The Thistle

The Thistle
DesTyn



 


 


Baru kali ini WinkGef berencana meminta DesTyn membantunya untuk mengorek


info tentang OzzHog alias Enya Flash. Dalam banyak masalah yang dihadapi, WinkGef


cenderung bertindak sendiri. Sekali dia melibatkan Enya Moss saat FayLinn


pertama kali hilang. Namun setelah itu, dia merubah ke mana harus meletakkan


kepercayaan, setelah mengetahui kemampuan FayLinn.


Anak itu dalam bahaya, bila Raja Orla sampai mengetahui kemampuannya. Thistle


adalah legenda di Planet Zinnia. Semua bangsawan dengan ambisi harta dan


kekuasaan akan mempertaruhkan semuanya untuk bisa memiliki Thistle. Siapapun


yang memiliki dan bisa mengendalikan Thistle, maka dia akan menjadi penguasa Zinnia.


Karena Zinnia identik dengan Rouya sebagai penopang hidup penghuninya. Dan Rouya


hanya bisa tumbuh dengan kebijaksanaan Thistle.


Thistle yang menurunkan air dari langit. Tidak ada yang pernah tahu, apa,


siapa dan bagaimana Thistle. Semua hanya tertulis di sejarah Nerdia, tanpa


ilustrasi gambar di buku-buku. Hanya dari mulut ke mulut, dari generasi ke


generasi. Sehingga, seluruh Nerdia nyaris tidak lagi percaya bahwa Thistle itu


nyata.


Thistle masih dianggap legenda yang pernah ada, tapi tidak dapat dibuktikan


keberadaannya.


WinkGef meminta DesTyn tidak pulang malam ini. Dia memerlukan keluasan wawasan


dan kebijaksanaan lelaki sepuh itu. Raja Orla mempunyai Enya dengan berbagai


kemampuan berbeda untuk mengambil sebuah keputusan, sekaligus pelaksana dari


keputusan itu. Sedangkan WinkGef hanya seorang diri.


”Aku bisa meminta LesTyn datang ke sini, dan melayani keperluanmu. Dan kita


bisa mengatakan bahwa kau kemalaman, sehingga terpaksa mengingap.”


DesTyn menggeleng, ”Anakku tidak sepolos itu, Tuan Sprout. Kau sendiri


menempatkannya sebagai Kepala Perkebunan. Dia pasti anak yang pintar.”


WinkGef mengangguk, membenarkan.


FayLinn sudah dibawa para pelayan ke kamarnya, dan OzzHog sudah kembali ke


perkebunan. Tinggal mereka berdua di ruang kerja WinkGef. Para pelayan telah menghidangkan


whim dan minuman. Tapi keduanya sedang tidak berselera makan.


”Tuan Destyn, ceritakan padaku tentang Thistle. Apa yang kauketahui?”


DesTyn menangkupkan kedua telapak tangannya, membentuk segitiga.


”Thistle. Kupikir para Enya lebih tahu dari rakyat jelata sepertiku.”


”Ceritakan saja apa yang kau ketahui.”


”Raja Orla punya seorang penulis, yang menuliskan semua kejadian di istana


dan kerajaan selama dia menjadi Raja. Ayahnya, dulu juga melakukan hal yang


sama. Raja sebelumnya dan sebelumnya lagi. Itu yang membuat sejarah Nerdia


terjaga. Dan dalam setiap tulisan di setiap generasi, nama Thistle selalu


muncul. Sebagai legenda yang tidak pernah bisa dibuktikan kebenarannya.”


”Kenapa mereka tetap menuliskannya meski tidak pernah bisa membuktikan?”


”Anda sendiri Tuan Sprout, sewaktu menjadi Enya. Apa yang anda lakukan


terhadap legenda ini?”


WinkGef mendesah panjang, ”Kami harus menjaga legenda ini tetap hidup di


tengah masyarakat, itu perintah Raja. Meski kami tidak tahu, kenapa. Kupikir ini


semacam kesepakatan antara Raja yang dulu pertama kali menduduki Nerdia dengan


kaum Zinnia.”


”Bisa jadi sepeti itu, tapi tidak pernah ditulis dalam sejarah. Bisa jadi


ini sebuah tutur lisan dari Raja ke Raja.”


WinkGef mengangguk-angguk. Ya, tutur lisan kadang lebih merasuk ke dalam


jiwa, menjadi sebuah keyakinan yang diturunkan ke generasi selanjutnya, meski


tanpa pembuktian.


”Menurutmu, apa sekarang ada Thistle?”


DesTyn menatap bola mata hitam WinkGef dan WinkGef melakukan hal yang sama.


Hening di antara mereka berdua.


”Aku tidak mengatakan ada, karena aku bukan siapa-siapa untuk bisa


mengatakan hal itu. Tapi, tanda-tanda seorang Thistle itu aku temui pada


seseorang.”


”Apa itu?” tanya WinkGef berusaha untuk tenang, meski dadanya bergemuruh.


”Dia mengendalikan cuaca hanya dari telapak tangannya. Dia bisa membuat


hawa dingin di tangannya, sebagai penampilan kecil dari hawa dingin seluruh Zinnia.


Bila dia bisa membentuk hujan di tangannya, maka Zinnia pun hujan.”


”Bagaimana bila dia menangis, apa Zinnia ikut menangis?”


”Apa itu yang terjadi?” DesTyn bertanya dengan hati-hati. Dia tidak ingin


membuat pernyataan. Kalau memang sebuah pernyataan diperlukan, maka itu


haruslah dari WinkGef Sprout.


”Ini seperti sebuah rumah. Apa kau bisa merasakan, bila kau sedang


bersedih. Maka seisi rumahmu bermuram durja. Bila kau sedang takut, seisi


tanganmu. Tapi lewat emosimu.”


”Bila emosi yang berperan, maka dia belum bisa mengendalikan Zinnia. Dia,


harus berada dalam perlindungan orang yang bijaksana, tidak punya ambisi harta


dan kekuasaan.”


”Hm, kau benar. Sekarang ceritakan tentang sebuah legenda yang lain. BirdNerd


Black. Kurasa tidak hanya aku yang penasaran tentang dia. ”


Membahas tentang BirdNerd Black, bisa dilakukan DesTyn sepanjang malam.


OoO


DesTyn memasuki rumahnya menjelang siang. Dia membawa banyak buah Rouya


yang dibawa BirNerd-nya dalam kantung-kantung besar. Bisa untuk persediaan


makan mereka beberapa lama. WinkGef menyuruhnya memberi makan BirdNerd Rouya


dengan Rouya hijau. Itu membuat BirdNerd-nya kuat terbang jauh. Entah apa


maksud WinkGef dalam kalimat itu. Yang jelas, bukan bentuk pengusiran. Tapi


lebih kepada persiapan.


DesTyn nyaris copot jantungnya ketika memasuki ruang tamu dan ada seorang


perempuan di sana. Duduk dengan elegan, mahkota di kelapanya tampak sangat


indah berkilau. DesTyn menekuk satu lutut memberi hormat.


”Kau tidak perlu seperti itu, DesTyn. Aku hanya lewat sebentar mencari


angin. Saat kulihat rumahmu, aku jadi pengin mampir sebentar tanpa pengawal. Sebentar


lagi pengawalku akan kembali."


”Hamba mohon maaf, karena tidak bisa menjamu dengan baik. Kami tidak punya Hogle.”


”Tidak mengapa, DesTyn. Kau punya sebuah rumah yang nyaman. Kau tahu,


kadang tata krama di Istana sangat menyebalkan. Penuh kepalsuan.”


”Kami mohon maaf.”


”Oh, iya. Kau tahu aku orang yang tidak suka basa basi. Aku hanya ingin


bertanya, apa yang sedang dicari suamiku. Sepertinya, akhir-akhir ini dia


sangat sibuk. Sering keluar di malam hari, kadang pulang dini hari. Setahuku, Nerdia


sedang aman-aman saja. Hanya BirdNerd hitam yang sekali-kali muncul, tapi tidak


mengganggu siapapun.”


DesTyn tersenyum. Ratu Orla bisa jadi mulai mencium gelagat yang kurang


baik pada suaminya. Dan itu meresahkannya, karena dia tidak punya informan yang


bisa dipercaya. Enya Spark, si ahli pengintai, berada di pihak Raja Orla.


”Hamba mohon maaf, Yang Mulia Ratu. Bagaimana hamba bisa mengetahui hal


itu, hamba hanya rakyat jelata.”


Ratu Orla mendesah, ”Hhh, kupikir aku bisa mengandalkanmu sebagai orang


yang sama-sama berasal dari Nerdia Selatan. Kau tahu, sebagai pendatang aku


tidak punya pendukung di Istana. Tepatnya lagi, aku tidak punya teman.”


DesTyn menelan ludah. Dia melupakan hal itu. Beberapa orang dari Nerdia Selatan


mendapat berkah mempunyai jabatan dan kedudukan saat pernikahan Raja dan Ratu Orla.


Termasuk DesTyn, meski bukan dari tangan Ratu Orla langsung. Pasca pernikahan


itu terjadi, untuk mengikat hubungan antar dua kerajaan yang menyatu, penduduk Nerdia


Selatan mudah mendapatkan pekerjaan di Nerdia. Banyak penduduk Nerdia Selatan


berbondong-bondong ke Nerdia. Mayoritas mereka bekerja di perkebunan bangsawan.


Hanya segelintir yang mendapat posisi seperti DesTyn, karena DesTyn memang


tidak punya keahlian selain pada buku.


”Maafkan kesalahan hamba, Yang Mulia Ratu. Hamba hanya berkutat pada buku. Di


luar sana, hamba buta, tidak tahu apa-apa.”


”Hm, jadi aku salah mampir ya.”


DesTyn tetap merunduk.


”Hamba yakin, yang dilakukan Yang Mulia Raja adalah demi kebaikan Nerdia. Dan


dia tidak ingin membuat Ratu resah karenanya.”


”Mungkin kau benar.”


Ratu Orla bangkit dari duduknya, ketika melihat lintasan BirdNerd dari


jendela. Sepertinya, pengawalnya sudah datang. DesTyn menegakkan kedua


lututnya, tapi tetap membungkuk memberi hormat pada Ratu Orla yang melintasinya


menuju pintu.


Tepat di depan pintu, langkah Ratu Orla terhenti. Seseorang berdiri di


depan pintu. DesTyn hanya bisa membelalak melihat siapa yang datang. Dia hanya


berharap bahwa Ratu Orla tidak pernah mengetahui apa hubungan gestur di


hadapannya dengan Raja Orla, di masa lalu.


Mom VinGlow.


Wanita itu tampak terkejut melihat Ratu Orla. Dia langsung menekuk lutut,


memberi hormat. Ratu Orla hanya menatap Mom VinGlow yang sedang menekuk lutut


memberinya penghormatan, dan sejurus kemudian pengawalnya datang membawakan BirdNerd


kerajaan. BirdNerd dengan bulu hijau halus, memantulkan cahaya Bintang Memra.


”Apa yang dilakukan Ratu di sini, DesTyn?”


Mom VinGlow kelihatan panik.