The Thistle

The Thistle
Ancaman



 


 


Enya Moss mengajak Enya Spark terbang ke Nerdia Selatan. Enya Spark hanya


mengangguk ketika Enya Moss berpamitan pada Raja Orla, untuk menyisir tepi


kerajaan Nerdia. Memastikan bahwa kerajaan mereka aman. Raja Orla memberikan


ijin selama tiga hari. Mereka juga mendapat tugas untuk menjenguk adik Raja


Orla, menitipkan salam dari Raja dan Ratu.


”Kau kelihatan kurang suka kuajak ke Nerdia Selatan, ” ucap Enya Moss


sebelum naik ke atas BirdNerd, ”padahal kau bisa mampir menjenguk istri mudamu.”


”Aku bisa melakukannnya sendiri, tidak perlu dalam tugas seperti ini.”


Enya Moss terkekeh. Dia tahu, Enya Spark sangat disiplin dan teliti dalam


menjalankan tugasnya. Dia juga penuh rahasia. Hanya menyampaikan laporan


sekiranya laporan itu berguna. Di balik itu semua, dia mengetahui banyak hal,


tapi tidak dilaporkan. Enya Moss ingin mendapatkan itu semua. Dia ingin menarik


banyak benang merah. Dan data yang detil dan akurat hanya ada pada Enya Spark.


”Bagaimana kau melakukannya?”


”Melakukan apa?”


”Mendapatkan semua informasi, meski kau sedang berbaring di kamarmu?”


”Aku punya mata BirdNerd.”


Enya Moss terbahak. Selalu jawaban Enya Spark seperti itu. Bahwa dia punya


mata BirdNerd yang tajam, menelisik dari ujung Nerdia Timur sampai Selatan, dan


bawah tanah Nerdia. Tapi Enya Moss yakin, ada yang tidak bisa didapatkan oleh


Enya Spark. Tapi dia belum mengetahuinya. Yang dia tahu pada anak buahnya itu


adalah, istrinya tidak bisa memberikan anak. Sehingga dia mencari istri baru di


Nerdia Selatan, dan kabarnya anaknya sekarang sudah besar. Entah istri


pertamanya tahu atau tidak perihal istri kedua dan anaknya. Yang jelas, Enya


Moss mengetahuinya dari Ratu Orla, dan menyimpannya sebagai kartu As.


Mereka terbang menuju Nerdia Selatan dan melewati perkebunan WinkGef. Tidak


ada yang aneh di sana. Pekerja perkebunan bekerja seperti biasa. Dan BirdNerd


liar berusaha mencuri Rouya di tepi perkebunan. Beberapa pekerja mengusirnya.


Pemandangan yang biasa, seperti halnya di perkebunan lain.


”Soal api tempo hari, apa kau sudah menemukan siapa yang membuat?” tanya


Enya Moss.


Mereka berdua berhenti di udara, di atas tepi perkebunan WinkGef yang


berbatas batang Rouya sejauh mata memandang.


”Belum ada. Dugaan sementara, BirdNerd Black. Pekerja di perkebunan WinkGef


menggunjing masalah itu. Tapi rupanya WinkGef berhasil meredamnya. Tidak ada


pembicaraan tentang api. Sebenarnya, aku bisa saja menindaklanjuti. Mendatangi


perkebunannya esok paginya. Karena api terlarang di Nerdia, kan? Tapi kau tahu


sendiri bagaimana WinkGef Sprout. Bekas api itu bahkan tidak berhasil


kutemukan. Padahal, api itu besar sekali di malam hari.”


”Apa yang dia lakukan untuk memadamkan api?” tanya Enya Moss, mengingatkan


Enya Spark.


”Dia memakai selimut istrinya, anda bilang begitu kan?”


”Kita harus mendapatkan selimut itu. Raja Orla pasti senang sekali.”


”Kurasa Raja Orla sudah cukup senang dengan Mom VinGlom.”


Enya Moss dan Enya Spark terkekeh bersama. Mereka tidak mungkin


menertawakan Raja Orla bila di istana. Meski mereka berdua tidak menyukai


perselingkuhan Raja dengan mantan kekasihnya, tapi sebagai Enya mereka harus


selalu mendukung Raja. Bahkan harus menjaga rahasia itu jangan sampai ke


telinga Ratu.


”Pelayannya baru saja kabur dari rumahnya. Mungkin dia tidak tahan dengan


perilaku majikannya.” ucap Enya Spark mulai serius, ”Apa yang akan kita lakukan


bila perselingkuhan itu bocor ke masyarakat?”


”Kenapa kau masih bertanya? Tentu saja kepala pelayan itu akan menggantung


di depan istana. Berikut kepala suaminya. Dan itu akan membuat WinkGef murka.


Bisa jadi, itu akan menjadi jalan bagi kita untuk mendapatkan FayLinn.”


Enya Spark terdiam. FayLinn. Gadis kecil incaran Raja Orla. Dia bisa


mengendalikan cuaca. Enya Moss memberitahunya tentang FayLinn yang bisa


menyembuhkan DesTyn dalam sekejap. Dengan mengumpulkan awan dan air di


tangannya. Tapi, tak satupun yang bisa mengambil FayLinn begitu saja dari


WinkGef. Bahkan Raja Orla sendiri dengan kekuasaannya.


OoO


Mom VinGlow menyusuri selasar istana yang


berhiaskan ornamen berkilauan. Pengawal yang berada di kanan kiri dan depannya,


berjalan tegap, mendetakkan alas kaki mereka hingga menggema ke sudut-sudut


istana.


Mereka baru saja keluar dari ruang bundar. Enya


Wien yang menemui dan menerima laporannya. Enya Moss dan Enya Spark baru saja


pergi, melakukan perjalanan ke Nerdia Selatan.


Mom VinGlow masih merasakan seluruh badannya


dingin dan gemetar. Dia sama sekali tidak menyangka akan ditemui oleh Enya


Wien, Enya dengan kemampuan cenayang. Mom VinGlow yakin, Enya Wien sudah


membaca habis pikirannya ketika dia memasuki istana. Bahwa kelebat-kelebat


perselingkuhannya dengan Raja Orla, melekat kuat di memorinya. Dia hanya bisa


mengatupkan kedua tangannya yang dingin dan gemetar, seolah seluruh isi


kepalanya sudah dikuras habis oleh Enya Wien.


Enya Wien sudah menelanjanginya dengan sepasang


Wien bertanya, apa yang sudah dilakukannya bersama Raja, Mom VinGlow pasti


tidak akan bisa mengelak untuk mengaku.


Mereka berempat berjalan, sesampai di pertigaan,


tahu-tahu ketiga pengawal itu berhenti dan menekuk kaki. Semuanya berlutut dan


menundukkan kepala.


”Berlutut Mom VinGlow. Raja dan Ratu mau lewat.”


ucap salah seorang pengawal.


Mom VinGlow menekuk separuh lutut. Dia berharap


Raja melihat kedatangannya. Dia ingin tahu, apa yang Raja dan Ratu lakukan


selama di istana. Yang pasti, apabila bersamanya Raja begitu bergairah,


pastinya di istana dia tidak mendapatkan yang diinginkan. Makanya dia


melampiaskan pada Mom VinGlow sepuas-puasnya. Sudah tiga kali Raja


mendatanginya, dan sepertinya asmara mereka tak akan kunjung mereda, bahkan


semakin menggila.


Raja dan Ratu melewati mereka. Mom VinGlow sedikit


mendongak. Dan apa yang dilihatnya membuatnya menelan ludah begitu sulit. Raja


membopong Ratu! Ratu melingkarkan lengannya dengan mesra di leher Raja, dan


merebahkan kepalanya di bahu Raja. Rambut basahnya menjuntai panjang nyaris


menyentuh lantai, meneteskan air di sepanjang selasar. Mom VinGlow seperti


melihat LesTyn dan DesTyn di hari pernikahan mereka, saat LesTyn menggendong


MeryTyn dan membawanya keluar dari aula rumah WinkGef, diiringi tepuk tangan


para pelayan.


Mom VinGlow menundukkan kepalanya. Apa yang


dilihatnya sama sekali di luar dugaannya. Raja dan Ratu tak ubahnya sepeti


pengantin baru. Bahkan mereka hanya mengenakan kain yang diselempangkan untuk


menutupi badannya. Bahu Raja dan Ratu sangat jelas dilihatnya.


”Mereka ... apa yang mereka lakukan? Mana baju


kebesaran Raja dan Ratu?” tanya Mom VinGlow sembari berbisik pada pelayan di


sebelahnya, setelah Raja dan Ratu berlalu.


”Mereka baru saja berenang.”


”Berenang?”


”Ya, dengan kolam air hujan terbaik di Nerdia.”


Mom VinGlow melajukan BirdNerd-nya penuh emosi.


Pipinya basah dan dadanya serasa meledak. Raja dan Ratu, mereka saling


mencintai melebihi dirinya? Mana mungkin? Bisikan-bisikan lembut Raja Orla di


telinganya tiga malam ini, yang membuatnya melambung ke langit Nerdia, semuanya


adalah nada-nada asmara terindah. Bahkan dulu ketika mereka masih sama-sama


lajang, bisikan itu belum pernah ada. Bukankah kini, itu semua adalah bukti


bahwa Raja Orla lebih mencintainya daripada dulu?


Tapi kenapa dia melakukannya begitu mesra dengan


Ratu?


Mom VinGlow memaki dalam hati. Memaki derajat


dirinya yang lebih rendah dari ratu, memaki Ratu yang lebih cantik dari


dirinya, memaki dirinya yang tak berdaya ketika Raja Orla membuka pintu


rumahnya. Tapi, dia juga menyadari bahwa dia bukan siapa-siapa.Kebenciannya


yang dulu pada Ratu Orla, kembali mencuat. Tapi kemudian, ketakutan merajai


hatinya.


Bila Raja dan Ratu masih saling mencintai, apa


yang bisa dituntutnya dari Raja? Enya Wien pasti sudah membaca isi kepalanya.


Bukan isi surat ancaman untuk MeryTyn.


Mom VinGlow menghempaskan BirdNerd-nya di depan


pintu rumahnya. Seorang pelayannya datang tergopoh-gopoh mendapati majikannya


melompat dari BirdNerd dan terduduk di tanah.


”Mom ... Mom... anda baik-baik saja?”


Mom VinGlow menghempas tangan pelayan yang


berusaha menolongnya. Dia begitu membenci dirinya sekarang. Tidak ada yang bisa


dia harapkan pada Raja, meski lelaki gagah itu mendatanginya setiap malam. Dia


hanya seorang janda pemuas nafsu Raja Nerdia.


Pelayannya membiarkannya berjalan terhuyung menuju


pintu. Dalam kondisi seperti ini, sebaiknya tidak membantu majikannya. Dia bisa


melukai siapapun yang akan menolongnya. Perempuan itu melangkah sembari


mengusap air matanya, dan isaknya tertahan.


Di depan pintu, langkah Mom VinGlow terhenti. Isak


tangisnya juga terhenti. Tinggal nafasnya yang masih sesak, mencirikan dadanya


masih bergemuruh. Sesuatu menarik perhatinnya. Ada yang menancap di sebelah


pintu. Sebuah kertas dengan kayu yang diruncingkan. Mom VinGlow menarik kayu


itu dan mengambil kertasnya.


”Siapa yang meletakkan di sini?” tanya Mom VinGlow


pada pelayannya.


”Saya tidak tahu, Mom. Saya baru saja keluar ketika


Mom datang.”


Mom VinGlow membuka kertas itu dan membaca tulisan


yang tertera. Tulisan yang sama dengan surat ancaman MeryTyn. Mom VinGlow


mengenali bagian sudut huruf yang agak ditarik ke atas.


”Aku


tahu apa yang kau lakukan bersama Raja Orla.”