This Love

This Love
Kelahiran Shakil



Alan dan kiara tiba di rumah sakit tepat pukul 11 siang. Keduanya langsung menuju ruangan Quinn karena Paris mengabari mereka jika Quinn sudah melahirkan dengan jalan Normal.


flashback on


Quin menarik kerah kemeja Paris saat pria itu menemani Quinn yang sudah berada di ruang persalinan. dokter sudah mengatakan jika Quinn bisa melakukan persalinan normal karena seluruh pengecekan yang di lakukan terhadap Quinn di nyatakan aman.


"Aduh Yang, kok kerah kemeja aku sih yang di tarik. " ucap Paris saat Quin semakin keras menarik lehernya.


"Sakit Mas. " ucap Quinn sambil meringis


"ya aku tau, pegang tangan aku aja yang. di cakar juga gak apa-apa, ini aku gak bisa nafas yang. " ucap Paris bernegosiasi.


Quinn menatap suaminya yang benar saja sedang menahan nafas. ia segera melepas tarikannya dari kerah kemeja Paris karena tak ingin secepat itu menjadi seorang janda. Meski saat ini memang janda yang terdepan, tapi tetap Quinn lebih memilih bersuami.


Paria yang baru saja terlepas dari maut langsung menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan cepat.


Paris menatap istrinya yang begitu terlihat kesakitan. Saat dokter menyatakan bukannya sudah lengkap Paris kembali mendekat. Ia menggenggam tangan sang istri dengan erat, entah dari mana datangnya air mata yang menetes di pipi. rasa haru dan sesak di dada Paris menjadi satu saat melihat perjuangan istrinya melahirkan pewaria dan keturunannya.


"Tenanglah sayang, semua pasti akan berjalan lancar. " ucap Paris


"sakit sekali Mas. " ucap Quin sembari terus menarik nafas sesuai intruksi dokter


Jantung Paris terasa mau lepas dari tempatnya tatkala melihat kepalanya sudah mulai keluar. dan setelah mengejan cukup keras akhirnya yang di nanti pun tiba, putra pertama pasangan Quinn dan Paris lahir dengan tangisan memekakan telinga.


Paris menangis harus tatkala ia melihat langsung bagaimana perjuangan seorang ibu melahirkan keturunannya. mempertaruhkan nyawa demi nyawa yang lain.


"Pak, putra anda. Lahir dengan lengkap , sehat dan sangat tampan. " ucap dokter memperlihatkan bayi mungil itu kepada Paris.


bulir bening kembali jatuh, Paris menggendong putranya dengan begitu bahagia. Setelah mengazani sang putra, Paris kembali memberikan putranya kepada perawat untuk di bawa ke ruangan bayi.


Paris mengusap sisa air matanya lalu kembali mendekati Quinn.pria itu mencium pucuk kepala Quinn dengan penuh cinta.


"Selamat sayang, kau melahirkan putra yang sangat tampan. wajahnya begitu mirip denganmu. Terimakasih karena kamu mau mempertaruhkan nyawa demi melahirkan keturanku. Terimakasih karena mau menunggu pria bodoh sepertiku selama ini, terimakasih karena sudah memberiki begitu banyak cinta. "


flashback off


"Dimana Quinn? " tanya Alan saat ia melihat Paris berjalan sendiri di lorong rumah sakit.


"Iya Ris, dimana kak Quinn? " tanya Kiara juga


"Ada di ruangan itu. " tunjuk Paris pada ruangan yang tidak jauh letaknya dari tempat mereka berdiri.


"Dia baik-baik saja? bagaimana bayinya, sehat kan? laki-laki atau perempuan? mirip sisapa? pasti mirip Quinn kan, tidak mungkin mirip rubah jinak sepertimu kan. " tanya Akan bertubi-tubi. bahkan membuat Kiara melongo mendengar begitu banyak pertanyaan plus juga ledekan di belakang kalimatnya.


Paris mendesis mendengar pertanyaan Alan, pria itu berdecak sebal sambil berlalu meninggalkan Kiara dan Alan tanpa menjawab apapun. Sementara Kiara masih sempat mencubit perut sang suami karena menurutnya pertanyaannya itu tidak baik.


"Aduh sayang, kok di cubit sih. "


"habisnya, Mas ini kok gak tau situasi banget ngeledek orang. " ucap Kiara ketus


"siapa yang ngeledek sih yang. aku kan nanya keadaan yang ada. " balas Alan santai.


"bodo amat,. " balas Kiara makin ketus, ia mendahului suaminya tanpa perduli alasan suaminya.


"Duhh yang, jangan ngambek dong. iya deh aku minta maaf. " bujuk Alan sambil berlari menyusul Kiara.


"aku gak perduli, Mas sudah keterlaluan. " ucap Kiara lalu mendorong pintu ruangan Quinn.


"Tapi say_


" kak Quinn. " Kiara berteriak tanpa memperdulikan Alan yang sedang berusaha membujuknya.


Alan berdecak karena Kiara kembali tidak memperdulikan dirinya.


"" Gimana keadaannya kak? baik kan? " tanya Kiara seraya mendekat


"ya dek, kakak baik kok." jawab Quin


"dedeknya mana kak? aku pengen liat. " tanya Kiara sambil melihat sekeliling


Kiara mengangguk mengerti, ia menoleh ke arah Paris yang sedang duduk diam di pinggir ranjang istrinya.


Plakkk....!


Kiara tiba-tiba memukul kepala Paris sedikit keras, sampai pria itu meringis dan menatapnya dengan galak.


"Apa lo melototin gue hahhh.Lo itu gimana sih jadi suami, gak becus tau gak, masak istri lo mau melahirkan malah lo nelpon kita. bukannya langsung di bawa ke rumah sakit. untung aja kakak gue gak apa-apa. " omel Kiara


"ya namanya juga orang panik Ki, elah maklumin aja kali. " ucap Paris membela diri.


Alan yang melihat suami sahabatnya itu kena omel malah terkekeh.


"gak usah ketawa lo, awas nanti lo ada di posisi gue lebih panik. gue ketawain juga lo. " ucap Paris dengan mata mendelik ke arah Alan.


"Buahahahaha." bukannya takut Alan malah tertawa lebar.


"Ehhh lo sehat ngomong gitu ke gue, lo lupa profesi gue apa. " ledek Alan


Paris mendengus kesal melihat wajah songong Alan yang terlihat menang dari dirinya.


"udah gak usah pada ribut. " sela Kiara saat suster membawa bayi Quin masuk.


Kiara dengan sigap menggendong bayi mungil itu. " wah ganteng banget sih kamu sayang, mirip siapa ini. " ucap Kiara sambil menoel gemas pipi gemul sang keponakan


"ya mirip gue lah, kan gue bapaknya. " ucap Paris


"Cihhh, songong. " sini Alan


"Apa lo, somplak. " balas Paris


"Duh kalain ini ribut terus, aku pusing dengernya. " ucap Quin yang sejak tadi diam mendengar perdebatan suami dan sahabatnya itu.


"Tau ini bunglon. " ucap Alan


"apa lo samsudin. " balas Paris.


"aduhh udah deh. kalian ini. Mas bisa diem gak. " ucap Kiara pada Alan sambil melotot ke arah suaminya.


"ya maaf sayang, kan dia juga yang duluan. " balas Alan


"kak, mau di kasi nama siapa? " tanya Kiara ke Quin


"Katanya Mas Paris sudah punya nama. " jawab Quin


"siapa Ris? " tanya Kiara penasaran begitupun dengan Quinn dan Alan.


"Wajib Abdullah Shakil. " jawab Paris dengan senyum simpul.


semua orang yang ada disana melongo mendengar nama yang di berikan Paris kepada putranya itu.


"Lo yakin mau ngasi nama itu Ris? " tanya Kiara


Paris menggangguk yakin.


"Bagaimana menurutmu sayang? " tanya Paris pada Quinn


"Ya aku setuju, nama itu bagus dan mengandung arti yang mulia. " jawab Quinn


Kiara dan Alan mengangguk setuju."halo Shakil, semoga kelak kau bisa menjadi putra yang di mimpikan oleh ayah Ibumu ya. Aunty akan selalu mendoakanmu. " ucap Kiara dengan tulus, bahkan air matanya keluar karena harus.


"Kita juga akan punya anak yang cantik dan tampan seperti Shakil sayang. " balas Alan sambil memeluk pinggang istrinya dengan mesra.


.


.