The Thistle

The Thistle
9 = FayLinn Hilang



FayLinn berjalan


perlahan menuju pohon Rouya Hijau nomer tiga yang ada di halaman samping


Akademi Nerdia. Pohon ini letaknya paling dekat dengan perpustakaan. FayLinn


hendak menepuk tangannya, memanggil BirdNerd-nya, ketika dilihatnya SpiiTaim


dan BirdNerd-nya mendarat di halaman depan akademi. FayLinn kembali ke gedung


akademi dan bersandar di dinding gedung. Dia tidak ingin dijemput oleh SpiiTaim


seperti kemarin. Wanita itu kini selalu meniru kebiasaan ibunya. Menyematkan


bunga Tier di kedua telinganya. FayLinn tidak menyukai hal itu. Dan wanita itu


selalu saja mencampuri urusannya.


“Saya menjemput


FayLinn Sprout, “ ucap SpiiTaim terdengar hingga ke halaman samping akademi.


FayLinn semakin merapatkan tubuhnya di dinding. Terpikir olehnya untuk kembali


ke perpustakaan. Pintunya hanya beberapa langkah di sebelahnya, lalu menaiki


tangga. Tapi, guru LouElla pasti dengan mudah akan menemukannya.


“Dia sedang ada


di perpustakaan, saya harap anda tidak mengganggunya. “


FayLinn


mengenali suara itu. LouElla. FayLinn heran, kenapa kedua wanita itu kerap


sekali bertemu. Tapi, selalu nada bicara mereka terdengar menegangkan.


“Aku akan


menjemputnya ke ruang perpustakaan. Ayahya menunggu untuk makan siang bersama.”


“Dia sudah makan


bersama Tuan DesTyn, jadi dia pasti tidak terburu-buru pulang. “


FayLinn


mengernyitkan kening. Darimana Bu LouElla mengetahui kalau dia sudah makan


dengan Tuan Destyn ? FayLinn melangkah perlahan, berusaha mengintip kedua wanita


itu. LouElla dan SpiiTaim memang berdiri berhadapan dengan muka tegang.


Beberapa murid yang belum pulang tampak keheranan melihat mereka berdua.


SpiiTaim


melangkah masuk ke gedung akademi, dan LouElla berteriak-teriak mengingatkannya


untuk segera keluar.


“FayLinn ?”


FayLinn terkejut


bukan kepalang mendengar namanya dipanggil. Ternyata Tuan DesTyn sudah ada di


belakangnya.


“Kau harus


segera pulang. Sebaiknya kau tidak berhubungan dengan dua wanita itu. Mereka


berbahaya untukmu. “


“Kenapa mereka,


Tuan DesTyn. “


“Nanti malam


akan aku jelaskan padamu. Sekarang, ayo segera pulang !”


FayLinn menepuk


kedua tangannya dan BirdNerdnya pun datang. DesTyn bergegas mengangkat FayLinn


ke punggung BirdNerd.


“FayLinn, ingat


kata-kataku. Bila kau merasa dalam bahaya, pergilah ke rumah kakekmu. “


“Rumah kakek


jauh.”


“Pergilah ke sana. “


FayLinn


mengangguk. FayLinn menepuk leher BirdNerdnya. Dan sejurus kemudian mereka


melambung ke langit dan terbang menuju utara. DesTyn bergegas kembali ke


perpustakaan.


Pintu


perpustakaan terbuka lebar. SpiiTaim dan LouElla ada di sana. Mereka menatap ke arah DesTyn, yang


mencoba bersikap wajar melihat mereka berdua.


“Ada tamu rupanya, Bu Lou ? Ada yang bisa


saya bantu ?”


“Mana FayLinn ?”


sergah LouElla.


DesTyn


menggeleng, “Akademi sudah usai. Aku yakin dia sudah pulang. “


“Jangan bohong


!” tukas SpiiTaim kasar.


DesTyn cukup


terkejut. Wanita bangsawan di hadapannya bisa berucap sekarasar itu.


“Aku membantunya


naik BirdNerd, baru saja. “


“Kenapa kau


membantunya ?”


“Tidak ada


apa-apa. Aku hanya kasihan saja. Akhir-akhir dia begitu sedih. Kalau boleh saya


tahu, Nona ini siapa ?”


SpiiTaim


mendengus, lalu mendekati DesTyn. Sebagai wanita bangsawan, perilakunya tampak


seperti petani yang tidak tahu sopan santun. SpiiTaim menatap tajam ke arah


DesTyn, lalu mencolek sesuatu di ujung baju DesTyn dan menjilatnya. LouElla


sampai mual melihat tingkah lakunya.


“Hmm, ternyata


anda selalu berceceran saat makan. Whim dingin. Dari mana anda mendapatkannya


?”


DesTyn mulai


gugup. Tak percaya, wanita di hadapannya begitu jeli dan cepat mengenali sisa


whim dingin yang mengotori bajunya. Pasti mengenai bajunya saat berebut dengan


FayLinn tadi.


“Tidak ada.


Hanya whim biasa. “


LouElla


mendekati Destyn, mencari sisa whim di baju Destyn dan menemukannya di ujung


sepatu Destyn. Ketiga orang itu, sama-sama melihat ujung sepatu DesTyn. Sontak


LouElla dan SpiiTaim membungkuk hendak mengambil sisa whim itu. DesTyn segera


mundur dan menyingkir dari perpustakaan, membuat LouElla dan SpiTaim


tersungkur.


“DesTyn !”


teriak LouElla.


DesTyn tidak


mengindahkan. Dengan sigap dia menyusuri lorong dan menuruni tangga. Bergegas


dia bersiul dan BirdNerd-nya datang dengan segera. Sementara SpiiTaim dan


LouElla berusaha bangkit dari lantai dengan bersusah payah, karena baju dan


rambut mereka saling terinjak satu sama lain.


“Lelaki tua


Bahkan LouElla


tidak menyangka wanita bangsawan itu mampu mengucapkan kata-kata itu.


OoO


WinkGef lebih dari panik, saat LesTyn melaporkan


bahwa FayLinn sudah pulang dari akademi, tak lama setelah pelajaran terakhir


akademi selesai. Dia sempat ke perpustakaan, setelah itu pulang. DesTyn


saksinya. Dan saat Bintang Memra semakin tergelincir ke arah barat, WinkGef


tidak mendapati FayLinn dimana pun.


Kepanikan WinkGef  bukan tanpa alasan. Beberapa hari ini, gadis kecilnya sering tiba-tiba


muncul di kamarnya saat tengah malam.


”Ayah, aku takut ...” bisiknya semalam seraya


memeluk erat WinkGef.


”Takut apa ? Tidak ada yang perlu ditakutkan di


sini. Seluruh rumah kita diterangi oleh buah-buah Rouya. ”


”Aku mimpi buruk, Ayah. Aku takut ...”


FayLinn membenamkan wajahnya di pelukan ayahnya.


”Hm, coba ceritakan pada ayah. Dengan bercerita,


kau tidak akan merasa takut.”


”Aku mimpi dikejar-kerar BirdNerd berwarna hitam.


Aku takut sekali ayah. Aku terbang bersama BirdNerdku, tapi dia berhasil


menangkap ekor BirdNerd-ku. ”


WinkGef tertegun. Kenapa FayLinn bisa bermimpi


seperti itu. WinkGef yakin, tak pernah dia membiarkan FayLinn mengetahui


isu-isu yang beredar di kalangan bangsawan.


”Hm, seperti apa rupa orangnya ?”


”Seperti gambar di goa ibu, ayah.”


WinkGef mengelus rambut FayLinn. Semakin memerah


dan kasar. Entah kenapa, gadis itu sama sekali tak mau rambutnya disentuh


siapapun.


”Pasti kamu kangen pada ibu, sampai-sampai


gambar-gambar di goa itu terbawa mimpi. Benar kan ?”


”Tapi aku takut sekali, ayah. Anak kecil itu,


wajahnya tidak kelihatan. ”


”Anak kecil ?”


”Iya. Yang naik BirdNerd hitam itu. Anak kecil seperti


aku.”


WinkGef memeluk FayLinn, meredam rasa takutnya.


Sejak itu, setiap malam, dia selalu tidur bersama WinkGef.


”LesTyn, aku ingin bertemu ayahmu, ” ucap WinkGef.


”Kenapa, Tuan ?”


”FayLinn sangat dekat dengan Tuan DesTyn. Aku


yakin dia mengatakan pada Tuan DesTyn dia hendak pergi ke mana. ”


Lestyn mengangguk. Segera dia menyiapkan BirdNerd


miliknya dan milik WinkGef. Dia juga mengajak beberapa pekerja. Sepertinya,


kali ini FayLinn benar-benar menghilang.


DesTyn tinggal tidak jauh dari Akademi Nerdia. Di


sebuah rumah yang cukup besar. DesTyn dari kalangan menengah, bukan bangsawan


dan juga bukan pekerja. Kalangan menengah Nerdia banyak berasal dari para guru


Akademi. Rakyat Nerdia dari berbagai kalangan menghormati mereka karena mereka


menjaga kelangsungan ilmu pengetahuan.


Jendela dan pintu rumah DesTyn masih terbuka,


membuat LesTyn keheranan.


”Biasanya ayah sudah menutup semua pintu dan


jendela sebelum hari gelap, ” ucapnya pada WinkGef.


Mereka berdua mendarat tepat di halaman depan. Dan


LesTyn langsung mengenali tubuh DesTyn yang terkapar di aula depan.


”Ayah ...”


WinkGef dan LesTyn berlari mendekat. Bergegas


LesTyn menegakkan tubuh ayahnya. Lelaki tua itu masih bernafas. Darah segar


menggenangi lantai. Destyn tampak lemah karena kehabisan darah.


”Ayah, katakan padaku, siapa yang melakukan ini ?


Ayah !” pekik LesTyn nyaris histeris.


DesTyn mencengkeram kerah baju WinkGef, lemah. Dia


berupaya mengucapkan sesuatu.


”FayLinn dalam .... bahaya ...”


WinkGef menggenggam tagnan DesTyn kuat-kuat.


Lelaki tua itu tampaknya telah melindungi putrinya. Tapi WinkGef masih belum


memahami apa yang telah terjadi.


”Lindungi dia ....”


”LesTyn ! Cepat kau panggil dokter di Kota. Cepat,


LesTyn !”


Dengan berat LesTyn melepaskan ayahnya dan berlari


keluar. Menaiki BirdNerdnya dengan satu lompatan saja. Malam mulai menyelimuti


Nerdia dan pohon-pohon Rouya mulai bersinar.


WinkGef membaringkan DesTyn di ranjangnya. Sebuah


luka tusukan menganga di bagian perutnya. WinkGef berusaha menutupinya dengan


selimut. Dia lalu mencari-cari pasta Rouya Biru, yang selalu ada di setiap


rumah. Pasta Rouya Biru bisa digunakan untuk mengurangi rasa sakit. WinkGef


berhasil menemuka satu botol pasta Rouya Biru, lalu segera membalurkannya di


lukan DesTyn.


”Siapa yang melakukan ini, DesTyn. Katakan padaku,


siapa ?”


DesTyn menggeleng lemah.


”Bawa FayLinn pada kakeknya. Dia aman di sana, ”


ucap Destyn lemah.


WinkGef kontan teringat pada pesan NotchWood.


FayLinn dalam bahaya dan hanya dia yang bisa melindungi FayLinn.


”Tidak, DesTyn. FayLinn adalah anakku, aku yang


bisa melindunginya !”


”Kau keras kepala. Kau akan kehilangan dia. ”


DesTyn semakin lemah dan tak sadarkan diri. Dan


dia belum juga mengucapkan siapa yang telah melakukan perbuatan keji itu


padanya.


WinkGef mencari-cari kertas di ruangan kerja DesTyn.


Menulis pesan singkat dan segera mengingatkannya di kaki BirdNerd-nya.


”Enya Moss ! Enya Moss !” ucap WinkGef sambil


menepuk-nepuk kepala BirdNerd-nya. BirdNerd itu mengangguk-angguk dan terbang


menuju istana Raja OrlaOrla, di tengah Kota Nerdia.


WinkGef memandangi BirdNerd-nya yang semakin


menjauh. Perasaannya semakin tidak tenang. FayLinn dalam bahaya besar. Kalau


tidak, tidak mungkin DesTyn mengalami hal seperti ini demi FayLinn.