The Thistle

The Thistle
Pernikahan



 


 


Bangsawan Nerdia suka sekali mengadakan pesta. Yang mereka undang adalah


sesama bangsawan. Biasanya, momen sederhana sekalipun, diperingati dengan pesta.


Entah itu sekedar membeli BirdNerd baru, sampai panen Rouya. Dan dalam pesta


itu, selalu terhidang Rouya Hijau terbaik yang diubah menjadi beberapa jenis


hidangan. Meski bukan variasi yang banyak, tapi tetap saja semuanya lezat. Dan


mahal.


Sebuah pesta sederhana saja bisa beranggaran mahal, apalagi sebuah pesta


pernikahan.


Dan Mom VinGlow adalah orang yang luar biasa penasaran dengan undangan


pesta WinkGef Sprout. Meski tidak dilayani oleh MeryTyn, karena tentu saja


pelayannya itu belum ditemukan, dia berusaha hadir tepat waktu dan menjadi


pusat perhatian. Memakai baju termewahnya dari serat Rouya Hijau yang


menguarkan aroma harum, berhiaskan sulur-sulur Rouya, baju khas bangsawan.  FayLinn adalah muridnya. Dia akan menampilkan


kesan bahwa dia memberi perhatian pada pesta di rumahnya.


Benar kata DesTyn, pesta ini adalah momen baginya untuk masuk ke dalam dunia


WinkGef Sprout dan FayLinn. Selama ini, sebagai Kepala Akademi, hubungannya


dengan para bangsawan hanya sebatas hubungan orang tua yang menitipkan anaknya


di Akademi untuk mendapatkan pendidikan terbaik. Tidak pernah ada hubungan


pribadi yang lebih intens. Kali ini, Mom VinGlow harus mencobanya. Menjalin


hubungan yang berbeda dengan FayLinn dan ayahnya. Dan dia akan bisa masuk ke


dunia mereka untuk tahu lebih banyak. Dunia yang Raja Orla, meski dengan


kekuasaannya, tidak bisa menembusnya.


Mom VinGlow disambut oleh seorang pekerja perkebunan yang memakai pakaian


yang tidak seperti biasanya. Mereka tidak lagi berpakaian lusuh seperti biasanya.


Pakaian mereka terlihat lebih bagus, meski tidak sebagus pakaian bangsawan.


Mom VinGlos keheranan melihat sekeliling istall. Tidak ada BirdNerd


bangsawan satupun, dengan bulu bulu hijau mengkilatnya. Apa dia datang terlalu


pagi? Ah, memang itulah kebiasaan sebagai pendidik di Akademi. Selalu datang


lebih dulu dari para muridnya.


Keluar dari istall, Mom VinGlow mendapati halaman dan rumah WinkGef penuh


hiasan berwarna warni dari dedaunan Rouya yang digantung di sana sini. Juga


kulit buah Rouya yang dibuat aneka bentuk. Mom VinGlow baru mendapati hiasan


pernikahan sesederhana ini. Dia ingat ketika menghadiri pernikahan Raja Orla. Bahkan


matanya sampai silau saking gemerlapnya hiasan dan pakaian bangsawan di


mana-mana. Karena pestanya diadakan malam hari, untuk seluruh bangsawan Nerdia.


Dan Mom VinGlow tidak bisa bertahan lama di pesta itu, tidak bisa menahan remuk


hatinya ketika pujaan hatinya harus bersanding dengan seorang wanita, yang


diakuinya lebih cantik dari dirinya. Ayahnya menikahkannya dengan seorang Enya


tak berapa lama kemudian. Dan ketika itu Mom VinGlow menyadari, bahwa untuk urusan


pernikahan dengan seorang pejabat di istana, dia tidak boleh menolak. Apalagi


pernikahan politik seorang anak Raja dengan perempuan dari sebuah negeri yang


baru ditaklukkan. Maka pernikahannya dengan seorang Enya, dijalaninya dengan


tekad tidak akan melahirkan seorang anakpun darinya. Baginya, dia hanya akan


melahirkan anak dari lelaki yang dicintainya, bukan dari pilihan ayahnya.


”Mom VinGlow? Anda datang?”


Sapaan itu mengejutkannya. Guru LouElla sudah berada di pintu masuk menuju


rumah WinkGef Sprout.


”Guru LouElla? Anda juga diundang?” tanya Mom VinGlow tidak mengerti,


bukankah pesta ini hanya untuk bangsawan saja?


”Semua guru di Akademi diundang.”


”Benarkah?”


”Saya dengar dari pekerja perkebunan tadi, ini permintaan FayLinn. Mengundang


semua guru di Akademi. Saya sudah bertemu DesTyn tadi. ”


”Permintaan FayLinn? Jadi, apa ini pernikahan Tuan Sprout?”


LouElla mengedik bahu, ”Saya juga belum tahu, Mom. Tidak ada pekerja yang


memberitahu. Sepertinya ini sebuah surprise.”


Dan bila yang menikah adalah Sang Duda Kaya, LouElla tidak akan patah hati.


Dia tahu diri. Dia sudah menambatkan hatinya pada seseorang di perkebunan ini. Dan


lelaki itu sudah dilihatnya tadi melintas ke sana ke mari sembari membawa


nampan-nampan hidangan.


LouElla dan Mom VinGlow diarahkan masuk ke ruang tamu oleh para pekerja dan


pelayan yang berseliweran membawa hidangan. Ruang tamu WinkGef Sprout berubah


menjadi sebuah aula dengan meja-meja penuh hidangan. Namun, sekali lagi, tidak


ada aroma bangsawan di dalamnya. Hanya para pekerja dan pelayan.


FayLinn dan WinkGef tampak gembira. Mereka sedang menikmati hidangan, bersama


para pekerja dan pelayan! Juga beberapa guru dari Akademi. Mereka semua tampak


akrab, saling melempar canda dan tawa.


LouElla dan Mom VinGlow saling berpandangan. Jadi, siapa yang menikah? Tidak


ada pengantin di ruangan ini, dan pesta makan-makan sudah dimulai. Para pekerja


dan pelayan, selain keluar masuk membawa hidangan, mereka juga ikut menikmati


hidangan. WinkGef memiliki perkebunan terluas di Nerdia. Jumlah pekerjanya


melebihi pelayan di Istana. Maka tidak heran ruang tamu ini begitu ramai. Semua


adalah pekerjanya.


LouElla mendekati WinkGef dan memberitahu bahwa ada Mom VinGlow di ruangan


ini. WinkGef menoleh ke arah pintu masuk, dan senyumnya mengembang begitu


”Terima kasih atas kedatangan anda di pesta kecil kami, Mom VinGlow, ” sapa


WinkGef hormat, diikuti FayLinn.


”Pesta kecil, ini pesta luar biasa, Tuan Sprout. Saya lihat anda mengundang


semua guru saya.”


WinkGef mengembangkan senyumnya, ”Tentu saja. FayLinn yang memintanya. Kami


jarang mengadakan pesta. Tidak ada salahnya mengundang semua guru di Akademi,


sebagai rasa terima kasih saya karena sudah mendidik FayLinn dengan baik.”


WinkGef mengelus-elus rambut FayLinn. Gadis itu nampak sekali berseri-seri.


”Oh, iya, Tuan. Mohon maaf jika saya penasaran. Siapa pengantinnya? Saya


kira anda menikah lagi.”


WinkGef terbahak, dan FayLinn memeluk perut ayahnya. Seolah mengatakan


bahwa, mana mungkin WinkGef menggantikan ZinLinn secepati itu.


”Itu mereka datang.”


Di pintu depan, para pelayan bertepuk tangan. Rupanya ada sepasang lelaki


dan perempuan yang baru memasuki pintu, dan mereka menyambutnya dengan


antusias. Pengantin pria menggandeng pengantin perempuan. Mereka berdua tampak


sangat bahagia.


”MeryTyn?” Mom VinGlow menganga.


”Ya, tentu saja, Mom. LesTyn dan MeryTyn.”


WinkGef mendatangi pengantin berdua, menyambut tangan LesTyn dan


menjabatnya. Memberi ucapan selamat, yang diikuti oleh semua pelayan dan


pekerja. Dua orang itu seolah Bintang Memra yang bersinar.


”Ini aneh sekali, Mom, ” bisik LouElla.


Tentu saja ini aneh. Mana ada bangsawan yang menikahkan pelayan bahkan


sampai menggelarkan pesta untuk mereka. Pantas saja tidak ada satupun bangsawan


yang diundang, selain Mom VinGlow. Itupun karena FayLinn. Rupanya ini pesta


pekerja dan pelayan. Sungguh beruntung dua orang itu, punya majikan seperti WinkGef.


Bangsawan dermawan.


WinkGef kembali ke posisinya di sebelah Mom VinGlow. FayLinn entah ke mana,


yang jelas dia ikut berpesta bersama para pekerja dan pelayan. Dua pengantin


itu sedang meladeni para pekerja yang menggoda mereka.


Mom VinGlow masih berusaha menerima logika yang ada di depannya.


”Tuan Sprout, mohon maaf bila saya sekali lagi bertanya. LesTyn pelayan


anda bukan? Dan anda mengadakan pesta untuknya di rumah anda? Apakah...”


”LesTyn lebih dari pelayan, Mom. Dia tangan kanan saya. Dia Kepala Perkebunan


saya. Tanpa dia, saya tidak bisa mengurus perkebunan. Dan MeryTyn adalah


kekasihnya. Saya tidak ingin, mereka berjalan-jalan di Nerdia tanpa ikatan. Anak


muda jaman sekarang, Mom, anda tahu bagaimana mereka bila berpacaran.”


”Err... apa anda tahu, MeryTyn itu siapa?”


”Dia sepupu LesTyn.”


”Bukan, bukan itu maksud saya. Dia bekerja di mana?”


”Saya dengar dia pernah bekerja menjadi pelayan Mom VinGlow. Lalu dia


memutuskan untuk berhenti. Apa itu benar, Mom?”


Mom VinGlow menatap WinkGef Sprout tajam, ”Bisa saya bicara sebentar, Tuan Sprout?”


Mom VinGlow mengikuti langkah WinkGef Sprout menuju ruang kerjanya. Kepalanya


berusaha memutar otak, mencari cara bagaimana beralasan pada Raja Orla. Bahwa


dia tidak lagi memegang kartu As LesTyn, yang akan memaksa anak itu untuk


memberikan informasi apa saja mengenai FayLinn. Dia akan kesulitan menghadapi Raja


Orla bila situasinya seperti ini. Rencananya buyar.


”Ada yang ingin anda katakan, Mom?”


WinkGef menutup pintu kerjanya.


”MeryTyn pelayan saya, dan dia bukan berhenti. Dia  kabur dari rumah saya.”


”Oh ya? Alasan yang diberikannya tidak demikian. Dia datang ke sini


kemarin, dan memaksa untuk tinggal bersama LesTyn. Mana mungkin saya membiarkan


dua orang yang kasmaran tinggal bersama? Anda tahu apa yang akan terjadi, Mom?”


Mom VinGlow merasa kalimat itu ditujukan pada dirinya. Tapi dia menenangkan


diri, bahwa tidak ada satupun di Nerdia yang mengetahui asmara terlarangnya


bersama Raja. Kecuali bila MeryTyn sudah membocorkannya pada WinkGef. Dan itu


masalah besar.


”Saya berhak membawanya kembali, karena dia milik saya.”


”Mohon maaf, Mom. Kita tidak di jaman perbudakan lagi. MeryTyn adalah


pelayan yang anda bayar kan? Dia punya hak menentukan pilihannya.”


”Tapi dia sudah kurang ajar meninggalkan rumah tanpa pamit. Dan itu membuat


saya berada dalam kesulitan.”


”Anda bisa mencari pelayan lain.”


Mom VinGlow mendengus. Itu memang hal yang paling logis yang bisa


dilakukannya. Tapi, dia harus memiliki MeryTyn. Apapun yang terjadi.


WinkGef mengeluarkan secarik kertas dari lacinya.


”Setiap pekerja dan pelayan yang bekerja di sini, saya selalu membuatkan


kontrak kerja. Tertulis. Dan MeryTyn datang ke pada saya, membawa ini.”


Mom VinGlow menerima kertas dari WinkGef, membacanya dengan cepat. Dan sepasang


matanyanya membelalak.


”Seseorang telah mengancam dia.”


Mom VinGlow merasa kepalanya berdenyut. MeryTyn mendapat surat ancaman,


bahwa nyawanya tidak akan selamat bila dia berada di rumah MomVinGlow.