
Sudah satu minggu berlalu . Semenjak kematian orang tua dara. dara selalu melamun di atas meja makan . Rumah yang besar ini terasa sepi dan hampa tak ada kecerewetan ibunya dan nasihat ayahnya lagi .
'Nanti kalo ayah udah gak ada . Kamu yang akan mengantikan ayah menjalankan perusahan kita dara'.
'Ayah kok ngomong gitu. Dara belum siap yah... mimpin perusahaan'.
'Sudah... sudah . Makan dulu roti bakan coklat keju nya'.
'Wih... ibu tau aja makanan kesukaan aku . Aku tambah sayang deh sama ibu'.
'Jadi kamu gak sayang sama ayah?'.
'Dara sayang kalian berdua'.
Dara menitikan air mata lalu tersenyum miris mengingat kejadian pagi itu .kejadian sebelum kecelakaan itu terjadi hingga merenggut nyawa orang tuanya.
Tok...tok...tok...
Suara ketukan pintu . Menyadarkan lamunan dara .dara menyeka air matanya lalu berjalan menuju pintu dan membuka pintu.
Terlihat lelaki yang ia puja menatap wajah dara dengan datar . Dan dibelakang lelaki tersebut terdapat dua lelaki yang bertubuh besar dan memakai jas serba hitam
"Yanuar, kamu ngapain kesini? Ini masih pagi". Tanya dara
"Aku kangen dengan rumah ini dara".
"Baiklah silahkan masuk".
Lalu yanuar masuk diikuti oleh dara dan di belakang dara terdapat antek antek dari yanuar.
Yanuar berhenti lalu memutar badanya yanuar menatap antek anteknya -bodyguard- dengan tatapan 'lakukan sekarang' . Dara menyeritkan alisnya tak beberapa lama tangan dara di piting oleh satu bodyguardnya .
"Hey! Apa yang kau lakukan". Dara memberontak .
"Lepaskan aku! Yanuar apa yang ingin kau lakukan padaku?!" . Dara terus memberontak namun hasilnya nihil.
Satu bodyguardnya lagi mengeluarkan sapu tangan yang berisi obat bius . Lalu menempelkannya di hidung dara. Seketika dara kehilangan kesadarannya.
.
.
.
Dara prov
Aku memerjapkan mataku menyesuaikan cahaya lampu yang ada di sini, sungguh kepala ku terasa berdenyut .ku mengedarkan pandanganku yang ku lihat hanyalah barang barang yang tak terpakai dan berdebu .
Aku ingin pergi dari sini namun tubuhku terikat dikursi .
"Toloongggg!". Aku berteriak sebisaku dan aku mengerakan badan ku agar ikat ini melonggar
"Siapa aja tolong aku". Teriak ku lagi
Krrrriiiittttt
Ku mengedarkan pandangaku menuju asal suara . Ku melihat pintu yang telah usang dan engselnya berkarat terbuka dengan perlahan.
Pintu terbuka menampilkan sosok pria itu . Yanuar
"Hey yanuar tolong aku!".
Yanuar menyeringai . Lalu berjalan perlahan kearahku.
"Sedang apa kau di sini sayang?". Tanya yanuar dengan lembut lalu mengelus rambutku
"Bodyguad brengsek mu itu yg melakukan ini padaku. Tolong lepas....awww". Yanuar menjambak rambutku
"Yanuar apa yang kau lakukan .lepaskan sa..sakit".
"Yanuar apa yang kau lakukan. Lepaskan sakit. Hey! Aku tak perduli kau sekarang tak berguna lagi wanita bodoh!". Yanuar bembentakku tepat didepan wajahku . Aku sungguh sakit hati dengan pelakuannya padaku
"Kau pasti binggungkan deganku! . Oh ya... hari ini akan aku keluarkan faktanya". Yanuar melepaskan jambakannya .
Sungguh kepalaku terasa sangat sakit .
"Apa maksudmu?!". Tanyaku pada yanuar. Aku takut melihat yanuar yang seperti ini.
"Ti...tidak mungkin". Air mataku mulai memenuhi sudut sudut mataku.
"Yang kedua aku telah menyuruh orang untuk membunuh ayahmu". Yauar tersenyum sinis padaku
"Katakan bahwa ini hanya lelucon yanuar!" . Oke dara kau tidak boleh menangis ini hanya lelucon recehan yang dibuat oleh cowok brengsek.
Yanuar mendekatkan wajahnya ke telingaku. Dan dia berkata
"Dan yang ketiga semua aset perusahaanmu dan rumahmu telah menjadi milikku . Se.u.tuh.nya". Ia tertawa renyah di kupingku.
Sungguh tak bisa menahan air mataku . Air mataku jatuh tanpa minta izin. Aku benci penghianatan .
Ia mengusap pipiku yang dibanjiri air mata
"Tak usah mengangis sayang, sebentar lagi kau akan menyusul orang tuamu". Ia bersiul lalu datang lah pria yang tadi datang kerumah ku
"Lakukan apa yang ingin kau lakukan dan bunuh dia .jangan tinggalkan jejak sedikit pun". Titah yanuar pada bodyguardnya.
Yanuar berjalan menuju pintu . Lalu menghilang di balik pintu. Bodyguard berambut gondrong ini menyeringai pada ku .lalu perlahan mendekatiku . Jujur aku sangat takut ia berbuat macam macam padaku.
"Apa yang ingin kau lakukan?". Bentakku pada mereka . Aku tak boleh takut padanya.
Drrrrtt
Drrtttt
Ku dengar ponsel milik bodyguard gondrong berbunyi . Bodyguard itu mengangkat panggilan tersebut . Lalu menghilang dari balik pintu.
Tersisa aku dan satu bodyguard berkepala botak ini .
"Hy nona manis". Bodyguard ini berjalan perlahan mendekatiku
"Jangan mendekat atau..."
"Atau apa hah?". Ia menciumi leher ku dengan kasar . Aku memberontak aku tidak terima dengan ini semua .ini namaya pelecehan . Namun apa daya seluruh tubuh ku terikat sempurna di atas kursi hanya kakiku saja yang tidak terikat.
Aku menangis sejadi jadinya apakah ini akhir dari kehidupan dara zeroun?. Ah tidak! Aku tidak ingin berakhir disini. Aku harus mencari cara agar bisa keluar dari sini. Bodoh sekali kau dara gunakan kakimu .
Aku menendang bagian sensetive bodyguard itu dengan sangat kencang. Rasakan itu botak bodoh!.
Ia meringis kesakitan dan berguling gulingan seperti anak bayi. Aku tertawa melihatnya.
"Kau mau bermain main dengan ku ya! Baiklah malam ini kita akan selesaikan semuanya" . Teriak bodyguard itu
Ia berjalan mendekat ke arahku. Lalu memutar belakang tubuhku untuk membuka ikatan yang ada di tubuhku.
ide melarikan diri muncul dengan tiba tiba . Aku tersenyum sedikit melihat betapa bodohnya bodyguard botak ini.
Ketika ikatan ini terlepas sempurna aku mengambil ancang ancang untuk kabur .
1...
2....
3...
Aku berdiri lalu berlari . Namun tangan kokoh ini menahan ku . Aku berusaha memberontak namun gagal. Aku didorong hingga membentur dinding yang terbuat dari kayu ini . Ia berjalan ke arahku aku semakin terpojok . Kali ini aku benar benar takut . Kumelihat sebuah botol berwarna hijau berdiri di samping kaki ku .
Sekali lagi aku menendang bagian sensitive sibotak itu . Iya tersungkur dan meringis lagi . Lalu dengan cepat aku mengambil botol hijau itu lalu
Prrangggg
dan aku memukul sibotak dengan botoh hijau ini. Si botak ini tak sadarkan diri dan darah mengalir dari kepala kosong si botak
Sial! Kaki ku terkena sepihan botol . Ugh... betapa sakitnya ini . Aku berlari menuju pintu .dan aku berhasil keluar dari neraka itu .
hujan deras membasahi tubuhku aku terus berlari di tengah kegelapan sekuat yang aku bisa, walau kakiku terasa sangat sakit karena luka sayat ku ini aku harus terus berlari jika tidak melarikan diri maka besok aku tidak bisa melihat matahari lagi . Mereka sungguh tak punya hati . Mereka memanfaatkanku untuk mengambil seluruh aset perusahaanku walaupun perusahaan ku tak begitu besar tapi itu satu satunya peninggalan keluarga ku .Aku aldara zeroun hidup sebatang kara lalu di campakan dan di siksa oleh calon mantan suami ku.
Seumur hidupku aku akan mengingat kejadian mengerikan ini . Sungguh kejadian ini akan selalu terpatri di otakku.
Tubuhku mulai melemas tak ada tenaga . Darah kupun terus mengalir . Dari arah kiri ku melihat cahaya yang sangat terang. Mungkin ini akhir dari dara. Aku tersungkur jatuh pandangan kupun mulai meremang . Ku rasakan tubuhku melayang . Ku melihat seluit wajah seorang lelaki tampan mengenakan jas . Lalu aku dibawa masuk kedalam mobilnya .
Dan semuanya gelap .