This Love

This Love
Drama setelah malam panjang



Selepas sepulang dari rumah sakit, Alan dan Kiara memutuskan untuk pulang ke rumah mereka. pasalnya hari ini Kiara sangat lelah, ia merasa tulangnya remuk semua.


"Mau aku siapkan air hangat? " tanya Alan saat keduanya tengah berada di ruang tamu.


"tidak usah Mas, biar aku saja sendiri. " tolak Kiara. ia tidak mungkin menyuruh suaminya yang juga terlihat begitu lelah. apalagi perjalanan mereka pagi tadi.


"Mas mau kopi? " tanya Kiara melihat mata suaminya malah terpejam saat pria itu merebahkan tubuhnya di sofa.


"hmmm, boleh deh yang. Aku ngantuk banget, padahal ada berkas yang perlu aku periksa. " jawab Alan


"ya sudah, aku buatkan dulu. Mas naik aja ke atas, mandi duluan. biar aku siapkan makan malam juga sekalian. " ucap Kiara


"Emang kamu gak capek yang. pesen online aja, atau bisa suruh pelayanan kan. " ucap Alan


"Gak usah Mas lagian aku gak terlalu capek. udah ilang kok capeknya. Mas buruan mandi sana. "usir Kiara.


Alan tersenyum, ia berjalan mendekati Kiara lalu mencium pucuk kepala sang istri. " Yaudah, mas naik dulu ya. jangan capek-capek. " ucap Alan yang di angguki langsung oleh Kiara


Setelah Alan naik, Kiara langsung menuju dapur. ia mengambil beberapa bahan makanan dari kulkas dan menyusunnya di meja.


Hampir sekitar satu jam lamanya Kiara berada di dapur, sampai Alan datang dan memeluknya dari arah belakang. membuat Kiara sangat terkejut.


"Mas, kamu ngagetin deh. " ucap Kiara sambil memukul tangan Alan.


cup...!


Alan mencium tengkuk sang istri dengan penuh cinta.


"Udah selesai belum yang, aku pengen nih. " bisik Alan di telinga Kiara.


"Mas, jangan disi dong. nanti kalau ada yang lihat gimana. " tolak Kiara secara halus.


"Gak akan ada yang liat sayang, kan rumah ini sepi kalau jam segini. " ucap Alan yang masih setia dengan aksinya.


"Iya sih, tapi aku kan belum mandi mas. nanti ya. " ucap Kiara melepas pelukannya dari sang suami.


Alan menghela nafas panjang saat Kiara melepas pelukannya. Rasa kecewa tentunya ada, tapi Alan juga tidak ingin memaksa jika Kiara tidak Mau.


"Mas ngapain bengong disana, sini donk, itu kopinya aku taruh di ruang tamu. Aku mau ke atas untuk Mandi, setalah aku selesai kita makan malam bersama. " ucap Kiara


Alan mengangguk, Kiara lalu naik ke atas untuk mandi. Di bawah Alan terlihat tersenyum senang, setelah sekian lama akhirnya pernikahan mereka sempurna. meski belum ada anak diantara mereka tapi itu bukan menjadi masalah besar bagi Alan.


yang Alan sangat sesali kenapa ia harus berbuat boroh hanya karena hati sang istri belum terbuka kepadanya. padahal ia cukup bersabar sedikit lagi saja. tapi Alan bersyukur karena Kiara mau mengerti juga. dan Alan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.


"Massssss." Kiara berteriak sangat kencang hingga Alan panik dan segera berlari ke atas.


"Yang kenapa? " tanya Alan yang terlihat sangat panik.


"Mas, kamu apa-apa sih. kemana semua pakaianku yang ada di lemari? kenapa semua tidak ada, malah ada ini doang. " tanya Kiara sambil melempar pakaian yang kekurangan bahan itu ke lantai.


Mata Kiara sibuk mencari semua pakainya di dalam lemari tanpa melihat ke arah Sang suami yang berdiri di belakangnya.


Alan memang sengaja memindahkan pakaian Kiara dan menggantikannya dengan berbagai macam lingerie yang Alan pesan dari temannya yang memiliki butik.


Alan memungut lingerie yang di lempar sang istri seraya mendekat.


grep...!


Alan memeluk Kiara dari belakang sambil tersenyum penuh arti.


"Aku sengaja memindahkan semua pakain kamu dan menggantikan nya dengan baju dinas malam ini sayang. " ucap Alan tanpa dosa.


"baju Dinas? memang siapa yang mau bekerja di tengah malam begini Mas? " tanya Kiara bingung


"Hahahaha, ya kamu lah. " jawab Alan dengan tawa renyah


Kiara melepas pelukannya suaminya lalu berbalik. " aku Mas, kamu nyuruh aku kerja malam ini? "Alan mengangguk.


" Hmmm, dan kamu akan bekerja sampai pagi. " bisik Alan di telinga Kiara.


Kiara menelan ludahnya sendiri, ia baru mengerti dengan ucapan sang suami setelah ia memperhatikan lingerie yang berada di tangan suaminya.


"kau siap sayang. " bisik Alan lagi yang seketika membuat jantung Kiara serasa mau lepas dari cangkangnya.


"Tuhan jika bisa selamatkan aku malam ini saja. " Kiara membatin.


Alan mulai mendekat, Kiara malah mundur selangkah. Alan maju Dua langkah, Kiara pun melakukan hal yang sama. sampai tubuh Kiara membentur tembok, dengan sigap Alan Mengungkung badan sang istri dengan kedua tangannya.


"Astaga siapa sih yang naruh tembok disini. " batin Kiara.


Alan semakin tersenyum melihat wajah istrinya yang begitu gugup.


Tapi memang benar, ia sedikit takut. bahkan detak jantungnya bisa terdengar dengan jelas. Mata Kiara terpejan saat wajah Alan mulai mendekat. dan


Grep...!


Alan menggendong tubuh sang istri hingga gadis itu menjerit karena kaget.


"Ahhhhh.Mas." jerit Kiara karena kager


"Aku siap memakanmu malam ini. " bisik Alan.


Seringai di wajah pria itu membuat Kiara salah tingkah. mungkin ini sudah waktunya bagi Kiara memberikan apa yang menjadi hak suaminya selema ini.


"Boleh Sayang? " tanya Alan sebelum dia melakukan aksinya.


Kiara menggunakan malu. Alan tersenyum lalu ia memulai pertempuran malam panjang ini. Malam yang akan diingat seumur hidupnya.


...****************...


pukul lima pagi Kiara sudah bangun dan melakukan aktifitasnya, meski badannya terasa sangat letih akibat ulah suaminya semalam yang membuatnya tidak bisa tidur dengan nyenyak..


"Ahhhh." Kiara meringis saat ia merasa nyeri pada selangkangannya.


Kiara memaksakan diri untuk bangun, jalannya bahkan seperti ondel-ondel jika di lihat. Sungguh Kiara tidak menyangka akan seperti ini jadinya.


Suara gemercik air membuat Alan membuka matanya, ia meraba sebelahnya yang ternyata tidak ada sang istri di sampingnya. Alan mengerjakan mata, melihat ke sisi kanan yang memang Kiara sudah tidak ada disna.


"Jam segini dia mandi. " gumam Alan saat melihat jam menunjukan pukul 5 pagi.


Alan beranjak dari tempat tidurnya sambil menguap.


tok


tok


"Sayang, kamu di dalam? " tanya Alan


"Iya Mas. " jawab Kiara


"Ngapain sih sayang? ini baru jam lima loh! kamu mandi? " tanya Alan memastikan


"Iya Mas, kan udah pagi juga. aku mau turun bikin sarapan buat kamu sebentar lagi. " jawab Kiara dari dalam.


"Ya ampun sayang, hari ini aku libur. kamu ngapain juga mandi jam segini, nanti kamu sakit. cepat keluar. " Alan menggedor pintu kamar mandi agar istrinya itu cepat keluar.


cklak...!


Akhirnya pintu kamar mandi terbuka, memperlihatkan Kiara yang baru saja selesai Mandi dengan rambut basahnya.


"Pakai acara keramas juga. " Alan menutup jidatnya sendri.


Kiara tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat wajah suaminya yang konyol.


"Mas aku tuh mandi pakai air hangat, jadi tidak mungkin sakit. Lagian Mas ini kenapa sih parno banget, Mas kan dokter masak ia takut istrinya sakit." ucap Kiara sambil terkekeh.


"Iya habis kamu bikin Mas khawatir. " Alan cemberut, ia benar-benar khawatir dengan istrinya itu.


"Ya, ya. Mas tidur lagi gih, aku mau ke bawah. "


"Ngapain ke bawah, masih malem yang. " Alan menghentikan langkah sang istri. " Kamu tidur aja lagi, pasti kamu capek karna aku semalam."


"Gak Kok Mas, cuma masih sedikit nyeri. "


"Tuh kan, yuk tidur lagi. masalah pekerjaan di bawah biar art aja yang nyelesain yang. "


"tapi Mas_


" gak ada tapi-tapian sayang. "


"Rambut aku masih basah. " rengek Kiara


Alan menghela nafas panjang, sungguh istrinya itu bisa membuat Alan lemas. Apalagi saat ia memperlihatkan wajah imutnya itu, ingin rasanya Alan memakan istrinya lagi. Jika Alan tidak mengingat bagaimana pertempurannya semalam mungkin saat ini Alan sudah khilaf.


"Yaudah, biar aku keringin dulu. " Alan berjalan ke arah meja untuk mengambil Hardrayer. Segera setelah ia mendapat barang itu ia langsung mengeringkan rambut sang istri.


Sungguh Alan merasa bahagia, semoga keluarga kecilnya tidak akan ada yang menganggu.


.


.