This Love

This Love
Aku mencintaimu



Kiara menyeka air mata saat ia mulai sadar. ingatan akan penghianatan Alan membuatnya begitu terluka. Kiara tidak pernah menyangka jika Alan bisa berbuat seperti itu saat hati Kiara mulai terbuka untuknya. memang mungkin sudah terlambat, tapi Kiara membutuhkan waktu untuk menyadari perasannya.


Kiara menatap wajah teduh Alan yang sedang tertidur pulas di sampingnya. Kiara yang lemah mencoba beranjak dari tempat itu, hal itu membuat Alan membuka matanya karena pergerakan yang di buat oleh Kiara.


"Sayang, kau sudah bangun!" Alan bergegas bangkit memeriksa kondisi istrinya yang terlihat masih lemah, bahkan matanya begitu terlihat sembab


Kiara tidak menjawab, ia menepis tangan Alan dan ingin masuk ke kamar mandi. tapi langkah Kiara terhenti saat Alan menarik tangannya hingga ia jatuh ke dalam pelukan suaminya.


"maafkan Mas Kiara, maafkan Mas. Mas sungguh khilaf, Mas bingung harus bagaimana lagi membuat mu mengerti jika Mas sangat mencintaimu. " ucap Alan mengerahkan pelukannya.


"lepas Mas. " ucap Kiara dingin, sementara itu Alan menggeleng lemah.


"AKU BILANG LEPAS. " Teriak Kiara mulai tak sabar. bahkan tangan Kiara mulai memukul dan mendorong dada kekar Alan.


"Mas tidak akan melepaskan kamu Kiara. Mas sungguh menyesal. saat Itu Mas khilaf, sungguh Kiara. " ucap Alan lagi.


Kiara mulai menangis terisak, ia sungguh kecewa pada Alan. kenapa pria itu tidak bisa bersabar sedikit lagi, padahal jika ia mengerti beberapa hari ini Kiara mulai membuka hati untuknya.


"Kenapa Mas? kenapa Mas harus seperti ayah.. hiks. "


Deg...!


Jantung Alan berdebar mendengar ucapan Istrinya. Ia sungguh lupa jika Kiara memiliki trauma terhadap perselingkuhan. Mata Alan terpejam, air mata mulai menyeruak di pelupuk mata pria itu.


"Aku sangat menghormati mu sebagai seorang suami, tapi kenapa Mas? kenapa Mas tidak bisa bersabar sedikit lagi saja untuk menunggu hati ini terbuka. Kenapa Mas memilih jalan yang di pilih ayah dulu untuk menyakiti seorang istri... hiks. " Kiara terus menangis membuat hati Alan semakin perih mendengar ucapan dan tangisan istrinya itu.


"Apa Mas tidak sadar, selama beberapa hari ini dengan sikapku. Aku bahkan sering memeluk Mas di saat Mas terlelap, mungkin aku egois karena hampir selema setahun ini tidak memberikan Mas hak sebagai seorang suami. tapi belakangan ini aku mulai sadar akan perasaanku sendiri. "


Deg...! jantung Alan kembali memompa dengan keras, ada rasa hangat menyelimuti hati pria itu, mendengar ucapan istrinya.


"Aku mencintaimu Kiara. Mas sungguh mencintaimu. Maafkan Mas yang bodoh ini. " ucap Alan sembari mencium pucuk kepala Kiara.


"Maafkan Kiara juga Mas, mungkin sebagai istri Kiara belum sempurna. Hingga Mas melakukan kesalahan itu. " Kiara mulai sadar jika ia juga penyebab dari suaminya melakukan hal hina itu.


"Tidak sayang, Semua ini salah Mas. Mas terlau tidak sabar menunggu hatimu. " ucap Alan


"Aku mencintaimu Mas. " ucap Kiara Lirih tapi masih bisa di dengar oleh Alan


Sebuah senyum tersungging di sudut bibir Alan, sungguh hatinya begitu bahagia mendengar pengakuan sang istri.


Alan melepas pelukannya, tangan pria itu tergerak menyangkat wajah wanita yang setahun ini telah mengisi harinya.


"Sungguh, kau sudah mencintai Mas? " tanya Alan


Kiara mengangguk Malu. Sungguh dia sangat Malu menatap mata suaminya.


Cup...!


Alan mencium bibir Kiara dan sedikit **********. Gadis itu tidak menolak sama sekali, bahkan Kiara mulai mengikuti gerakan suaminya.


Tangan Alan mulai menggerayangi tubuh istrinya itu. Ia menuntun Kiara ke tampat tidur dan merebahkannya disana. Kiara tidak melawan, ia sudah iklas memberi hak kepada suaminya yang seharusnya ia berikan sejak awal pernikahan mereka.


Setahun sudah Alan menunggu hari Ini, bahkan Paris dan Quin sudah akan memiliki anak karena Quin sedang mengandung saat ini.


Ciuman panas yang di lakukan keduanya terhenti saat Kiara mulai kehabisan nafas. beruntung juga Ponsel Kiara berbunyi, jadi ia bisa memberi alasan untuk menghentikan aksi suaminya.


"Mas berhnti, handphone ku berbunyi. " ucap Kiara menghentikan aksi suaminya.


Alan berdecak sebal, entah siapa orang yang sudah mengganggu dirinya dan Kiara.


"Siapa sayang? " tanya Alan saat Kiara mengambil ponselnya di dalam tas.


"Cihhh, bunglon itu ngapain sih. " ucap Alan kembali berdecak sebal.


"Mana Kia tau Mas, Kia angkat dulu. " ucap Kiara lalu menggeser tombol Hijau di layar ponselnya


"Halo Ris, ada apa? " tanya Kiara


"Halo Ki, lo dimana? " tanya Paris dari sebrang sana dengan nada panik.


"Lo kenapa Ris, kamu kok panik gitu? " tanya Kiara


"Quin_Ki. Quin. " ucap Paris panik. membuat Kiara juga ikut Panik.


"Kenapa dengan kak Quin Ris? kalian dimana sekarang? "


Alan langsung berdiri saat Kiara menyebut nama Quinn.


"kenapa dengan Quinn sayang? " tanya Alan yang juga ikut khawatir.


Kiara menggeleng, ia juga masih belum tau karena Paris ngomong tidak jelas.


"Kami masih di rumah Ki, tapi itu_ itu"


"Itu apa, ngomong yang jelas dong Ris! " Kiara berseru kesal. Kenapa sahabatnya itu jadi mendadak gagu.


Alan mengkodekan istrinya untuk Mengangtifkan pengeras suaranya agar Alan duga bisa mendengar.


"Aduh Mas sakit. " jerit Quin yang bisa di dengar oleh Alan dan Kiara.


Keduanya saling memandang lalu menepuk jidat mereka.


"Aduh Paris, lo bodoh banget sih. Itu Kak Quin kontraksi namanya. Buruan bawa ke rumah sakit. " ucap Kiara sambil Menggeleng-gelengkan kepalanya akibat kekonyolan yang di perbuat Paris.


"Ris cepet lo bawa Quin, lo itu gimana sih jadi laki. Bini kontraksi aja gak tau. " teriak Alan tak sadar.


"Aduk gue panik soalnya Quin jerit-jerit terus dari tadi. Yaudah dek kalau gitu kalain cepet nyusul, gue bawa Quinn ke rumah sakit. " Paris langsung menutup panggilan telponnya.


Sementara itu Kiara dan Alan menghela nafas secara bersamaan.


"Sahabat kamu itu sungguh konyol sayang, aku tidak habis fikir kenapa Quinn bisa mencintai pria seperti itu. " ucap Alan yang seketika membuat mata Kiara manajam.


"Terus Mas Mau aku yang menikah dengan Paris, begitu. " ucap Kiara sinis


Alan menatap istrinya, ia baru sadar jika ucapannya salah. "emm, bukan begitu sayang. Mana rela aku jika kamu sampai menikah dengan dia. " ucap Alan membujuk Kiara


"Kalau begitu di syukuri dong, karena kak Quinn yang menikah dengan Paris. " ucap Kiara


"Iya-iya, aku bersyukur karena Quin yang menikah dengannya dan bukan Kamu. " ucap Alan sambil memeluk Kiara dari belakang dan mencium tengkuk sang istri.


"Gak usah di lanjutkan Mas, kita harus segera pulang. Paris dan Kak Quinn pasti menunggu kita. Lagian Kasian Paris panik gitu tadi. " ucap Kiara yang seketika membuat Alan mendengus.


"Dasar kutu kupret, awas aja lo nanti. gue bikin perhitungan. " batin Alan kesal.


Kiara mengerti jika Alan kecewa, tapi mau bagaimana lagi. Mungkin Alan harus bersabar untuk malam pertama mereka.


.


.