
Malam menyelimuti Nerdia. Para bangsawan satu per
satu meninggalkan halaman rumah WinkGef. Para petani dan pekerja sudah
kelelahan dan kekenyangan berpesta. WinkGef mendapati FayLinn terlelap di
ranjangnya. Sebuah meja kecil di sebelahnya berserakan. Bekas Whim bercecera.
Sepertinya telah ada pesta kecil yang lebih menyenangkan di sini. Para pelayan
tampaknya tidak diperbolehkan masuk kamar untuk membersihkan bekas pesta itu.
”Maafkan ayah, sayang ...” gumam WinkGef seraya
mencium kening FayLinn.
WinkGef mencium aroma sisa whim di sekitar
ruangan. Sepotong whim masih tersisa di sebuah piring, di atas meja. Tiba-tiba
WinkGef merasa lapar. Di pestanya sendiri, dia bahkan tidak sempat menikmati
hidangan. Sibuk menerima sapaan para bangswan dan Enya. Juga sibuk menerima
hadiah BirdNerd untuk FayLinn. Dan menyibukkan NixWatt supaya selalu berada di
dekatnya. Dan sampai sekarang, NixWatt belum juga berhasil bertemu FayLinn.
WinkGef mengambil sisa potongan Whim. Dia terkejut
mendapati tangannya terasa dingin.
”Whim dingin ?”
Ingatannya sontak melayang pada ZinLinn.
Satu-satunya yang bisa membuat whim dingin senikmat ini, walau pun hanya dengan
Rouya Merah.
”FayLinn, bangun nak. Darimana whim dingin ini ?”
FayLinn masih terlelap, meski WinkGef
menepuk-nepuk pipinya. Hanya menggerakkan kepalanya, lalu kembali mendengkur
halus.
”Fay sayang, maafkan ayah tadi tidak sempat
memperhatikanmu, sehingga kamu berpesta sendiri di sini. Whim ini dari siapa ?”
Terdengar kepak sayap BirdNerd dari jendela kamar
FayLinn. WinkGef bergegas membuka pintu jendela yang tinggi dan lebar.
NotchWood di atas BirdNerd putihnya.
”Aku hanya menjaganya selama kau lalai
mengawasinya.”
”NotchWod, kapan kau datang ?”
”Pesta seperti itu saja telah membuatmu lupa pada
FayLinn. Kau hanya mempunyai satu FayLinn, jaga dia. Kalau kau tidak bisa, aku
yang akan membawanya.”
”Maafkan aku, NotchWood. Aku ...”
”ZinLinn benar. Dia berpesan aku membawa FayLinn
untuk menyelamatkannya. Bila sesuatu terjadi padanya, kau tahu apa yang akan
aku lakukan.”
BirdNerd Notcwood melambung ke langit, dan terbang
ke arah timur.
WinkGef termangu. Dia menyadari kesalahannya. Hanya
karena tugas dari Enya untuk mengawasi NixWatt, dia telah melalaikan putrinya.
”Hm, jadi kau juga bisa membuat whim dingin ?”
tanya WinkGef dalam gumamannya.
Tentu saja NocthWood tidak menjawab pertanyaanya.
WinkGef menutup jendela. Saat dia hendak menutup tirai, di kejauhan dia melihat
seekor BirdNerd terbang melintas. BirdNerd berwarna hitam itu telah membuat
WinkGef tertegun. Dia yakin dia tidak salah lihat. Penunggangnya berbadan
kecil, setinggi FayLinn. BirdNErd itu terbang menuju kota, ke arah utara.
WinkGef mendekati FayLinn yang masih terlelap.
Sejak kematian ZinLinn dengan tubuh mendingin, WinkGef tak pernah bisa terlelap
di malam hari. Tubuhnya semakin kurus. Tapi WinkGef merasa, FayLinn yang lebih
menderita darinya. Rambutnya tidak lagi hijau mengkilat seperti dulu. Warnanya
mulai kemerahan, seperti rambut para petani dan pekerja. Di pesta tadi, para
bangsawan pun malas mendekatinya. Padahal, pesta itu adalah pesta FayLinn.
”Kau dan aku harus bertemu NixWatt, ” bisik
WinkGef.
Kegelisahan ini harus segera diakhiri.
OoO
Istal milik NixWatt ramai pengunjung. Pohon Rouya
Biru menjulang tinggi di tengah istal. Persis yang diceritakan NixWatt padanya.
Walaupun tak ada BirdNerd bertengger di sana, tapi para bangsawan menyerbu
tempatnya. Dan semuanya adalah istri para bangsawan. Daripada repot merawat
rambut sendiri, akan lebih mudah datang ke perawatan rambut milik NixWatt.
Walau harganya lebih mahal dari jumlah Rouya Hijau yang dipakai untuk merawat
rambut, tetapi pegawai-pegawai NixWatt yang rata-rata masih muda dan gagah,
menjadi salah satu daya tarik bagi para istri bangsawan. Tidak masalah walau
para pegawai itu dari kalangan rakyat kelas bawah, yang penting rambut mereka
juga hijau mengkilat karena NixWatt sendiri yang merawatnya.
”Kita mau apa di sini, ayah ?” tanya FayLinn
heran, melihat para wanita asyik berbisik dan tertawa genit.
”Kita datang untuk merawat rambutmu, FayLinn. ”
”Aku tidak mau. Aku hanya mau dirawat ibu.”
WinkGef menarik nafas panjang, ”Ibu sudah tidak
ada, sayang. Kau tidak mau para pelayan yang melakukannya. Tapi ayah yakin, kau
mau dirawat oleh teman ayah. ”
”Teman ayah ?”
”Ya. Pemilik Istal ini teman ayah dan teman ibumu.
Namanya NixWatt. Ayah berharap kau tidak terkejut saat melihatnya nanti.”
FayLinn diam. Dia tidak bisa memprotes keputusan
ayahnya. Seorang wanita bangsawan mendekat dan menyapa WinkGef.
”Tuan Sprout, senang bisa berjumpa anda di sini, ”
sapa wanita itu ramah, ”Anda ingin merawat rambut di sini ?”
WinkGef mengangguk ramah, ”Benar, Nyonya. Aku dan
anakku. ZinLinn sudah tidak ada, maka kami terpaksa datang ke mari.”
”Oh, begitu. Hmm, apakah Tuan Sprout tidak
berpikir mencari penggantinya ? Maksud saya, sungguh kasihan bila setiap minggu
anda dan nona ini datang dan mengantri ke sini.”
WinkGef hanya mengangguk hormat. Nyonya itu
tertawa genit.
”Aku mempunyai seorang keponakan. Dia juga pandai
merawat rambut dan membuat whim. ”
”Terima kasih, Nyonya. Maaf, sekarang giliran
kami. ”
WinkGef bergegas menggandeng FayLinn memasuki
ruang perawatan. Berlama-lama dengan nyonya bangsawan genit itu akan menuai
masalah baginya. Para istri bangsawan itu tak pernah mengerti bahwa para
bangsawan adalah para pencemburu. Dalam setiap pertemuan bangsawan, mereka
selalu membanggakan istrinya dengan keahliannya masing-masing. Bila mereka
mengetahui istrinya bertingkah genit pada WinkGef, WinkGef tidak bisa
membayangkan apa yang akan terjadi pada hubungan baik mereka. WinkGef menyadari,
statusnya kini seorang duda. Banyak gadis melirik posisi ZinLinn saat ini.
Sebagaimana pesta di rumahnya, hanya tawaran dan tawaran istri baru yang
didengarnya dalam basa-basi mereka. WinkGEf mulai merasa muak pada
teman-temannya.
Ruang perawatan itu hanyalah sebuah bilik kecil
dengan satu pegawai NixWatt. Seorang lelaki dengan kostum yang sama dengan yang
dipakai NixWatt saat datang pertama kali ke rumah WnkGef, menyambutnya dengan
ramah. WinkGef ragu lelaki di hadapannya itu bisa merawat rambut sebaik
istrinya.
”Dengan Tuan siapa ?”
”Sprout.”
”Oke, Tuan Sprout. Kami menawarkan perawatan
rambut terbaik di Nerdia. Dengan Rouya Hijau berkualitas terbaik. Anda sudah
siap ?”
”Anak saya dulu. ”
”Ow, si kecil yang cantik. Silahkan duduk sayang.
Sementara aku akan mengambil whim untuk ayahmu. ”
Lelaki itu keluar dari bilik. WinkGef menduduki
sebuah bangku batu, sementara FayLinn duduk di hadapannya. Gadis itu tampak
tegang.
”Ayah, aku takut ...” bisiknya, seraya matanya
mengamati hiasan dinding bilik.
”Tidak apa-apa sayang. Ini hanya perawatan rambut
biasa. Hanya saja bukan ibu yang melakukannya.”
”WinkGef !”
WinkGef menoleh. Di pintu bilik, berdiri NixWatt.
Rupanya, pegawainya sudah memberitahu bahwa Tuan Sprout sedang merawat rambut.
”Ayahhhh !”
FayLinn menjerit histeris dan langsung menghambur
ke pelukan ayahnya. Dia ketakutan melihat NixWatt.
”Tenang, sayang ! Ini teman ayah !”
”Aku mau pulang ! Pulangg !”
FayLinn semakin histeris. Raut muka NixWatt pun
menjadi pucat. WinkGef bergegas membopong FayLinn yang berteriak-teriak
ketakutan.
”Mungkin lain kali, Nix. Maaf...”
NixWatt mengangguk-angguk. WinkGef bergegas keluar
dari Istal dan bersiul. BirdNerdnya segera menukik dari pohon Rouya Merah, tak jauh
dari istal milik NixWatt.
”Aku takut ayah ....”
”Ya, sayang. Kita pulang.”
Gerimis turun mengiringi terbangnya BirdNerd
WinkGef. NixWatt memandangnya dari jendela ruangan kerjanya.
”Dia hanya anak kecil, Tuan., ” kata pegawainya
menghibut.
”Ya, aku tahu. Dia hanya anak kecil, makanya dia
takut padaku. Kamu layani saja pelanggan yang lain. ”
Pelayannya menangguk hormat dan bergegas keluar
dari ruang kerja. NixWatt mengeluarkan sesuatu dari laci meja kerjanya. Buah
Rouya Kuning. NixWatt membuka kulitnya dengan kedua kukunya dan membelahnya. Di dalam Rouya Kuning itu ada bola
air berwarna biru. Ada bayangan wajah di dalam bola air itu. Rupanya itu bukan buah Rouya Kuning asli.
”Zinnia memang tidak berpihak padaku, ” gumamnya
sedih.
Gerimis di luar Istal semakin deras. Terdengar
tawa genit istri bangswan yang menggoda salah seorang pegawai NixWatt. NixWatt
tidak peduli dengan itu semua. Yang penting, uang mengalir deras ke kantongnya.
OoO
WinkGef sedang mengawasi perkebunannya bersama
LesTyn. Para pekerjanya mengeluhkan tentang bibit Rouya yang baru mereka tanam
pasca hujan pertama di musim tanam. Tampaknya tumbuh kurang sehat, karena cuaca
tidak menentu. Kadang hujan berkepanjangan, menyebabkan tunas-tunas yang baru
tumbuh membusuk. Kadang panas tanpa hujan sama sekali, menyebabkan pucuk-pucuk
tunas mengering.
”Kita harus menyiramnya dengan air yang lain pak,
” ucap LesTyn memberi saran.
WnkGef tidak menjawab. Pikirannya sedang tidak
tenang. Cuaca kacau sejak ZinLinn meninggal. Apakah Planet Zinnia masih
bersedih ? WinkGef mendongak menatap Bintang Memra yang menyilaukan. Selama
bintang itu masih bersinar, masih banyak hal yang bisa diupayakannya. Cuaca
seperti ini pernah melanda Nerdia beberapa waktu silam, tapi para bangsawan
berhasil melaluinya.
”Bagaimana dengan BirdNerd Black, Tuan ?”
WinkGef menoleh ke arah asistennya. LesTyn
menunduk dalam, merasa ada yang salah dalam pertanyaannya.
”Maaf, Tuan Sprout, ” ucapnya kemudian seraya
membungkuk hormat.
”Tidak apa-apa, LesTyn. Akhir-akhir ini aku
memikirkan banyak hal. Seolah-olah aku raja negeri ini. ”
LesTyn tersenyum. Para bangsawan maklum, Raja
OrlaOrla hanyalah sebuah simbol bagi Nerdia. Kehidupan Nerdia sendiri
dikendalikan oleh para bangsawan dengan hasil perkebunan Rouyanya. Tanpa pajak
dari mereka, Raja OrlaOrla tidak akan bisa makan.
Seekor BirdNerd melayang-layang di atas kebun,
menarik perhatian WinkGef dan LesTyn.
”Tuan WinkGef, BirdNerd dari Akandemi Nerdia, ”
lapor LesTyn setelah melhat bandul kalung BirdNerd itu. Lambang Nerdia berwarna
kuning yang memantulkan cahaya Bintang Memra.
WinkGef merasa ada sesuatu sedang terjadi pada
anaknya. Guru Akademi Nerdia tidak mungkin datang ke rumahnya di jam sekolah.
LouElla turun di halaman depan, dan WinkGef sudah
menyambutnya di depan pintu. LouElla merapikan rambutnya yang tergerai sampai
ke pinggang dan tampak acak-acakan karena dimainkan angin. Dia harus tampil
memukau di hadapan duda bangsawan di hadapannya. Dambaan setiap gadis di
Nerdia.
”Selamat pagi, Tuan Sprout ...” sapanya ramah
”Selamat pagi, Bu LouElla. Apakah ada kepentingan
tentang Akademi ?”
”Oh, tidak Tuan Sprout. ”
”Hm, kalau begitu ada kepentingan lain ? Setahu
saya ini masih jam sekolah.”
”Bisa kita bicara di dalam ?”
WinkGef mempersilahkan LouElla masuk. Mereka
melintasi aula utama, menuju ruang kerja WinkGef. LouElla mengamati hiasan
dinding aula. Selalu saja indah di tiap rumah bangsawan. Membuatnya selalu
berdecak kagum, dan berangan menjadi istri mereka.
”Silahkan, Bu LouElla.”
LouElla melangkah masuk ke ruang kerja WinkGef.
Pandangannya langsung tertuju pada gambar-gambar pohon Rouya di dinding. Pasti
diwarnai dengan buah Rouyanya sendiri. Karena bau harum setiap buah menyeruak
begitu pintu dibuka.
LouElla mengambil tempat duduk berhadapan dengan
WinkGef. Sejenak dia mengagumi ketampanan dan kegagahan WinkGef, membuatnya
lupa pada tujuannya semula bertamu. Lelaki dengan baju bangsawannya, berlatar
belakang gambar Rouya Hijau. Gambar itu seolah menyatu dengan tubuh gagahnya.
”Bu LouElla ?”
”Eh, ya...,” ucapnya LouElla segera menguasai
dirinya, ”ini tentang FayLinn, Tuan Sprout.”
”Ada apa dengan FayLinn ?”
”Akhir-akhir, FayLinn sering menyendiri. Nilai
akademisnya juga menurun drastis. Bulan depan, bila dia tidak bisa memperbaiki,
kami terpaksa memberi tindakan tegas pada FayLinn. ”
”Apa itu ?”
”Kami terpaksa mengeluarkan FayLinn dari Akademi.”
WinkGef mendesah panjang.
”Tapi, kami punya solusi sebelum hal itu terjadi.
Anda sendiri tentunya tahu kalau Akademi kami adalah yang terbaik di Nerdia,
maka kami menetapkan aturan-aturan yang ketat. Untuk anak-anak yang mengalami
hambatan dalam akademis, kami menawarkan progam privat.”
”Maksudnya ?”
”Guru dari Akademi akan datang ke rumah dan
mengajari secara intensif. Tentu saja ada biaya tambahan, tapi semuanya demi
kebaikan dan kemajuan murid.”
WinkGef mengangguk setuju. Mungkin itu cara yang
terbaik, mengingat dia tidak bisa memantau perkembangan anaknya di sekolah.
”Ya, saya setuju. Segera saja dimulai.”
”Baiklah, saya pamit dulu. Sebelumnya, apa saya
boleh bertemu FayLinn ?”
WinkGef mengernyitkan kening, keheranan.
”FayLinn ?”
”Iya. Dia tidak masuk hari ini, tanpa
pemberitahuan. Kami pikir, dia sedang sedih karena nilai akademis dibagikan
kemarin. ”
WinkGef bangkit dari kursinya.
”Tapi, dia berangkat sekolah tadi pagi. ”
LouElla ikut-ikutan bangkit dari kursi, terkejut
dengan pernyataan WinkGef.
”Tapi, dia tidak hadir di sekolah.”
”Dia berangkat sendiri mulai kemarin, Bu. ”
WinkGef panik. Dia berlari keluar ruang kerjanya,
meninggalkan LouElla. LouElla bergegas mengikutinya. Sesampai di halaman depan,
LouElla melihat WinkGef sudah terbang dengan BirdNerd-nya. Banyak anak membolos
di Akademi Nerdia, tapi tidak sepanik WinkGef.
OoO
WinkGef sudah mengitari Nerdia untuk kedua
kalinya. Hari menjelang sore, dan dia belum menemukan FayLinn dan BirdNerd-nya.
LouElla dan dua orang pegawai Akademi Nerdia membantunya mencari FayLinn. Tidak
ada yang tahu ke mana gerangan FayLinn pergi, karena anak itu baru pertama kali
terbang sendiri. Baik WinkGef dan LouElla sudah memeriksa seluruh kelas, tapi
tidak menjumpai FayLinn.
WinkGef hampir putus asa. Ingatannya melayang pada
NotchWood yang menatapnya dengan tajam. Memperingatkannya bahwa dia akan
membawa FayLinn bila WinkGef tidak bisa menjaganya. WinkGef tidak berani
menduga FayLinn pergi ke Hutan Rouya Biru menemui kakeknya.
”Tidak, dia belum hafal jalan ke Nerdia Timur. Dan
dia belum bisa mengendalikan BirdNerd-nya untuk terbang sejauh itu. ”
Putus asa semakin kuat menyelimuti WinkGef.
LouElla menyarankan untuk melaporkan ke Enya. Para Enya akan lebih mudah
mencarinya dalam gelap, karena mereka sudah terlatih. Mereka juga mempunyai
banyak anak buah untuk disebarkan ke seluruh Nerdia.
WinkGef menolak saran LouElla.
”Aku bisa mencari anakku sendiri. Aku mantan Enya,
” tukas WinkGef , lalu terbang meninggalkan LouElla.
LouElla tidak bisa berkata apa-apa lagi.
BirdNerd-nya sudah kelelahan. Dai segera mengajaknya singgah di halaman
Akademi. Seingatnya, di sore hari masih ada sisa-sisa Rouya Hijau di setiap
kelas. Dia bisa memberikannya pada BirdNerd-nya. Dan sebagian bisa dimakannya.
Akademi sudah sepi. Hanya beberapa BirdNerd milik
pegawai akademi bertengger di pohon. Jendela di perpustakaan masih terbuka,
pertanda DesTyn belum pulang. LouElla
bergegas menuju perpustakaan. Dia yakin bisa menemukan petunjuk di mana FayLinn
berada. Gadis kecil itu sedang menyukai membaca buku Thistle. Bukan tidak
mungkin, petunjuk ada di buku itu. Pastinya akan menjadi prestasi yang
mengesankan untuk WinkGef bila bisa menemukan FayLinn.
”Bu LouElla ? Anda belum pulang sesore ini ?”
DesTyn terkejut melihat LouElla tiba-tiba membuka
pintu perpustakaan dan menyeruak masuk. Menuju meja DesTyn dengan penuh
keyakinan.
”Mana buku yang biasa dipinjam FayLinn. ”
”Apa ?”
”Thistle.”
”Anak itu meminjamnya kemarin. Kenapa ?”
DesTyn menangkap sesuatu yang tidak biasanya telah
terjadi. Apalagi melihat wajah LouElla yang tampak kelelahan dengan rambut
acak-acakan. Pastinya dia telah menghabiskan banyak waktu bersama BirdNerd-nya.
”Ada apa dengan FayLinn ?”
LouElla menghela nafas panjang.
”FayLinn hilang. ”
DesTyn terperangah.
”Sekarang, apa kamu tahu di mana aku bisa
menemukan anak itu. Ini penting. Ayahnya sudah sangat putus asa. Aku yakin, di
buku itu ada petunjukknya. ”
DesTyn menggeleng. Bahkan bukunya saja tidak ada
padanya, bagaiaman mungkin dia bisa mengetahui petunjuk dalam buku iut. Karena
dia sendiri tidak pernah tertarik membaca buku itu. Tidak sampai LesTyn
memintanya mencarikan buku tentang BirdNerd Black untuk WinkGef Sprout.
”Tunggu, apakah ayah FayLinn itu WinkGef Sprout ?”
LouElla mengangguk.
DesTyn bangkit dari duduknya. Berjalan menyusuri
lorong-lorong di antara rak bukunya. LouElla mengikutinya.
”Bagaimana ? Apa kau menemukan sesuatu ?”
”Anakku, LesTyn. Majikannya pernah meminta
dicarikan sebuah buku tentang BirdNerd Black. Buku yang sangat kuno, bahkan hanya
tinggal satu di negeri ini.”
”BirdNerd Black ?”
”Ya. Dan BirdNerd Black sangat berkaitan dengan
Thistle. Aku tidak percaya, ayah dan anak bisa sama-sama tertarik pada dua hal
itu.”
”Ini pasti tentang Whim dingin, ” gumam LouElla.
”Whim dingin ?”
LouElla menatap DefTyn. Dan keduanya langsung
menemukan setitik petunjuk.
”Hanya Thistle yang bisa membuat benda-benda
menjadi dingin, ” ucap LouElla disertai anggukan DefTyn.
LouElla berlari meninggalkan perpustakaan. Saat
itu, tiba-tiba DefTyn merasa FayLinn dalam bahaya besar.
OoO
WinkGef memutuskan kembali ke rumahnya. Dia akan
mengerahkan pekerjanya untuk menemukan FayLinn malam itu juga. Jangan sampai
NotchWood mendengar hal ini, atau dia harus kehilangan wanita yang dikasihinya
untuk kedua kalinya. Namun jantungnya seakan berhenti berdetak saat melihat
BirdNerd FayLinn, yaitu BirdNerd milik ZinLinn bertengger di pohon Rouya hijau.
BirdNerd putih. Baik ZinLinn maupun FayLinn tidak suka bila BirdNerd mereka
mendapat perawatan rambut seperti BirdNerd milik orang Nerdia pada umumnya.
WnkGef menoleh ke jendela FayLinn yang terbuka.
Malam mulai merayap. Tanpa pikir panjang, WinkGef berlari menuju rumahnya dan
langsung naik ke lantai dua. Menuju kamar FayLinn.
FayLinn sedang duduk di ranjangnya. Di pangkuannya
ada sebuah buku besar. Dia menoleh ke arah pintu kamar begitu WinkGef berdiri
di sana.
”FayLinn !”
WinkGef melompat ke atas ranjang dan meraih gadis
kecil itu dalam pelukannya. Memeluknya begitu erat, seolah tak hendak
melepaskannya lagi.
”Ayah, aku tidak bisa bernafas ...”
WinkGEf tersentak, menyadari bahwa telah menyakiti
gadis kecilnya. Dilepaskannya pelukan eratnya, tapi kedua tangannya langsung
menyentuh kedua pipi FayLinn.
”Kamu tidak apa-apa sayang ?”
FayLinn memanyunkan bibirnya. Dia terlihat lucu
dan menggemaskan. WinkGef menciuminya berkali-kali.
”Ayah darimana saja ? Aku capek menunggu ayah !”
WinkGef terkesima. Sejak Bintang Memra belum
meninggi dia sudah dibuat kebingungan karena tidak mengatahui FayLinn
menghilang. Kini gadis itu malah mengeluhkannya yang datang terlalu lama.
”FayLinn, apa kamu ke sekolah hari ini ?”
”Iya. ”
”Tapi, kata Bu LouElla, kamu tidak masuk. Siapa
yang berbohong ?”
”Aku tidak bohong !” ujar FayLinn. Matanya
membulat, tidak terima dengan tuduhan ayahnya.
”Ayah dan Bu LouElla tidak menemukan kamu di
sekolah. Teman-teman kamu semua masih ada di sekolah. Lalu, kamu pergi ke mana
?”
”Aku ke sekolah tadi pagi, ayah. Aku harus
mengembalikan buku ini. Tapi di tengah jalan, aku bertemu seseorang. ”
”Siapa ?”
”Aku takut sekali, ayah. Orang cebol itu.”
NixWatt.
”Apa yang dilakukannya padamu ?”
”Tidak ada. BirdNerd kami berpapasan dan aku
ketakutan melihat dia. Makanya aku pulang lagi. ”
”Lalu, orang cebol itu bagaimana ? Mengejar kamu
?”
FayLinn mengangguk. WinkGef mulai merasa was-was.
Kenapa NixWatt mengejar FayLinn, padahal lelaki itu tahu FayLinn takut padanya.
”Terus ?”
”Untunglah ada seorang perempuan yang menolongku. Dia
menemaniku pulang. Dia teman ayah. ”
”Teman ayah ? Siapa dia ?”
FayLinn mengeluarkan sesuatu dari balik
selimutnya. Bunga berkelopak satu.
”Darimana kau mendatkan bunga ini. ”
”Dari perempuan itu. Aku lupa namanya. Tapi dia
ingat namaku. Dia memberiku bunga ini. Katanya bila diletakkan di bawah bantal,
aku akan merasa tenang karena baunya sangat harum.”
WinkGef mendesah nafas panjang. Sekali lagi dia
memeluk putrinya.
”Lain kali, bila sudah di rumah, temui ayah di
perkebunan ya ? Kau menunggu ayah sangat lama ?”
”Iya. Aku menunggu ayah lama sekali. ”
WinkGef tersenyum. Kegelisahannya telah hilang.
Namun kini dia mulai waswas. Ternyata tidak mudah menjaga anaknya seorang diri.
OoO