
FayLinn bersimpuh di depan makam ibunya. NotchWood
hanya berdiri di belakangnya seraya mengamati langit. Mendung menyelimuti hutan
Rouya Biru. NotchWood merasakan beberapa titik air jatuh mengenai tangannya.
”FayLinn, apa kau mau masuk ke goa ?”
FayLinn menggeleng.
”Aku takut, Kek. ”
”Takut ?”
”Ya. Gambar di BirdNerd hitam di dinding goa itu
ada di mimpiku. Mengejar-ngejar aku.”
NotchWood bergegas berjongkok di dekat FayLinn.
”Benarkah ? Bagaimana dia mengejarmu ?”
”Dengan BirdNerd-nya. Kata ayah, aku hanya
terpengaruh gambar itu, makanya aku bermimpi seperti itu. Apa benar, Kek ?”
NotchWood diam sejenak.
”Ya, ayahmu benar. Kalau begitu, kita ke mata air
saja.”
”Mata air ?”
”Iya. Dulu, ibumu senang sekali bermain dan mandi
di sana.”
NotchWood menggandeng FayLinn menyusuri kaki
bukit. Mereka berjalan mengelilingi seperempat kaki bukit. FayLinn berkali-kali
tersandung batu yang tersembunyi di antara reruntuhan daun-daun Rouya Biru.
Tapi dia tetap saja riang.
”Kau tahu, ada planet lain yang lebih biru dari
planet Zinnia ?”
”Benarkah, Kek ? Kata guruku, Zinnia adalah planet
yang paling biru. Lautnya luas dan hutan Rouya Birunya juga luas. Katanya,
warna Rouya Biru begitu berkilau sampai bisa dilihat dari angkasa. Pasti hutan
Rouya Biru milik kakek. ”
NotchWood terkekeh.
”Ya, Zinnia memang biru. Tapi sekarang tidak biru
lagi. Sudah berwarna warni.”
”Apa nama planet biru itu, Kek ?”
”Earth.”
”Earth ?”
”Ya. Seluruh
warga Nerdia berasal dari Earth, kecuali kau. ”
FayLinn mengernyitkan kening.
”Aku tidak mengerti. ”
NotchWood menghentikan langkahnya dan duduk di
sebongkah batu. Dia menarik lengan FayLinn dan mendekatkan tubuh anak itu ke
arahnya.
”Zinnia hanya
dihuni oleh Zinnia. Seperti kakek
dan ibumu. Orang-orang dari Earth datang, ratusan tahun yang lalu. Planet
mereka di ambang kehancuran karena sifat serakah mereka. ”
”Lalu, ke mana Zinnia yang lain ?”
”Karena kedatangan mereka, banyak Zinnia mati
tertimpa burung besinya. Api berkobar di mana-mana sampai berhari-hari. ”
”Api ? Apa itu ?”
NotchWood menghela nafas panjang, ”Api adalah
terlarang di Zinnia sejak itu. Orang-orang Earth membawanya ke sini. Para
Zinnia membolehkan mereka tinggal di sini dengan banyak syarat. Kami tidak
saling mengganggu kehidupan masing-masing, Rouya Biru tidak boleh dimusnahkan, dan tidak ada api.”
”Aku ingin tahu api itu seperti apa ?”
”Api telah memusnahkan kehidupan. Para penduduk
Earth itu tidak ingin mengulangi kehancuran planetnya. Maka mereka hidup
seperti kami. Hidup dari Rouya. Tapi mereka manusia yang cerdas. Mereka menanam
Rouya dan membuka kebun-kebun. Kami pun akhirnya banyak belajar dari mereka.
Beberpa dari kami menikah dengan mereka. Tapi tak ada yang mempunyai keturunan,
karena kami memang berbeda. Kecuali kau, FayLinn. ”
”Jadi, aku bukan manusia dan juga bukan Zinnia.”
”Kau adalah Zinnia. Entah kenapa bisa terjadi,
tapi kau memiliki kekuatan Zinnia. ”
”Apa itu, Kek ?”
”Bila kau menangis, maka Zinnia pun menangis. ”
”Aku tidak mengerti.”
”Hujan, sayang. Bila kau gembira, maka Zinnia pun
bercahaya. Maka, kau memerlukan kebijaksaan untuk mengendalikannya. Orang-orang
Earth tidak bisa melakukan hal itu, karena dalam hati meraka selalu ada
keserakahan.”
FayLinn diam. NotchWood tidak yakin, cucunya akan
mengerti semua penjelasan darinya. Direngkuhnya FayLinn dalam dekapannya.
”Manusia-manusia di Nerdia sudah mulai serakah.
Mereka menghendaki Rouya terus berbuah sepanjang masa. Untuk itu, mereka
sangat ingin memiliki seorang Zinnia, The Thistle. Yang bisa mengendalikan
seluruh Zinnia.”
FayLinn diam.
Pikirannya mulai bekerja.
”Apakah kakek
seorang Thistle ?”
NotchWood
mengangguk.
”Kau adalah Zinnia
Thistle, FayLinn. Aku tidak percaya, ibumu telah mewariskan hal itu padamu. Dan itu membuatmu berada dalam bahaya.
Bahaya keserakahan para manusia. ”
”Berarti aku bisa terbang ?”
NotchWood terbahak, ”Kau akan mempelarinya kelak
ketika dewasa. Ketika kebijaksanaan memenuhi dadamu. Sekarang, mandilah di mata
air itu. Aku telah membuatnya mengalir sejak semalam.”
FayLinn menatap NotchWood tak percaya. NotchWood
mengarahkan telunjuknya ke sebuah mata air yang tampak jernih kebiruan. Air
mengalir dari sela-sela batu di tepinya. Jadi, mata air itu hanya dibuat dalam
semalam ?
Ragu, FayLinn mendekati mata air itu. Dia melongok
ke dalamnya dan melihat gambar dirinya. Seketika dia mulai memahami bagaimana
kakeknya menyimpan gambar ibunya. FayLinn menyentuh air itu. Dingin. Dia
menoleh ke arah NotchWood. NotchWood mengangguk, memberinya ijin. Dan FayLinn
seluruh tubuhnya sambil tertawa-tawa senang. Mata air Hutan Rouya Biru
benar-benar membuatnya bergembira.
OoO
FayLinn dan NotchWood berjalan kaki menuju pondok
di tepi hutan. Bintang Memra sudah mulai meredup. Dan Hutan Rouya Biru semakin
terang oleh buah-buah Rouya Biru. Buah Rouya Biru menyerap sinar Bintang Memra
lebih kuat dari buah Rouya yang lain. Penduduk Nerdia biasanya menggunakannya
untuk menerangi rumah, karena sinarnya bertahan sampai berhari-hari. Namun
Rouya yang paling terang di malam hari adalah Rouya Kuning, tapi hanya bisa
bertahan hingga pagi hari.
”Kakek, aku tidak pernah keluar rumah malam hari.
Waktu aku terbang ke sini, aku melihat ternyata Zinnia sangat terang di malam
hari. Buah-buah Rouya itu begitu terang dan berwarna warni.”
”Ya, benar FayLinn. Itulah mengapa, Zinnia tidak
memerlukan api. Rouya sudah cukup untuk kehidupan di Zinnia.”
”Kakek, aku tidak ingin pulang. ”
NotchWood tersenyum bijak.
”Mungkin kau benar. Bila kau pulang, pasti seisi
Nerdia terkejut melihatmu. Lihat rambutmu. ”
FayLinn meraba rambutnya yang menjuntai sampai ke
pingganggnya. Rambutnya tidak lagi merah, tapi putih seperti milik kakeknya.
”Kakek ! Rambutku jadi putih !” pekiknya terkejut.
”Tidak usah terkejut. Kau sudah mandi di mata air
tadi. Air di sana melarutkan Rouya merah yang diusapkan pada rambutmu ketika
lahir. ”
”Jadi, aku lahir dengan rambut putih ?”
”Ya, karena kau seorang Zinnia. Sudah kubilang,
ibumu wanita yang pandai. Begitu melihat kau terlahir berambut putih, maka dia
langsung melumuri rambutmu dengan Rouya merah, agar rambutmu menyerupai rambut
bayi-bayi Nerdia pada umumnya. Ibumu tidak ingin, semua orang tahu bahwa kau
seorang Zinnia. ”
”Lalu, bagaimana aku bisa pulang ?”
”Kau bilang, kau tidak ingin pulang ?”
FayLinn tertawa. Kini dia merasa sama dengan kakeknya,
berambut putih. Namun tiba-tiba tawanya terhenti dan wajahnya menjadi pucat.
”Ada apa FayLinn ?”
FayLinn menatap langit. Tepat di atas Notchwood,
dia melihat BirdNerd Black mengepakkan sayapnya. NoctWood mendongak dan sungguh
terkejut.
”FayLinn, lari ke dalam hutan ! Lari !”
NotchWood dan FayLinn ke dalam hutan. BirdNerd
Black itu mengejar mereka. Dia sama sekali tidak takut pada Hutan Rouya Biru.
Dia berusaha menyambar FayLinn berkali-kali. NotchWood berhasil melindunginya.
Teriakan burung itu begitu mengerikan di telinga FayLinn. Dia menjerit-jerit
ketakutan. Mimpinya benar-benar menjadi kenyataan. Dia diburu oleh BirdNerd
Black.
”Lari !” teriak NotchWood.
NotchWood tersandung batu dan jatuh tersungkur.
FayLinn berhenti dan berbalik hendak menolong kakeknya.
”Lari ke mata air ! Masuk ke dalamnya. Cepat !’
FayLinn lari sekuat tenaganya. Melompati batu dan
akar pohon besar, menuju mata air. Mata air tempat yang lebih lapang di tengah
hutan Rouya Biru. FayLinn berdiri di balik sebuah pohon. BirdNerd Black itu
berputar-putar di atas mata air. FayLinn ragu hendak lari dan menceburkan diri
seperti perintah kakeknya. BirdNerd Black itu sepertinya tahu tujuannya.
Penunggangnya, memakai jubah hitam bertudung. Wajahnya tampak gelap, tapi
FayLinn merasa dia ditatap.
”Masuk, FayLinn !” teriak kakeknya sayup-sayup.
FayLinn memberanikan diri, berusaha lari
secepatnya menuju mata air. Sebuah teriakan panjang dari BirdNerd Black
terdengar nyaring dan FayLinn merasa bahunya dicengkeram. Padahal, mata air
tinggal selangkah lagi dicapainya. Tubuhnya terangkat. BirdNerd Black telah
menangkapnya !
”Kakekkk !” teriak FayLinn histeris.
Tiba-tiba sebuah hempasan mengenai BirdNerd Black,
membuat cengkeramannya pada FayLinn terlepas. FayLinn tercebur ke dalam mata
air. Terdengar pekik dua BirdNerd. FayLinn mendongakkan wajahnya. Seekor
BirdNerd merah, telah menyelamatkannya dari cengkeraman BirdNerd Black.
BirdNerd merah itu menukik dan mencengkeram kepala BirdNerd Black. Terjadi
perkelahian di udara. Sepertinya BirdNerd merah itu lebih lihai, dia
berkali-kali menghempaskan BirdNerd Black ke pepohonan Rouya. Tak lama
berselang, BirdNerd Black itu pergi dengan pekikan nyaring penuh amarah
bercampur kecewa.
NotchWood datang dengan nafas terengah-engah dan
mendapati FayLinn sudah berada di dalam mata air. Seekor BirdNerd merah
mendarat di tepi telaga. Penunggangnya seorang anak laki-laki, lebih tua dari
FayLinn. NotchWood membantu mengeluarkan FayLinn dari mata air. Gadis kecil itu
langsung memeluk kakeknya erat-erat dan ketakutan.
”Terima kasih, anak muda. Boleh aku tahu namamu ?”
Anak laki-laki itu turun dari BirdNerdnya. Dari
pakainnya, sepertinya dia hanya seorang pekerja perkebunan. Seragam perkebunan
milik WinkGef.
”Namaku OzHogg, Tuan, ” ucapnya seraya membungkuk
hormat.
”Kau utusan Winkgef Sprout ?”
OzHogg menggeleng.
”Lalu, bagaimana kau bisa sampai ke sini ?”
”Ibuku sedang sakit, dan aku sedang mencari Rouya
Biru, Tuan. Maafkan aku.”
”Tidak. Aku berterima kasih padamu, OzHogg.”
OzHogg mengangguk hormat pdaa FayLinn dan NotchWood,
lalu pergi dengan BirdNerd-nya. NotchWood dan FayLinn memandangi anak itu
hingga lenyap di kejauhan.
NotchWood menuntun FayLinn keluar dari Hutan Rouya
Biru. Baru saja mereka keluar dari hutan, BirdNerd WinkGef mendarat di depan
pondok NotchWood. FayLinn kontan berlari ke pelukan ayahnya.