
Ruang kerja WinkGef menjadi senyap ketika FayLinn membuka pintu. FayLinn mendengar suara pertengkaran dari dalam ruang kerja ayahnya, ketika dia membuka mata, dan Matahari Memra baru saja membiaskan cahaya terangnya. Dia tidak pernah mendengar ayahnya semarah itu, hingga suaranya meninggi, dan menembus ruang kerjanya.
Dan FayLinn tidak suka mendengar suara meninggi ayahnya. Maka, dia memberanikan diri membuka pintu kamar kerja ayahnya. Dia mendapati dua orang saling berdiri berhadapan. Ayahnya, dengan muka memerah menahan marah menoleh ke arahnya dan OzzHog dengan tangan mencengkeram lengan ayahnya.
OzzHog?
Kenapa dia berani mencengkeram lengan ayahnya begitu kuat, dan ayahnya tak melawan.
FayLinn mendekat. Menatap cengkeraman tangan OzzHog di lengan ayahnya. Baik WinkGef dan OzzHog terlambat menyadari, bahwa FayLinn sudah melihat hal yang seharusnya tidak dia lihat. Dia akan kebingungan. Maka WinkGef menepis tangan OzzHog, membuat lelaki itu mundur ke belakang.
”Ayah... kau tidak apa-apa?” tanya FayLinn, mendekati ayahnya.
”FayLinn, kau sudah bangun.”
”Kalian bertengkar.”
WinkGef meraih lengan FayLinn, membimbingnya untuk duduk di kursi. OzzHog masih berdiri, wajahnya mengeras. Sebagian ujung bajunya ada bekas-bekas warna hitam, dan ujungnya tampak tidak teratur.
”Kenapa baju OzzHog?”
WinkGef menoleh dan baru menyadari bahwa sebagian ujung baju OzzHog telah terbakar, meninggalkan sisa kehitaman. OzzHoga agak terkejut mendengar pertanyaan FayLinn. Dia pun baru menyadari apa yang telah terjadi pada bajunya. Dini hari tadi, setelah para pekerja perkebunan berhasil memadamkan api dengan selimut milik WinkGef, OzzHog baru menyadari bahwa sebagian bajunya tersulut api. Dia sampai berguling-guling di tanah untuk memadamkannya. Dan setelah semua kejadian menegangkan itu, WinkGef menyeretnya memasuki ruang kerjanya.
Banyak hal yang harus mereka bicarakan, dalam ketengangan, namun tanpa diketahui semua pekerja perkebunan. Namun, belum lagi mereka memulai perdebatan, FayLinn muncul.
OzzHog bergegas keluar ruangan tanpa mengindahkan ayah dan anak itu.
WinkGef duduk di tepi meja, dengan satu kaki menggantung dan lainnya menapak lantai. Berusaha santai menatap FayLinn yang sudah duduk di kursinya dengan tatapan penuh tanda tanya. WinkGef mengatur nafas, dan FayLinn bisa melihat dengan jelas, ayahnya sedang berusaha meredakan amarahnya.
”Kenapa OzzHog?”
”Tidak apa-apa. Ayah harus memarahinya karena dia tidak becus bekerja.”
”Tapi, dia mencengkeram ayah?”
”Dia sangat marah ketika ayah memarahinya. Makanya dia melakukannya.”
”Ayah akan memecatnya? Bukankah pekerja perkebunan harus menghormati ayah?”
WinkGef mendesah panjang. Mana mungkin dia memecat OzzHog dalam situasi seperti saat ini. WinkGef yakin, api semalam sudah mengusik Nerdia. Tak lama pasti beritanya akan sampai ke telinga Raja Orla. WinkGef memerlukan perlindungan, agar Raja Orla tidak mengusiknya. Dan perlindungan yang tepat adalah perlindungan dari musuh Raja Orla.
Saat ini, dia tidak tahu lagi, mana pihak yang benar. Pertengkarannya dengan OzzHog sebelum FayLinn muncul, telah mempengaruhinya. Dia hanya berhaarap, semua akan baik-baik saja. Demi FayLinn.
”Sayang, ayah ingin makan whim dingin.”
FayLinn membelalak senang. Dia sampai melonjak dari kursinya.
”Tentu saja aku bisa membuatkan untuk ayah. Sudah lama aku tidak membuat whim dingin. Kata Tuan Destyn, aku harus merahasiakannya.”
”Tuan DesTyn benar.”
”Tapi, aku ingin selalu membuat whim dingin.”
”Ayo, kita bisa membuatnya sekarang.”
WinkGef mengulurkan tangan, FayLinn menyambutnya dengan gembira. Berdua mereka menuju kamar FayLinn. Di kamar FayLinn selalu tersedia aneka pasta Rouya yang tersimpan di sebuah lemari. WinkGef menyediakan lemari itu atas permintaan ZinLinn. Di Nerdia, hanya FayLinn yang mempunyai lemari berisi pasta semua Rouya. Semula WinkGef tidak tahu apa maksud ZinLinn, selain bahwa dia hanya ingin memenuhi semua kebutuhan anaknya.
Setiap anak Nerdia, harus dikenalkan dengan semua Rouya. Baik buah, batang, daun dan makanan hasil olahan dari Rouya. Biasanya anak bangsawan Nerdia hanya menyukai Rouya Hijau. Rouya paling lezat dan mahal.
Tapi, tidak bagi FayLinn. Mendiang ibunya telah mengenalkannya dengan berbagai jenis Rouya.
OoO
Sepanjang siang, WinkGef menikmati layanan dari FayLinn. Dia hanya bisa terkagum-kagum dengan kemampuan FayLinn. Semua pasta Rouya telah diubahnya menjadi rasa yang berbeda. Bahkan Rouya Biru yang terkenal pahit, bisa menjadi begitu lezat di tangan FayLinn.
”Sejak kapan kau belajar semua ini, Fay?” tanya WinkGef, kembali mencicipi Rouya Merah yang rasanya menjadi mirip Rouya Hijau ketika sudah bercampur dengan bongkahan Rouya Hijau yang membeku.
”Ibu yang mengajariku. Sejak dulu.”
”Sejak kapan itu?”
”Aku lupa. Waktu aku kecil.”
FayLinn mengedik bahu, ”Aku tidak tahu. Tapi ibu mengajariku banyak hal.”
”Kenapa ibu mengajarimu? Dia tidak pernah mengajari ayah. Ibu sungguh tidak adil.”
FayLinn tertawa, lalu memeluk leher ayahnya dan menciumi pipinya.
”Karena ayah tidak pintar,” ucap FayLinn, ”ibu pernah bilang begitu, kok. Aku pernah bertanya, kenapa ibu tidak mengajari ayah. Kalau ayah bisa, pasti ayah akan senang.”
”Terus kata ibu, ayah tidak pintar?”
”Iya.”
”Bagaimana ibu bisa tahu ayah tidak pintar? Ayah tidak akan menjadi Enya kalau ayah tidak pintar.”
”Ayah sudah berhenti jadi Enya, makanya ayah tidak pintar lagi.”
WinkGef terkekeh. FayLinn sudah mulai pandai bicara. Anak itupun tidak lagi bersedih atas kematian ibunya. Rupanya berbagai kejadian belakangan ini, telah membuatnya mulai melupakan ibunya. Namun, tidak ilmu yang diwariskan ibunya. Dia semakin mengasah ilmunya. WinkGef mendapati lemari penyimpan pasta milik FayLinn mulai kosong. Rupanya, dia memakai setiap hari.
”Kalau ayah tidur, ayah tidak memakai sarung tangan.”
WinkGef mengernyit mendengar perkataan FayLinn. Sarung tangan?
FayLinn memang terbiasa memakai sarung tangan ketika tidur. Dibuat khusus oleh ZinLinn, dari serat daun Rouya Biru. Juga selimut tebalnya. Meski cuaca demikian panas, FayLinn tak pernah melepaskan itu semua. Semula WinkGef mengira, ini hanya kebiasaan ZinLinn yang diturunkan pada FayLinn. Agar anaknya selalu merasa hangat.
”Tentu saja tidak, sayang. Kenapa?”
”Kata ibu, sewaktu aku lahir, aku hampir saja kehilangan tanganku.”
”Benarkah? Ibumu tidak pernah menceritakan itu pada ayah.”
”Kata ibu, itu terjadi di malam hari. Waktu aku berumur satu hari. Ibu mendapati kedua tanganku menyatu seperti ini, dan diselimuti oleh asap putih tebal dan dingin. Ibu sulit melepaskan kedua tanganku.”
FayLiin menangkupkan kedua telapak tangannya, dan sejurus kemudian asap tipis keluar dari sela jemarinya, perlahan menebal dan melingkupi seluruh tangannya. WinkGef bisa merasakan hawa dinginnya. Dia berusaha memegang asap itu, tapi kemudian, FayLinn menggosok kedua tangannya, dan perlahan asap itu pun meleleh menjadi air yang membasahi lantai.
WinkGef mendapati tangan FayLinn tetap utuh.
”Waktu itu, ibu ketiduran, hingga asap putih ini membeku dan membuat tanganku menjadi satu.”
”Lalu, apa yang dilakukan ibu?”
”Ibu meniupnya.”
”Meniupnya?”
”Ya. Kata ibu, bila kau sakit, dia cukup meniup bagian yang sakit. Maka sakitku akan hilang.”
WinkGef mengangguk-angguk. Itu sebabnya, ZinLinn selalu menyediakan sarung tangan FayLinn di kamar tidurnya. Dan WinkGef tidak pernah mendapati asap putih itu melingkupi putrinya.
Kenapa ZinLinn harus merahasiakan hal ini padanya? Setelah kepergian dia, justru WinkGef tidak akan bisa menjaga rahasia ini lagi. FayLinn telah membuka rahasia itu di depan DesTyn, LesTyn dan Enya Moss. Demi menyelamatkan nyawa DesTyn.
WinkGef meraih FayLinn dalam pelukannya.
”Fay, ada yang ingin ayah katakan padamu.”
FayLinn memeluk leher ayahnya, dan naik ke pangkuannya.
”Mulai sekarang, OzzHog akan menjadi penjagamu. Ke manapun kamu pergi, OzzHog harus selalu menyertaimu. Kamu percaya pada ayah, kan?”
FayLinn mengangguk. Dia tahu, ayahnya sangat khawatir padanya.
”Jika kamu percaya pada ayah, maka kamu harus percaya pada OzzHog. Bila ayah tidak ada, maka OzzHog yang akan menjagamu. Kamu paham.”
FayLinn mengangguk. Dia yakin, keputusan ayahnya tidak salah. OzzHog pernah menyelematkannya. Jadi OzzHog pasti akan melindunginya, sesuai perintah bapaknya.
WinkGef menghela nafas panjang. Dia berharap keputusannya tidak salah. Raja Orla pasti mengincar FayLinn saat ini. Memberikan FayLinn perlindungan di bawah musuhnya, akan membuat Raja Orla berhati-hati dalam bertindak.
”Ayah akan mengajakmu ke Nerdia Selatan. Besok pagi.”
FayLinn melepas pelukannya. Matanya membelalak gembira. Nerdia Selatan adalah bagian negara Nerdia terjauh. Tidak semua anak bangsawan mudah pergi ke sana.