The Thistle

The Thistle
Api



Hujan mereda, langit Nerdia cerah tidak berawan dan


Bintang Memra mulai meredup. Tidak ada alasan untuk tetap tinggal di


perbatasan, dengan rumput seluas mata memandang. Meski di padang rumput ini


tidak ada binatang buas atau manusia berotak kriminal, tapi tetap saja tidak


nyaman berada di area terbuka saat malam turun.


”Kita pulang sekarang?” tawar OzzHog. Lebih


tepatnya memerintah dengan nada lunak.


FayLinn menatap sorot mata gelisah OzzHog. Sewaktu


hujan mereda tadi, dia tidak kelihatan segelisah ini. Dia menjadi tidak tenang


ketika FayLinn menyampaikan keinginannya untuk melihat OzzHog membuat api.


”Tidak sebelum aku melihat api.”


”Kau sudah pernah melihat api?”


FayLinn menggeleng.


”Lalu bagaimana kau tahu kalau itu api atau


bukan?”


”Kakek yang menceritakan padaku. Bahwa api


dilarang di Nerdia.”


”Kakekmu hanya bercerita. Berarti kau tidak tahu


api itu seperti apa kan? Aku bisa saja membohongimu, membuat api palsu.”


”Kau tidak bisa membohongiku. Aku sudah pernah


melihatmu membuat api.”


OzzHog menelan ludah. Sepertinya, dia harus


berhati-hati berbicara di hadapan FayLinn. Anak kecil ini terlalu pintar untuk


anak seusianya. Tidak mengherankan karena ayahnya adalah mantan pimpinan Enya.


”Api itu dilarang, mana mungkin aku membuatnya.”


”Kau membuatnya di perkebunan. Aku melihatnya.”


”Kapan?”


”Tengah malam. Dan ayah sangat marah padamu.”


OzzHog memutar otak. Bahasa yang disampaikannya


pada FayLinn haruslah sama dengan apa yang diterima oleh WinkGef. Bila ayah dan


anak itu saling mengkonfirmasi, bisa tamat riwayatnya.


”Aku tidak membuatnya, karena itu dilarang.”


”Aku tidak mau bertengkar denganmu, OzzHog.


Tunjukkan saja padaku bagaimana cara membuatnya. Jadi aku tahu, kenapa api itu


dilarang di Nerdia.”


”Hmm, dan kau ingin melihat sesuatu yang dilarang.


Kalau ayahmu tahu, dia akan menghukummu.”


”Ayah tidak pernah menghukum aku.”


”Setelah ini pasti kau dihukum.”


”Tidak bila kau tidak memberitahu ayah.”


OzzHog mengusap lengan, berusaha meredakan


gelisah. Dia mulai kedinginan, karena baju basahnya. Bintang Memra semakin


meredup, dan hawa semakin dingin. OzzHog mengamati baju FayLinn dan rambutnya


yang kering kerontang! Apakah bulu BirdNerd telah menyerap semua air di


badannya? Sepertinya OzzHog perlu mencobanya, membiarkan BirdNerd mengeraminya.


Diliriknya BirdNerd yang sedang asyik membersihkan badannya. Menelusupkan


paruhnya ke setiap bagian badannya, lalu menggoyang-goyangkan seluruh badan,


hingga memercikkan air. Bahkan BirdNerd bisa mengeringkan bulunya sendiri.


”Oke, aku tidak akan memberitahu ayahmu. Kita


sepakat akan hal ini. Semua hal tentang hari ini adalah rahasia kita berdua. Tapi,


perlu aku katakan padamu, hei anak pintar. Api tidak bisa dibuat bila semuanya


basah.”


”Maksudnya?”


”Api itu materi yang membakar. Dia hanya bisa


terbentuk bila sekelilingnya kering. Bila basah seperti ini, tidak akan bisa.”


OzzHog mengangkat lengan bajunya, dan FayLinn bisa


melihat air menetes di kedua ujungnya.


”Kenapa kamu sebasah itu, aku tidak basah?” tanya


FayLinn heran, sembari mengangkat lengan bajunya. Tidak ada air yang menetes.


”Jadi, aku tidak bisa membuat api, kan?”


”Kau bisa mengeringkan bajumu dengan BirdNerd.”


”Oke, sepertinya itu patut dicoba.”


OzzHog merunduk di depan BirdNerd-nya. Lalu


perlahan masuk ke bagian bawahnya. BirdNerd melompat, mungkin berasa geli. Atau


merasa basah. OzzHog mengejarnya sembari merunduk. Tapi, BirdNerd semakin


menjauhinya. Bahkan mulai menendang-nendang tanah.


”Dia tidak mau, ” seru OzzHog sembari menoleh ke


arah FayLinn.


OzzHog berdiri kesal, menarik lengan BirdNerdnya.


BirdNerd-nya hanya melirik dengan mata bulatnya.


FayLinn mendekati BirdNerd, lalu mengelus


bulu-bulunya. Dia menggumam, seolah membisikkan sesuatu.


”Lihat, dia sudah siap.”


Ajaib, BirdNerd itu menuruti perintah FayLinn. BirdNerd


meregangkan kedua kakinya. Seperti hendak pipis saja. FayLinn menyuruh OzzHog


masuk ke dalam bulunya. OzzHog merunduk perlahan, lalu meringkuk di bawah


BirdNerd FayLinn. BirdNerd itu menangkupkan sayapnya, membuat OzzHog merasa


begitu nyaman dan hangat. Berada dalam eraman BirdNerd, seperti di kamarnya


saja, yang selalu hangat dengan api yang dibuatnya tersembunyi.


OzzHog memejamkan mata merasakan kehangatan dalam


dekapan BirdNerd. Dia nyaris tertidur saking nyamannya. Pori-pori kulitnya


tidak lagi basah, semua air seolah terhisap oleh bulu BirdNerd. FayLinn benar.


dari anak gadis cengeng itu, bahwa dia punya pengetahuan tentang BirdNerd yang


tidak diketahui oleh orang lain.


OzzHog menyembulkan mukanya dari balik bulu-bulu


BirdNerd.


”FayLinn... kamu benar. Aku merasa kering.”


Tidak ada sahutan. Sunyi, senyap dan gelap.


OzzHog sontak melompat keluar dari dekapan


BirdNerd. FayLinn menghilang.


OoO


Segala kesepakatan atau rahasia menjadi tidak


berarti bila FayLinn tidak berhasil dibawanya pulang sebelum tengah malam.


WinkGef tidak akan memecatnya, tapi mencincangnya. OzzHog menyadari


kesalahannya. Seharusnya dia waspada dengan kegelisahannya tadi. Kegelisahan


karena hari mulai menggelap, dan FayLinn minta dibuatkan api.


OzzHog hanya membuat api di rumahnya. Dan pekerja


perkebunan tidak ada yang tahu di mana dan bagaimana dia membuatnya. Bila ada


yang tahu dan beritanya sampai ke telinga Raja Orla, dia bisa digantung. Untunglah


WinkGef tidak pernah melaporkan pada Enya bahwa kebunnya pernah terbakar api. Meski


yang diketahui oleh WinkGef bahwa api itu dibuat oleh BirdNerd Black. Tapi,


bila Raja Orla sampai tahu, bisa jadi semua Enya akan mengaduk-aduk isi


perkebunan WinkGef dan bukan tidak mungkin OzzHog pun akan berakhir di tiang


gantungan.


Tapi rupanya, meski sebagai mantan Enya, WinkGef


bukan orang yang berpihak pada kerajaan. Dia malah melindungi OzzHog, anak buah


Raja HazelFog, musuh Raja Orla. Sebuah kesimpulan yang menjadi catatan pribadi


OzzHog. Dan hal itu membuat OzzHog harus pandai berperilaku dan menarik hati


WinkGef supaya bisa bertahan di perkebunan WinkGef.


Untuk kejadian hari ini, OzzHog harus mencari


seribu alasan, supaya WinkGef memakluminya. Sebagaimana dia memaklumi api yang


muncul di kebunnya.


OzzHog mendengus. Dia harus menemukan FayLinn.


Dalam kondisi gelap seperti ini, sepertinya mustahil. Dia juga tidak mungkin


berteriak memanggil seperti orang putus asa. OzzHog menaiki BirdNerdnya, dan


terbang perlahan. Dia yakin bisa menemukan FayLinn. Padang rumput ini sangat


luas, tidak mungkin dia bisa menghilang begitu saja.


Di kejauhan, dia melihat cahaya yang redup. Itu


bukan berasal dari buah Rouya. Itu Api. OzzHog turun dari BirdNerd, karena


mendekati cahaya itu dengan BirdNerd akan menimbulkan suara. Adakah orang lain


selain dia dan FayLinn di padang rumput ini sejak tadi? Sepertinya tidak


mungkin. Cahaya itu bergerak perlahan.


OzzHog mendekati cahaya itu, berlari cepat tanpa


suara dalam kegelapan. Keahliannya sebagai Enya dari Gardenia, sebuah kerajaan


di dekat Nerdia Selatan, adalah berlari cepat tanpa suara. Semua gerakan tubuh


bisa dilakukannya dengan cepat. Raja HazelFog menggelarinya Enya Flash. Dan


OzzHog bersyukur, untuk gerakan cepatnya ini, FayLinn belum pernah melihatnya.


Atau gadis itu akan kerap memaksanya mendemonstrasikannya.


Ketika cahaya itu semakin dekat, OzzHog menurunkan


kecepatannya berlari, lalu berjalan mengendap-endap. Di depannya, ada barisan,


sepertinya manusia. Berjalan perlahan-lahan, dengan manusia di depan sendiri


membawa api yang diletakkan di sebuah batang kayu. Barisan manusia itu


mengikuti dengan tertib ke mana manusia yang di depan membawa api. Mereka


menuju arah Nerdia. OzzHog tidak bisa menghitung berapa banyak mereka, dan dia


juga tidak bisa mengenali siapa mereka. Tapi berjalan dalam kegelapan dengan


api, pastinya mereka bukan orang Nerdia. Dan tidak ada yang bisa membuat api


selain Raja HazelFog dan ketiga Enya. Enya Flash, Enya Monk dan Enya Roth.


Siapa mereka dan apa tujuan mereka ke Nerdia.


Tiba-tiba, OzzHog yang sedang merunduk ditubruk


sesuatu dari belakang, dan terdengar suara mengaduh. FayLinn. OzzHog langsung


menyambar gestur FayLinn dalam gelap.


OzzHog menarik gadis kecil itu dalam pelukannya,


membekap mulutnya, mendekapnya erat, lalu merundukkan badan. Dia yakin, suara


FayLinn tadi terdengar oleh siapapun yang membawa api tadi.


”Apa yang kaulakukan, anak jelek?” bisik OzzHog di


telinga FayLinn.


Gadis itu meronta, OzzHog melonggarkan pelukannya.


Terdengar FayLiin menghembuskan nafas berat.


Barisan itu berhenti, OzzHog mengamati api yang


dibawa manusia di barisan depan, diarahkan ke sana ke mari. Rupanya mereka


mendengar suara FayLinn tadi. OzzHog kembali membekap mulut FayLinn, gadis itu


meronta. OzzHog tidak yakin, barisan itu tidak mendengar suara mereka berdua di


padang rumput sesunyi ini.


”Menyebar, cari apa itu! Jangan sampai lolos.”


OzzHog menyurut. Mereka bukan barisan orang biasa.


”FayLinn, kita harus pergi. Orang-orang ini


berbahaya, ” bisik OzzHog berusaha menenangkan FayLinn yang meronta.


Sekejap kemudian, OzzHog berlari tanpa suara


sembari menggendong FayLinn. Terpaksa, gadis ini mengetahui kemampuan Enya yang


dimilikinya. Apa boleh buat. Mereka berdua harus segera meninggalkan padang


rumput. Dan sialnya, OzzHog tidak dapat menemukan kembali BirdNerd yang


ditinggalkannya. Maka satu-satunya cara adalah berlari menuju Nerdia.