
Ruangan para Enya adalah sebuah ruangan bundar
dengan sebelas pintu di sekelilingnya. Satu pintu masuk utama adalah pintu
dengan ukuran terbesar, yang terhubung langsung dengan aula kerajaan. Sedangkan
sepuluh pintu lainnya adalah pintu setiap Enya, yang langsung terhubung ke
ruang Enya. Di dalam ruang Enya sendiri, ada pintu khusus menuju BirdNerd
masing-masing yang siap dinaiki kapan saja.
Ruangan bundar ini menjadi titik kumpul para Enya.
Di tengahnya ada meja bundar dengan sebelas kursi. Sepuluh kursi untuk Enya dan
satu kursi untuk Raja. Terkadang Raja Orla menggelar pertemuan dengan para Enya
di ruangan ini, tapi lebih seringnya di aula kerajaan.
Ruangan titik kumpul ini jarang dipakai oleh para
Enya. Hanya dipakai jika ada masalah genting di kerajaan, dan mereka harus
membahas strategi yang harus dilakukan. Semenjak Enya Sprout berhenti dari
kerajaan, ruangan ini nyaris tidak terpakai. Kadang-kadang saja ada Enya yang
memanfaatkannya untuk duduk setelah berkeliling kerajaan.
Enya Moss baru saja dari aula kerajaan. Raja Orla
menyampaikan sebuah instruksi padanya. Dan kal ini insinsuksi ini terasa begitu
sulit, hingga EnyaMoss minta penangguhan waktu. Namun setelah duduk di kursi
dan menatap sekeliling ruang titik kumpul, Enya Moss menyadari bahwa dia telah
membuat kesalahan dengan meminta penangguhan waktu.
Raja Orla, bukan raja yang penyabar. Jika sudah
berkehendak, maka para Enya tak kuasa menghindar. Harus mereka penuhi, kapanpun
dan apapun itu. Namun, kehendak Raja Orla sering kali terbentur dengan
keinginan Ratu Orla. Itulah sebabny, tak pernah kebijakan Raja Orla mendapat
persetujuan Ratu. Sehingga Raja kerap bertindak sendiri.
Terdengar detak langkah dari salah satu pintu yang
tertutup. Pintu Enya Spark. Enya Moss menghela nafas panjang. Sepertinya, dia
tidak bisa menjalankan instruksi Raja Orla ini seorang diri, dia perlu Enya
lain. Meski instruksi Raja Orla adalah untuk bekerja sendiri, tapi dia tidak
akan bisa melakukannya.
”Enya Moss...”
Enya Moss menoleh ke arah pintu yang terbuka. Enya
Spark melebarkan tangan sembari membuka pintunya, lalu membiarkan pintunya
terbuka. Dia berjalan menuju Enya Moss yang sedang duduk di salah satu kursi
meja bundar.
”Enya Spark, ada yang ingin aku katakan padamu.”
Enya Spark mengambil tempat duduk berseberangan
dengan Enya Moss. Enya Moss tampak tidak tenang. Manik-manik keringat mengalir
di pelipisnya. Matanya sesekali menatap lorong menuju aula kerajaan. Sebagai
ahli pengintai, Enya Spark bisa melihat jelas bahwa Enya Moss sedang dalam
mendapat tugas yang berat dari Raja Orla.
”Kita harus bicara di luar. Ayo ikut aku.”
Enya Moss melangkah menuju ruangannya. Enya Spark
hanya mengangguk dan mengikuti pemimpinnya. Sejurus kemudian mereka sudah
terbang bersama BirdNerd masing-masing ke sebuah istal di tengah kota.
Enya Misk dan Enya Wien sedang asyik menikmati
whim di halaman istana, ketika melihat mereka berdua meninggalkan istana.
”Ada masalah apa?” tanya Enya Misk pada Enya Wien.
Enya Wien hanya mengedik bahu. Setahunya, kerajaan
sedang baik-baik saja. Tidak ada masalah berat. Hanya kriminalitas biasa. Tapi
belakangan, Enya Moss tampak sedang menghadapi masalah berat. Dia sering pergi
berdua dengan Enya Spark. Enya Wien cuek saja, toh kalau mereka membutuhkan
untuk mengidentifikasi seseorang, Enya Wien akan melakukannya dengan mudah,
semudah menjentikkan jarinya.
OoO
Istal di tengah kota sedang sepi. Pelayan istal hanya
membuka separuh pintu dan mengatakan kalau BirdNerd laku keras menjelang Festival
Rouya. Jadi, bila pembeli mencari BirdNerd maka sebaiknya kembali setelah Festival
Rouya. Harga BirdNerd pasti juga akan turun drastis.
”Siapa pembelinya?” teriak pemilik Istal, ”tutup
pintunya, aku sudah capek melayani pembeli.”
Enya Moss membungkukkan badannya, menatap pelayan
istal yang lebih pendek darinya.
”Katakan padanya, aku Enya Moss.”
”Namanya Enya Moss, Tuan. Dia memaksa mau masuk!” seru
pelayan istal.
Pintu tiba-tiba terbuka lebar dan pemilik istal
membungkuk hormat mempersilahkan tamunya masuk. Sementara pelayan di
belakangnya, kebingungan tak mengerti mengapa majikannya tiba-tiba melanggar
sendiri aturannya.
”Silahkan, Enya Moss. Mohon maaf atas kelancangan
pelayan kami.”
Enya Moss dan Enya Spark melangkah masuk diikuti
kedua BirdNerd mereka. Melihat pohon Rouya menjulang di tengah istall, kedua BirdNerd
itu pun langsung terbang hingga ke pucuk pohon Rouya. Sepertinya mereka sangat
mengenal istal ini.
”Aku hanya ingin melepas lelah, ” ucap Enya Moss
santai.
”Pelayaaaan.... siapkan hidangan untuk tamu
kerajaan.”
sebuah bangku dengan meja kecil di antaranya. Sementara pemilik istall dan
pelayannya sibuk menyiapkan hidangan.
”Ada yang ingin kau sampaikan?” tanya Enya Spark
sembari mengamati BirdNerd-nya yang terlihat lahap menyantap Rouya di pucuk
pohon.
”Apa kau masih berhubungan dengan Tuan Sprout?”
Enya Spark mengedik bahu, ”Jarang. Sangat jarang. Kenapa?
Apa dia dalam masalah?”
Enya Moss menghela nafas, ”Dia berkali-kali
mendapat masalah, sejak istrinya meninggal. Anaknya berkali-kali hilang. Belum
lagi dia menjadi rebutan gadis. Maklum, dia sekarang duda bangsawan terkaya di Nerdia.”
Enya Spark terkekeh.
”Kalau aku perempuan, aku pasti tidak akan
melepaskan Tuan Sprout. Dia harus berada dalam pelukanku.”
Enya Moss tersenyum.
”Apa yang kau temukan di perkebunannya?”
”Perkebunan?”
”Perkebunan Tuan Sprout.”
Enya Spark terdiam sejenak, lalu tersenyum lebar, ”Tidak
ada. Hanya patroli biasa.”
”Kita tidak perlu berpatroli ke perkebunan Tuan Sprout.
Dia mantan Enya, dia bisa menjaga sendiri perkebunannya, tidak sepeti bangsawan
lain yang sangat merepotkan. Katakan, apa yang kau temukan.”
Mereka berdua saling menatap. Enya Moss tersenyum
ramah, seolah menunjukkan bahwa dia sebenarnya tahu segalanya. Hanya memerlukan
konfirmasi saja. Atau, dia hanya mendengar sedikit selentingan, dan sekarang ingin
mendengar kabar besarnya.
”Tidak ada.”
Enya Moss mengeluarkan sesuatu dari lengan
bajunya. Sebuah kotak kayu. Baju para Enya didisain khusus untuk bisa menyimpan
banyak senjata. Salah satunya, di dalam lengan baju. Enya Spark menahan nafas
begitu melihat kotak kayu seukuran tangannya itu.
”Kudengar, anakmu mau lulus dari Akademi setelah Festival
Rouya. Ini hadiahku untuknya. Kurasa tidak masalah bila kutitipkan padamu lebih
awal, ya kan? Dan, hmm... sebenarnyanya kau tidak perlu memasukkannnya di Akademi
luar Nerdia. Akademi Nerdia yang terbaik di Planet ini.”
Enya Moss mendorong kotak kayu itu ke dekat Enya Spark.
Enya Spark tampak tegang. Dia hanya menatap kotak kayu itu lekat-lekat.
”Maaf aku tidak memberi hadiah untuk ibunya, terus
terang .. aku bingung yang mana ibunya.”
Enya Moss terkekeh sembari menepuk-nepuk bahu Enya
Spark. Enya Spark ikut terkekeh, menutupi ketegangannya. Enya Spark seorang
ahli pengintai, tak satupun bisa luput dari intaiannya. Tapi Enya Moss adalah
pemimpin Enya, yang mengusasai semua kemampuan Enya. Enya Spark menyadari,
bahwa kemampuannya menyembunyikan keluarga keduanya di luar Nerdia tidak
sebanding dengan kemampuan Enya Moss. Sebuah keluarga yang menghasilkan
keturunan untuknya. Seumur hidupnya, istrinya yang berada di Nerdia tidak akan
mengetahui hal itu. Selamanya. Karena istrinya adalah adik Ratu Orla. Dua
wanita yang sama-sama dikhinati oleh suaminya. Bila semua ini tetap menjadi
rahasia, maka semuanya akan baik-baik saja.
”Kau tahu, kita berdua banyak menyimpan rahasia. Bila
kita menjualnya, kita bisa kaya raya mengalahkan Tuan Sprout.”
Enya Moss terbahak, Enya Spark mengikutinya,
terbahak dengan tawa yang begitu kering. Dia tidak punya kartu As. Semua
kendali ada pada Enya Moss.
”Ada api di perkebunan Tuan Sprout.” ucap Enya Spark
setengah berbisik.
Enya Moss menghentikan tawanya. ”Api? Ini menarik.”
”Siapa pemicunya?”
”Aku masih menyelidiki.”
”Hm, apa kaitan Tuan Sprout?”
”Dia punya pemadam api. Sebuah selimut yang tidak
termakan api.”
”Mungkin aku bisa memasukkan anakmu ke Akademi Nerdia.
Kudengar di sana membutuhkan seorang petugas perpustakaan.”
”Tidak perlu. Terima kasih, Enya Moss.”
Enya Spark menunduk dalam, menghormat pada Enya Moss.
Enya Moss menepuk-nepuk bahunya, ramah. Dia tidak pernah melakukan hal ini bila
berada dalam forum resmi, di hadapan Raja atau di depan rakyat Nerdia. Sikapnya
selalu resmi. Tapi bila di luar itu semua, dia selalu hangat. Bahkan, ancaman
seperti ini pun dilakukannya dengan hangat. Padahal Enya Moss terkenal sebagai Enya
paling tegas, disiplin dan tidak mengenal kasihan.
”Kalau begitu, temukan siapa penyulut api itu. Soal
selimut, itu bukan hal penting. Pasti itu selimut buatan istrinya. Hanya seorang
Zinnia yang bisa membuat hal-hal seperti itu.”
Enya Spark menatap Enya Moss. Istri WinkGef Sprout
seorang Zinnia? Mustahil, karena mereka punya seorang anak. Tidak ada anak bisa
terlahir dari perkawinan manusia dan Zinnia.