The Thistle

The Thistle
Interogasi



DesTyn bisa menangkap kegelisahan tuan rumah,


meski dia berusaha menenangkan diri. Nyata sekali dia ingin segera hengkang


dari rumahnya dan meninggalkan DesTyn. Ruang Hogle dengan pintu terbuka


menghadap pintu utama, menunjukkan tuan rumah sedang menanti kedatangan


seseorang.


DesTyn datang bertamu ketika hujan mulai mereda. Bagi


lelaki seusia dia, terbang dengan BirdNerd dengan perhitungan waktu akan pulang


setelah gelap, pastinya tidak akan dilakukannya bila tidak ada hal mendesak.


Tapi, DesTyn datang di waktu yang tidak tepat. WinkGef tampak tidak sabar. Rambutnya


tampak sangat basah, sepertinya dia baru saja dari luar rumah, dan sudah hendak


pergi lagi. Semua gerak gerik WinkGef terekan oleh DesTyn, membuatnya ragu


untuk menyampaikan itikadnya.


Jadi dia memilih diam, sampai WinkGef berusaha


untuk tenang.


”Bisakah kau menyampaikan apa keperluanmu, Tuan


DesTyn? Aku hendak keluar sebentar lagi.”


Akhirnya WinkGef menyampaikan keinginannya untuk


mengusir DesTyn dengan halus. Bagaimanapun juga, dia bangsawan yang punya tata


krama. Apalagi terhadap guru dari Akademi. Keistimewaan guru-guru di Akademi


adalah, mereka dihormati oleh bangsawan. Meski guru Akademi tidak satupun yang


berasal dari bangsawan, kecuali Mom VinGlow.


”Ini tentang FayLinn. Dia dalam bahayam ” ucap DesTyn


perlahan, menata nada suaranya supaya WinkGef tidak salah tanggap.


”Kau tidak perlu mengatakan hal itu, Tuan DesTyn.


Kita sama-sama tahu, kan?”


”Apa Tuan Sprout yakin, Enya Moss tidak menyampaikan


kejadian di rumahku pada Raja Orla?”


”Enya Moss setia pada Raja, bukan padaku, DesTyn. Itu


sudah menjawab semuanya.”


WinkGef melirik ke pintu, tidak ada siapapun yang


datang. Tapi, dia yakin sebentar lagi akan muncul FayLinn di sana. Antara


keyakinan dan harapan. Dia sudah mengerahkan semua pekerja yang tidak berjaga


di perkebunan untuk menyusuri Nerdia ketika hujan mereda. Dan belum satupun


yang memberi kabar. Apalagi membawa pulang FayLinn. WinkGef merutuk OzzHog


dalam hati. Jika sampai tengah malam mereka belum muncul, WinkGef tidak akan


memaafkan OzzHog. Dan bila sampai FayLinn tidak kembali, ke ujung Zinnia pun akan


dicarinya OzzHog dan digantungnya di tengah perkebunan.


”Aku yakin kau datang tidak untuk menyampaikan itu


saja.”


DesTyn bangkit dari kursinya, mendekati WinkGef.


”Saya berterima kasih, anda telah mempekerjakan


LesTyn dengan baik di sini.”


”Dia pekerja yang baik. Aku menyerahinya tanggung


jawab sebagai Kepala Perkebunan. Kurasa itu pantas buat dia.”


”Terima kasih, Tuan Sprout.”


”Lalu?” WinkGef mendesak, agar DesTyn segera


menyampaikan kemauannya dan segera pergi. WinkGef tidak ingin, banyak orang


tahu bahwa FayLinn lagi-lagi menghilang.


DesTyn menelan ludah. Tidak mudah menyampaikan hal


ini. Dengan kepercayaan begitu besar yang telah diberikan WinkGef pada LesTyn.


Pastinya kepercayaan itu diberikan bukan tanpa alasan. LesTyn memang pekerja


terbaik di perkebunan WinkGef dan WinkGef percaya penuh padanya.


”Aku minta anda untuk mengawasinya.”


Kening WinkGef mengerut. Dia mulai memberikan


perhatian pada tamunya.


”Katakan.”


WinkGef berjalan hendak menutup pintu, tapi DesTyn


mencegahnya. Dia tahu, WinkGef sedang menanti seseorang, dan dia tidak ingin


mengganggunya.


”Mom VinGlow memanggil LesTyn ke rumahnya. Sebuah


pertemuan rahasia.”


”Untuk apa? Apa hubungan mereka? Apa janda itu


tidak bisa menemukan bangasawan lain yang lebih pantas?”


”Kurasa anda cukup cerdas untuk melihat ke masa


lalu. Tentang hubungan asmara Raja Orla, sebelum dia menikah dengan Ratu.


Bukannya, Raja Orla teman bermain anda sejak kecil?”


WinkGef mencengkeram lengan DesTyn, menjauhi


pintu. Lelaki tua itu meringis kesakitan, tapi WinkGef tak peduli.


”Kalau sampai FayLinn celaka gara-gara LesTyn


berkhianat padaku, tidak hanya dia. Kaupun akan kugantung,” ancam WinkGef di telinga


DesTyn, dengan menekan kata terakhirnya.


”LesTyn tidak akan melakukannya. Dia menyayangi


FayLinn sebagaimana aku menyayangi FayLinn. Kita hanya perlu membantunya,


supaya dia tidak terjebak dengan muslihat Raja Orla.”


Mereka berdua saling menatap tajam, dengan


berbagai pikiran berkecamuk. DesTyn melepaskan cengkeraman WinkGef perlahan.


Lelaki itu melunak mendengar penuturannya.


”LesTyn dalam kondisi terjepit. Mom VinGlow sanggup


mahal atas apapun informasi tentang FayLinn.”


”Semahal apa? Aku yakin tidak lebih besar dari


gaji LesTyn di sini,” sergah WinkGef seraya mencibir.


”Kau tahu, asmara bisa membuat siapapun nekad. MeryTyn,


pelayan Mom VinGlow adalah kekasih anakku. Sampai kemarin, mereka masih bisa


bertemu. Orang-orang di pasar sudah tahu hubungan mereka. Wajar saja, karena


VinGlow. Dia memegang kartu As LesTyn.”


WinkGef memukul meja. Suaranya menggema ke


sudut-sudut Hogle. DesTyn meliha kaki meja sudah melengkung. Dia baru melihat


betapa kuatnya WinkGef. Bila dia murka, bukan tidak mungkin LesTyn akan dihajar


sampai mati.


Tiba-tiba terdengar suara dari pintu depan.


WinkGef berlari menuju pintu. Dan pemandangan yang dilihatnya membuyarkan


kegelisahan.


”FayLinn!”


FayLinn berada di gendongan OzzHog, melingkarkan


lengannya di leher OzzHog. Gadis mungilnya itu tersenyum cerah ke arahnya,


sementara OzzHog tampak kelelahan.


”Ayah...”


FayLinn melompat dari gendongan OzzHog dan


menghambur ke pelukan ayahnya.


”Ayah tahu? OzzHog berlari cepaaaattt sekali.... ”


Belum sempat WinkGef membuka mulut, DesTyn sudah


lebih dulu berucap.


”Enya Flash? Apa yang kau lakukan di sini?”


Ketiga orang itu saling berpandangan.


OoO


Ketiga lelaki dewasa itu tidak bisa mencegah


FayLinn untuk bergabung di ruang kerja WinkGef. Dia tak melepaskan diri dari


gendongan ayahnya. Kedua tangannya melingkar erat di leher ayahnya. Beberapa


pelayan yang datang untuk membawanya ke kamar tidur, tidak digubrisnya. WinkGef


pun menyuruh para pelayan pergi, dan menutup ruang kerjanya. Mereka berpindah


ruangan ke ruang kerja WinkGef.


”Apa kau tidak mengantuk, Fay? Kurasa ayah akan


membawamu ke kamar saja, supaya kamu bisa istirahat. Pastinya, perjalananmu


tadi bersama OzzHog sangat jauh.”


WinkGef tidak yakin rayuannya diterima FayLinn.


Gadis itu bergeming dalam gendongannya. Dia menatap antusias pada DesTyn dan


OzzHog yang menatapnya dengan tatapan berharap dia meninggalkan para lelaki


dewasa berbicara. Dan FayLinn tidak peduli. Dia tahu, dia akan mendapatkan


banyak penjelasan dari tiga orang dewasa di sekelilingnya. Segala hal yang


membuat dia penasaran.


”Aku tidak mau tidur. Aku mau bersama ayah. Orang-orang


di padang rumput itu membuatku takut.”


Kening WinkGef berkerut. Dia membawa FayLinn


duduk, hingga anak itu tidak lagi mengalungkan kedua tangan di leher ayahnya.


Dia duduk dipangkuan ayahnya, tak hendak lepas dari WinkGef sedetikpun.


OzzHog yang mendapat tatapan penuh tuntutan


penjelasan dari WinkGef, hanya melipat tangan. Menunggu giliran diinterogasi.


”Padang rumput? Kamu jalan-jalan ke mana bersama


OzzHog? Sepertinya itu sangat jauh.” tanya WinkGef seraya mengelus rambut


FayLinn dan menciumi keningnya. Anak ini akan terus bercerita bila rambutnya


dielus dalam kondisi sedang gembira. Dari situ, WinkGef akan mendapat banyak


informasi tanpa kebohongan. Dan OzzHog tidak akan bisa menyangkal.


DesTyn menatap OzzHog, tidak percaya bahwa lelaki


itu bisa punya pikiran nekad membawa FayLinn menuju Nerdia Selatan. Tatapan


WinkGef lebih menusuk lagi. Tapi OzzHog masih membungkam mulutnya.


”OzzHog mengajariku SkyDive.”


”Apa?” WinkGef nyaris berteriak.


”Dan tempat yang luas, tanpa ada pepohonan, hanya


di padang rumput itu.”


Masuk akal, tapi kenapa sejauh itu? Tanya WinkGef


dalam hati seraya menujukan pertanyaan itu dengan tatapan ke arah OzzHog.


OzzHog juga menatapnya, tanpa memberi jawaban.


”SkyDive hanya untuk lelaki, ” ucap WinkGef


kemudian.


”Sudah kukatakan padanya. Dia hanya bisa


menjerit-jerit saja...” sahut OzzHog, akhirnya membuka mulut.


DesTyn terkekeh, WinkGef hanya mengulas sedikit


senyum. Sedangkan FayLinn tersenyum lebar.


”Tentu saja karena aku baru pertama kali SkyDive.


Ayah tidak pernah mengajakku.”


”Ayah tidak ingin kau melakukannnya lagi. Kau


mengerti?”


OzzHog merasa pernyataan itu ditujukan pada


dirinya. Tapi kalimat itu membuat FayLinn merajuk. Dia merunduk di atas meja.


”Di mana kau berteduh saat hujan tadi?”


”OzzHog menaruhku di bawah BirdNerd. Rasanya


hangat. Dan bajuku tidak basah lagi.”


”FayLinn, ceritakan tentang orang-orang di padang


rumput itu.”


WinkGef menatap DesTyn. Seharusnya dia yang


mengeluarkan kalimat itu. DesTyn mengangguk padanya. Lelaki dewasa di ruangan


ini, berusaha untuk membuat FayLinn bicara apa adanya.


”Mereka membawa api.”


Hanya OzzHog yang tidak menampakkan keterkejutan


luar biasa. DesTyn sampai berdiri dari duduknya sambil mengaga. WinkGef


merasakan gemuruh amarah di dadanya.