The Thistle

The Thistle
7 - Ketakutan FayLinn



 


 


Malam menyelimuti Nerdia. Para bangsawan satu per


satu meninggalkan halaman rumah WinkGef. Para petani dan pekerja sudah


kelelahan dan kekenyangan berpesta. WinkGef mendapati FayLinn terlelap di


ranjangnya. Sebuah meja kecil di sebelahnya berserakan. Bekas Whim bercecera.


Sepertinya telah ada pesta kecil yang lebih menyenangkan di sini. Para pelayan


tampaknya tidak diperbolehkan masuk kamar untuk membersihkan bekas pesta itu.


”Maafkan ayah, sayang ...” gumam WinkGef seraya


mencium kening FayLinn.


WinkGef mencium aroma sisa whim di sekitar


ruangan. Sepotong whim masih tersisa di sebuah piring, di atas meja. Tiba-tiba


WinkGef merasa lapar. Di pestanya sendiri, dia bahkan tidak sempat menikmati


hidangan. Sibuk menerima sapaan para bangswan dan Enya. Juga sibuk menerima


hadiah BirdNerd untuk FayLinn. Dan menyibukkan NixWatt supaya selalu berada di


dekatnya. Dan sampai sekarang, NixWatt belum juga berhasil bertemu FayLinn.


WinkGef mengambil sisa potongan Whim. Dia terkejut


mendapati tangannya terasa dingin.


”Whim dingin ?”


Ingatannya sontak melayang pada ZinLinn.


Satu-satunya yang bisa membuat whim dingin senikmat ini, walau pun hanya dengan


Rouya Merah.


”FayLinn, bangun nak. Darimana whim dingin ini ?”


FayLinn masih terlelap, meski WinkGef


menepuk-nepuk pipinya. Hanya menggerakkan kepalanya, lalu kembali mendengkur


halus.


”Fay sayang, maafkan ayah tadi tidak sempat


memperhatikanmu, sehingga kamu berpesta sendiri di sini. Whim ini dari siapa ?”


Terdengar kepak sayap BirdNerd dari jendela kamar


FayLinn. WinkGef bergegas membuka pintu jendela yang tinggi dan lebar.


NotchWood di atas BirdNerd putihnya.


”Aku hanya menjaganya selama kau lalai


mengawasinya.”


”NotchWod, kapan kau datang ?”


”Pesta seperti itu saja telah membuatmu lupa pada


FayLinn. Kau hanya mempunyai satu FayLinn, jaga dia. Kalau kau tidak bisa, aku


yang akan membawanya.”


”Maafkan aku, NotchWood. Aku ...”


”ZinLinn benar. Dia berpesan aku membawa FayLinn


untuk menyelamatkannya. Bila sesuatu terjadi padanya, kau tahu apa yang akan


aku lakukan.”


BirdNerd Notcwood melambung ke langit, dan terbang


ke arah timur.


WinkGef termangu. Dia menyadari kesalahannya. Hanya


karena tugas dari Enya untuk mengawasi NixWatt, dia telah melalaikan putrinya.


”Hm, jadi kau juga bisa membuat whim dingin ?”


tanya WinkGef dalam gumamannya.


Tentu saja NocthWood tidak menjawab pertanyaanya.


WinkGef menutup jendela. Saat dia hendak menutup tirai, di kejauhan dia melihat


seekor BirdNerd terbang melintas. BirdNerd berwarna hitam itu telah membuat


WinkGef tertegun. Dia yakin dia tidak salah lihat. Penunggangnya berbadan


kecil, setinggi FayLinn. BirdNErd itu terbang menuju kota, ke arah utara.


WinkGef mendekati FayLinn yang masih terlelap.


Sejak kematian ZinLinn dengan tubuh mendingin, WinkGef tak pernah bisa terlelap


di malam hari. Tubuhnya semakin kurus. Tapi WinkGef merasa, FayLinn yang lebih


menderita darinya. Rambutnya tidak lagi hijau mengkilat seperti dulu. Warnanya


mulai kemerahan, seperti rambut para petani dan pekerja. Di pesta tadi, para


bangsawan pun malas mendekatinya. Padahal, pesta itu adalah pesta FayLinn.


”Kau dan aku harus bertemu NixWatt, ” bisik


WinkGef.


Kegelisahan ini harus segera diakhiri.


OoO


Istal milik NixWatt ramai pengunjung. Pohon Rouya


Biru menjulang tinggi di tengah istal. Persis yang diceritakan NixWatt padanya.


Walaupun tak ada BirdNerd bertengger di sana, tapi para bangsawan menyerbu


tempatnya. Dan semuanya adalah istri para bangsawan. Daripada repot merawat


rambut sendiri, akan lebih mudah datang ke perawatan rambut milik NixWatt.


Walau harganya lebih mahal dari jumlah Rouya Hijau yang dipakai untuk merawat


rambut, tetapi pegawai-pegawai NixWatt yang rata-rata masih muda dan gagah,


menjadi salah satu daya tarik bagi para istri bangsawan. Tidak masalah walau


para pegawai itu dari kalangan rakyat kelas bawah, yang penting rambut mereka


juga hijau mengkilat karena NixWatt sendiri yang merawatnya.


”Kita mau apa di sini, ayah ?” tanya FayLinn


heran, melihat para wanita asyik berbisik dan tertawa genit.


”Kita datang untuk merawat rambutmu, FayLinn. ”


”Aku tidak mau. Aku hanya mau dirawat ibu.”


WinkGef menarik nafas panjang, ”Ibu sudah tidak


ada, sayang. Kau tidak mau para pelayan yang melakukannya. Tapi ayah yakin, kau


mau dirawat oleh teman ayah. ”


”Teman ayah ?”


”Ya. Pemilik Istal ini teman ayah dan teman ibumu.


Namanya NixWatt. Ayah berharap kau tidak terkejut saat melihatnya nanti.”


FayLinn diam. Dia tidak bisa memprotes keputusan


ayahnya. Seorang wanita bangsawan mendekat dan menyapa WinkGef.


”Tuan Sprout, senang bisa berjumpa anda di sini, ”


sapa wanita itu ramah, ”Anda ingin merawat rambut di sini ?”


WinkGef mengangguk ramah, ”Benar, Nyonya. Aku dan


anakku. ZinLinn sudah tidak ada, maka kami terpaksa datang ke mari.”


”Oh, begitu. Hmm, apakah Tuan Sprout tidak


berpikir mencari penggantinya ? Maksud saya, sungguh kasihan bila setiap minggu


anda dan nona ini datang dan mengantri ke sini.”


WinkGef hanya mengangguk hormat. Nyonya itu


tertawa genit.


”Aku mempunyai seorang keponakan. Dia juga pandai


merawat rambut dan membuat whim. ”


”Terima kasih, Nyonya. Maaf, sekarang giliran


kami. ”


WinkGef bergegas menggandeng FayLinn memasuki


ruang perawatan. Berlama-lama dengan nyonya bangsawan genit itu akan menuai


masalah baginya. Para istri bangsawan itu tak pernah mengerti bahwa para


bangsawan adalah para pencemburu. Dalam setiap pertemuan bangsawan, mereka


selalu membanggakan istrinya dengan keahliannya masing-masing. Bila mereka


mengetahui istrinya bertingkah genit pada WinkGef, WinkGef tidak bisa


membayangkan apa yang akan terjadi pada hubungan baik mereka. WinkGef menyadari,


statusnya kini seorang duda. Banyak gadis melirik posisi ZinLinn saat ini.


Sebagaimana pesta di rumahnya, hanya tawaran dan tawaran istri baru yang


didengarnya dalam basa-basi mereka. WinkGEf mulai merasa muak pada


teman-temannya.


Ruang perawatan itu hanyalah sebuah bilik kecil


dengan satu pegawai NixWatt. Seorang lelaki dengan kostum yang sama dengan yang


dipakai NixWatt saat datang pertama kali ke rumah WnkGef, menyambutnya dengan


ramah. WinkGef ragu lelaki di hadapannya itu bisa merawat rambut sebaik


istrinya.


”Dengan Tuan siapa ?”


”Sprout.”


”Oke, Tuan Sprout. Kami menawarkan perawatan


rambut terbaik di Nerdia. Dengan Rouya Hijau berkualitas terbaik. Anda sudah


siap ?”


”Anak saya dulu. ”


”Ow, si kecil yang cantik. Silahkan duduk sayang.


Sementara aku akan mengambil whim untuk ayahmu. ”


Lelaki itu keluar dari bilik. WinkGef menduduki


sebuah bangku batu, sementara FayLinn duduk di hadapannya. Gadis itu tampak


tegang.


”Ayah, aku takut ...” bisiknya, seraya matanya


mengamati hiasan dinding bilik.


”Tidak apa-apa sayang. Ini hanya perawatan rambut


biasa. Hanya saja bukan ibu yang melakukannya.”


”WinkGef !”


WinkGef menoleh. Di pintu bilik, berdiri NixWatt.


Rupanya, pegawainya sudah memberitahu bahwa Tuan Sprout sedang merawat rambut.


”Ayahhhh !”


FayLinn menjerit histeris dan langsung menghambur


ke pelukan ayahnya. Dia ketakutan melihat NixWatt.


”Tenang, sayang ! Ini teman ayah !”


”Aku mau pulang ! Pulangg !”


FayLinn semakin histeris. Raut muka NixWatt pun


menjadi pucat. WinkGef bergegas membopong FayLinn yang berteriak-teriak


ketakutan.


”Mungkin lain kali, Nix. Maaf...”


NixWatt mengangguk-angguk. WinkGef bergegas keluar


dari Istal dan bersiul. BirdNerdnya segera menukik dari pohon Rouya Merah, tak jauh


dari istal milik NixWatt.


”Aku takut ayah ....”


”Ya, sayang. Kita pulang.”


Gerimis turun mengiringi terbangnya BirdNerd


WinkGef. NixWatt memandangnya dari jendela ruangan kerjanya.


”Dia hanya anak kecil, Tuan., ” kata pegawainya


menghibut.


”Ya, aku tahu. Dia hanya anak kecil, makanya dia


takut padaku. Kamu layani saja pelanggan yang lain. ”


Pelayannya menangguk hormat dan bergegas keluar


dari ruang kerja. NixWatt mengeluarkan sesuatu dari laci meja kerjanya. Buah


Rouya Kuning. NixWatt membuka kulitnya  dengan kedua kukunya dan membelahnya. Di dalam Rouya Kuning itu ada bola


air berwarna biru. Ada bayangan wajah di dalam bola air itu. Rupanya itu  bukan buah Rouya Kuning asli.


”Zinnia memang tidak berpihak padaku, ” gumamnya


sedih.


Gerimis di luar Istal semakin deras. Terdengar


tawa genit istri bangswan yang menggoda salah seorang pegawai NixWatt. NixWatt


tidak peduli dengan itu semua. Yang penting, uang mengalir deras ke kantongnya.


OoO


WinkGef sedang mengawasi perkebunannya bersama


LesTyn. Para pekerjanya mengeluhkan tentang bibit Rouya yang baru mereka tanam


pasca hujan pertama di musim tanam. Tampaknya tumbuh kurang sehat, karena cuaca


tidak menentu. Kadang hujan berkepanjangan, menyebabkan tunas-tunas yang baru


tumbuh membusuk. Kadang panas tanpa hujan sama sekali, menyebabkan pucuk-pucuk


tunas mengering.


”Kita harus menyiramnya dengan air yang lain pak,


” ucap LesTyn memberi saran.


WnkGef tidak menjawab. Pikirannya sedang tidak


tenang. Cuaca kacau sejak ZinLinn meninggal. Apakah Planet Zinnia masih


bersedih ? WinkGef mendongak menatap Bintang Memra yang menyilaukan. Selama


bintang itu masih bersinar, masih banyak hal yang bisa diupayakannya. Cuaca


seperti ini pernah melanda Nerdia beberapa waktu silam, tapi para bangsawan


berhasil melaluinya.


”Bagaimana dengan BirdNerd Black, Tuan ?”


WinkGef menoleh ke arah asistennya. LesTyn


menunduk dalam, merasa ada yang salah dalam pertanyaannya.


”Maaf, Tuan Sprout, ” ucapnya kemudian seraya


membungkuk hormat.


”Tidak apa-apa, LesTyn. Akhir-akhir ini aku


memikirkan banyak hal. Seolah-olah aku raja negeri ini. ”


LesTyn tersenyum. Para bangsawan maklum, Raja


OrlaOrla hanyalah sebuah simbol bagi Nerdia. Kehidupan Nerdia sendiri


dikendalikan oleh para bangsawan dengan hasil perkebunan Rouyanya. Tanpa pajak


dari mereka, Raja OrlaOrla tidak akan bisa makan.


Seekor BirdNerd melayang-layang di atas kebun,


menarik perhatian WinkGef dan LesTyn.


”Tuan WinkGef, BirdNerd dari Akandemi Nerdia, ”


lapor LesTyn setelah melhat bandul kalung BirdNerd itu. Lambang Nerdia berwarna


kuning yang memantulkan cahaya Bintang Memra.


WinkGef merasa ada sesuatu sedang terjadi pada


anaknya. Guru Akademi Nerdia tidak mungkin datang ke rumahnya di jam sekolah.


LouElla turun di halaman depan, dan WinkGef sudah


menyambutnya di depan pintu. LouElla merapikan rambutnya yang tergerai sampai


ke pinggang dan tampak acak-acakan karena dimainkan angin. Dia harus tampil


memukau di hadapan duda bangsawan di hadapannya. Dambaan setiap gadis di


Nerdia.


”Selamat pagi, Tuan Sprout ...” sapanya ramah


”Selamat pagi, Bu LouElla. Apakah ada kepentingan


tentang Akademi ?”


”Oh, tidak Tuan Sprout. ”


”Hm, kalau begitu ada kepentingan lain ? Setahu


saya ini masih jam sekolah.”


”Bisa kita bicara di dalam ?”


WinkGef mempersilahkan LouElla masuk. Mereka


melintasi aula utama, menuju ruang kerja WinkGef. LouElla mengamati hiasan


dinding aula. Selalu saja indah di tiap rumah bangsawan. Membuatnya selalu


berdecak kagum, dan berangan menjadi istri mereka.


”Silahkan, Bu LouElla.”


LouElla melangkah masuk ke ruang kerja WinkGef.


Pandangannya langsung tertuju pada gambar-gambar pohon Rouya di dinding. Pasti


diwarnai dengan buah Rouyanya sendiri. Karena bau harum setiap buah menyeruak


begitu pintu dibuka.


LouElla mengambil tempat duduk berhadapan dengan


WinkGef. Sejenak dia mengagumi ketampanan dan kegagahan WinkGef, membuatnya


lupa pada tujuannya semula bertamu. Lelaki dengan baju bangsawannya, berlatar


belakang gambar Rouya Hijau. Gambar itu seolah menyatu dengan tubuh gagahnya.


”Bu LouElla ?”


”Eh, ya...,” ucapnya LouElla segera menguasai


dirinya, ”ini tentang FayLinn, Tuan Sprout.”


”Ada apa dengan FayLinn ?”


”Akhir-akhir, FayLinn sering menyendiri. Nilai


akademisnya juga menurun drastis. Bulan depan, bila dia tidak bisa memperbaiki,


kami terpaksa memberi tindakan tegas pada FayLinn. ”


”Apa itu ?”


”Kami terpaksa mengeluarkan FayLinn dari Akademi.”


WinkGef mendesah panjang.


”Tapi, kami punya solusi sebelum hal itu terjadi.


Anda sendiri tentunya tahu kalau Akademi kami adalah yang terbaik di Nerdia,


maka kami menetapkan aturan-aturan yang ketat. Untuk anak-anak yang mengalami


hambatan dalam akademis, kami menawarkan progam privat.”


”Maksudnya ?”


”Guru dari Akademi akan datang ke rumah dan


mengajari secara intensif. Tentu saja ada biaya tambahan, tapi semuanya demi


kebaikan dan kemajuan murid.”


WinkGef mengangguk setuju. Mungkin itu cara yang


terbaik, mengingat dia tidak bisa memantau perkembangan anaknya di sekolah.


”Ya, saya setuju. Segera saja dimulai.”


”Baiklah, saya pamit dulu. Sebelumnya, apa saya


boleh bertemu FayLinn ?”


WinkGef mengernyitkan kening, keheranan.


”FayLinn ?”


”Iya. Dia tidak masuk hari ini, tanpa


pemberitahuan. Kami pikir, dia sedang sedih karena nilai akademis dibagikan


kemarin. ”


WinkGef bangkit dari kursinya.


”Tapi, dia berangkat sekolah tadi pagi. ”


LouElla ikut-ikutan bangkit dari kursi, terkejut


dengan pernyataan WinkGef.


”Tapi, dia tidak hadir di sekolah.”


”Dia berangkat sendiri mulai kemarin, Bu. ”


WinkGef panik. Dia berlari keluar ruang kerjanya,


meninggalkan LouElla. LouElla bergegas mengikutinya. Sesampai di halaman depan,


LouElla melihat WinkGef sudah terbang dengan BirdNerd-nya. Banyak anak membolos


di Akademi Nerdia, tapi tidak sepanik WinkGef.


OoO


WinkGef sudah mengitari Nerdia untuk kedua


kalinya. Hari menjelang sore, dan dia belum menemukan FayLinn dan BirdNerd-nya.


LouElla dan dua orang pegawai Akademi Nerdia membantunya mencari FayLinn. Tidak


ada yang tahu ke mana gerangan FayLinn pergi, karena anak itu baru pertama kali


terbang sendiri. Baik WinkGef dan LouElla sudah memeriksa seluruh kelas, tapi


tidak menjumpai FayLinn.


WinkGef hampir putus asa. Ingatannya melayang pada


NotchWood yang menatapnya dengan tajam. Memperingatkannya bahwa dia akan


membawa FayLinn bila WinkGef tidak bisa menjaganya. WinkGef tidak berani


menduga FayLinn pergi ke Hutan Rouya Biru menemui kakeknya.


”Tidak, dia belum hafal jalan ke Nerdia Timur. Dan


dia belum bisa mengendalikan BirdNerd-nya untuk terbang sejauh itu. ”


Putus asa semakin kuat menyelimuti WinkGef.


LouElla menyarankan untuk melaporkan ke Enya. Para Enya akan lebih mudah


mencarinya dalam gelap, karena mereka sudah terlatih. Mereka juga mempunyai


banyak anak buah untuk disebarkan ke seluruh Nerdia.


WinkGef menolak saran LouElla.


”Aku bisa mencari anakku sendiri. Aku mantan Enya,


” tukas WinkGef , lalu terbang meninggalkan LouElla.


LouElla tidak bisa berkata apa-apa lagi.


BirdNerd-nya sudah kelelahan. Dai segera mengajaknya singgah di halaman


Akademi. Seingatnya, di sore hari masih ada sisa-sisa Rouya Hijau di setiap


kelas. Dia bisa memberikannya pada BirdNerd-nya. Dan sebagian bisa dimakannya.


Akademi sudah sepi. Hanya beberapa BirdNerd milik


pegawai akademi bertengger di pohon. Jendela di perpustakaan masih terbuka,


pertanda DesTyn  belum pulang. LouElla


bergegas menuju perpustakaan. Dia yakin bisa menemukan petunjuk di mana FayLinn


berada. Gadis kecil itu sedang menyukai membaca buku Thistle. Bukan tidak


mungkin, petunjuk ada di buku itu. Pastinya akan menjadi prestasi yang


mengesankan untuk WinkGef bila bisa menemukan FayLinn.


”Bu LouElla ? Anda belum pulang sesore ini ?”


DesTyn terkejut melihat LouElla tiba-tiba membuka


pintu perpustakaan dan menyeruak masuk. Menuju meja DesTyn dengan penuh


keyakinan.


”Mana buku yang biasa dipinjam FayLinn. ”


”Apa ?”


”Thistle.”


”Anak itu meminjamnya kemarin. Kenapa ?”


DesTyn menangkap sesuatu yang tidak biasanya telah


terjadi. Apalagi melihat wajah LouElla yang tampak kelelahan dengan rambut


acak-acakan. Pastinya dia telah menghabiskan banyak waktu bersama BirdNerd-nya.


”Ada apa dengan FayLinn ?”


LouElla menghela nafas panjang.


”FayLinn hilang. ”


DesTyn terperangah.


”Sekarang, apa kamu tahu di mana aku bisa


menemukan anak itu. Ini penting. Ayahnya sudah sangat putus asa. Aku yakin, di


buku itu ada petunjukknya. ”


DesTyn menggeleng. Bahkan bukunya saja tidak ada


padanya, bagaiaman mungkin dia bisa mengetahui petunjuk dalam buku iut. Karena


dia sendiri tidak pernah tertarik membaca buku itu. Tidak sampai LesTyn


memintanya mencarikan buku tentang BirdNerd Black untuk WinkGef Sprout.


”Tunggu, apakah ayah FayLinn itu WinkGef Sprout ?”


LouElla mengangguk.


DesTyn bangkit dari duduknya. Berjalan menyusuri


lorong-lorong di antara rak bukunya. LouElla mengikutinya.


”Bagaimana ? Apa kau menemukan sesuatu ?”


”Anakku, LesTyn. Majikannya pernah meminta


dicarikan sebuah buku tentang BirdNerd Black. Buku yang sangat kuno, bahkan hanya


tinggal satu di negeri ini.”


”BirdNerd Black ?”


”Ya. Dan BirdNerd Black sangat berkaitan dengan


Thistle. Aku tidak percaya, ayah dan anak bisa sama-sama tertarik pada dua hal


itu.”


”Ini pasti tentang Whim dingin, ” gumam LouElla.


”Whim dingin ?”


LouElla menatap DefTyn. Dan keduanya langsung


menemukan setitik petunjuk.


”Hanya Thistle yang bisa membuat benda-benda


menjadi dingin, ” ucap LouElla disertai anggukan DefTyn.


LouElla berlari meninggalkan perpustakaan. Saat


itu, tiba-tiba DefTyn merasa FayLinn dalam bahaya besar.


OoO


WinkGef memutuskan kembali ke rumahnya. Dia akan


mengerahkan pekerjanya untuk menemukan FayLinn malam itu juga. Jangan sampai


NotchWood mendengar hal ini, atau dia harus kehilangan wanita yang dikasihinya


untuk kedua kalinya. Namun jantungnya seakan berhenti berdetak saat melihat


BirdNerd FayLinn, yaitu BirdNerd milik ZinLinn bertengger di pohon Rouya hijau.


BirdNerd putih. Baik ZinLinn maupun FayLinn tidak suka bila BirdNerd mereka


mendapat perawatan rambut seperti BirdNerd milik orang Nerdia pada umumnya.


WnkGef menoleh ke jendela FayLinn yang terbuka.


Malam mulai merayap. Tanpa pikir panjang, WinkGef berlari menuju rumahnya dan


langsung naik ke lantai dua. Menuju kamar FayLinn.


FayLinn sedang duduk di ranjangnya. Di pangkuannya


ada sebuah buku besar. Dia menoleh ke arah pintu kamar begitu WinkGef berdiri


di sana.


”FayLinn !”


WinkGef melompat ke atas ranjang dan meraih gadis


kecil itu dalam pelukannya. Memeluknya begitu erat, seolah tak hendak


melepaskannya lagi.


”Ayah, aku tidak bisa bernafas ...”


WinkGEf tersentak, menyadari bahwa telah menyakiti


gadis kecilnya. Dilepaskannya pelukan eratnya, tapi kedua tangannya langsung


menyentuh kedua pipi FayLinn.


”Kamu tidak apa-apa sayang ?”


FayLinn memanyunkan bibirnya. Dia terlihat lucu


dan menggemaskan. WinkGef menciuminya berkali-kali.


”Ayah darimana saja ? Aku capek menunggu ayah !”


WinkGef terkesima. Sejak Bintang Memra belum


meninggi dia sudah dibuat kebingungan karena tidak mengatahui FayLinn


menghilang. Kini gadis itu malah mengeluhkannya yang datang terlalu lama.


”FayLinn, apa kamu ke sekolah hari ini ?”


”Iya. ”


”Tapi, kata Bu LouElla, kamu tidak masuk. Siapa


yang berbohong ?”


”Aku tidak bohong !” ujar FayLinn. Matanya


membulat, tidak terima dengan tuduhan ayahnya.


”Ayah dan Bu LouElla tidak menemukan kamu di


sekolah. Teman-teman kamu semua masih ada di sekolah. Lalu, kamu pergi ke mana


?”


”Aku ke sekolah tadi pagi, ayah. Aku harus


mengembalikan buku ini. Tapi di tengah jalan, aku bertemu seseorang. ”


”Siapa ?”


”Aku takut sekali, ayah. Orang cebol itu.”


NixWatt.


”Apa yang dilakukannya padamu ?”


”Tidak ada. BirdNerd kami berpapasan dan aku


ketakutan melihat dia. Makanya aku pulang lagi. ”


”Lalu, orang cebol itu bagaimana ? Mengejar kamu


?”


FayLinn mengangguk. WinkGef mulai merasa was-was.


Kenapa NixWatt mengejar FayLinn, padahal lelaki itu tahu FayLinn takut padanya.


”Terus ?”


”Untunglah ada seorang perempuan yang menolongku. Dia


menemaniku pulang. Dia teman ayah. ”


”Teman ayah ? Siapa dia ?”


FayLinn mengeluarkan sesuatu dari balik


selimutnya. Bunga berkelopak satu.


”Darimana kau mendatkan bunga ini. ”


”Dari perempuan itu. Aku lupa namanya. Tapi dia


ingat namaku. Dia memberiku bunga ini. Katanya bila diletakkan di bawah bantal,


aku akan merasa tenang karena baunya sangat harum.”


WinkGef mendesah nafas panjang. Sekali lagi dia


memeluk putrinya.


”Lain kali, bila sudah di rumah, temui ayah di


perkebunan ya ? Kau menunggu ayah sangat lama ?”


”Iya. Aku menunggu ayah lama sekali. ”


WinkGef tersenyum. Kegelisahannya telah hilang.


Namun kini dia mulai waswas. Ternyata tidak mudah menjaga anaknya seorang diri.


OoO