The Thistle

The Thistle
4 - Kesedihan FayLinn



Hujan mengguyur Nerdia berhari-hari. Keresahan


para bangsawan dan petani terobati. Saat yang tepat menanam bibit Rouya. Bulan


depan, saat Festival Rouya tahunan, daun-daun muda Rouya akan melimpah ruah dan


pastinya akan sangat murah. Daun muda Rouya dari jenis apapun sangat enak


dimasak untuk pendamping buah Rouya. Mencampurkannya bersama Whim akan


menyebarkan aroma yang mengundang rasa lapar siapa saja.


Raja Orla tidak lagi gundah dengan Black


BirdNerd. Ternyata tidak terbukti bahwa panasnya Nerdia beberapa hari


sebelumnya karena perseteruannya dengan Thistle. Itu hanya legenda, yang


tertulis di buku-buku kuno Nerdia.


Enya Moss dan kedelapan Enya lainnya duduk


melingkar di ruang kerja WinkGef Sprout. Sebagai tamu kehormatan, mereka tidak


perlu berada di aula seperti bangsawan lainnya. Hari ini adalah hari pemakaman


ZinLinn. Hujan turun tiada henti sejak semalam.


WinkGef menemui para Enya. Wajahnya menampakkan


kesedihan yang sangat mendalam. FayLinn berada di gendongan salah seorang


pelayan. Gadis itu masih saja menangis, menyayat hati, seraya memanggil-manggil


ibunya. Para Enya tanpa sadar menitikkan air mata.


”WinkGef Sprout, kami turut berdukacita, ” ucap


Enya Moss, seraya bangkit dari duduknya dan memeluk erat WinkGef. Perbuatannya diikuti


Enya yang lain.


Walaupun sudah lima tahun tidak lagi menjadi Enya,


para Enya masih menghormatinya layaknya Ketua Enya, jabatan yang disandangnya


dulu.


WinkGef menemui para bangsawan di aula yang hendak


memberikan ucapan bela sungkawa. Suasana sedih menyelimuti rumah mewah WinkGef.


Hampir tidak ada kata terucap, hanya tetesan air mata. Dan hujan yang tiada


henti, semakin menambah kesedihan para undangan. ZinLinn disemayamkan di sebuah


altar berukiran sulur-sulur Rouya. Tubuhnya kelihatan begitu putih. Sehelai


kain anyaman dari serat daun Rouya Hijau yang tipis menutupi seluruh tubuhnya.


Tapi para tamu masih bisa melihat raut wajahnya yang masih saja cantik.


”Sahabat-sahabatku dan juga Enya yang saya


hormati, terima kasih atas dukungan kalian kepada kami. Sebagai pesan terakhir,


ZinLinn, istri saya tercinta menyampaikan permohonan maaf untuk yang terakhir


kali. Kita semua tahu, dia wanita yang baik dan penuh kasih sayang. Karena


dialah, saya merasa memiliki Zinnia dan seluruh isinya. Terima kasih. ”


Sambutan pendek WinkGef membuat para istri


bangsawan semakin tersedu. Mereka menyusut air matanya dengan sapu tangan mahal


masing-masing, yang menebar harum Rouya Hijau. Walau beberapa menumpahkan


tangis palsu, tapi menghormati kesedihan keluarga WinkGef adalah kelayakan yang


harus mereka tunaikan. winkGef adalah bangsawan terkaya di Nerdia.


”ZinLinn akan dimakamkan di Nerdia Timur, tempat


asalnya. Hari ini, kita akan melepaskannya pergi. ”


WinkGef menggendong ZinLinn dan berjalan menuju


pintu rumahnya yang terbuka. Seekor BirdNerd putih sudah menunggu. NotchWood


ada di dekatnya. WinkGef menyerahkan jasad ZinLinn pada NotchWood.


”Maafkan aku harus mengembalikan ZinLinn seperti


ini, ” bisik WinkGef sambil bercucuran air mata.


NotchWood tidak berkata apa-apa. Dia hanya melirik


ke arah ZinLin. Sejurus kemudian, BirdNerd-nya menekuk kedua kakinya sehingga


NotchWood bisa dengan mudah naik ke atasnya sembari menggendong ZinLinn.


”Selamat jalan,


”ucap WinkGef pilu.


“Ibuu ….”


Para bangsawan tak kuasa menahan air mata melihat


FayLinn tiba-tiba berlari dan memeluk kedua kaki ibunya yang menjuntai.


”Ibuu, jangan pergi. Aku ikutt !”


WinkGef bergegas meraih FayLinn dalam dekapannya.


NotchWod mengangguk hormat pada semua undangan lalu BirdNerd pun membawa dia


dan anaknya menuju timur, dalam derasnya hujan.


Jeritan FayLinn sungguh menyayat hati, sehingga


WinkGef memerintahkan pelayan untuk membawanya ke kamar. Karena para bangsawan


dan Enya tidak akan segera pulang sebelum hujan berhenti. Berhujan-hujan


menunggangi BirdNerd sama saja dengan mencuci bulu harum, halus dan hijau para


BirdNerd. Ongkos yang tidak murah untuk mengembalikannya seperti semula.


”WinkGef Sprout, ” bisik Ena Spark, ”kalau boleh


aku bertanya, apakah mertuamu mendampingi istrimu selama sakit ? Setahuku,


tidak semua mertua di Nerdia seperti itu. Mereka hanya datang ketika anaknya


sudah meninggal. ”


WinkGef diam. Sebagai mantan Enya, dengan cepat


dia menangkap maksud tersembunyi pertanyaan Enya Spark, Enya dengan keahlian


investigasi.


”Dia datang tiga hari lalu, saat ZinLinn sudah


tiada.”


”Hm, tentunya butuh waktu lebih dari dua hari


untuk segera sampai ke sini. Itu pun tanpa bermalam. ”


WinkGef diam. Seperti dugaannya, para Enya mulai


menanggapi legenda Thistle itu dengan serius. WinkGef tidak berani berbicara


lebih banyak, apalagi banyak para bangsawan di rumahnya. Tidak semua bangsawan


itu jujur. Bahkan mayoritas mereka adalah manusia yang menghalalkan segala cara


agar kebun Rouya-nya makmur dan mendapat penghargaan dari Raja Orla.


Enya Moss mendekati WinkGef dan Enya Spark.


”Raja Orla menitipkan salam belasungkawa untuk


anda, WinkGef Sprout. Semoga diberi ketabahan. ”


WinkGef mengangguk hormat, menerima salam dari


Raja Penguasa Zinnia..


”Mungkin, di lain waktu kita bisa berbicara


panjang lebar tentang Nerdia. Kami merindukan anda. Lebih tepatnya, kami butuh


banyak belajar dari anda.”


WinkGef mendesah panjang. Sebuah ajakan halus


untuk kembali menjadi Enya.


”Ya, lain kali kita akan berbicara panjang lebar.


Aku masih harus menenangkan FayLinn. Dia sangat sedih,” sahut WinkGef sopan.


Para Enya mengangguk hormat. Hujan mulai mereda,


para bangsawan pun bersiap-siap kembali ke rumah mewah masing-masing.


Enya Moss meninggalkan aula terakhir kali. Dia


masih ingin, WinkGef berbagi kedukaan dengannya. Lelaki yang masih menjadi


sahabat dekatnya, walau tak lagi menjadi Enya. WinkGef adalah lelaki yang


selalu dikaguminya. Baik saat menjadi Enya, atau pun ketika sudah menjadi


bangsawan yang membesarkan perkebunan warisan orang tuanya. Menjadi bangsawan


terkaya di Nerdia. Dan satu hal yang masih membuatnya kagum tanpa dapat


dilogikanya adalah, saat WinkGef menikahi ZinLinn. Gadis asli Zinnia. Tak mudah


untuk menikahi gadis asli Zinnia, karena akan dikucilkan oleh penduduk asli


Zinnia. Tapi WinkGef bisa menghadirkan mertuanya di rumahnya, menjemput jenazah


ZinLinn. Kalau bukan karena kebesaran hatinya dan kepiawaian bernegosiasi, tak


mungkin itu terjadi.


”WinkGef Sprout ...”


WinkGef mendesah dan melirik Enya Moss, ”Kenapa


kau sejak tadi memanggilku seperti itu ? Kau semakin membuatku sedih.”


”Maafkan aku, aku harus menghormatimu di hadapan


Enya yang lain.”


Enya Moss mengitari meja bundar di ruangan WinkGef


dan berhenti di dekat lelaki yang wajah dukanya tak kunjung terurai dari


wajahnya. Lelaki itu sangat mencintai istrinya, sehingga rasa kehilangan itu


seolah memenuhi isi ruangan.


”Aku tahu ini bukan saat yang tepat, tapi sebagai


sahabat, aku tak ingin kau terlibat masalah.”


WinkGef melirik Enya Moss. Tak ada bangsawan yang


mau berurusan dengan Enya, selain dirinya. Karena dia mantan Enya. Tak mungkin


dia meminta Enya Moss pergi begitu saja. Lagipula, sahabatnya itu sangat


memahami dirinya.


”Para Enya sedang mencari lelaki berambut putih.”


WinkGef berusaha tidak bereaksi, walau dia cukup


terkejut. Enya Moss memperhatikan wajahnya.


”Tapi aku melarang mereka mengganggumu, karena kau


sedang berduka. Lagipula aku yakin, walau mertuamu dari Nerdia Timur, dia tidak


seperti seorang Thistle.”


WinkGef tersenyum, ”Terima kasih, Enya Moss. ”


Enya Moss mengangguk hormat, lalu pamit


meninggalkan ruangan. Sejenak dia berhenti di dekat tangga dan melirik ke


lantai atas. Tidak terdengar isak tangis FayLinn. Gadis itu pasti sudah


tertidur, bersamaan dengan Nerdia yang semakin larut.


OoO


Hari sudah tengah malam saat WinkGef memasuki kamar


tidur FayLinn. Gadis itu terlelap karena kelelahan menangis. Kedua matanya


bengkak dan rambutnya awut-awutan.


”Bagaimana dia ?” tanya WinkGef pada seorang


pelayan yang menungguinya sambil terkantuk-kantuk. Dia pasti juga sangat


kelelahan.


”Dia baru saja tidur, Tuan. Sejak pagi, dia belum


makan.”


”Aku akan menemaninya malam ini. Kau boleh


keluar.”


Pelayan itu mengangguk hormat, lalu keluar dan


menutup pintu.


WinkGef menelusuri wajah FayLinn, mencari cerminan


wajah istrinya. Semuanya ada di sana, hanya tampak lebih muda dan cerah.


Digenggamnya tangan FayLinn. Hangat. WinkGef menarik nafas lega. Semenjak


kepergian ZinLinn, dia begitu takut bila hendak menyentuh tangan FayLinn. Takut


merasakan dingin yang mencekam.


WinkGef merebahkan tubuhnya di sisi FayLinn, lalu


merengkuh gadis mungil itu dalam pelukannya. FayLinn membuka mata dan mendapati


ayahnya menatap wajahnya.


”Ayah ...”


”Sst, tidurlah sayang. Kamu harus beristirahat.”


”Aku mau bertemu ibu, ayah.”


”Ayah akan bercerita saat pertama kali bertemu


dengan ibumu, aku yakin akan mengobati rindumu. Mau mendengarkan ?”


FayLinn mengangguk, lalu memeluk ayahnya dan menghirup


aroma harum Rouya Hijau yang menenangkan hatinya.


WinkGef mencoba mengingat masa itu. Saat dia


memimpin para Enya. Kerajaan Nerdia begitu makmur, hingga berhembus


mitos tentang Black BirdNerd. Black BirdNerd telah meresahkan warga Nerdia.


“Waktu itu, ayah seorang Enya.”


”Benarkah ?”


WinkGef tersenyum. Kedudukan tertinggi setelah


Raja Orla dan dia atas para bangsawan. Sebuah kebaggaan di masa lalu. Dan,


anaknya sendiri tidak pernah mengetahuinya. Bahkan sekarang menatapnya dengan


mata bulat yang tak lagi bersedih. Kisah-kisah kegagahan Enya, memang menjadi


buah bibir di Akademi Nerdia. Menjadi mimpi bagi para lelaki dan menjadi


dambaan para wanita. Kehidupan para Enya selalu terjamin. Selain mendapatkan


hasil panen dari kebun-kebun Rouya milik Raja Orla, mereka juga mendapatkan


gaji yang sangat besar dari Bendahara Istana. Bagi rakyat Nerdia, pekerjaan


Enya hanya berkeliling Nerdia dengan BirdNerd paling gagah. Padahal tanggung


jawab mereka lebih dari itu. Jauh lebih besar dan berat.


WinkGef pun melatunkan dengan ringan kisah


cintanya dengan ZinLinn. Kisah yang menjadi pengobat rindunya saat ini pada


kekasih hatinya yang tak mungkin kembali lagi.


OoO


Enya Sprout, ketua para Enya yang terkenal lihai


mengendarai BirdNerd. WinkGef Sprout adalah keturunan terakhir bangsawan Sprout


yang mewarisi kebun Rouya yang sangat luas. Separuh hasil kebunnya saja bisa


memenuhi kebutuhan seluruh penduduk kota Nerdia selama setahun. Sprout adalah bangsawan


terkaya di Nerdia.


Suatu hari, saat Festival Rouya, dimana semua


penghuni Planet Zinnia tumpah ruah di Kota Nerdia, Enya Sprout memilih


meninggalkan Nerdia, menuju Nerdia timur. Dia menyerahkan semua tugas menjaga


keamanan Nerdia pada kesembilan Enya bawahannya.


Enya Sprout terbang menuju timur bukan tanpa


alasan. Malam sebelumnya, dia bermimpi, tangannya mengeluarkan air hujan. Mimpi


yang aneh baginya. Mengingat  beberapa


waktu terakhir sebelum Festival Rouya, legenda Black BirdNerd kembali muncul


dan ramai diperbincangkan di antara para petani. Padahal Enya Sprout sendiri


mengamati, sebulan menjelang Festival Rouya, selalu Planet Zinnia dilanda musim


panas sampai mencapai enam bulan, sehingga meresahkan petani dan bangsawan.


Maka berhembus mitos yang berulang dan tak pernah terbukti tentang Black


BirdNerd yang hendak menjadi penguasa cuaca di Zinnia.


Mimpi itu begitu mengganggunya, dan dia pun


terbang menuju timur. Daerah yang konon menjadi asal muasal Black BirdNerd.


Saat melintasi Hutan Rouya Biru, tiba-tiba BirdNerd-nya oleng dan berdarah di


bagian leher. Enya Sprout dan BirdNerd-nya pun menukik tajam dan jatuh di hutan


Rouya Biru. BirdNerd-nya mati. Seseorang telah melukainya dari jauh. Enya


Sprout pun tidak bisa bergerak karena kedua kakinya terluka terhantam dahan


Rouya. Kepalanya terbentur dahan pohon dan menyebabkan dia berada antara sadar


dan tidak.


Saat itu, seorang wanita tiba-tiba datang dan


menolongnya. Seorang wanita berambut biru indah. Wajahnya selalu tersenyum dan


tangannya begitu hangat. Saat dia menyibak rambutnya, tercium aroma Rouya Biru


yang manis. Enya Sprout heran, kenapa Rouya Biru yang terkenal begitu pahit,


terasa begitu harum aromanya. Saat itu, Enya Sprout menyadari bahwa dia telah


jatuh cinta saat pertama kali melihat wanita itu. Wanita itu kemudian


membawanya ke sebuah goa di sebuah lereng bukit dengan BirdNerd putihnya. Goa


itu begitu luas dan indah, penuh hiasan sulur-sulur Rouya Biru yang begitu


dingin bila disentuh.


Wanita biru itu memberinya minuman Rouya Biru.


Begitu manis dan menghangatkan tubuhnya.


”Seorang Enya telah datang memenuhi takdirnya.


Katakan, siapa yang kau cari ?” tanyanya setelah Enya Sprout menenggak habis


minumanya. Tubuhnya lambat laun terasa segar dan kakinya tidak lagi terasa


sakit.


Enya Sprout merasa, dia tidak berhadapan dengan


orang biasa. Wanita cantik di hadapannya adalah orang yang istimewa.


”Kau sedang resah... ” ucap wanita itu.


Enya Sprout tiba-tiba merasa dadanya begitu hangat.


Wanita itu menyentuh dadanya dan memejamkan matanya. Saat itulah Enya Sprout


merasa dia layak meninggalkan semuanya demi wanita di hadapannya itu.


”Siapa namamu ?” tanyanya parau.


”ZinLinn Dwar.”


”Kenapa kau ada di hutan ini. Hanya menikmati


Rouya Biru setiap hari ?”


ZinLinn tersenyum.


”Rouya Biru adalah hidupku. Dan itu berarti


”Karena itu kau memakai nama Zin ?”


ZinLinn tersenyum.


Tiba-tiba terdengar kepak sayap BirdNerd di luar


goa.


”Zinnn !” teriak seseorang. Seorang lelaki.


ZinLinn bergegas keluar. Langkahnya seolah


melayang, membuat Enya Sprout tak bisa berkata-kata lagi. Wanita itu telah


menguasai hatinya dalam sekejap.


ZinLinn pergi bersama terbangnya BirdNerd tadi.


Enya Sprout bergegas keluar dari goa. Kakinya sudah sembuh dan tak lagi merasa


sakit. Enya Sprout tidak bisa berkutik di dalam goa. BirdNerd-nya sudah mati.


Tidak ada yang bisa dilakukannya selain berjalan kaki. Menuruni goa dan


berjalan di antara kaki pohon Rouya. Kesadarannya mulai pulih, tapi hatinya


menjadi tidak tenang. Dibulatkannya tekad dalam hatinya, dia akan kembali ke


hutan Rouya Biru, untuk bertemu kembali dengan ZinLinn. Wanita itu telah


menguasai seluruh hati dan pikirannya.


OoO


Hari-hari berlalu dengan kesedihan menyelimuti


perkebunan WinkGef. ZinLinn memang dikenal wanita yang baik hati dan senang


menyapa semua anak buah suaminya. Bahkan dia betah berlama-lama di perkebunan


saat panen Rouya. Memetik Rouya dengan cekatan layaknya petani. Hal yang sangat


langka dilakukan oleh bangsawan.


Di perkebunan tiap bangsawan, Rouya tidak


dibiarkan tumbuh menjadi pohon yang menjulang tinggi. Pohon Rouya hanyalah


perdu-perdu setinggi badan para pekerja, sehingga memudahkan mereka memetiknya.


Bila sulur-sulurnya memanjang, para pekerja dengan rajin memotongnya sebelum


menjadi dahan yang kokoh dan keras. Dahan yang kokoh akan menjadi incaran


BirdNerd liar yang dengan senang hati bertengger di atasnya dan menikmati


Rouya.


FayLinn lebih banyak diam di perkebunan. Duduk di


ayunan yang dibuat oleh salah salah seorang pekerja khusus untuk FayLinn dan


ZinLinn. Ayunan itu digantungkan di sebuah pohon Rouya merah yang menjulang


tinggi ke langit. Pohon itu biasanya menjadi istal bagi BirdNerd milik beberapa


pekerja perkebunan. Tapi ZinLinn dan FayLinn menyukainya. Sambil bermain


ayunan, biasanya mereka melempar Rouya Hijau ke tanah dan BirdNerd pun saling


berebut di hadapan mereka.


”Boleh aku duduk di sini ?”


FayLinn menoleh ke suara itu. Seorang wanita


sebaya ibunya. Kulitnya merah kehijauan dan rambutnya hijau kemeemasan serta


mengkilat. Rambutnya penuh dengan asesoris sulur Rouya Jingga. Dan asesoris di


ujung krahnya berwarna merah menyala. Senyumnya begitu ramah.


FayLinn mendengus. Dia tidak tertarik dengan siapa


pun saat ini.


”Tidak boleh ! Ini ayunan milik ibu dan aku, ” sahut


FayLinn ketus, mencegah wanita itu duduk di ayunan sebelahnya. Ayunan milik


ibunya.


”Hmm, aku hanya ingin menemanimu. Boleh ?”


FayLinn tidak memberikan jawaban. Dia mulai merasa


terusik ketenanganya.


”Aku tahu kau masih bersedih. Maukah kau


berjalan-jalan denganku ?”


Wanita cantik itu berjongkok di hadapan FayLinn.


FayLinn menatapnya, dan merasa tidak suka dengan sikap wanita itu.


”Siapa kau ?”


”SpiiTaim.”


”Mau apa kau ke mari ?”


Wanita itu tersenyum, seolah tidak peduli dengan


kesinisan FayLinn.


”Hari ini ayahmu mengundang semua bangsawan


Nerdia. Kakakku juga diundang, dan dia mengajakku, karena aku kesepian di


rumah. Hm, tapi aku tidak suka membicarakan tentang kebun-kebun Rouya, maka aku


berjalan-jalan mengelilingi rumah yang indah ini dan menemukan seorang gadis


cantik. Seorang diri. Apa kamu kesepian ? ”


FayLinn mendengus. Sejak ibunya meninggal, FayLinn


kini bukan gadis kecil yang lucu dan menggemaskan lagi. Dia selalu mendengus


bila ada orang yang mendekatinya. Apalagi bila orang itu sebaya ibunya.


FayLinn bangkit dari duduknya. Merogoh kantong Rouya


yang diselempangkannya di pundaknya. Dan beberapa buah Rouya Hijau yang sudah


dibelah, dilemparkanya ke tanah. Tak berapa lama BirdNerd yang bertengger di


atas pohon pun berhamburan ke bawah dan berebut Rouya. Seekor BirdNerd tampak


akrab dengan FayLinn. FayLinn mengelus-elus lehernya dan BirdNerd itu tampak


senang.


SpiiTaim melangkahkan kakinya mendekati FayLinn.


FayLinn melirik. Entah kenapa, dia merasa tidak nyaman berada di dekat SpiiTaim


yang tampak begitu anggun dengan baju mewahnya. Roknya lebar berwarna putih


mengkilat dengan sulaman benang emas yang menyebarkan aroma Rouya yang harum.


”Apa kamu ingin naik BirdNerd ?”


FayLinn menatap SpiiTaim tidak suka. Tiba-tiba dia


merasa takut berada di dekat SpiiTaim. Wanita itu seolah menyimpan sesuatu yang


harus dihindarinya dengan segera. Bergegas dia meninggalkan BirdNerd yang


mengendus-endus kantongnya, berlari menuju rumahnya. SpiiTaim menatap FayLinn


seraya tersenyum simpul. Gadis kecil itu belum bisa dijinakkannya, tapi dia


yakin suatu ketika FayLinn akan berlari menuju ke arahnya.


FayLinn menuju ruangan kerja ayahnya dan membuka


pintunya dengan marah. Para bangsawan yang hadir di ruangan itu terkejut.


”FayLinn ? Ada apa ?” tanya WinkGef bergegas


mendekati anaknya.


”Ayah ... aku takut ....”


FayLinn memeluk kaki ayahnya erat-erat. Para


bangsawan pun memaklumi pertemuan mereka terganggu oleh gadis kecil yang baru


saja kehilangan ibunya.


”Ada ayah di sini, jangan takut sayang.”


WinkGef menggendong FayLinn. Tiba-tiba SpiiTaim muncul


dari pintu depan. FayLinn kontan memeluk leher ayahnya dengan erat.


”Tuan Sprout, maafkan saya telah mengganggu putri


Tuan, ” ucap SpiiTaim sopan seraya membungkuk hormat, ”saya hanya ingin


mengenalkan diri padanya.”


WinkGef tersenyum. Rupanya wanita cantik di


hadapannya ini berusaha mendekati FayLinn. Dan hal itu malah membuat FayLinn


ketakutan.


Seorang bangsawan berdiri dari duduknya.


”Maafkan kami, Tuan Sprout, aku belum memperkenalkan


SpiiTaim. Adikku yang baru datang dari Nerdia Selatan. Aku sengaja mengajaknya


supaya bisa mengenal Kota Nerdia. ”


”Tidak apa-apa, ” sahut WinkGef, ”saya akan


meminta pelayan melayani dia. ”


”Terima kasih, Tuan,” sahut SpiiTaim hormat.


FayLinn semakin memeluk erat leher ayahnya.


Semakin melihat SpiiTaim, dia semakin merasa takut. FayLinn sendiri tidak tahu


apa alasannya. Tapi kehadiran wanita itu, tiba-tiba membuat tubuhnya kesakitan


seolah membeku. Sekelebat ingatannya kembali pada kejadian sore itu, ketika


sesosok BirdNerd hitam tiba-tiba melintas di hadapan ia dan ibunya. BirdNerd


hitam yang kehadirannya saja membuat tubuhnya serasa membeku.


OoO


Pertemuan para bangsawan berakhir menjelang senja.


Bintang Memra bersinar redup karena langit Nerdia tertutup awan. FayLinn


melihat dari jendela besar kamarnya di lantai dua. BirdNerd-BirdNerd hijau


mengkilat mulai meninggalkan halaman rumahnya. Tinggal beberapa orang yang


masih berada di halaman, temasuk SpiiTaim.


SpiiTaim mendongak dan melambaikan tangan ke


arahnya. WinkGef hanya melirik dengan ekor matanya. Dia berharap, FayLinn tidak


menjerit ketakutan hanya karena lambaian tangan SpiiTaim.


FayLinn diam, tidak bereaksi. Entah kenapa dia


tidak suka pada SpiiTaim, bahkan cenderung takut. Apalagi bila melihat sikapnya


pada ayahnya, begitu hormat dan sopan. Sebenarnya sikap yang biasa bagi


pendatang baru di Nerdia, tapi tidak bagi FayLinn.


”Dia wanita jahat, ” bisik FayLinn.


”Tuan Birch


membawah hadiah untuk Nona Sprout.”


FayLinn menoleh. Salah seorang pelayannya berdiri


di sampingnya.


”Siapa ?”


”Tuan Birch. Beliau sahabat baik Tuan Sprout dan


sangat prihatin dengan kesedihan Nona. Makanya dia membawa hadiah. Dia ingin


memberikannya sendiri pada Nona. Tuan Sprout sudah menunggu anda di halaman.”


FayLinn menengok ke bawah jendela. Ada tiga orang


di sana. SpiiTaim, ayahnya dan seorang lelaki yang tampak lebih tua dari


ayahnya. Tuan Birch. Kakak SpiiTaim.


FayLinn turun dengan malas, digandeng oleh


pelayannya. Di halaman, semua orang mengembangkan senyumnya.


”Fay, Tuan Birch


memberimu seekor BirdNerd. Lihatlah


!”


FayLinn tidak menanggapi ucapan ayahnya. Tapi dia


tahu harus bersikap sopan, sebagaimana yang diajarkan oleh mendiang ibunya.


Untuk selalu menghormati teman-teman ayahnya. Walau kadang, sifat anak-anaknya


memberontak, tapi FayLinn adalah gadis cerdas yang sudah memahami tentang


kehormatan keluarganya sebagai orang terpandang di Nerdia.


FayLinn mendekati ayahnya. Tuan Birch menepukkan


kedua tangannya. Seekor BirdNerd tiba-tiba keluar dari rerimbunan Pohon Rouya


Hijau di tengah halaman dan mendarat di dekat Tuan Birch. Banyak cara untuk


memanggil BirdNerd. Beberapa orang dengan bersiul, ada juga yang dengan


berteriak atau bertepuk tangan. BirdNerd akan segera datang.


”BirdNerd yang cantik, bukan ?”


FayLinn mengerutkan kening. Apa hubungan SpiiTaim


dengan hadiah BirdNerd itu sehingga merasa perlu memujinya.


”Adikku, SpiiTaim yang memilihkannya untukmu. Dia


tahu, kamu sangat ingin memiliki BirdNerd sendiri, ” ucap Tuan Birch bangga.


SpiiTaim membungkuk, memberi hormat.


”Terima kasih, ” sahut FayLinn pendek.


WinkGef merasa tidak nyaman dengan sikap FayLinn


terharap sahabatnya, tapi dia sangat memahami anaknya itu sedang tidak enah


hati.


”Maafkan FayLinn, hatinya masih belum tenang.”


Tuan Birch tertawa kecil, lalu mengelus kepala


FayLinn, ”Tidak apa-apa. Aku yakin FayLinn sebentar lagi akan terbang ke sana


ke mari dengan BirdNerd ini. ”


Tuan Birch berpamitan. Ternyata dia menaiki


BirdNerd yang sama dengan SpiiTaim. SpiiTaim masih saja melambaikan tangan ke


arah FayLinn. Tapi FayLinn diam saja.


”Ayah, kenapa wanita itu memilihkan BirdNerd


untukku ?” tanya FayLinn curiga.


WinkGef tersenyum, lalu berjongkok di hadapan


FayLinn.


”Dia orang baru di Nerdia, dan sepertinya dia


sedang mencari teman. Melihatmu sedang bersedih, tidak ada salahnya kan dia


menghiburmu ?”


”Tapi, mengapa dia memilihkan BirdNerd untukku,


padahal dia sendiri tidak punya ?”


WinkGef tertegun. Kecurigaan putrinya bukan tanpa


alasan. Ya, kenapa SpiiTaim memilihkan BirdNerd untuk seorang anak kecil yang


belum boleh mengendarainya, sedangkan dia sendiri tidak punya ?


”Hm, ayah tidak tahu kenapa. Mungkin dia lebih


suka mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri ?”


FayLinn menatap ayahnya, lalu tiba-tiba berbisik


di telinga ayahnya.


”Dia jahat.... ”


WinkGef terkejut.


”FayLinn ? Kamu tidak boleh mengatakan hal buruk


seperti itu. Apalagi pada kerabat dari teman ayah.”


FayLinn diam. Tapi dia sangat yakin dengan


kata-katanya. WinkGef berdiri dan menatap langit yang semakin gelap. Bintang


Memra telah tenggelam. Dibimbingnya FayLinn masuk ke dalam rumah.


Malam itu, WinkGef tidak bisa memicingkan matanya.


Selain bisikan FayLinn yang cukup mengejutkannya itu, pertemuan dengan para


bangsawan di ruangan kantornya cukup membuatnya gelisah. WinkGef yakin,


teman-temannya pun tidak bisa memicingkan mata malam ini.


Isu Penunggang Black BirdNerd semakin keras


berhembus di kalangan petani. Beberapa bangsawan pernah melihatnya terbang


mengelilingi perkebunan mereka, dan besoknya beberapa Rouya ditemukan telah


dirusak, bahkan dicabut sampai ke akar-akarnya. Istal terbesar di Kota Nerdia


membuat pengakuan yang sama. Bahwa pemiliknya telah melihat BirdNerd Hitam


bertengger di dahan tertinggi di istalnya.


Para bangsawan mengemukakan rencana untuk


menangkap Black BirdNerd, karena telah membuat para petani dan pekerja resah.


Beberapa pekerja di perkebunan sudah banyak yang tidak mau berjaga di malam


hari. Mereka ketakutan bila bertemu dengan Black BirdNerd. Dan para bangsawan


meminta WinkGef untuk menghadap Enya, meyakinkan mereka tentang keberadaan Black


BirdNerd dan sekaligus meminta pertolongan untuk menangkapnya. Apalagi telah


beredar kabar bahwa kematian ZinLinn adalah karena terkena sihir Black BirdNerd.


Seharusnya, WinkGef adalah orang pertama yang melakukan tindakan itu.


WinkGef membuka


buku kuno Black BirdNerd. Malam ini dia harus mencari tahu siapa sebenarnya Black


BirdNerd itu dan apa hubunganya dengan kematian ZinLinn. Walaupun para bangsawan mendesaknya, tapi WinkGef


belum mau menuruti keresahan mereka. Karena selama ini ketakutan mereka tidak


terbukti. Bahwa Black BirdNerd akan menghancurkan mereka. Hanya beberapa pohon


Rouya yang tercabut sampai ke akarnya, manusia biasa pun bisa melakukannya.


Bila dia muncul di Istal di tengah kota, toh dia tidak menyebabkan kerusuhan


yang luar biasa. Enya tidak akan menanggapi hal sepele seperti itu.


Buku kuno itu hanya menampilkan gambar Black


BirdNerd. Seorang manusia entah laki-laki atau perempuan, karena dia memakai


jubah bertudung warna hitam. Wajanya tidak tampak. Namun yang jelas, dia


mengendarai BirdNerd berbulu hitam mengkilat. Entah apakah ada pohon Rouya


Hitam, tidak ada yang pernah tahu. Sepanjang sejarah Zinnia, Black BirdNerd


hanya muncul tapi tidak pernah menimbulkan kerusakan.


Dia datang bila Bintang Memra tak lagi tertutup


awan


Dia datang untuk mengambil apa yang disukainya


Dia pergi setelah dia mendapatkannya


Tidak ada yang tahu, apa yang dia inginkan


Kecuali ya