
Hujan mereda, langit Nerdia cerah tidak berawan dan
Bintang Memra mulai meredup. Tidak ada alasan untuk tetap tinggal di
perbatasan, dengan rumput seluas mata memandang. Meski di padang rumput ini
tidak ada binatang buas atau manusia berotak kriminal, tapi tetap saja tidak
nyaman berada di area terbuka saat malam turun.
”Kita pulang sekarang?” tawar OzzHog. Lebih
tepatnya memerintah dengan nada lunak.
FayLinn menatap sorot mata gelisah OzzHog. Sewaktu
hujan mereda tadi, dia tidak kelihatan segelisah ini. Dia menjadi tidak tenang
ketika FayLinn menyampaikan keinginannya untuk melihat OzzHog membuat api.
”Tidak sebelum aku melihat api.”
”Kau sudah pernah melihat api?”
FayLinn menggeleng.
”Lalu bagaimana kau tahu kalau itu api atau
bukan?”
”Kakek yang menceritakan padaku. Bahwa api
dilarang di Nerdia.”
”Kakekmu hanya bercerita. Berarti kau tidak tahu
api itu seperti apa kan? Aku bisa saja membohongimu, membuat api palsu.”
”Kau tidak bisa membohongiku. Aku sudah pernah
melihatmu membuat api.”
OzzHog menelan ludah. Sepertinya, dia harus
berhati-hati berbicara di hadapan FayLinn. Anak kecil ini terlalu pintar untuk
anak seusianya. Tidak mengherankan karena ayahnya adalah mantan pimpinan Enya.
”Api itu dilarang, mana mungkin aku membuatnya.”
”Kau membuatnya di perkebunan. Aku melihatnya.”
”Kapan?”
”Tengah malam. Dan ayah sangat marah padamu.”
OzzHog memutar otak. Bahasa yang disampaikannya
pada FayLinn haruslah sama dengan apa yang diterima oleh WinkGef. Bila ayah dan
anak itu saling mengkonfirmasi, bisa tamat riwayatnya.
”Aku tidak membuatnya, karena itu dilarang.”
”Aku tidak mau bertengkar denganmu, OzzHog.
Tunjukkan saja padaku bagaimana cara membuatnya. Jadi aku tahu, kenapa api itu
dilarang di Nerdia.”
”Hmm, dan kau ingin melihat sesuatu yang dilarang.
Kalau ayahmu tahu, dia akan menghukummu.”
”Ayah tidak pernah menghukum aku.”
”Setelah ini pasti kau dihukum.”
”Tidak bila kau tidak memberitahu ayah.”
OzzHog mengusap lengan, berusaha meredakan
gelisah. Dia mulai kedinginan, karena baju basahnya. Bintang Memra semakin
meredup, dan hawa semakin dingin. OzzHog mengamati baju FayLinn dan rambutnya
yang kering kerontang! Apakah bulu BirdNerd telah menyerap semua air di
badannya? Sepertinya OzzHog perlu mencobanya, membiarkan BirdNerd mengeraminya.
Diliriknya BirdNerd yang sedang asyik membersihkan badannya. Menelusupkan
paruhnya ke setiap bagian badannya, lalu menggoyang-goyangkan seluruh badan,
hingga memercikkan air. Bahkan BirdNerd bisa mengeringkan bulunya sendiri.
”Oke, aku tidak akan memberitahu ayahmu. Kita
sepakat akan hal ini. Semua hal tentang hari ini adalah rahasia kita berdua. Tapi,
perlu aku katakan padamu, hei anak pintar. Api tidak bisa dibuat bila semuanya
basah.”
”Maksudnya?”
”Api itu materi yang membakar. Dia hanya bisa
terbentuk bila sekelilingnya kering. Bila basah seperti ini, tidak akan bisa.”
OzzHog mengangkat lengan bajunya, dan FayLinn bisa
melihat air menetes di kedua ujungnya.
”Kenapa kamu sebasah itu, aku tidak basah?” tanya
FayLinn heran, sembari mengangkat lengan bajunya. Tidak ada air yang menetes.
”Jadi, aku tidak bisa membuat api, kan?”
”Kau bisa mengeringkan bajumu dengan BirdNerd.”
”Oke, sepertinya itu patut dicoba.”
OzzHog merunduk di depan BirdNerd-nya. Lalu
perlahan masuk ke bagian bawahnya. BirdNerd melompat, mungkin berasa geli. Atau
merasa basah. OzzHog mengejarnya sembari merunduk. Tapi, BirdNerd semakin
menjauhinya. Bahkan mulai menendang-nendang tanah.
”Dia tidak mau, ” seru OzzHog sembari menoleh ke
arah FayLinn.
OzzHog berdiri kesal, menarik lengan BirdNerdnya.
BirdNerd-nya hanya melirik dengan mata bulatnya.
FayLinn mendekati BirdNerd, lalu mengelus
bulu-bulunya. Dia menggumam, seolah membisikkan sesuatu.
”Lihat, dia sudah siap.”
Ajaib, BirdNerd itu menuruti perintah FayLinn. BirdNerd
meregangkan kedua kakinya. Seperti hendak pipis saja. FayLinn menyuruh OzzHog
masuk ke dalam bulunya. OzzHog merunduk perlahan, lalu meringkuk di bawah
BirdNerd FayLinn. BirdNerd itu menangkupkan sayapnya, membuat OzzHog merasa
begitu nyaman dan hangat. Berada dalam eraman BirdNerd, seperti di kamarnya
saja, yang selalu hangat dengan api yang dibuatnya tersembunyi.
OzzHog memejamkan mata merasakan kehangatan dalam
dekapan BirdNerd. Dia nyaris tertidur saking nyamannya. Pori-pori kulitnya
tidak lagi basah, semua air seolah terhisap oleh bulu BirdNerd. FayLinn benar.
dari anak gadis cengeng itu, bahwa dia punya pengetahuan tentang BirdNerd yang
tidak diketahui oleh orang lain.
OzzHog menyembulkan mukanya dari balik bulu-bulu
BirdNerd.
”FayLinn... kamu benar. Aku merasa kering.”
Tidak ada sahutan. Sunyi, senyap dan gelap.
OzzHog sontak melompat keluar dari dekapan
BirdNerd. FayLinn menghilang.
OoO
Segala kesepakatan atau rahasia menjadi tidak
berarti bila FayLinn tidak berhasil dibawanya pulang sebelum tengah malam.
WinkGef tidak akan memecatnya, tapi mencincangnya. OzzHog menyadari
kesalahannya. Seharusnya dia waspada dengan kegelisahannya tadi. Kegelisahan
karena hari mulai menggelap, dan FayLinn minta dibuatkan api.
OzzHog hanya membuat api di rumahnya. Dan pekerja
perkebunan tidak ada yang tahu di mana dan bagaimana dia membuatnya. Bila ada
yang tahu dan beritanya sampai ke telinga Raja Orla, dia bisa digantung. Untunglah
WinkGef tidak pernah melaporkan pada Enya bahwa kebunnya pernah terbakar api. Meski
yang diketahui oleh WinkGef bahwa api itu dibuat oleh BirdNerd Black. Tapi,
bila Raja Orla sampai tahu, bisa jadi semua Enya akan mengaduk-aduk isi
perkebunan WinkGef dan bukan tidak mungkin OzzHog pun akan berakhir di tiang
gantungan.
Tapi rupanya, meski sebagai mantan Enya, WinkGef
bukan orang yang berpihak pada kerajaan. Dia malah melindungi OzzHog, anak buah
Raja HazelFog, musuh Raja Orla. Sebuah kesimpulan yang menjadi catatan pribadi
OzzHog. Dan hal itu membuat OzzHog harus pandai berperilaku dan menarik hati
WinkGef supaya bisa bertahan di perkebunan WinkGef.
Untuk kejadian hari ini, OzzHog harus mencari
seribu alasan, supaya WinkGef memakluminya. Sebagaimana dia memaklumi api yang
muncul di kebunnya.
OzzHog mendengus. Dia harus menemukan FayLinn.
Dalam kondisi gelap seperti ini, sepertinya mustahil. Dia juga tidak mungkin
berteriak memanggil seperti orang putus asa. OzzHog menaiki BirdNerdnya, dan
terbang perlahan. Dia yakin bisa menemukan FayLinn. Padang rumput ini sangat
luas, tidak mungkin dia bisa menghilang begitu saja.
Di kejauhan, dia melihat cahaya yang redup. Itu
bukan berasal dari buah Rouya. Itu Api. OzzHog turun dari BirdNerd, karena
mendekati cahaya itu dengan BirdNerd akan menimbulkan suara. Adakah orang lain
selain dia dan FayLinn di padang rumput ini sejak tadi? Sepertinya tidak
mungkin. Cahaya itu bergerak perlahan.
OzzHog mendekati cahaya itu, berlari cepat tanpa
suara dalam kegelapan. Keahliannya sebagai Enya dari Gardenia, sebuah kerajaan
di dekat Nerdia Selatan, adalah berlari cepat tanpa suara. Semua gerakan tubuh
bisa dilakukannya dengan cepat. Raja HazelFog menggelarinya Enya Flash. Dan
OzzHog bersyukur, untuk gerakan cepatnya ini, FayLinn belum pernah melihatnya.
Atau gadis itu akan kerap memaksanya mendemonstrasikannya.
Ketika cahaya itu semakin dekat, OzzHog menurunkan
kecepatannya berlari, lalu berjalan mengendap-endap. Di depannya, ada barisan,
sepertinya manusia. Berjalan perlahan-lahan, dengan manusia di depan sendiri
membawa api yang diletakkan di sebuah batang kayu. Barisan manusia itu
mengikuti dengan tertib ke mana manusia yang di depan membawa api. Mereka
menuju arah Nerdia. OzzHog tidak bisa menghitung berapa banyak mereka, dan dia
juga tidak bisa mengenali siapa mereka. Tapi berjalan dalam kegelapan dengan
api, pastinya mereka bukan orang Nerdia. Dan tidak ada yang bisa membuat api
selain Raja HazelFog dan ketiga Enya. Enya Flash, Enya Monk dan Enya Roth.
Siapa mereka dan apa tujuan mereka ke Nerdia.
Tiba-tiba, OzzHog yang sedang merunduk ditubruk
sesuatu dari belakang, dan terdengar suara mengaduh. FayLinn. OzzHog langsung
menyambar gestur FayLinn dalam gelap.
OzzHog menarik gadis kecil itu dalam pelukannya,
membekap mulutnya, mendekapnya erat, lalu merundukkan badan. Dia yakin, suara
FayLinn tadi terdengar oleh siapapun yang membawa api tadi.
”Apa yang kaulakukan, anak jelek?” bisik OzzHog di
telinga FayLinn.
Gadis itu meronta, OzzHog melonggarkan pelukannya.
Terdengar FayLiin menghembuskan nafas berat.
Barisan itu berhenti, OzzHog mengamati api yang
dibawa manusia di barisan depan, diarahkan ke sana ke mari. Rupanya mereka
mendengar suara FayLinn tadi. OzzHog kembali membekap mulut FayLinn, gadis itu
meronta. OzzHog tidak yakin, barisan itu tidak mendengar suara mereka berdua di
padang rumput sesunyi ini.
”Menyebar, cari apa itu! Jangan sampai lolos.”
OzzHog menyurut. Mereka bukan barisan orang biasa.
”FayLinn, kita harus pergi. Orang-orang ini
berbahaya, ” bisik OzzHog berusaha menenangkan FayLinn yang meronta.
Sekejap kemudian, OzzHog berlari tanpa suara
sembari menggendong FayLinn. Terpaksa, gadis ini mengetahui kemampuan Enya yang
dimilikinya. Apa boleh buat. Mereka berdua harus segera meninggalkan padang
rumput. Dan sialnya, OzzHog tidak dapat menemukan kembali BirdNerd yang
ditinggalkannya. Maka satu-satunya cara adalah berlari menuju Nerdia.