
Mom VinGlow akhir-akhir ini terlihat berbeda.
Semua guru di Akademi Nerdia berbisik-bisik di belakangnya. Menduga-duga bahwa
Mom mereka sedang jatuh cinta setelah bertahun-tahun menjanda. Selama ini
mereka tidak pernah berpikir Mom mereka akan jatuh cinta lagi. Mendiang
suaminya seorang Enya. Tidak ada yang lebih layak lagi untuk dijadikan suami
selain Enya. Kecuali seorang Raja.
LouElla bukannya tidak memahami bagaimana kepala
sekolahnya semenjak menjanda. Dia orang yang paling dekat dengan wanita itu. Tapi
tingkah lakunya terlalu berlebihan, melebihi seorang gadis yang sedang jatuh
cinta. Dia lebih banyak melamun sembari tersenyum simpul, dan tentu saja
sekarang di berdandan layaknya seorang gadis. Dia seolah lupa dengan keriput di
sudut matanya.
”Mom ...”
Mom VinGlow masih asyik memainkan penanya di atas
kertas kosong. Pena itu menari-nari di tangannya, dan dia tersenyum-senyum
tanpa melihatnya.
”Mom!”
Mom VinGlow terperajat. LouElla menatapnya kesal.
”Kau mengejutkanku, guru Lou, ” sergah Mom VinGlow
kesal, lalu membereskan kertas di mejanya.
LouElla mendengus kesal. Dia lebih suka menghukum
anak bangsawan yang melamun di kelas dan tidak mengerjakan tugas. Daripada
mendapati kepala sekolahnya tidak melakukan apapun selain melamun dan tersenyum
simpul. LouElla penasaran, siapa lelaki yang sudah membuat Mom kasmaran seperti
ini. Belum ada issu yang merebak, berarti semuanya masih rahasia.
”Ada tamu untuk Mom.”
”Siapa?”
”LesTyn. Pekerja dari perkebunan Tuan WinkGef
Sprout.”
”Oh, LesTyn. Suruh dia masuk.”
LouElla menatap Mom VinGlow. Sekarang, setiap tamu
yang hendak bertemu Mom vinGlow, selalu menimbulkan kecurigaan di benak semua
guru. Praduga mulai muncul, terutama bila tamu itu seorang lelaki. Siapa saja
bisa menjadi tersangka yang membuat Mom VinGlow kasmaran. Tapi, sepertinya,
lelaki itu bukan LesTyn. Reaksi Mom biasa saja, meski dia sudah menunggu lelaki
itu sejak pagi. Dia tidak merapikan baju atau rambutnya.
”Kau masih berdiri di situ?” tanya Mom VinGlow
heran.
”Apa saya perlu mencatatnya di buku tamu, Mom?”
tanya LouElla.
Mom VinGlom melihat sebuah buku di pelukan
LouElla. Ya, itu buku tamu untuk siapapun yang datang berkunjung ke Akademi
Nerdia. LouElla sangat rajin mencatatnya.
”Tidak perlu buku tamu. Dia tamu pribadiku.”
LouElla semakin mengernyit. Tamu pribadi? Jadi,
kedatangan LesTyn kali ini bukan karena perintah Mom pada Tuan DesTyn tempo
hari?
”Dia tidak datang ke rumah kemarin malam. Padahal
aku sudah menunggu-nunggunya.”
LouElla terperangah, sedikit terkejut. Dia memang
mendengar Mom memerintah DesTyn untuk mengatur pertemuan dengan LesTyn. Tapi
malam hari di rumah Mom? Ini...
Mom VinGlow menatap LouElla dan semakin melebarkan
matanya, karena LouElla tidak beranjak dari depannya. LouElla bergegas
membalikkan badan, meninggalkan ruangan Mom VinGlow.
Apa Mom VinGlow dia punya hubungan dengan LesTyn?
Sepertinya mustahil.
Di selasar, LouElla melihat lelaki yang mengaku
bernama LesTyn, berjalan merunduk-runduk, dan mengangguk hormat pada siapapun
yang melewatinya. Kelihatan sekali dia hanya seorang pekerja pekerbunan, yang
tidak terbiasa bergaul dengan orang-orang terhormat di Akademi Nerdia.
”LesTyn, apa yang kau lakukan di sini?”
Seorang gadis kecil menghentikan langkahnya.
LouElla menghentikan langkah juga, menepi di tembok selasar, bersembunyi di
balik rerimbunan tanaman. Suara gadis itu sangat dikenalnya. Dan benar saja,
kepalanya menyembul dari pintu kelas. FayLinn.
LesTyn langsung menunduk hormat pada gadis kecil
itu.
”Kau mau menjemputku? Tapi ayah bilang, OzzHog
yang menjemputku?” tanya FayLinn yang sudah keluar dari ruangan.
LesTyn menunduk, mengamati wajah FayLinn. Lalu
mengucapkan sesuatu seraya berbisik, membuat FayLinn bertepuk tangan. Lalu
gadis kecil itu pun masuk ke dalam kelasnya kembali.
”Hm, jadi dia sangat akrab dengan FayLinn.” gumam
LouElla kesal, ”pantas saja Mom VinGlow memanggilnya. Jadi ini semua rahasia
mereka.”
LouElla mengepal tangan geram. Mom VinGlow bisa
itu sedang memburu duda terkaya di Nerdia. Dan bukan tidak mungkin, telah
terjadi sesuatu di antara mereka, yang membuat Mom VinGlow kasmaran. LouElla
terpancing emosi dengan pikirannya sendiri. Perawan tua itu bergegas
membalikkan badan, tidak jadi menuntun LesTyn menuju ruangan Mom.
Di ujung selasar, dia bertemu guru lain.
Disuruhnya guru itu untuk mengantar LesTyn menemui Mom. Dia harus melakukan hal
yang lebih penting.
OoO
LesTyn menatap ayahnya yang sedang menyusun buku di rak-rak yang lebih
tinggi dari badannya. Dia sama sekali menolak ketika LesTyn menawarkan bantuan.
DesTyn hanya meminta LesTyn menunggunya hingga selesai. Padahal, LesTyn bisa
melakukannya lebih cepat dari ayahnya.
LesTyn menyadari, dia tidak sepandai ayahnya. Mereka juga punya minat yang
berbeda. DesTyn seorang yang terpelajar dengan buku-buku membanjiri hidupnya.
Sedangkan LesTyn hanya seorang pekerja kasar di perkebunan. Tapi DesTyn tidak
pernah malu akan hal itu. Dia selalu mengatakan, bahwa dia bangga pada LesTyn.
Apapun pekerjaan anaknya, dia selalu mendukungnya. LesTyn memang tidak pernah
mengenyam Akademi. Dia tidak menyukai duduk di belakang meja dan membaca buku.
Sejak kecil, dia lebih suka menanam Rouya dan berkelana bersama BirdNerd-nya.
’Terima kasih sudah merawatku, Les.”
DesTyn duduk di hadapan LesTyn, nafasnya sedikit terengah. Dia menuangkan
minuman untuk LesTyn.
”Ayah sudah waktunya beristirahat, tidak lagi bekerja.”
DesTyn menatap LesTyn dan tersenyum, ”Kupikir kita sepakat tentang FayLinn.
Kita berdua harus melindungi gadis itu kan?”
LesTyn mengangguk. Dia menenggak minuman yang disediakan ayahnya.
”Kasihan FayLinn. Sekarang dia menjadi incaran Raja Orla, ” bisik LesTyn.
”Aku sudah menduganya.”
”Kupikir, Enya Moss dan Tuan Sprout sahabat baik. Tak kusangka Raja Orla
sampai mengetahui tentang FayLinn.”
DesTyn mendesah, ”Tuan Sprout bukan Enya lagi, Les. Dia harus tunduk pada
aturan kerajaan. Enya Moss juga. Aku tidak yakin dia akan membantah Raja Orla.
Hidup semua Enya, ada di tangan Raja Orla. Dia memegang semua kartu As para
Enya. Jika melawan, Raja tinggal menjentikkan jari. Maka satu nyawa akan
hilang.”
LesTyn mendekatkan badannya ke arah ayahnya, mereka berbincang sembari
berbisik. Meski tidak ada orang di perpustakaan, bukan tidak mungkin
telinga-telinga guru yang penuh rasa ingin tahu itu terpasang dengan baik.
”Bukankah mudah bagi Enya Moss menahan Tuan Sprout? Tuan Sprout nyaris
membunuhnya, kan? Bukankah itu mengancam kerajaan.”
”Tidak semudah itu, ” bisik DesTyn, ”Enya Sprout memegang semua kartu As
orang-orang kerajaan. Bahkan kartu As Raja Orla sendiri.”
LesTyn tampak terkejut. Jika demikian, sejatinya, WinkGef Sprout orang yang
lebih berkuasa dari Raja Orla.
”Berapa Mom VinGlow membelimu?”
LesTyn menegakkan punggung, ”Dia janda pelit.”
DesTyn terkekeh. DesTyn sangan faham karakter Mom VinGlow. Dia hanya royal
bila ada kepentingan pribadi di dalamnya. Dan entah apa kepentingan pribadi
janda itu saat ini. Tingkahnya belakangan sangat aneh. Semua guru
memperbincangkannya, bahkan di ruangan perpustakaan.
”Aku tidak akan menghalangimu mendapatkan harta berlebih, Les. Dia janda
Enya. Di belakangnya, berdiri para Enya. Itu berarti, Raja juga berdiri di
belakangnya. Hati-hati.”
LesTyn mengangguk, ”Tuan Sprout ada di belakangku. Aku merasa lebih
tenang.”
DesTyn mengangguk-angguk.
”Kita hanya rakyat biasa, Les. Kita bekerja hanya supaya bisa makan. Mereka
berbeda. Mereka melakukan semuanya untuk sebuah kekuasaan. Dan itu tidak pernah
membuat mereka merasa puas, meski semuanya sudah dalam genggaman. Kau tahu,
karena whim yang terlalu banyak hanya akan membuat perut sakit. Tapi, kekuasaan
yang terlalu banyak, akan semakin membuat haus.”
LesTyn mengangguk, dia berdiri bersiap untuk bangkit. DesTyn memberi kode
untuk mendekatkan telinga Lestyn ke mulutnya.
Destyn berbisik, ”Kau dalam bahaya besar, nak. Temui Mery, untuk mendapat
kartu As Mom VinGlow.”
LesTyn mengangguk. Sekilas terbayang raut wajah MeryTyn. Sepupunya yang
belakangan kerap ditemuinya di pasar Nerdia. MeryTyn sudah beranjak dewasa, dan
semakin hari semakin cantik saja. LesTyn tidak perlu menuruti saran ayahnya
untuk menemui Mery. Gadis itu pasti sudah merindukannya karena sudah dua pekan
mereka tidak bertemu. Sejak masalah cahaya menyala di perkebunan, LesTyn sering
kelelahan karena harus berjaga siang malam.
Ketika DesTyn mengirim pesan agar dia menemui Mom VinGlow
di malam hari, LesTyn benar-benar kebingungan. Dia tidak ingin membuat MeryTyn
panik bila dia tiba-tiba muncul di rumah Mom VinGlow. Atau gadis itu tidak akan
mau menemuinya lagi di Pasar Nerdia, meski LesTyn tahu betapa gadis itu selalu
merindukannya. Dia tidak bisa menyembunyikan binar mata bercahayanya ketika
mereka saling bertatapan. Juga sorot mata kecemasannya bila banyak mata
mendapati mereka berdua berpegangan tangan di Pasar Nerdia.