
DesTyn bisa menangkap kegelisahan tuan rumah,
meski dia berusaha menenangkan diri. Nyata sekali dia ingin segera hengkang
dari rumahnya dan meninggalkan DesTyn. Ruang Hogle dengan pintu terbuka
menghadap pintu utama, menunjukkan tuan rumah sedang menanti kedatangan
seseorang.
DesTyn datang bertamu ketika hujan mulai mereda. Bagi
lelaki seusia dia, terbang dengan BirdNerd dengan perhitungan waktu akan pulang
setelah gelap, pastinya tidak akan dilakukannya bila tidak ada hal mendesak.
Tapi, DesTyn datang di waktu yang tidak tepat. WinkGef tampak tidak sabar. Rambutnya
tampak sangat basah, sepertinya dia baru saja dari luar rumah, dan sudah hendak
pergi lagi. Semua gerak gerik WinkGef terekan oleh DesTyn, membuatnya ragu
untuk menyampaikan itikadnya.
Jadi dia memilih diam, sampai WinkGef berusaha
untuk tenang.
”Bisakah kau menyampaikan apa keperluanmu, Tuan
DesTyn? Aku hendak keluar sebentar lagi.”
Akhirnya WinkGef menyampaikan keinginannya untuk
mengusir DesTyn dengan halus. Bagaimanapun juga, dia bangsawan yang punya tata
krama. Apalagi terhadap guru dari Akademi. Keistimewaan guru-guru di Akademi
adalah, mereka dihormati oleh bangsawan. Meski guru Akademi tidak satupun yang
berasal dari bangsawan, kecuali Mom VinGlow.
”Ini tentang FayLinn. Dia dalam bahayam ” ucap DesTyn
perlahan, menata nada suaranya supaya WinkGef tidak salah tanggap.
”Kau tidak perlu mengatakan hal itu, Tuan DesTyn.
Kita sama-sama tahu, kan?”
”Apa Tuan Sprout yakin, Enya Moss tidak menyampaikan
kejadian di rumahku pada Raja Orla?”
”Enya Moss setia pada Raja, bukan padaku, DesTyn. Itu
sudah menjawab semuanya.”
WinkGef melirik ke pintu, tidak ada siapapun yang
datang. Tapi, dia yakin sebentar lagi akan muncul FayLinn di sana. Antara
keyakinan dan harapan. Dia sudah mengerahkan semua pekerja yang tidak berjaga
di perkebunan untuk menyusuri Nerdia ketika hujan mereda. Dan belum satupun
yang memberi kabar. Apalagi membawa pulang FayLinn. WinkGef merutuk OzzHog
dalam hati. Jika sampai tengah malam mereka belum muncul, WinkGef tidak akan
memaafkan OzzHog. Dan bila sampai FayLinn tidak kembali, ke ujung Zinnia pun akan
dicarinya OzzHog dan digantungnya di tengah perkebunan.
”Aku yakin kau datang tidak untuk menyampaikan itu
saja.”
DesTyn bangkit dari kursinya, mendekati WinkGef.
”Saya berterima kasih, anda telah mempekerjakan
LesTyn dengan baik di sini.”
”Dia pekerja yang baik. Aku menyerahinya tanggung
jawab sebagai Kepala Perkebunan. Kurasa itu pantas buat dia.”
”Terima kasih, Tuan Sprout.”
”Lalu?” WinkGef mendesak, agar DesTyn segera
menyampaikan kemauannya dan segera pergi. WinkGef tidak ingin, banyak orang
tahu bahwa FayLinn lagi-lagi menghilang.
DesTyn menelan ludah. Tidak mudah menyampaikan hal
ini. Dengan kepercayaan begitu besar yang telah diberikan WinkGef pada LesTyn.
Pastinya kepercayaan itu diberikan bukan tanpa alasan. LesTyn memang pekerja
terbaik di perkebunan WinkGef dan WinkGef percaya penuh padanya.
”Aku minta anda untuk mengawasinya.”
Kening WinkGef mengerut. Dia mulai memberikan
perhatian pada tamunya.
”Katakan.”
WinkGef berjalan hendak menutup pintu, tapi DesTyn
mencegahnya. Dia tahu, WinkGef sedang menanti seseorang, dan dia tidak ingin
mengganggunya.
”Mom VinGlow memanggil LesTyn ke rumahnya. Sebuah
pertemuan rahasia.”
”Untuk apa? Apa hubungan mereka? Apa janda itu
tidak bisa menemukan bangasawan lain yang lebih pantas?”
”Kurasa anda cukup cerdas untuk melihat ke masa
lalu. Tentang hubungan asmara Raja Orla, sebelum dia menikah dengan Ratu.
Bukannya, Raja Orla teman bermain anda sejak kecil?”
WinkGef mencengkeram lengan DesTyn, menjauhi
pintu. Lelaki tua itu meringis kesakitan, tapi WinkGef tak peduli.
”Kalau sampai FayLinn celaka gara-gara LesTyn
berkhianat padaku, tidak hanya dia. Kaupun akan kugantung,” ancam WinkGef di telinga
DesTyn, dengan menekan kata terakhirnya.
”LesTyn tidak akan melakukannya. Dia menyayangi
FayLinn sebagaimana aku menyayangi FayLinn. Kita hanya perlu membantunya,
supaya dia tidak terjebak dengan muslihat Raja Orla.”
Mereka berdua saling menatap tajam, dengan
berbagai pikiran berkecamuk. DesTyn melepaskan cengkeraman WinkGef perlahan.
Lelaki itu melunak mendengar penuturannya.
”LesTyn dalam kondisi terjepit. Mom VinGlow sanggup
mahal atas apapun informasi tentang FayLinn.”
”Semahal apa? Aku yakin tidak lebih besar dari
gaji LesTyn di sini,” sergah WinkGef seraya mencibir.
”Kau tahu, asmara bisa membuat siapapun nekad. MeryTyn,
pelayan Mom VinGlow adalah kekasih anakku. Sampai kemarin, mereka masih bisa
bertemu. Orang-orang di pasar sudah tahu hubungan mereka. Wajar saja, karena
VinGlow. Dia memegang kartu As LesTyn.”
WinkGef memukul meja. Suaranya menggema ke
sudut-sudut Hogle. DesTyn meliha kaki meja sudah melengkung. Dia baru melihat
betapa kuatnya WinkGef. Bila dia murka, bukan tidak mungkin LesTyn akan dihajar
sampai mati.
Tiba-tiba terdengar suara dari pintu depan.
WinkGef berlari menuju pintu. Dan pemandangan yang dilihatnya membuyarkan
kegelisahan.
”FayLinn!”
FayLinn berada di gendongan OzzHog, melingkarkan
lengannya di leher OzzHog. Gadis mungilnya itu tersenyum cerah ke arahnya,
sementara OzzHog tampak kelelahan.
”Ayah...”
FayLinn melompat dari gendongan OzzHog dan
menghambur ke pelukan ayahnya.
”Ayah tahu? OzzHog berlari cepaaaattt sekali.... ”
Belum sempat WinkGef membuka mulut, DesTyn sudah
lebih dulu berucap.
”Enya Flash? Apa yang kau lakukan di sini?”
Ketiga orang itu saling berpandangan.
OoO
Ketiga lelaki dewasa itu tidak bisa mencegah
FayLinn untuk bergabung di ruang kerja WinkGef. Dia tak melepaskan diri dari
gendongan ayahnya. Kedua tangannya melingkar erat di leher ayahnya. Beberapa
pelayan yang datang untuk membawanya ke kamar tidur, tidak digubrisnya. WinkGef
pun menyuruh para pelayan pergi, dan menutup ruang kerjanya. Mereka berpindah
ruangan ke ruang kerja WinkGef.
”Apa kau tidak mengantuk, Fay? Kurasa ayah akan
membawamu ke kamar saja, supaya kamu bisa istirahat. Pastinya, perjalananmu
tadi bersama OzzHog sangat jauh.”
WinkGef tidak yakin rayuannya diterima FayLinn.
Gadis itu bergeming dalam gendongannya. Dia menatap antusias pada DesTyn dan
OzzHog yang menatapnya dengan tatapan berharap dia meninggalkan para lelaki
dewasa berbicara. Dan FayLinn tidak peduli. Dia tahu, dia akan mendapatkan
banyak penjelasan dari tiga orang dewasa di sekelilingnya. Segala hal yang
membuat dia penasaran.
”Aku tidak mau tidur. Aku mau bersama ayah. Orang-orang
di padang rumput itu membuatku takut.”
Kening WinkGef berkerut. Dia membawa FayLinn
duduk, hingga anak itu tidak lagi mengalungkan kedua tangan di leher ayahnya.
Dia duduk dipangkuan ayahnya, tak hendak lepas dari WinkGef sedetikpun.
OzzHog yang mendapat tatapan penuh tuntutan
penjelasan dari WinkGef, hanya melipat tangan. Menunggu giliran diinterogasi.
”Padang rumput? Kamu jalan-jalan ke mana bersama
OzzHog? Sepertinya itu sangat jauh.” tanya WinkGef seraya mengelus rambut
FayLinn dan menciumi keningnya. Anak ini akan terus bercerita bila rambutnya
dielus dalam kondisi sedang gembira. Dari situ, WinkGef akan mendapat banyak
informasi tanpa kebohongan. Dan OzzHog tidak akan bisa menyangkal.
DesTyn menatap OzzHog, tidak percaya bahwa lelaki
itu bisa punya pikiran nekad membawa FayLinn menuju Nerdia Selatan. Tatapan
WinkGef lebih menusuk lagi. Tapi OzzHog masih membungkam mulutnya.
”OzzHog mengajariku SkyDive.”
”Apa?” WinkGef nyaris berteriak.
”Dan tempat yang luas, tanpa ada pepohonan, hanya
di padang rumput itu.”
Masuk akal, tapi kenapa sejauh itu? Tanya WinkGef
dalam hati seraya menujukan pertanyaan itu dengan tatapan ke arah OzzHog.
OzzHog juga menatapnya, tanpa memberi jawaban.
”SkyDive hanya untuk lelaki, ” ucap WinkGef
kemudian.
”Sudah kukatakan padanya. Dia hanya bisa
menjerit-jerit saja...” sahut OzzHog, akhirnya membuka mulut.
DesTyn terkekeh, WinkGef hanya mengulas sedikit
senyum. Sedangkan FayLinn tersenyum lebar.
”Tentu saja karena aku baru pertama kali SkyDive.
Ayah tidak pernah mengajakku.”
”Ayah tidak ingin kau melakukannnya lagi. Kau
mengerti?”
OzzHog merasa pernyataan itu ditujukan pada
dirinya. Tapi kalimat itu membuat FayLinn merajuk. Dia merunduk di atas meja.
”Di mana kau berteduh saat hujan tadi?”
”OzzHog menaruhku di bawah BirdNerd. Rasanya
hangat. Dan bajuku tidak basah lagi.”
”FayLinn, ceritakan tentang orang-orang di padang
rumput itu.”
WinkGef menatap DesTyn. Seharusnya dia yang
mengeluarkan kalimat itu. DesTyn mengangguk padanya. Lelaki dewasa di ruangan
ini, berusaha untuk membuat FayLinn bicara apa adanya.
”Mereka membawa api.”
Hanya OzzHog yang tidak menampakkan keterkejutan
luar biasa. DesTyn sampai berdiri dari duduknya sambil mengaga. WinkGef
merasakan gemuruh amarah di dadanya.