This Love

This Love
Bagian Empat



Dara prov


Aku memerjapkan mata ku menyesuaikan cahaya mentari yang menerobos masuk melalui celah hordeng yang menutupi jendela . Ugh... kaki ku terasa sangat sakit, kepalku juga terasa sakit . Eh tunggu! Dimana ini . Aku mengedarkan pandangan ku meneliti setiap inchi ruangan ini . Seperti kamar milik lelaki Hanya ada aksen hitam putih di sini.


Eh tunggu dulu kamar lelaki? Jangan jangan ini kamar yanuar . Oh astaga! Aku harus pergi dari sini . Aku bangkit dari kasur yg empuk ini . Aku berjalan menuju pintu dengan tertatih, namun sebelum aku menuju pintu aku berpapasan dengan lemari yg berbalut cermin . Ya tuhan! Mengapa bajuku berubah menjadi kemeja putih dan rambut ku berantakan .


Tok... tok... tok...


Aku menatap horor pintu itu. Badanku seketika terasa kaku . Pintu perlahan terbuka, menampilkan sosok lelaki berbadan tinggi tegap, keringatku pun bercucuran.


Dia berjalan perlahan ke arah ku. Sungguh kaki ku tak bisa di ajak kompromi sekarang.


"Si...siapa kau ?". Tanya ku dengan sok berani


Kini jarak kami sangat dekat , dia mengelus pipiku Aku tertegun . Aku menatap matanya ,aku terpaku pada matanya yang berwarna hazel itu . Sepertinya aku pernah memimelihat mata hazel itu


"Kau lupa dengan ku ?".


Aku tersadar dari lamunanku . Aku menepis kasar tangannya lalu mundur beberapa langkah .


"Siapa kau?!". Tanya ku


"Jadi kau lupa dengan ku ?". Ku lihat sorot sendu matanya


"Kau lupa dengan gebetanmu yang paling populer di kampus?". Lanjutnya


*flashback on*


Aku sedang menikmati makananku di kantin bersama sahabatku jansen. Kami bersahabat baru beberapa minggu ini.


"Dara". Kata jansen dengan heboh sembari menyenggol tanganku .


"Apaan si". Aku terus memakan makananku , sungguh perutku sangat lapar


"Liat tuh ada gebetan lu sama antek anteknya, jalan ke meja kita". Kata jansen


" Uhuk ". Aku kaget dan tersedak oleh makananku sendiri. Lalu aku mengambil air mineral yang ada di mejaku


"Makanya kalo makan ati ati". Aku menoleh ke asal suara dan ternyata bara gebetanku


"Emm... iya hehe..". Kenapa aku jadi gugup begini . Aku memainkan jari jariku menyalurkan rasa gugup ku.


"Ikut aku". Dia menarikku di antara kerumunan orang.


"Perhatian semuanya". Ucapnya dengan suara lantang . Seketika suasana kantin sunyin dan perhatian mereka teralihkan padaku. Aku benci jadi pusat perhatian.


" apa yang kaulakukan". Tanya ku dengan berbisik


Seketika itu bara berlutut di hadapanku dan berkata.


"Apa kamu mau menjadi wanita ku?".


Mataku membulat, mungkin mataku sedikit lagi akan keluar . Jantungku tak henti hentinya berdisko ria di tambah lagi dengan siulan siulan mereka .


"Aku tanya sekali lagi , apa kau mau menjadi wanitaku?" . Ku lihat jauh kedalam matanya . Aku menangguk tanda aku mau .


"Jadi aku di terima?". Tanya untuk memastikan


"Iya". Dia berdiri lalu memelukku . Suasana kantin pun menjadi ramai


Di sela sela pelukan kami bara tertawa. Lalu melepaskan pelukannya


Bara dan antek anteknya tertawa terbahak bahak bahkan jansen pun ikut tertawa. Ada apa ini? .


"Haha... april mop dara". Kata bara. Jansen menghampiriku lebih tepatnya menghampiri bara jansen mencium pipi bara . Dan berkata


"Kau berhasil sayang, menyelesaikan misi april mop ini". Kata jansen


*flashback off*


Aku menyeritkan dahiku.


" ya kau sudah tau jawabannya kan ? , aku bara chaiden". Dia tersenyum tipis


untuk ke sekian kalinya bibirku terasa kaku. Aku menatap kosong kedepan .


"Untuk apa kau menolongku?".


"Apa aku tidak boleh menolong wanita ku?".


Aku menatapnya dengan kesal.


"Kau bilang Aku wanita mu? Apa kau sedang sakit jiwa tuan chaiden?".


" bagaimana kalau kita membuat perjanjian?".


"Huh! Tidak! Aku tidak ingin berurusan dengan lelaki brengsek seperti mu". Jawabku dengan cepat . Aku pergi menuju pintu namun ada tangan yang menahan ku .


"Tunggu, perjanjian ini akan saling menguntungkan".


Plak!


"Lepaskan aku!". Berontakku


Perlahan peganggannya terlepas . Aku kembali berjalan menuju pintu . Huh... berjalan menuju pintu saja butuh perjuangan . Aku membuka pintu


"Aku tau kalau kau di campakkan oleh mantan calon suamimu".


 


Degh!


Tanganku tergulai lemas di gagang pintu


Tubuh ku kaku seketika, air mataku berkumpul di sela sela mata ku ,tetes demi tetes air mataku berjatuhan.


"Aku tau kalau seluruh aset perusahaan mu di ambil olehnya" .


Aku menutup kupingku dengan sangat rapat . Berharap tidak mendengar suaranya


"Aku tau Kau di siksa olehnya". Lanjutnya . Air mata ku jatuh dengan indahnya dipipiku


"Dan orang tuamu dibunuh oleh....".


"STOP IT!". teriak ku


Sungguh ini menyakitkan untuk di ceritakan kembali.


"Jadi bagaimana dengan tawaranku?, kau menikah denganku lalu aku akan mengambil kembali seluruh aset perusahaan milik keluargamu".


"Ba...baiklah aku terima". Apakah ini keputusan yang tepat?


"Mari ikut aku".  Dia berjalan menuju ruangan yang ada di sebelah kamar miliknya .


.


.


.


Aku duduk berhadapan dengannya. Dia menyodorkanku kertas yang berisikan perjanjian yang akan ku sesali suatu saat nanti.


Aku membaca surat itu dengan teliti.


"baiklah saya terima pewaran ini". Aku menjabat tangan bara tanda 'deal'.


"Kau harus ingat perjanjian ini hanya kita saja yang tau".


Apakah ini keputusan yang tepat untuk ku. Mungkin suatu saat nanti aku akan menangisi perjanjian ini .