
FayLinn berjalan
perlahan menuju pohon Rouya Hijau nomer tiga yang ada di halaman samping
Akademi Nerdia. Pohon ini letaknya paling dekat dengan perpustakaan. FayLinn
hendak menepuk tangannya, memanggil BirdNerd-nya, ketika dilihatnya SpiiTaim
dan BirdNerd-nya mendarat di halaman depan akademi. FayLinn kembali ke gedung
akademi dan bersandar di dinding gedung. Dia tidak ingin dijemput oleh SpiiTaim
seperti kemarin. Wanita itu kini selalu meniru kebiasaan ibunya. Menyematkan
bunga Tier di kedua telinganya. FayLinn tidak menyukai hal itu. Dan wanita itu
selalu saja mencampuri urusannya.
“Saya menjemput
FayLinn Sprout, “ ucap SpiiTaim terdengar hingga ke halaman samping akademi.
FayLinn semakin merapatkan tubuhnya di dinding. Terpikir olehnya untuk kembali
ke perpustakaan. Pintunya hanya beberapa langkah di sebelahnya, lalu menaiki
tangga. Tapi, guru LouElla pasti dengan mudah akan menemukannya.
“Dia sedang ada
di perpustakaan, saya harap anda tidak mengganggunya. “
FayLinn
mengenali suara itu. LouElla. FayLinn heran, kenapa kedua wanita itu kerap
sekali bertemu. Tapi, selalu nada bicara mereka terdengar menegangkan.
“Aku akan
menjemputnya ke ruang perpustakaan. Ayahya menunggu untuk makan siang bersama.”
“Dia sudah makan
bersama Tuan DesTyn, jadi dia pasti tidak terburu-buru pulang. “
FayLinn
mengernyitkan kening. Darimana Bu LouElla mengetahui kalau dia sudah makan
dengan Tuan Destyn ? FayLinn melangkah perlahan, berusaha mengintip kedua wanita
itu. LouElla dan SpiiTaim memang berdiri berhadapan dengan muka tegang.
Beberapa murid yang belum pulang tampak keheranan melihat mereka berdua.
SpiiTaim
melangkah masuk ke gedung akademi, dan LouElla berteriak-teriak mengingatkannya
untuk segera keluar.
“FayLinn ?”
FayLinn terkejut
bukan kepalang mendengar namanya dipanggil. Ternyata Tuan DesTyn sudah ada di
belakangnya.
“Kau harus
segera pulang. Sebaiknya kau tidak berhubungan dengan dua wanita itu. Mereka
berbahaya untukmu. “
“Kenapa mereka,
Tuan DesTyn. “
“Nanti malam
akan aku jelaskan padamu. Sekarang, ayo segera pulang !”
FayLinn menepuk
kedua tangannya dan BirdNerdnya pun datang. DesTyn bergegas mengangkat FayLinn
ke punggung BirdNerd.
“FayLinn, ingat
kata-kataku. Bila kau merasa dalam bahaya, pergilah ke rumah kakekmu. “
“Rumah kakek
jauh.”
“Pergilah ke sana. “
FayLinn
mengangguk. FayLinn menepuk leher BirdNerdnya. Dan sejurus kemudian mereka
melambung ke langit dan terbang menuju utara. DesTyn bergegas kembali ke
perpustakaan.
Pintu
perpustakaan terbuka lebar. SpiiTaim dan LouElla ada di sana. Mereka menatap ke arah DesTyn, yang
mencoba bersikap wajar melihat mereka berdua.
“Ada tamu rupanya, Bu Lou ? Ada yang bisa
saya bantu ?”
“Mana FayLinn ?”
sergah LouElla.
DesTyn
menggeleng, “Akademi sudah usai. Aku yakin dia sudah pulang. “
“Jangan bohong
!” tukas SpiiTaim kasar.
DesTyn cukup
terkejut. Wanita bangsawan di hadapannya bisa berucap sekarasar itu.
“Aku membantunya
naik BirdNerd, baru saja. “
“Kenapa kau
membantunya ?”
“Tidak ada
apa-apa. Aku hanya kasihan saja. Akhir-akhir dia begitu sedih. Kalau boleh saya
tahu, Nona ini siapa ?”
SpiiTaim
mendengus, lalu mendekati DesTyn. Sebagai wanita bangsawan, perilakunya tampak
seperti petani yang tidak tahu sopan santun. SpiiTaim menatap tajam ke arah
DesTyn, lalu mencolek sesuatu di ujung baju DesTyn dan menjilatnya. LouElla
sampai mual melihat tingkah lakunya.
“Hmm, ternyata
anda selalu berceceran saat makan. Whim dingin. Dari mana anda mendapatkannya
?”
DesTyn mulai
gugup. Tak percaya, wanita di hadapannya begitu jeli dan cepat mengenali sisa
whim dingin yang mengotori bajunya. Pasti mengenai bajunya saat berebut dengan
FayLinn tadi.
“Tidak ada.
Hanya whim biasa. “
LouElla
mendekati Destyn, mencari sisa whim di baju Destyn dan menemukannya di ujung
sepatu Destyn. Ketiga orang itu, sama-sama melihat ujung sepatu DesTyn. Sontak
LouElla dan SpiiTaim membungkuk hendak mengambil sisa whim itu. DesTyn segera
mundur dan menyingkir dari perpustakaan, membuat LouElla dan SpiTaim
tersungkur.
“DesTyn !”
teriak LouElla.
DesTyn tidak
mengindahkan. Dengan sigap dia menyusuri lorong dan menuruni tangga. Bergegas
dia bersiul dan BirdNerd-nya datang dengan segera. Sementara SpiiTaim dan
LouElla berusaha bangkit dari lantai dengan bersusah payah, karena baju dan
rambut mereka saling terinjak satu sama lain.
“Lelaki tua
Bahkan LouElla
tidak menyangka wanita bangsawan itu mampu mengucapkan kata-kata itu.
OoO
WinkGef lebih dari panik, saat LesTyn melaporkan
bahwa FayLinn sudah pulang dari akademi, tak lama setelah pelajaran terakhir
akademi selesai. Dia sempat ke perpustakaan, setelah itu pulang. DesTyn
saksinya. Dan saat Bintang Memra semakin tergelincir ke arah barat, WinkGef
tidak mendapati FayLinn dimana pun.
Kepanikan WinkGef bukan tanpa alasan. Beberapa hari ini, gadis kecilnya sering tiba-tiba
muncul di kamarnya saat tengah malam.
”Ayah, aku takut ...” bisiknya semalam seraya
memeluk erat WinkGef.
”Takut apa ? Tidak ada yang perlu ditakutkan di
sini. Seluruh rumah kita diterangi oleh buah-buah Rouya. ”
”Aku mimpi buruk, Ayah. Aku takut ...”
FayLinn membenamkan wajahnya di pelukan ayahnya.
”Hm, coba ceritakan pada ayah. Dengan bercerita,
kau tidak akan merasa takut.”
”Aku mimpi dikejar-kerar BirdNerd berwarna hitam.
Aku takut sekali ayah. Aku terbang bersama BirdNerdku, tapi dia berhasil
menangkap ekor BirdNerd-ku. ”
WinkGef tertegun. Kenapa FayLinn bisa bermimpi
seperti itu. WinkGef yakin, tak pernah dia membiarkan FayLinn mengetahui
isu-isu yang beredar di kalangan bangsawan.
”Hm, seperti apa rupa orangnya ?”
”Seperti gambar di goa ibu, ayah.”
WinkGef mengelus rambut FayLinn. Semakin memerah
dan kasar. Entah kenapa, gadis itu sama sekali tak mau rambutnya disentuh
siapapun.
”Pasti kamu kangen pada ibu, sampai-sampai
gambar-gambar di goa itu terbawa mimpi. Benar kan ?”
”Tapi aku takut sekali, ayah. Anak kecil itu,
wajahnya tidak kelihatan. ”
”Anak kecil ?”
”Iya. Yang naik BirdNerd hitam itu. Anak kecil seperti
aku.”
WinkGef memeluk FayLinn, meredam rasa takutnya.
Sejak itu, setiap malam, dia selalu tidur bersama WinkGef.
”LesTyn, aku ingin bertemu ayahmu, ” ucap WinkGef.
”Kenapa, Tuan ?”
”FayLinn sangat dekat dengan Tuan DesTyn. Aku
yakin dia mengatakan pada Tuan DesTyn dia hendak pergi ke mana. ”
Lestyn mengangguk. Segera dia menyiapkan BirdNerd
miliknya dan milik WinkGef. Dia juga mengajak beberapa pekerja. Sepertinya,
kali ini FayLinn benar-benar menghilang.
DesTyn tinggal tidak jauh dari Akademi Nerdia. Di
sebuah rumah yang cukup besar. DesTyn dari kalangan menengah, bukan bangsawan
dan juga bukan pekerja. Kalangan menengah Nerdia banyak berasal dari para guru
Akademi. Rakyat Nerdia dari berbagai kalangan menghormati mereka karena mereka
menjaga kelangsungan ilmu pengetahuan.
Jendela dan pintu rumah DesTyn masih terbuka,
membuat LesTyn keheranan.
”Biasanya ayah sudah menutup semua pintu dan
jendela sebelum hari gelap, ” ucapnya pada WinkGef.
Mereka berdua mendarat tepat di halaman depan. Dan
LesTyn langsung mengenali tubuh DesTyn yang terkapar di aula depan.
”Ayah ...”
WinkGef dan LesTyn berlari mendekat. Bergegas
LesTyn menegakkan tubuh ayahnya. Lelaki tua itu masih bernafas. Darah segar
menggenangi lantai. Destyn tampak lemah karena kehabisan darah.
”Ayah, katakan padaku, siapa yang melakukan ini ?
Ayah !” pekik LesTyn nyaris histeris.
DesTyn mencengkeram kerah baju WinkGef, lemah. Dia
berupaya mengucapkan sesuatu.
”FayLinn dalam .... bahaya ...”
WinkGef menggenggam tagnan DesTyn kuat-kuat.
Lelaki tua itu tampaknya telah melindungi putrinya. Tapi WinkGef masih belum
memahami apa yang telah terjadi.
”Lindungi dia ....”
”LesTyn ! Cepat kau panggil dokter di Kota. Cepat,
LesTyn !”
Dengan berat LesTyn melepaskan ayahnya dan berlari
keluar. Menaiki BirdNerdnya dengan satu lompatan saja. Malam mulai menyelimuti
Nerdia dan pohon-pohon Rouya mulai bersinar.
WinkGef membaringkan DesTyn di ranjangnya. Sebuah
luka tusukan menganga di bagian perutnya. WinkGef berusaha menutupinya dengan
selimut. Dia lalu mencari-cari pasta Rouya Biru, yang selalu ada di setiap
rumah. Pasta Rouya Biru bisa digunakan untuk mengurangi rasa sakit. WinkGef
berhasil menemuka satu botol pasta Rouya Biru, lalu segera membalurkannya di
lukan DesTyn.
”Siapa yang melakukan ini, DesTyn. Katakan padaku,
siapa ?”
DesTyn menggeleng lemah.
”Bawa FayLinn pada kakeknya. Dia aman di sana, ”
ucap Destyn lemah.
WinkGef kontan teringat pada pesan NotchWood.
FayLinn dalam bahaya dan hanya dia yang bisa melindungi FayLinn.
”Tidak, DesTyn. FayLinn adalah anakku, aku yang
bisa melindunginya !”
”Kau keras kepala. Kau akan kehilangan dia. ”
DesTyn semakin lemah dan tak sadarkan diri. Dan
dia belum juga mengucapkan siapa yang telah melakukan perbuatan keji itu
padanya.
WinkGef mencari-cari kertas di ruangan kerja DesTyn.
Menulis pesan singkat dan segera mengingatkannya di kaki BirdNerd-nya.
”Enya Moss ! Enya Moss !” ucap WinkGef sambil
menepuk-nepuk kepala BirdNerd-nya. BirdNerd itu mengangguk-angguk dan terbang
menuju istana Raja OrlaOrla, di tengah Kota Nerdia.
WinkGef memandangi BirdNerd-nya yang semakin
menjauh. Perasaannya semakin tidak tenang. FayLinn dalam bahaya besar. Kalau
tidak, tidak mungkin DesTyn mengalami hal seperti ini demi FayLinn.