam, meminta sebuah penjelasan dengan apa yang baru dia katakan.


Ku harap yang eunwoo katakan tidak benar, dan yang ku inginkan itu hanya sebuah bualan.


"Aku tak berbohong hyerin.. Dia kembali." Eunwoo membalas menatapku dengan serius, aku melihat sorot matanya tak ada kebohongan, eunwoo tak membohongi ku.


Dan saat aku menyadari hal itu, tubuhku bergetar hebat, jantung berdetak lebih cepat dari pada biasanya aku tak bisa mengatur nafasku dengan baik, seperti ada sesuatu yang menikam jantung ku.


Eunwoo yang sadar dengan perubahan kondisi ku segera merangkul tubuhku erat, aku merasakan cairan keringat dingin mulai bercucuran di seluruh tubuhku, jujur aku tak tahu reaksi apa yang sedang di alami tubuhku tapi ini sungguh berlebihan, ada apa denganku?


"Hyerin? Kau baik baik saja? Katakan.. " Eunwoo mulai kelihatan cemas dan khawatir.


"Jeongmal mianhae hyerin... Aku tak tahu kau akan seperti ini saaat mendengar kedatangan nya." Eunwoo menyesali segala apa yang dia bicarakan, aku sebenarnya tak terlalu mempermasalahkan kedatangn 'Dia' yang notabene nya sudah lama 'Pergi' hanya saja rasa sakit itu muncul kembali setelah sekian lama hilang.


"Gweacanha eunwoo-yya, aku baik.. " Jawabku, sambil melemparkan senyum tipis pada Eunwoo aku tahu kekhawatiran eunwoo sangat besar padaku.


"Apa yang dia katakan?" Tanya ku setelah berhasil menormalkan nafasku.


"Tidak ada... Dia tak mengatakan apa apa." Jawab eunwoo yang ku ketahui bahwa dia sedang berbohong, ketahuilah eunwoo tak pandai berbohong maka dari itu ayahku selalu mempercayai nya.


"Jangan berbohong aku tahu." Aku menatap lekat manik mata eunwoo yang berwarna hitam legam, dia sangat tampan tapi sayangnya eunwoo sangat pemilih jika soal percintaan.


"Aku hanya takut kau kenapa kenapa hyerin."


"Tak apa eunwoo aku baik, katakan saja...Aku ingin semua masalah ini selesai dengan segera." Aku meyakinkan eunwoo yang terlihat ragu dengan apa yang aku minta.


Tapi sekali lagi bagaimana pun kenyataan aku harus menyelesaikan hal yang seharusnya segera aku selesaikan, agar tak ada lagi kesalah pahaman yang bisa terjadi begitu semuanya terlambat.


"Dia-dia mengatakan bahwa ingin bertemu dengan mu.. " Jawab eunwo pelan, aku tahu dia ketakutan tapi aku berusaha untuk terlihat baik baik saja.


Aku mengangguk pelan, aku memikirkan banyak hal yang akan terjadi jika aku harus bertemu dengannya kembali. Mungkinkah dia hanya ingin menagatakan sesuatu hal yang menyakitkan atau ingin sekedar memberi tahu bahwa dia sudah melupakan ku? Entahlah aku tak bisa berpikir positif tentang apa saja yang akan dia bicarakan padaku.


"Hyerin?"


Aku terkejut saat eunwoo membuyarkan lamunan ku, dia memang tak tepat waktu.


"Aku baik eunwoo tenang saja, katakan padanya kita bertemu di cafe biasanya... Oke? Aku menunggu mu di bawah eunwoo.. " Aku langsung berdiri dari dudukku lalu pergi meninggalkan eunwoo sendiri an di ruang kerja, biarkan dia menyelesaikan segala apa urusannya.


Aku pergi menuju parkiran bawah tanah, hari ini aku membawa mobil roles Royce wraith yang sangat aku sukai karena desain nya yang tak terlalu berlebihan dan sangat cocok dengan ku yang suka berkendara sendirian.


Jujur aku memang tak suka fashion berlebihan menonjol dari diriku, bahkan sekarang aku ke kantor hanya dengan blazer berwarna abu dengan kaos berwarna kuning juga rok mini berwarna hitam cukup sederhana dan terlalu santai untuk pergi ke kantor, tapi ya sudahlah... Aku suka gayaku, ini hidupku tak ada yang bisa melarang hal apapun yang aku sukai.



Aku melempar asal blazer ku ke dalam mobil, sementara aku duduk di kusri pengemudi sambil menunggu eunwoo datang.


Tak lama eunwoo datang dan langsung masuk kedalam mobil ku.


"Maaf membuat mu menunggu lama." Ucap eunwoo yang duduk di sampingku sambil memasangkan sabuk pengaman untuknya sendiri.


"Tak apa eunwoo, bagaimana? Dia datang?" Tanya ku penasaran, aku tak sadar bahwa sedari tadi mobil tak ku jalankan.


"Dia datang, mungkin sudah menunggu kita." Jawab eunwoo, aku langsung tersenyum tipis dengan cepat aku menyalakan mesin mobil ini dengan kecepatan penuh, mobil ku melesat di jalanan kota seoul yang ramai di siang hari.


"Eunwoo..Jangan melakukan hal konyol!" Aku memperingatkan eunwoo agar tak melakukan hal aneh, seperti muntah di dalam mobil atau dengan sengaja menarik kunci mobil sehingga mesinnya mati.


Aku adalah seorang wanita yang suka tantangan, bahkan saat kuliah dulu aku sempat ikut lomba balap mobil ilegal, jangan Tanya siapa yang akan menang? Tentu saja aku! Walau masih baru dalam dunia mobil tapi aku menyukai nya.


Eunwoo mengulum senyum menetralkan jantung nya, yang kulihat sudah berdetak tak karuan, nafas eunwoo juga sudah tersengal sengal dia seperti nya ketakutan karena diriku membawa mobil seperti mengajak mati.


"Pelan pelan hye... Aku belum mau mati!" Teriak eunwoo ketakutan, aku tertawa senang eunwoo sangat lucu jika seperti ini.


Tenang saja aku tak berkendara lebih dari kecepatan 60 km/jam sangat pelan untuk ukuran mobil Rolls Royce wraith ini. Aku harap eunwoo tak kapok mengendarai mobil bersama ku.


***


Aku memarkirikan mobil ku di sebuah parkiran kecil di depan sebuah cafe sederhana yang terletak di myeongdong, lalu turun bersama dengan eunwoo yang terlihat pucat, aku tertawa garing eunwoo sungguh lucu, apakah sebegitu takutnya eunwoo?


"Aku bersumpah tak akan lagi berkendara bersama dengan mu hyerin!" Ucap eunwoo tegas, jalannya mulai gontai astaga eunwoo seperti nya mabuk darat.


"Baiklah... Baiklah... Kau tahu kan eunwoo aku sudah biasa, aku juga sudah sering bukan mengendarai mobil bersama ku?" ucap ku sambil memakai blazer untuk menutupi kaos polos yang ku gunakan.


"Cih! Apanya yang biasa? Dulu kau masih sering menabrak pohon." Eunwoo berdecih tak suka dengan apa yang aku katakan, aku terkekeh kenapa eunwoo sangat jujur padahal itu adalah aib.


"Terserah lah..." aku memutuskan untuk pergi meninggalkan eunwoo di parkiran, sedangkan aku sudah hengkang dan masuk kedalam cafe.


Cafe ini sederhana, bangunannya sudah cukup tua harga makanan nya pun cukup terjangkau, tapi yang teman temanku suka dari tempat ini adalah cita rasa masakan nya yang tak kalah nikmat dengan makanan bintang lima.


Saat aku membuka pintu kaca cafe, selalu terdengar suara lonceng yang cukup khas, loncengnya tak pernah di ganti tapi suaranya tak pernah berubah, aku menyukainya.


Aku mengedarkan pandangan mencari sehun atau siapapun yang telah datang ke tempat ini, pandangan ku tertuju pada sehun yang sedang duduk berhadap hadapan dengan seorang lelaki memakai turtle neck yang entah siapa.


Aku melihat sehun menatapku, aku menaikan alisku bingung, tapi yang ku tahu sehun seperti memberikan isyarat padaku agar segera pergi. Tapi kenapa?


Tak lama rasa penasaran ku terjawabkan, ternyata lelaki yang sedang bersama sehun itu adalah 'dia' aku menggeleng pelan saat melihat dia menatapku sendu, hatiku menjerit, pikiran ku berkata untuk segera berlari dan memeluknya, tapi tubuhku sulit untuk di gerakan.


Apa aku masih mencintainya?


***


Sengaja di gantung biar kayak jemuran😝.


Btw kayaknya cerita ini kurang populer yah? Apa emang ceritanya gak menarik? Tapi buat reader's yang udah setia baca ini, tenang aja yah.. Gak bakal aku unpublish karena aku ada planning buat terbitin ff ini, tapi ini masih planning belum tentu terlaksana.


Oke cukup itu aja jangan lupa vomment, biar fast update😙


Kira kira gini muka eunwoo saking kesel nya sama hyerin:v




Sehun ganteng:v