
Hari ini Alan memang sengaja mengambil cuti agar bisa berdua dengan Kiara. pasalnya sejak dari menikah sampai beberapa hari yang lalu hubungan mereka tidak terlalu baik. maka untuk menebus hari-hari yang sudah berlalu Alan akan berada di rumah selama satu minggu full. Tentunya itu bukan hal yang mudah bagi Alan untuk meminta izin dari Quinn, pasalnya wanita itu juga baru saja melahirkan , dan rumah sakit tidak ada yang mengawasi.
Tapi mau apa lagi, Alan juga tidak ingin membuang kesempatan berdua bersama Kiara.
Alan menatap sang istri yang tengah sibuk menatap keluar jendela. Hujan yang turun di pagi hari ini sungguh tak terduga, mendung yang hanya tidak seberapa itu menghasilkan hujan yang sangat lebat.
"Sayang, kamu gak dapet diri terus? " tanya Alan seraya mendekat
Kiara menggeleng. " Tidak, aku sangat suka melihat hujan turun Mas.. " jawab Kiara
"Tapi anginnya cukup kencang sayang, nanti kamu masuk angin. " Alan memeluk Kiara dari belakang, melingkarkan tangan kekarnya di perut rasa sang istri.
Kiara tersenyum simpul, tangannya terarah pada kaca bening yang memberi jarak antara dirinya dan hujan.
"Mas." panggil Kiara
"Hmmm, kenapa? " tanya Alan
"Apa kita akan terus seperti ini? " Tiba-tiba Kiara bertanya sesuatu yang menurut Alan sedikit aneh.
Alan melepas tangannya dari perut sang istri, is membalik tubuh Kiara hingga keduanya kini saling berhadapan.
"Apa kamu ragu? " Alan balik bertanya.
Kiara menggeleng, ia tidak ragu. hanya saja ada ketakutan yang tersimpan jauh di lubuk hati yang terdalam.
"Percayalah jika Mas akan selalu bersamamu hingga maut memisahkan kita. Meski pernikahan kita dari sebuah ketidaksengajaan, tapi Mas mencintai kamu tulus. Mas mungkin tidak bisa berjanji, tapi Mas akan membuktikan ucapan Mas ini benar adanya. "
"Apa kau percaya? "Kiara menganguk, karena ia harus percaya dan yakin.
" Kalau begitu hapus semua rasa ragu yang ada di hatiku sayang. Maafkan kesalahan yang pernah Mas buat selama ini. Maafkan Mas karena tidak bisa mengerti dirimu, dan maafkan Mas yang sudah pernah berfikir untuk mendua. " Alan menarik Kiara ke dalam pelukannya.
"Nyaman." satu kata itu mampu mewakili perasaan Kiara saat ini.
Cukup lama keduanya berpelukan sampai dimana bel rumah mereka berbunyi hingga membuat Alan menjadi kesal.
"Mas, sepertinya ada tamu. " ucap Kiara sembari ingin melepas pelukan mereka.
"Biarkan saja sayang, mungkin orang iseng. " balas Alan yang sedang dalam mode tidak ingin di ganggu..
Tapi sayangnya bel rumahnya terus menerus berbunyi. Art yang ada di rumah Alan ia liburkan semua hanya untuk bisa berduaan dengan sang istri. Tapi apa! ia malah di ganggu oleh entah siapa itu.
"Mas lepas ihh, aku malu liat siapa di luar. " ucap Kiara melepas paksa pelukan sang suami.
Alan berdecak kesal sembari mengumpati tamu yang sudah membuat kemesraan nya menjadi hilang.
Kiara turun ke bawah sambil sedikit berlari. Ia bergegas membuka pintu rumahnya.
Clak...!
Saat pintu rumah terbuka lebar terlihat Dua sosok pria Tampan yang entah darimana datangnya. Kiara mengerutkan dahinya karena tidak mengenali Dua pria itu.
"Maaf, kalian mau cari siapa? " tanya Kiara sopan
"Bukannya ini rumah Alan? anda yang siapa? pembantu baru ya? " salah satu pria dengan wajah oval bertanya
"Maaf sa_
" Sayang, siapa yang datang? " Tanya Alan sembari berteriak cukup kencang, memotong ucapan yang akan keluar dari bibir Kiara.
Kedua pria yang masih berdiri di depan pintu itu saling memandang. keduanya bahkan kompak mengucapkan satu kata.
"Sayang! "
"Sayang! ".
" Siapa yang? " tanya Alan lagi sembari mendekat.
Kedua pria yang ada di depan itu seketika tertawa terbahak. membuat Kiara sampai terjengkang karena kaget.
Attar dan Rio. Mereka adalah sahabat Alan sejak duduk di bangku SMA, persahabatan mereka hampir mirip dengan Kiara dan juga Paris. bedanya jika Persahabatan Kiara dan sahabatnya hanya ada satu pria. Dan di persahabatan Alan hanya ada satu wanita yaitu Quinn.
"Mau apa kalian kesini? " tanya Alan ketus yang seketika membuat tawa kedua sahabatnya itu terhenti.
"Elah brow, sahabat tumben datang aja lo ketus gitu. Gimana kalau tiap hari kita kesini. " ucap Rio dengan mimik wajah di buat sedih.
"Gak usah ngimpi. " balas Alan dengan mata mendelik.
"Ehhh siapa brow, Pacar baru? " tanya Attar seraya melihat ke arah Kiara.
"Dia istri gue. " jawab Alan mantap dengan seringai di wajahnya.
"pff." hampir saja Attar dan Rio tersedak ludahnya sendiri mendengar jawaban Alan. Pasalnya satu pun dari mereka tidak ada yang tau kapan sahabatnya itu menikah.
"Wah jangan becanda lo Al! masak lo tega nikah gak ngundang-ngundang kita. "ucap Rio.
" Dadakan brow, gak ada pening. " balas Alan asal.
"Mas, diajak masuk dulu tamunya. Masak ngobrol di depan pintu." Kiara menegur suaminya.
Alan mengangguk lalu mengajak kedua sahabatnya masuk ke dalam. Sementara itu Kiara membuat minuman dan beberapa cemilan untuk suami dan sahabat suaminya.
"Al, lo beneran udah Nikah? " tanya Attar kembali memastikan
Alan pun menanggapi pertanyaan sahabatnya dengan anggukan mantap. Tidak ada rasa ragu bagi Alan menjawab pertanyaan itu meski hanya dengan anggukan kepala saja.
"Kapan? " Tanya Rio.
"Hampir satu tahun yang lalu, satu bulan sebelum Quin menikah. " jawab Alan.
"Ohh, pantes aja kita gak tau. Waktu itu gue lagi di Singapura, bahkan Quin nikah aja gue kagak bisa datang. " ucap Rio
"Tapi waktu Quin nikah gue dateng kok, tapi gue gak lihat lo Al. gue tanya Quin, dia cuma bilang lo gak bisa dateng karena sibuk. " imbuh Attar
"Gue dateng! cuma udah kemaleman. Dan lo, dateng kok gak mampir kesini? " tanya Alan
"Ya waktu itu gue buru-buru, dari Bali gue langsung kesini, terus balik lagi ke Belanda." jawab Attar
Alan manggut-manggut mengerti. ia tau jika kedua sahabatnya begitu sibuk, bahkan waktu untuk mereka berkumpul pun sangat jarang Ada.
"Mas, diminum tehnya." ucap Kiara sambil meletakkan tiga cangkir teh dan cemilan di atas meja.
"Kalian gak pake Art? " tanya Attar saat melihat Kiara yang melayani mereka.
"Pakek, cuma semua lagi libur. " jawab Alan.
"ohhh ya sayang, kenalin. mereka ini sahabat aku, yang ini Rio. " tunjuk Alan ke Rio. " dan ini Attar. " Alan mengarahkan tangannya ke Attar.
Kiara mengulurkan tangannya ke Rio. "Saya Kiara. " ucap Kiara memperkenalkan diri.
"Rio. " balas Rio
"Dan saya Attar. " kini giliran Attra yang memperkenalkan diri.
"Kiara." sambut Kiara dengan ramah.
"Maafkan kami Kiara, jika kami tidak membawa apapun untukmu. Kami sungguh tidak tau. " ucap Attar yang merasa sedikit tidak enak.
Kiara tersenyum. " tidak apa-apa Mas, lagian di do'ain aja udah alhamdulillah. " Balas Kiara.
Attar tersenyum senang. Ia mengira jika Alan tidak akan pernah menikah karena belenggu rasa sakit akibat ulah mantannya terdahulu. Ternyata kini ia melihat sahabatnya begitu bahagia, dan Attar sungguh bersyukur atas hal itu.
.
.