Try For Love | Park Jimin

Try For Love | Park Jimin
my self




happy reading♡


***


Hai! Namaku kim hyerin, umurku baru saja menginjak 28 tahun dan umurku yang sekarang, aku sedang sangat giat giatnya membantu ibu mengurusi perusahaan milik ayahku.


Namanya adalah kim jeongha, iya dia adalah ibuku, ibu yang mengurusku dan menjagaku saat aku masih dalam kandungan hingga sekarang sudah dewasa.


Sementara ayaku kim hyujin sudah pergi meninggalkan ibuku dan diriku saat umurku 19 tahun.


Ayahku meninggal karena penyakit jantung, penyakit itulah yang telah merenggut nyawa ayahku, tapi aku berusaha bersabar dan tabah melihat keputusan yang telah tuhan berikan.


Hari ini aku sedang menggantikan posisi ibuku sebagai CEO di perusahaan I.D.C. GRUP, sebuah perusahaan yang di tinggalkan oleh ayahku sebelum meninggal.


Dulu ayahku hanya seorang masyarakat biasa yang memulai hidup barunya, saat merintis perusahaan kecil yang di dirikan dari hasil tabungannya.


Ayah ku pernah bercerita bahwa dahulu dirinya banyak mengambil pekerjaan sambilan di sela sela jadwal kuliahnya, semua profesi pernah di rasakan oleh ayahku.


Mulai dari pengantar koran, pelayan di cafe, manggung dari cafe ke cafe, jadi supir bahkan jadi tukang cuci piring ayahku pernah merasakannya. Dan itu adalah hal yang membuatku ingin menjadi seperti ayahku yang pekerja keras.


Hari ini aku baru selesai melakukan rapat, rapat kerja sama perusahaan ku dengan perusahaan national park grup.


Sebenarnya perusahaan kami berdua sudah sering melakukan kerjasama bahkan perusahaan kami selalu saling membantu jika salah satu dari perusahaan kami mengalami kesulitan.


Aku belum terlalu tahu tentang betapa baiknya hubungan perusahaan, namun aku sering mendengar ceritanya dari ibu.


Setelah beberapa jam melakukan rapat akhirnya rapat selesai membuahkan hasil yang baik, itu cukup membuat ku tegang karena inilah pertama kalinya diriku menjadi seorang pemimpin rapat. Bukan rapat biasa tetapi rapat yang dapat membuat jantungku tiba tiba lepas, jika tidak bisa meyakinkan tuan park jungsin.


Mungkin saja perusahaanku akan mengalami kesulitan, namun ibuku berkata tuan park sangat baik aku tidak perku khawatir.


Tapi bagaimana jika tuan park tidak menyukaiku? Tanyaku pada diri sendiri sesaat sebelum rapat, tapi ternyata tidak! Tuan park sangat profesional dia tahu mana urusan bisnis dan urusan pribadi. Aku senang pada akhirnya mendapatkan kepercayaan dari tuan park.


Sebenarnya hari ini aku di paksa oleh ibuku untuk menggantikan nya karena hari ini dia sedang tidak enak badan, aku sempat menolak karena aku sangat mengkhawatirkan kondisi ibuku yang semakin lama semakin memburuk, tapi ibuku terus mendesakku untuk memenuhi keinginannya jika tidak ini akan berpengaruh besar pada perusahaan.


Aku sedang melihat file laporan keuangan perusahaan, semenjak ibu sakit ku rasa perusahaan mulai menurun ini sangat berbahaya jika di biarkan perusahaan akan bangkrut.


Aku menatap layar ponselku yang tiba tiba bergetar, saat kulihat ternyata itu panggilan masuk dari ahjumma jiena dia adalah pembantu di rumahku dan orang yang juga mengurus ibu saat aku tidak ada dirumah, tanpa panjang lebar aku mengangkat telefon dari ahjumma.


"yeobseyeo....ahjumma?" sapaku pelan


"non... Itu nonn ibu... " Suara ahjumma terdengar gugup dan sangat ketakutan.


"Ada apa ahjumma? Eomma kenapa?" Aku sekarang khawatir apakah ibu baik baik saja?


"Ibu masuk rumah sakit karena terjatuh dari kamar mandi... " Jawab ahjumma terbata bata.


Saat mendengar itu hampir saja ponsel yang berada di genggaman ku terjatuh, namun aku menyadarkan diri dan tetap tenang.


"Eomma sekarang ada di rumah sakit mana?" Tanyaku dengan suara parau.


"Rumah sakit kota seoul...." Jawab ahjumma


Dengan segera aku berlari menuju parkiran mobil untuk mengambil mobilku dan pergi ke rumah sakit.


***


Sesampainya di rumah sakit aku langsung belari menuju ruang IGD, di sana ku lihat ahjumma dan seorang lelaki aku tidak terlalu memperdulikan lelaki itu, aku hanya memikirkan bagaimana kondisi eomma.


"Ahjumma....Bagaimana? Eomma baik baik saja kan?"


"Ahjumma tidak tahu non... "


Mendengar jawaban ahjumma aku langsung jatuh tersungkur ke lantai, tubuhku sudah sangat lemah aku tidak tahu harus berbuat apa.


Tak lama pintu ruangan terbuka, aku melihat seorang dokter lekaki keluar dari ruangan. Dengan cepat diriku menghampiri dokter untuk mengetahui kondisi ibuku.


"Dok bagaimana? Ibu saya baik baik saja bukan?"


Aku berusaha berdiri dengan menumpu pada kedua tanganku, kaki ku sudah terlalu lemas untuk menopang tubuh ini.


Aku mencoba untuk positif thingking siapa tahu ibuku hanya mengalami luka ringan, namun dokter itu hanya terdiam.


2 menit


Sampai akhirnya aku kembali bertanya pada dokter.


"Bagaimana keadaan ibu saya dok?"


"Ahh maaf, kami sudah berusaha tapi ibumu mengalami pendarahan hebat di bagian kepalanya, ibu mu sudah tidak bisa bertahan."


Jawab dokter pelan


Jleb!


Sesuatu seperti menusuk di hatiku, itu sangat sakit tapi aku tidak tahu kenapa rasa sakit ini tidak berdarah?


Bruuukk


Tubuhku merasa lemah aku terjatuh kelantai, dan saat itu pula air mataku tumpah aku menangis sekencang kencangnya tidak peduli bahwa aku kini berada di rumah sakit.


"Hiksss Hikss....Eomma..... Hikssss huaaaa eomma jahat... Eomma jahat! Eomma kenapa meninggalkan ku.... Eomma jahat!"


Aku terus menangis di lantai menumpahkan segala air mataku yang sudah aku tahan dari tadi, tiba tiba aku merasa tubuhku di peluk oleh seseorang, pelukannya sangat hangat aku membalas erat pelukan orang itu aku tidak peduli siapa yang memelukku aku memang membutuhkan ini.


"Aku tidak tahu kenapa eomma dan appa sangat jahat padaku, apa salahku sehingga eomma dan appa meninggalkan ku, hiksss.... Hikss"


Aku terus meluapkan seluruh unek unekku, kadang orang itu mengusap usap punggungku dan mencium pucuk rambutku.


"Sudah jangan menangis..." Suaranya sangat lembut, dan yang jelas itu adalah suara seorang lelaki.


Aku hanya terdiam, aku membuka mataku dan melihat sebuah dada bidang yang di balut dengan jas berwarna hitam dan kemeja berwarna putih.


Aku ingat ini adalah setelan jas yang di gunakan oleh lelaki yang duduk tadi! Sontak aku melepaskan pelukanku dan menatap lelaki itu, benar saja laki laki itu adalah orang yang ku lihat tadi.


"Hikss... Hiksss... Hiksss... Te-te-rimakasih"


Ucapkan gugup aku menundukan kepalaku enggan menatap lelaki itu.


Namun 2 buah tangan menangkup kedua pipiku menaikan sedikit wajahku sehingga mau tidak mau mataku dan mata lelaki itu saling bertemu.


"Jangan menangis, eomma pasti tidak senang melihat kamu menangis.".


Aku mengangguk pelan, lelaki itu tersenyum ke arah ku, sungguh senyumannya membuatku merasa lebih tenang.


Mantra apakah ini!?


Kenapa senyum ini.... Ah... Aku tidak tahu...


Yang jelas sekarang aku merasa sudah tenang.


Ini adalah hari pemakaman ibuku, aku sedang duduk di samping pusara terkahir ibuku, sambil menunduk aku berusaha untuk tidak menangis di depan peristirahatan terakhir ibuku.


Sambil mengusap sebuah foto dengan senyum yang sangat membuatku rindu, foto ibuku, dia sangat cantik orang bilang ibu sangat mirip denganku.


"Hikss hikss... Hiksss" Aku tak bisa menahan air mata ini, aku masih begitu bersedih atas kepergian ibuku.


Semua orang yang melayat sudah pulang terlebih dahulu, di sini hanya ada aku, tuan park dan istrinya juga lelaki yang memeluk ku saat di rumah sakit.


Sampai saat ini aku tidak tahu siapa laki laki itu dan kenapa dia harus menemaniku.


"Jim... Kamu antar dia pulang, appa dan eomma akan pulang terlebih dahulu...." Ucap tuan park pada lelaki itu.


Lalu tuan park dan istrinya pergi meninggalkan aku dan lelaki itu di pemakaman.


Aku masih menatap foto ibuku dengan air mata yang masih menahan air mata.


Ku lihat cuaca mulai mendung, matahari sudah tertutup oleh awan gelap.


"Hyerin... Ayo pulang...Sebentar lagi hujan... " Ucap lelaki itu padaku, aku bingung dari mana dia mengetahui namaku?


Aku mengangguk lalu pergi dari makam ibuku bersama dengan lelaki itu.


Vomment sayang❤