The Thistle

The Thistle
11 - Zinnia



FayLinn bersimpuh di depan makam ibunya. NotchWood


hanya berdiri di belakangnya seraya mengamati langit. Mendung menyelimuti hutan


Rouya Biru. NotchWood merasakan beberapa titik air jatuh mengenai tangannya.


”FayLinn, apa kau mau masuk ke goa ?”


FayLinn menggeleng.


”Aku takut, Kek. ”


”Takut ?”


”Ya. Gambar di BirdNerd hitam di dinding goa itu


ada di mimpiku. Mengejar-ngejar aku.”


NotchWood bergegas berjongkok di dekat FayLinn.


”Benarkah ? Bagaimana dia mengejarmu ?”


”Dengan BirdNerd-nya. Kata ayah, aku hanya


terpengaruh gambar itu, makanya aku bermimpi seperti itu. Apa benar, Kek ?”


NotchWood diam sejenak.


”Ya, ayahmu benar. Kalau begitu, kita ke mata air


saja.”


”Mata air ?”


”Iya. Dulu, ibumu senang sekali bermain dan mandi


di sana.”


NotchWood menggandeng FayLinn menyusuri kaki


bukit. Mereka berjalan mengelilingi seperempat kaki bukit. FayLinn berkali-kali


tersandung batu yang tersembunyi di antara reruntuhan daun-daun Rouya Biru.


Tapi dia tetap saja riang.


”Kau tahu, ada planet lain yang lebih biru dari


planet Zinnia ?”


”Benarkah, Kek ? Kata guruku, Zinnia adalah planet


yang paling biru. Lautnya luas dan hutan Rouya Birunya juga luas. Katanya,


warna Rouya Biru begitu berkilau sampai bisa dilihat dari angkasa. Pasti hutan


Rouya Biru milik kakek. ”


NotchWood terkekeh.


”Ya, Zinnia memang biru. Tapi sekarang tidak biru


lagi. Sudah berwarna warni.”


”Apa nama planet biru itu, Kek ?”


”Earth.”


”Earth ?”


”Ya. Seluruh


warga Nerdia berasal dari Earth, kecuali kau. ”


FayLinn mengernyitkan kening.


”Aku tidak mengerti. ”


NotchWood menghentikan langkahnya dan duduk di


sebongkah batu. Dia menarik lengan FayLinn dan mendekatkan tubuh anak itu ke


arahnya.


”Zinnia hanya


dihuni oleh Zinnia. Seperti kakek


dan ibumu. Orang-orang dari Earth datang, ratusan tahun yang lalu. Planet


mereka di ambang kehancuran karena sifat  serakah mereka. ”


”Lalu, ke mana Zinnia yang lain ?”


”Karena kedatangan mereka, banyak Zinnia mati


tertimpa burung besinya. Api berkobar di mana-mana sampai berhari-hari. ”


”Api ? Apa itu ?”


NotchWood menghela nafas panjang, ”Api adalah


terlarang di Zinnia sejak itu. Orang-orang Earth membawanya ke sini. Para


Zinnia membolehkan mereka tinggal di sini dengan banyak syarat. Kami tidak


saling mengganggu kehidupan masing-masing,  Rouya Biru tidak boleh dimusnahkan, dan tidak ada api.”


”Aku ingin tahu api itu seperti apa ?”


”Api telah memusnahkan kehidupan. Para penduduk


Earth itu tidak ingin mengulangi kehancuran planetnya. Maka mereka hidup


seperti kami. Hidup dari Rouya. Tapi mereka manusia yang cerdas. Mereka menanam


Rouya dan membuka kebun-kebun. Kami pun akhirnya banyak belajar dari mereka.


Beberpa dari kami menikah dengan mereka. Tapi tak ada yang mempunyai keturunan,


karena kami memang berbeda. Kecuali kau, FayLinn. ”


”Jadi, aku bukan manusia dan juga bukan Zinnia.”


”Kau adalah Zinnia. Entah kenapa bisa terjadi,


tapi kau memiliki kekuatan Zinnia. ”


”Apa itu, Kek ?”


”Bila kau menangis, maka Zinnia pun menangis. ”


”Aku tidak mengerti.”


”Hujan, sayang. Bila kau gembira, maka Zinnia pun


bercahaya. Maka, kau memerlukan kebijaksaan untuk mengendalikannya. Orang-orang


Earth tidak bisa melakukan hal itu, karena dalam hati meraka selalu ada


keserakahan.”


FayLinn diam. NotchWood tidak yakin, cucunya akan


mengerti semua penjelasan darinya. Direngkuhnya FayLinn dalam dekapannya.


”Manusia-manusia di Nerdia sudah mulai serakah.


Mereka menghendaki Rouya terus berbuah sepanjang masa. Untuk itu, mereka


sangat ingin memiliki seorang Zinnia, The Thistle. Yang bisa mengendalikan


seluruh Zinnia.”


FayLinn diam.


Pikirannya mulai bekerja.


”Apakah kakek


seorang Thistle ?”


NotchWood


mengangguk.


”Kau adalah Zinnia


Thistle, FayLinn. Aku tidak percaya, ibumu telah mewariskan hal itu padamu. Dan itu membuatmu berada dalam bahaya.


Bahaya keserakahan para manusia. ”


”Berarti aku bisa terbang ?”


NotchWood terbahak, ”Kau akan mempelarinya kelak


ketika dewasa. Ketika kebijaksanaan memenuhi dadamu. Sekarang, mandilah di mata


air itu. Aku telah membuatnya mengalir sejak semalam.”


FayLinn menatap NotchWood tak percaya. NotchWood


mengarahkan telunjuknya ke sebuah mata air yang tampak jernih kebiruan. Air


mengalir dari sela-sela batu di tepinya. Jadi, mata air itu hanya dibuat dalam


semalam ?


Ragu, FayLinn mendekati mata air itu. Dia melongok


ke dalamnya dan melihat gambar dirinya. Seketika dia mulai memahami bagaimana


kakeknya menyimpan gambar ibunya. FayLinn menyentuh air itu. Dingin. Dia


menoleh ke arah NotchWood. NotchWood mengangguk, memberinya ijin. Dan FayLinn


seluruh tubuhnya sambil tertawa-tawa senang. Mata air Hutan Rouya Biru


benar-benar membuatnya bergembira.


OoO


FayLinn dan NotchWood berjalan kaki menuju pondok


di tepi hutan. Bintang Memra sudah mulai meredup. Dan Hutan Rouya Biru semakin


terang oleh buah-buah Rouya Biru. Buah Rouya Biru menyerap sinar Bintang Memra


lebih kuat dari buah Rouya yang lain. Penduduk Nerdia biasanya menggunakannya


untuk menerangi rumah, karena sinarnya bertahan sampai berhari-hari. Namun


Rouya yang paling terang di malam hari adalah Rouya Kuning, tapi hanya bisa


bertahan hingga pagi hari.


”Kakek, aku tidak pernah keluar rumah malam hari.


Waktu aku terbang ke sini, aku melihat ternyata Zinnia sangat terang di malam


hari. Buah-buah Rouya itu begitu terang dan berwarna warni.”


”Ya, benar FayLinn. Itulah mengapa, Zinnia tidak


memerlukan api. Rouya sudah cukup untuk kehidupan di Zinnia.”


”Kakek, aku tidak ingin pulang. ”


NotchWood tersenyum bijak.


”Mungkin kau benar. Bila kau pulang, pasti seisi


Nerdia terkejut melihatmu. Lihat rambutmu. ”


FayLinn meraba rambutnya yang menjuntai sampai ke


pingganggnya. Rambutnya tidak lagi merah, tapi putih seperti milik kakeknya.


”Kakek ! Rambutku jadi putih !” pekiknya terkejut.


”Tidak usah terkejut. Kau sudah mandi di mata air


tadi. Air di sana melarutkan Rouya merah yang diusapkan pada rambutmu ketika


lahir. ”


”Jadi, aku lahir dengan rambut putih ?”


”Ya, karena kau seorang Zinnia. Sudah kubilang,


ibumu wanita yang pandai. Begitu melihat kau terlahir berambut putih, maka dia


langsung melumuri rambutmu dengan Rouya merah, agar rambutmu menyerupai rambut


bayi-bayi Nerdia pada umumnya. Ibumu tidak ingin, semua orang tahu bahwa kau


seorang Zinnia. ”


”Lalu, bagaimana aku bisa pulang ?”


”Kau bilang, kau tidak ingin pulang ?”


FayLinn tertawa. Kini dia merasa sama dengan kakeknya,


berambut putih. Namun tiba-tiba tawanya terhenti dan wajahnya menjadi pucat.


”Ada apa FayLinn ?”


FayLinn menatap langit. Tepat di atas Notchwood,


dia melihat BirdNerd Black mengepakkan sayapnya. NoctWood mendongak dan sungguh


terkejut.


”FayLinn, lari ke dalam hutan ! Lari !”


NotchWood dan FayLinn ke dalam hutan. BirdNerd


Black itu mengejar mereka. Dia sama sekali tidak takut pada Hutan Rouya Biru.


Dia berusaha menyambar FayLinn berkali-kali. NotchWood berhasil melindunginya.


Teriakan burung itu begitu mengerikan di telinga FayLinn. Dia menjerit-jerit


ketakutan. Mimpinya benar-benar menjadi kenyataan. Dia diburu oleh BirdNerd


Black.


”Lari !” teriak NotchWood.


NotchWood tersandung batu dan jatuh tersungkur.


FayLinn berhenti dan berbalik hendak menolong kakeknya.


”Lari ke mata air ! Masuk ke dalamnya. Cepat !’


FayLinn lari sekuat tenaganya. Melompati batu dan


akar pohon besar, menuju mata air. Mata air tempat yang lebih lapang di tengah


hutan Rouya Biru. FayLinn berdiri di balik sebuah pohon. BirdNerd Black itu


berputar-putar di atas mata air. FayLinn ragu hendak lari dan menceburkan diri


seperti perintah kakeknya. BirdNerd Black itu sepertinya tahu tujuannya.


Penunggangnya, memakai jubah hitam bertudung. Wajahnya tampak gelap, tapi


FayLinn merasa dia ditatap.


”Masuk, FayLinn !” teriak kakeknya sayup-sayup.


FayLinn memberanikan diri, berusaha lari


secepatnya menuju mata air. Sebuah teriakan panjang dari BirdNerd Black


terdengar nyaring dan FayLinn merasa bahunya dicengkeram. Padahal, mata air


tinggal selangkah lagi dicapainya. Tubuhnya terangkat. BirdNerd Black telah


menangkapnya !


”Kakekkk !” teriak FayLinn histeris.


Tiba-tiba sebuah hempasan mengenai BirdNerd Black,


membuat cengkeramannya pada FayLinn terlepas. FayLinn tercebur ke dalam mata


air. Terdengar pekik dua BirdNerd. FayLinn mendongakkan wajahnya. Seekor


BirdNerd merah, telah menyelamatkannya dari cengkeraman BirdNerd Black.


BirdNerd merah itu menukik dan mencengkeram kepala BirdNerd Black. Terjadi


perkelahian di udara. Sepertinya BirdNerd merah itu lebih lihai, dia


berkali-kali menghempaskan BirdNerd Black ke pepohonan Rouya. Tak lama


berselang, BirdNerd Black itu pergi dengan pekikan nyaring penuh amarah


bercampur kecewa.


NotchWood datang dengan nafas terengah-engah dan


mendapati FayLinn sudah berada di dalam mata air. Seekor BirdNerd merah


mendarat di tepi telaga. Penunggangnya seorang anak laki-laki, lebih tua dari


FayLinn. NotchWood membantu mengeluarkan FayLinn dari mata air. Gadis kecil itu


langsung memeluk kakeknya erat-erat dan ketakutan.


”Terima kasih, anak muda. Boleh aku tahu namamu ?”


Anak laki-laki itu turun dari BirdNerdnya. Dari


pakainnya, sepertinya dia hanya seorang pekerja perkebunan. Seragam perkebunan


milik WinkGef.


”Namaku OzHogg, Tuan, ” ucapnya seraya membungkuk


hormat.


”Kau utusan Winkgef Sprout ?”


OzHogg menggeleng.


”Lalu, bagaimana kau bisa sampai ke sini ?”


”Ibuku sedang sakit, dan aku sedang mencari Rouya


Biru, Tuan. Maafkan aku.”


”Tidak. Aku berterima kasih padamu, OzHogg.”


OzHogg mengangguk hormat pdaa FayLinn dan NotchWood,


lalu pergi dengan BirdNerd-nya. NotchWood dan FayLinn memandangi anak itu


hingga lenyap di kejauhan.


NotchWood menuntun FayLinn keluar dari Hutan Rouya


Biru. Baru saja mereka keluar dari hutan, BirdNerd WinkGef mendarat di depan


pondok NotchWood. FayLinn kontan berlari ke pelukan ayahnya.