This Love

This Love
Datangnya penggoda



pukul 11Siang mereka akhirnya sampai di tempat tujuan. Sebelumnya mereka sudah membeli sebuah buket bunga dan bunga tabur untuk makam Adel.


Keduanya turun dari dalam mobil, berjalan menuju letak makam Adel.


"Apa ini makamnya? " tanya Paris saat Kiara berhenti di sebuah gundukan tanah yang sudah di beri batu Nisan.


"Hmmm, ini makam Mama. " jawab Kiara


"Hay Ma, Kiara datang lagi. Dan kali ini Kiara tidak sendiri, lihat kan Mah Kiara bawa bawa siapa. " ucap Kiara sambil berjongkok di pusaran sang mama tercinta.


"Halo tante. " Paris menyapa. matanya sudah mulai berkaca-kaca.


Paris tidak pernah menyangka jika ia akan menemui ibu sahabatnya dengan cara seperti ini. Dulu Adel sangat menyayangi nya. Bahkan Paris sudah dianggap anaknya sendiri. Tapi Paris, ia bahkan pergi dengan keegoisannya.


"Bagaiamana kabar tate, baik kan? Ini Paris tan. Paris membawa oleh-oleh untuk tante. " Paris meletakan buket bunga di atas pusaran Adel.


"Maafkan Paris tante, maafkan Paris. Paris terlalu egois hingga tidak mengetahui penderitaan tante Dan Kiara. Seharusnya Paris datang menemui Kalian. Tapi tidak, Paris malah semakin larut dalam semua Ego Paris. " ucap Paris dengan suara serak.


Kiara menggenggam tangan Paris, menguatkan pria itu. Meski Kiara pun sangat amat sedih, melihat bagaimana perjuangan sang ibu melawan penyakitnya selama bertahun-tahun.


"Tapi kali ini Paris berjanji, Paris akan menjaga Kiara tante. Paris tidak akan membiarkan Kiara menangis lagi " janji Paris.


Cukup lama keduanya berada disana. sebelum pulang mereka membersihkan makan Adel terlebih dulu, menaburkan bunga lalu memberi doa.


"Mah, Kiara Dan Paris pamit pulang ya. Lain Kali Kiara akan datang berkunjung lagi. Dan ohhh ya Ma, dua minggu lagi Paris akan menikah. Gadis nya cantik Dan Baik. Andai mama masih ada pasti Mama sangat bahagia melihat calon istri Paris. " ucap Kiara dengan suara serak.


Paris mengusap punggung Kiara, ia sangat tau jika pastilah Kiara sangat merindukan Adel.


"Kami pamit ya tante. " ucap Paris


Keduanya meninggalkan makan sekitar pukul 1 siang. Sebelum pulang keduanya menyempatkan untuk mengisi perut mereka di sebuah rumah makan dekat pemakaman.


...----------------...


Sementara itu Alan tengah duduk sendiri di atas gedung apartemennya. Beberapa hari ini ia tidak pergi ke rumah sakit maupun ke rumah Kiara. Alan masih memikirkan kejadian beberapa hari yang lalu saat ia tidak sengaja bertemu dengan cinta pertamanya Selin.


Flashback on


Alan baru saja pulang dari rumah Kiara saat gadis itu telah di perbolehkan pulang. Paris yang sangat lelah langsung menuju lantai apartemennya. Tapi saat ia baru saja masuk ke dalam lif, tiba-tiba seorang wanita menghalangi pintu lif dengan tangannya. Alan yang sigap segera membantu.


Wanita itu masuk ke dalam lif dengan rambut berantakan dan pakaian penuh robekan.


"Anda tidak apa-apa nona? " tanya Paris sambil mencoba mendekati wanita itu.


Ia terlihat sangat ketakutan, terlihat saat Alan mencoba menyentuh nya dan Ia berteriak.


"Lepaskan, jangan sentuh saya. "


suara itu begitu familiar untuk Alan. Dengan perasaan bercampur aduk Alan mencoba melihat wajah wanita itu. Saat wajahnya yang terhalang rambut sudah terlihat, Alan merasa sangat syok.


"Selin." ucap Paris dengan Mata melebar sempurna.


Selin yang menyadari sesuatu langsung berbalik mengahadap Alan. Wanita itu langsung berhambur ke pelukan Alan karena merasa beruntung bisa bertemu matan kekasihnya.


Selin menangis sejadinya, sementara Alan hanya terdiam di tempat.


Pintu lif terbuka. Tidak ada yang bisa Alan lakukan selain membantu selin. Alan membawa Selin ke apartemennya agar tidak terjadi kesalahan pahaman dari orang-orang sekitar.


Dan sampai saat ini wanita itu masih bersama Alan.


Flashback off


"Lo mau sampai kapan disini terus? " pertanyaan yang datang dari mulut Quinn.


Gadis itu sudah tau semuanya. Dan dia tidak habis fikir kenapa Alan mengajak Selin tinggal di apartemennya.


"Lo yakin akan terus membiarkan Selin tinggal di tempat lo? " tanya Quinn saat gadis itu sudah duduk di sebelah Alan.


"Gue tidak tau, dia mengatakan perlu tempat tinggal karena ada orang yang sedang mengejarnya. "


"Tentu saja, Selin tidak pernah berbohong. "


"Benarkah, lo masih percaya itu. " Quinn bertepuk tangan karena kebodohan sahabatnya itu.


"Lalu, beberapa tahun yang lalu apa yang dia lakukan terhadap lo? "


pertanyaan Quinn mengingatkan segalanya yang pernah terjadi.


"Itu semua masa lalu Quinn. "


"Benarkah? semudah itu lo percaya lagi. Lalu Kiara? "


Deg...!


Satu nama itu cukup untuk membuat Alan bimbang.


"Dia hanya aku anggap adik. "


"Benarkah!" ucap Quinn sinis


"Jangan sampai lo menyesal Al. Gue tau Selin cinta pertama Lo, tapi dia bukan wanita yang baik. Lebih baik lo pertimbangkan lagi sebelum mengambil keputusan. Dan ohhh ya, Kiara sedang pergi bersama Paris."


"Apa, kemana? "


Quinn tersenyum senang melihat reaksi Alan. Dia tau jika sahabatnya itu mulai menyukai Kiara.


"Mereka pergi ke makan mamanya Kiara. Mungkin mereka akan sampai agak malam di rumah. " ucap Quinn semakin memanasi Alan.


"Sial." Alan mengunpat


Pria itu langsung berlari menuju kamarnya untuk mengambil kunci mobil meninggalkan Quinn dengan wajah senang karena berhasil memanasi Alan.


Di dalam Apartemen


"Al, kamu mau kemana? " Tanya Selin saat Alan masuk Dan terlihat terburu-buru.


"Aku ada urusan sebentar. " ucap Alan masih dengan tatapan datar.


Selin mencoba untuk merayu Alan lagi. gadis itu memang pandai bersandiwara.


Mula-mula Selin berjalan ke arah Alan, lalu Ia membenturkan kakinya di meja yang ada di sebelahnya.


"Ahhhh." Selin menjerit kesakitan. Ia berpura-pura jatuh untuk menarik perhatian Alan, karena ia tau Alan masih memiliki rasa untuknya.


"Sel, kamu tidak apa-apa? " tanya Alan sambil membantu selin berdiri.


"Kepalaku terasa berat. " ucap Selin dengan suara lemah.


"Lebih baik kau istirahat, Aku akan mengambilkan obat. " Alan membantu Selin masuk ke dalam kamarnya.


Saat Alan membantu membaringkan tubuh Selin, tiba-tiba Wanita itu sengaja menarik kerah kemeja yang di kenakan Alan hingga membuat Alan terjatuh dan menimpa nya.


Dua Mata saling bertemu, degup jantung Alan dan Selin memacu kencang. Selin tersenyum menggoda, ia tau jika Alan masih memiliki rasa terhadapnya.


Perlahan Selin mulai meraba bibir Alan, menggodanya dengan belaian. Alan yang merasakan sentuhan Selin hampir saja lupa diri.


Saat Alan sadar ia langsung menjauhkan tubuhnya dari Selin.


"Kau istirahat saja, Aku ada urusan penting. " ucap Alan dingin dan langsung meninggalkan Selin sendiri di kamarnya.


Selin yang melihat kegagalannya mengerang kesal. Ia gagal menarik Alan masuk ke dalam perangkapnya. Tapi Selin tidak akan menyerah, Ia akan terus mencoba sampai Alan kembali masuk ke dalam pelukannya.


.


.