The Thistle

The Thistle
20 - LesTyn



 


 


Mom VinGlow akhir-akhir ini terlihat berbeda.


Semua guru di Akademi Nerdia berbisik-bisik di belakangnya. Menduga-duga bahwa


Mom mereka sedang jatuh cinta setelah bertahun-tahun menjanda. Selama ini


mereka tidak pernah berpikir Mom mereka akan jatuh cinta lagi. Mendiang


suaminya seorang Enya. Tidak ada yang lebih layak lagi untuk dijadikan suami


selain Enya. Kecuali seorang Raja.


LouElla bukannya tidak memahami bagaimana kepala


sekolahnya semenjak menjanda. Dia orang yang paling dekat dengan wanita itu. Tapi


tingkah lakunya terlalu berlebihan, melebihi seorang gadis yang sedang jatuh


cinta. Dia lebih banyak melamun sembari tersenyum simpul, dan tentu saja


sekarang di berdandan layaknya seorang gadis. Dia seolah lupa dengan keriput di


sudut matanya.


”Mom ...”


Mom VinGlow masih asyik memainkan penanya di atas


kertas kosong. Pena itu menari-nari di tangannya, dan dia tersenyum-senyum


tanpa melihatnya.


”Mom!”


Mom VinGlow terperajat. LouElla menatapnya kesal.


”Kau mengejutkanku, guru Lou, ” sergah Mom VinGlow


kesal, lalu membereskan kertas di mejanya.


LouElla mendengus kesal. Dia lebih suka menghukum


anak bangsawan yang melamun di kelas dan tidak mengerjakan tugas. Daripada


mendapati kepala sekolahnya tidak melakukan apapun selain melamun dan tersenyum


simpul. LouElla penasaran, siapa lelaki yang sudah membuat Mom kasmaran seperti


ini. Belum ada issu yang merebak, berarti semuanya masih rahasia.


”Ada tamu untuk Mom.”


”Siapa?”


”LesTyn. Pekerja dari perkebunan Tuan WinkGef


Sprout.”


”Oh, LesTyn. Suruh dia masuk.”


LouElla menatap Mom VinGlow. Sekarang, setiap tamu


yang hendak bertemu Mom vinGlow, selalu menimbulkan kecurigaan di benak semua


guru. Praduga mulai muncul, terutama bila tamu itu seorang lelaki. Siapa saja


bisa menjadi tersangka yang membuat Mom VinGlow kasmaran. Tapi, sepertinya,


lelaki itu bukan LesTyn. Reaksi Mom biasa saja, meski dia sudah menunggu lelaki


itu sejak pagi. Dia tidak merapikan baju atau rambutnya.


”Kau masih berdiri di situ?” tanya Mom VinGlow


heran.


”Apa saya perlu mencatatnya di buku tamu, Mom?”


tanya LouElla.


Mom VinGlom melihat sebuah buku di pelukan


LouElla. Ya, itu buku tamu untuk siapapun yang datang berkunjung ke Akademi


Nerdia. LouElla sangat rajin mencatatnya.


”Tidak perlu buku tamu. Dia tamu pribadiku.”


LouElla semakin mengernyit. Tamu pribadi? Jadi,


kedatangan LesTyn kali ini bukan karena perintah Mom pada Tuan DesTyn tempo


hari?


”Dia tidak datang ke rumah kemarin malam. Padahal


aku sudah menunggu-nunggunya.”


LouElla terperangah, sedikit terkejut. Dia memang


mendengar Mom memerintah DesTyn untuk mengatur pertemuan dengan LesTyn. Tapi


malam hari di rumah Mom? Ini...


Mom VinGlow menatap LouElla dan semakin melebarkan


matanya, karena LouElla tidak beranjak dari depannya. LouElla bergegas


membalikkan badan, meninggalkan ruangan Mom VinGlow.


Apa Mom VinGlow dia punya hubungan dengan LesTyn?


Sepertinya mustahil.


Di selasar, LouElla melihat lelaki yang mengaku


bernama LesTyn, berjalan merunduk-runduk, dan mengangguk hormat pada siapapun


yang melewatinya. Kelihatan sekali dia hanya seorang pekerja pekerbunan, yang


tidak terbiasa bergaul dengan orang-orang terhormat di Akademi Nerdia.


”LesTyn, apa yang kau lakukan di sini?”


Seorang gadis kecil menghentikan langkahnya.


LouElla menghentikan langkah juga, menepi di tembok selasar, bersembunyi di


balik rerimbunan tanaman. Suara gadis itu sangat dikenalnya. Dan benar saja,


kepalanya menyembul dari pintu kelas. FayLinn.


LesTyn langsung menunduk hormat pada gadis kecil


itu.


”Kau mau menjemputku? Tapi ayah bilang, OzzHog


yang menjemputku?” tanya FayLinn yang sudah keluar dari ruangan.


LesTyn menunduk, mengamati wajah FayLinn. Lalu


mengucapkan sesuatu seraya berbisik, membuat FayLinn bertepuk tangan. Lalu


gadis kecil itu pun masuk ke dalam kelasnya kembali.


”Hm, jadi dia sangat akrab dengan FayLinn.” gumam


LouElla kesal, ”pantas saja Mom VinGlow memanggilnya. Jadi ini semua rahasia


mereka.”


LouElla mengepal tangan geram. Mom VinGlow bisa


itu sedang memburu duda terkaya di Nerdia. Dan bukan tidak mungkin, telah


terjadi sesuatu di antara mereka, yang membuat Mom VinGlow kasmaran. LouElla


terpancing emosi dengan pikirannya sendiri. Perawan tua itu bergegas


membalikkan badan, tidak jadi menuntun LesTyn menuju ruangan Mom.


Di ujung selasar, dia bertemu guru lain.


Disuruhnya guru itu untuk mengantar LesTyn menemui Mom. Dia harus melakukan hal


yang lebih penting.


OoO


LesTyn menatap ayahnya yang sedang menyusun buku di rak-rak yang lebih


tinggi dari badannya. Dia sama sekali menolak ketika LesTyn menawarkan bantuan.


DesTyn hanya meminta LesTyn menunggunya hingga selesai. Padahal, LesTyn bisa


melakukannya lebih cepat dari ayahnya.


LesTyn menyadari, dia tidak sepandai ayahnya. Mereka juga punya minat yang


berbeda. DesTyn seorang yang terpelajar dengan buku-buku membanjiri hidupnya.


Sedangkan LesTyn hanya seorang pekerja kasar di perkebunan. Tapi DesTyn tidak


pernah malu akan hal itu. Dia selalu mengatakan, bahwa dia bangga pada LesTyn.


Apapun pekerjaan anaknya, dia selalu mendukungnya. LesTyn memang tidak pernah


mengenyam Akademi. Dia tidak menyukai duduk di belakang meja dan membaca buku.


Sejak kecil, dia lebih suka menanam Rouya dan berkelana bersama BirdNerd-nya.


’Terima kasih sudah merawatku, Les.”


DesTyn duduk di hadapan LesTyn, nafasnya sedikit terengah. Dia menuangkan


minuman untuk LesTyn.


”Ayah sudah waktunya beristirahat, tidak lagi bekerja.”


DesTyn menatap LesTyn dan tersenyum, ”Kupikir kita sepakat tentang FayLinn.


Kita berdua harus melindungi gadis itu kan?”


LesTyn mengangguk. Dia menenggak minuman yang disediakan ayahnya.


”Kasihan FayLinn. Sekarang dia menjadi incaran Raja Orla, ” bisik LesTyn.


”Aku sudah menduganya.”


”Kupikir, Enya Moss dan Tuan Sprout sahabat baik. Tak kusangka Raja Orla


sampai mengetahui tentang FayLinn.”


DesTyn mendesah, ”Tuan Sprout bukan Enya lagi, Les. Dia harus tunduk pada


aturan kerajaan. Enya Moss juga. Aku tidak yakin dia akan membantah Raja Orla.


Hidup semua Enya, ada di tangan Raja Orla. Dia memegang semua kartu As para


Enya. Jika melawan, Raja tinggal menjentikkan jari. Maka satu nyawa akan


hilang.”


LesTyn mendekatkan badannya ke arah ayahnya, mereka berbincang sembari


berbisik. Meski tidak ada orang di perpustakaan, bukan tidak mungkin


telinga-telinga guru yang penuh rasa ingin tahu itu terpasang dengan baik.


”Bukankah mudah bagi Enya Moss menahan Tuan Sprout? Tuan Sprout nyaris


membunuhnya, kan? Bukankah itu mengancam kerajaan.”


”Tidak semudah itu, ” bisik DesTyn, ”Enya Sprout memegang semua kartu As


orang-orang kerajaan. Bahkan kartu As Raja Orla sendiri.”


LesTyn tampak terkejut. Jika demikian, sejatinya, WinkGef Sprout orang yang


lebih berkuasa dari Raja Orla.


”Berapa Mom VinGlow membelimu?”


LesTyn menegakkan punggung, ”Dia janda pelit.”


DesTyn terkekeh. DesTyn sangan faham karakter Mom VinGlow. Dia hanya royal


bila ada kepentingan pribadi di dalamnya. Dan entah apa kepentingan pribadi


janda itu saat ini. Tingkahnya belakangan sangat aneh. Semua guru


memperbincangkannya, bahkan di ruangan perpustakaan.


”Aku tidak akan menghalangimu mendapatkan harta berlebih, Les. Dia janda


Enya. Di belakangnya, berdiri para Enya. Itu berarti, Raja juga berdiri di


belakangnya. Hati-hati.”


LesTyn mengangguk, ”Tuan Sprout ada di belakangku. Aku merasa lebih


tenang.”


DesTyn mengangguk-angguk.


”Kita hanya rakyat biasa, Les. Kita bekerja hanya supaya bisa makan. Mereka


berbeda. Mereka melakukan semuanya untuk sebuah kekuasaan. Dan itu tidak pernah


membuat mereka merasa puas, meski semuanya sudah dalam genggaman. Kau tahu,


karena whim yang terlalu banyak hanya akan membuat perut sakit. Tapi, kekuasaan


yang terlalu banyak, akan semakin membuat haus.”


LesTyn mengangguk, dia berdiri bersiap untuk bangkit. DesTyn memberi kode


untuk mendekatkan telinga Lestyn ke mulutnya.


Destyn berbisik, ”Kau dalam bahaya besar, nak. Temui Mery, untuk mendapat


kartu As Mom VinGlow.”


LesTyn mengangguk. Sekilas terbayang raut wajah MeryTyn. Sepupunya yang


belakangan kerap ditemuinya di pasar Nerdia. MeryTyn sudah beranjak dewasa, dan


semakin hari semakin cantik saja. LesTyn tidak perlu menuruti saran ayahnya


untuk menemui Mery. Gadis itu pasti sudah merindukannya karena sudah dua pekan


mereka tidak bertemu. Sejak masalah cahaya menyala di perkebunan, LesTyn sering


kelelahan karena harus berjaga siang malam.


Ketika DesTyn mengirim pesan agar dia menemui Mom VinGlow


di malam hari, LesTyn benar-benar kebingungan. Dia tidak ingin membuat MeryTyn


panik bila dia tiba-tiba muncul di rumah Mom VinGlow. Atau gadis itu tidak akan


mau menemuinya lagi di Pasar Nerdia, meski LesTyn tahu betapa gadis itu selalu


merindukannya. Dia tidak bisa menyembunyikan binar mata bercahayanya ketika


mereka saling bertatapan. Juga sorot mata kecemasannya bila banyak mata


mendapati mereka berdua berpegangan tangan di Pasar Nerdia.