The Thistle

The Thistle
6 - Akademi Nerdia



 


 


Akademi Nerdia adalah keceriaan bagi anak


bangsawan. Sebuah bangunan megah, tak kalah megah dengan  rumah-rumah mewah bangsawan Nerdia.


Dikelilingi tujuh jenis pohon Rouya yang menjulang ke angkasa, dengan aneka


ayunan bergelantangan di dahan-dahannya.. Halaman rumputnya begitu luas, bahkan


begitu lelah untuk menyusurinya.


Semula Akademi Nerdia adalah tempat kedua yang


menyenangkan di Nerdia bagi FayLinn. Di akademi ini, dia bisa bertemu dengan


anak para bangsawan dari seluruh penjuru Nerdia. Bahkan yang berasal dari


Nerdia Selatan dan Nerdia Timur, tinggal di sebuah asrama di belakang Akademi.


Lengkap dengan para pelayannya.


Namun semenjak ibunya meninggal, tidak ada lagi


tempat yang menyenangkan bagi FayLinn. Baik itu di rumah atau pun di akademi.


Baginya, anak-anak di akademi selalu bergembira tanpa memperhatikan


kesedihannya. Mereka dengan mudahnya tertawa dan berpesta Pasta Rouya di


halaman sambil bermain ayunan, meninggalkan FayLinn di Ruang Perpustakaan,


menatap mereka dari kejauhan. Anak-anak itu tidak lagi seramah dulu,


mengajaknya bermain ayunan bersama-sama.


”Aku tahu kenapa mereka tidak mau bermain denganku


sekarang, ” gumam FayLinn sedih.


”Itu tidak benar, sayang ...” ucap seseorang yang


tiba-tiba berdiri di sampingnya.


FayLinn menoleh dan mendapati LouElla, guru


sejarah menatapnya seraya tersenyum ramah. LouElla mengelus rambut FayLinn.


”Karena aku tidak lagi membawa Whim dingin. Apa


mereka tidak tahu kalau ibu sudah meninggal ?”


”Whim dingin ?” tanya LouElla seraya menuntun


FayLinn menjauhi jendela, mengajaknya duduk di sebuah kursi kayu yang terbuat


dari batang pohon Rouya Merah.


Di Akademi Nerdia, walaupun para siswanya adalah


anak para bangswan, tapi mereka tidak hanya bersentuhan dengan Rouya Hijau


saja. Semua jenis Rouya ada di sini. Kursi dari aneka jenis batang pohon Rouya,


buku dari aneka jenis serat Rouya, dan buah-buah Rouya yang tersedia di setiap


sudut ruangan. Tentu saja Rouya Hijau yang cepat habis, walaupun sekali waktu


para guru meminta anak untuk mencicipi Rouya yang lain.


”Ceritakan padaku tentang Whim dingin, sepertinya


lezat, ” pinta LouElla, berusaha  menghibur FayLinn.


”Ibuku pandai membuat Whim dingin. Whim dari buah


Rouya Merah yang ada di perkebunan. Rasanya jauh lebih lezat dari Whim Rouya


Hijau. Semua temanku menyukai Whim buatan ibuku. Tapi sekarang, mereka tidak


mau lagi berteman denganku, karena aku tidak membawa Whim lagi ...”


LouElla mendengarkan dengan penuh perhatian


curahan hati muridnya. Tapi, curahan hati FayLinn terdengar aneh di telinganya.


Ini bukan tentang dia yang dijauhi teman-temannya karena tidak lagi berbagi


Wim. Tapi ini tentang Whim dingin.


”Mungkin Bu Lou bisa membantumu membuatkan Whim


untuk dibagikan ke teman-temanmu, tapi Bu Lou tidak tau caranya ...”


FayLinn menatap LouElla, ”Tidak ada yang bisa


membuatnya selain ibuku. Dia punya resep rahasia. Memetik buah Rouya di sore


hari, dan mendinginkannya dalam semalam. ”


”Bagaimana caranya ?”


”Itu rahasia !”. FayLinn tampak gusar.


LouElla berusaha tersenyum bijaksana, walau


hatinya kesal. Berbaik hati dengan anak bangsawan tidaklah merugikan. Bahkan


beberapa di antara mereka begitu dekat dengan LouElla sampai sering


mengiriminya Rouya Hijau, membuat guru lain iri.


”Hm, kalau begitu, kau tidak akan punya teman


bermain lagi di akademi, ” ucap LouElla seolah bersimpati.


Bukan LouElla namanya bila tidak bisa mengambil


hati anak para bangsawan. Membuat kehidupannya lumayan terjamin. FayLinn


meninggalkan gurunya dan berjalan perlahan di antara rak-rak buku. Perpustakaan


kini menjadi tempat bermainnya yang baru. Tak ada yang mengusiknya bila sedang


asyik membaca buku.


OoO


LouElla benar-benar penasaran dengan Whim dingin.


Tidak ada yang bisa membuat Whim dingin kecuali dibawa ke Zinnia paling


selatan. Itu pun harus mengarungi laut untu mendapatkan salju di sana. Tapi


dibangdingkan kelelahannya, Whim biasa pun lebih lezat, asalkan terbuat dari


Rouya Hijau.


LouElla mencari-cari buku tentang cara membuat


aneka Whim. Sebuah buku tebal didapatkannya, beraroma Rouya Jingga. Guru-guru


di Akademi Nerdia mengenali bau, warna dan tekstur aneka buah Rouya yang sudah


beruapa benda. Mereka mengenalinya sebaik para bangsawan dan pedagang. Karena


mereka wajib mengajari anak para bangsawan keahlian tersebut.


Murid-murid Nerdia baru saja terbang bersama


BirdNerd mereka, menuju rumah masing-masing. Anak-anak yang masih berusia di


bawah 7 tahun, masih menunggu pelayan menjemput mereka. Kecuali para murid yang


tinggal di asrama, mereka sudah masuk ke asrama mewahnya. Para guru sedang


bersiap meninggalkan akademi, setelah sebelumnya membereskan kelas yang


berantakan.


”Bu Lou ? Tidak pulang ?” tanya petugas


perpustakaan.


”Belum. Aku sedang mencari buku tentang cara


membuat Whim.” sahut LouElla, seraya menyusuri lorong di antara rak buku. Dia


belum puas dengan hanya mendapat satu buku. Dia berharap beberapa buku tentang


Whim bisa dipinjamnya hari ini.


DefTyn, petugas perpustakaan itu mengernyitkan


kening.


”Whim ?”


”Iya. ”


DefTyn heran. LouElla terkenal sebagai guru yang


malas sekali menyentuh dapur. Melihatnya begitu penasaran mencari buku tentang


cara membuat Whim adalah hal teraneh yang pernah didengarnya. Mungkin wanita di


hadapannya itu kini sudah mulai stress karena sampai sekarang tak ada satu pun


bangsawan yang meliriknya. Padahal dia sudah mati-matian berpenampilan ala


bangsawan. Mungkin dia kini mencari trik yang lebih mengena. Whim Rouya Hijau


adalah makanan yang memanjakan lidah para bangsawan.


”Bu Lou mau membuat Whim ?”


LouElla merasa terganggu dengan pertanyaan DefTyn.


”Tentu saja tidak, DefTyn. Aku hanya penasaran


dengan Whim dingin. ”


”Whim dingin ?”


”Iya. Kau baru mendengarnya juga ? Mungkin orang


akan menganggapku terlalu naif, mempercayai omongan anak kecil. Tapi Whim itu


benar-benar ada. ”


”Siapa anak kecil itu ?” tanya DefTyn penasaran.


”Kau tidak perlu tahu. Lagipula, pembuat Whim


dingin itu sudah mati.”


DesTyn tidak terkejut dengan ucapan sinis LouElla.


Seperti biasa, wanita itu kerap meminta tolong tapi angkuh untuk sekedar


berbagai rahasia kecil.


DefTyn meninggalkan LouElla, dan tak berapa lama


kembali dengan sebuah buku.


”Ini yang paling lengkap.”


LouElla melirik buku di tangan DefTyn.


Berpura-pura acuh, tapi kemudian menyambarnya tanpa berterima kasih. DesTyn


hanya geleng-geleng kepala melihatnya.


LouElla menaiki BirdNerd-nya. Dengan alasan mode


baru, dia telah merubah bulu BirdNerdnya menjadi belang. Hijau hanya untuk


bagian leher sampai kepala, selebihnya adalah merah. Para guru hanya menahan


tertawa melihat warna BirdNerd LouElla.


LouElla semakin penasaran dengan Whim dingin itu.


Seorang anak yang sering bermain dengan FayLinn diinterogasinya perlahan.


Ternyata dugaan FayLinn benar. Mereka tidak lagi mau berteman dengan FayLinn


karena FayLinn tidak lagi membawa Whim dingin untuk dibagi-bagi.


”Seperti apa Whim dingin itu ?” tanya LouElla


hati-hati.


”Whim dari Rouya Merah, dengan pasta Rouya Biru


yang dingin. ”


”Pasta Rouya Biru ? Pasti rasanya pahit ...”


”Tidak ! Rasanya dingin. ”


LouElla tidak yakin bisa menemukan Whim dingin itu


di buku-buku yang dibawanya sekarang. Tapi nalurinya mengatakan, ada yang aneh


pada diri FayLinn. Dan dia harus mengetahuinya.


OoO


FayLinn seorang diri di perpustakaan. LouElla


memperhatikannya dari jauh. Dia sangat mengantuk, karena dalam semalam


menghabiskan empat buah buku dan tidak menemukan satu pun kata-kata Whim


dingin.


”Mungkin aku memang bodoh, mempercayai anak


sekecil itu. Bisa jadi semuanya hanya khayalan mereka saja, ” gumamnya kesal.


DefTyn memperhatikan LouElla dari balik meja


kerjanya. Melihat perawan tua yang kini rajin hadir di perpustakaan, adalah


sebuah kebiasaan yang aneh. Apalagi bila hanya diam tanpa membaca. Ditambah


lagi, baru saja mengembalikan enam buah buku yang katanya dibacanya dalam


semalam.


LouElla berusaha keras menahan kantuknya. Lonceng


tanda akademi berakhir sudah terdengar nyaring. FayLinn bangkit dari duduknya


dan membawa bukunya menuju DefTyn.


”Sudah selesai sayang ?”


”Sudah, Tuan DefTyn. Terima kasih. Aku akan


melanjutkan membacanya besok. Maukah kau menyimpannya untukku ?”


”Tentu saja. Tapi, sampaikan salamku untuk LesTyn,


anakku. Bagaimana ?”


FayLinn tersenyum dan berucap sedih, ”Maafkan aku,


Tuan. Aku jarang bertemu dengan Tuan LesTyn. Dia dan ayah selalu sibuk mengurus


kebun.”


FayLinn menunduk dalam. DefTyn memahami kesedihan


FayLinn.


”Membaca itu bagus untuk mengobati kesedihan. Kau


rindu pada ibumu ?”


FayLinn mengangguk.


”Kenapa kau tidak ke makamnya ?”


”Makamnya jauh, Tuan. Di Nerdia Timur. Sedangkan


aku baru boleh menaiki BirdNerd-ku minggu depan. ”


”Hmm, dan tentunya kau tidak boleh pergi ke sana


seorang diri.”


FayLinn menunduk dalam. DefTyn menyentuh tangan


gadis kecil di hadapannya.


”Kau bisa bercerita padaku bila sedang sedih. Atau


kau ingin aku berkunjung ke rumahmu ?”


FayLinn tersenyum. DefTyn hanyalah penjaga


perpustakaan. Tetapi lelaki seusia kakeknya itu lebih lembut dari para guru


wanita di Akademi Nerdia. lebih lembut dan penyayang dari para guru wanita di


Akademi Nerdia. Dia dengan senang hati meladeni anak para bangsawan mencari


buku kesayangan mereka.


”Aku senang sekali, Tuan. Bermainlah ke tempatku


hari ini.”


DefTyn mengusap rambut FayLinn. Tidak terasa


lembut dan harum.


”Sudah berapa lama kau tidak merawat rambutmu ?”


FayLinn menggeleng. Tidak ada yang merawat


rambutnya semenjak ibunya meninggal. Dan hal itu baru disadarinya saat ini.


Bukan karena tidak ada lagi Whim dingin, tapi karena rambutnya mulai kusam.


Teman-temannya menjadi malas berdekatan dengannya.


”Apa pelayanmu tidak ada yang bisa menolongmu ?”


FayLinn menggeleng. FayLinn tidak suka bila


rambutnya dirawat oleh pelayannya. Hanya ZinLinn yang boleh melakukannya.


Mereka selalu melakukannya bersama-sama.


”Kau bisa pergi ke perawatan rambut. Baru beberapa


hari ini dibuka di Kota.”


FayLinn menggeleng.


”Hmm, kau tidak akan punya teman bila tidak


merawat rambutmu. ”


FayLinn meninggalkan DefTyn. LouElla mendekatinya


dan menyapanya. FayLinn diam saja, dan berlalu meninggalkan perpustakaan.


”Dia membaca apa ?”


DefTyn mengernyitkan kening. LouElla lagi, dengan


rasa ingin tahu yang tidak disukainya.


”Bukan urusanmu. Setiap anak bebas membaca di


sini.”


LouElla meraih buku yang masih dipegang DefTyn,


buku yang baru saja dikembalikan FayLinn.


”Thistle ?”


DefTyn mengambil buku di tangan LouElla sebelum


wanita itu sempat membukanya.


”Maaf, FayLinn memintaku menyimpannya untuk besok.



LouElla mendengus.


”Kenapa anak itu jadi tertarik pada Legenda


Thistle. ”


”Anak itu membaca buku apa saja. ”


sedang kencang berhembus. Apa anak itu menguping pembicaraan para bangsawan


tentang panen yang diperkirakan gagal ? Hujan turun terlalu banyak. ”


DefTyn menatap LouElla.


”Kamu berlebihan, Bu Lou. Dia hanya seorang anak


kecil yang baru saja kehilangan ibunya. Masih bagus dia menghibur diri dengan


membaca. Tindakan yang sangat bijaksana bagi anak kecil seusia dia. ”


LouElla mendengus, tidak suka dengan perdebatan,


”Aku tidak suka berdebat. Tapi cukup kau ketahui, anak itu menyimpan sesuatu.”


DefTyn mengacuhkan LouElla. Dia mulai menyusun


buku-buku di rak.


”Ibunya bisa membuat Whim dingin. Darimana dia


bisa mendapatkan Rouya Biru dingin ? Hanya Thistle yang bisa melakukannya. ”


DefTyn diam sejenak, lalu terkekeh-kekeh.


”Ternyata, Bu Lou lebih pandai berfantasy dari


FayLinn.”


LouElla membalikkan badan dengan kesal. Dari balik


jendela besar perpustakaan, dia melihat FayLinn naik ke seekor BirdNerd.


Pelayan sudah menjemputnya. LouElla tidak ingin terkungkung dalam rasa penasarannya


yang semakin menjadi.


OoO


Para bangsawan kerap mengadakan pesta. Panen Rouya


tiap empat bulan sekali selalu ada pesta. Anak-anak mereka menaiki BirdNerd


untuk pertama kali, ada pesta. Ulang tahun apalagi. Dan sayangnya, FayLinn dan


WinkGef bukan tipe bangsawan yang menyukai pesta. Sewaktu ZinLinn masih ada,


mereka kerap mendapat undangan pesta. Namun kehadiran mereka cuma sebentar,


setelah itu mereka bertiga memilih untuk pulang.


Maka saat FayLinn genap sembilan tahun dan sudah


diperbolehkan mengendarai BirdNerd tanpa pendamping, para bangsawan mulai


mengingatkan WinkGef akan sebuah pesta yang harus diadakan. Pesta penobatan


FayLinn dengan BirdNerd-nya.


”Pesta yang tidak penting. Bagaimana menurutmu,


Fay ?”


FayLinn mengangguk. Enya Moss tersenyum melihat


ayah dan anak di hadapannya.


”Para bangsawan pasti akan kecewa bila Tuan Sprout


tidak mengadakan pesta penobatan itu, ” ucap Enya Moss ramah.


”Yeah, mungkin aku akan mengadakannya. Mungkin


juga tidak. Itu hakku ?” sahut WinkGef datar.


”Mungkin Tuan Sprout dan Nona FayLinn masih


bersedih sepeninggal Nyonya ZinLinn. Para bangsawan hanya tidak ingin melihat


anda berdua tenggelam dalam kesedihan yang berlarut-larut. Lagipula ini sudah


tradisi di Zinnia. Para petani menantikan hal ini.”


WinkGef mendesah. Sungguh hambar rasanya pesta


tanpa ZinLinn. Bahkan di setiap ulang tahun FayLinn, mereka hanya merayakannya


bertiga di perkebunan. Di bawah pohon Rouya Merah. Para pekerja perkebunan yang


berpesta Whim Rouya Hijau.


”Aku tidak mau pesta tanpa ibu, ” ucap FayLinn


hambar. Matanya mulai mendung.


WinkGef menatap Enya Moss, membenarkan ucapan


FayLinn. Enya Moss tersenyum.


”Hai, kau akan mendapat banyak hadiah BirdNerd


hari itu, apakah kau tidak suka ?”


FayLinn hanya melirik Enya Moss, lalu bangkit


meninggalkan ruang kerja ayahnya. Dia tidak menginginkan BirdNerd manapun. Dia


hanya mau menaiki BirdNerd ibunya. BirdNerd itu sekarang tidak lagi ada yang


menunggangi. Hanya beterbangan di Rouya Hijau di halaman depan dan sesekali


turun bila FayLinn bertepuk tangan. Menghampiri FayLinn dan membiarkan gadis


kecil itu mengelus-elus lehernya.


”Ada sesuatu yang ingin kutanyakan pada anda, Tuan


Sprout. ”


Nada bicara Enya Moss terdengar serius. WinkGef


sudah bisa menduga, kedatangan Enya Moss ke rumahnya sore itu tidak hanya


sekedar mengingatkannya tentang hari penobatan FayLinn. Tapi ada yang lebih


serius dari itu.


”Ini tentang BirdNerd Black, bukan ?” tanya


WinkGef menebak.


Enya Moss diam sejenak.


”Tidak hanya itu. Ini tentang sahabatmu, NixWatt.



”Ada apa dengan dia ?”


”Dia membuka sebuah rumah perawatan rambut dan


bulu di pusat kota. Pengunjungnya ramai dan kebanyakan para bangsawan. ”


”Hmm, sudah kuduga. Dia memang seorang pedagang.


Apa saja yang dia jual, pasti laku keras. ”


”Masalahnya, Enya Spark kerap memergoki BirdNerd


Black bertengger di Istal milik NixWatt, di malam hari. Menurutmu apakah ini


semua tidak ada hubungannya ?”


WinkGef mengernyitkan kening. NixWatt dengan


BirdNerd Black.


”Apa Enya Spark tidak memberitahu NixWatt ? Siapa


tahu BirdNerd Black sedang mengincar dia, atau sesuatu yang dia miliki. ”


Enya Moss menggeleng seraya berkata, ”Itu hanya


legenda yang tertulis di buku-buku kuno, seperti buku itu. Para Enya tidak


mempercayai hal itu.”


WinkGef mengikuti arah lirikan mata Enya Moss.


Buku kuno tentang BirdNErd yang tergeletak di atas meja bundarnya. Pasti, Enya


Moss sudah menduga bahwa WinkGef kini mulai percaya pada legenda BirdNerd


Black. BirdNerd tiba-tiba teringat gambar BirdNerd Black di goa milik ZinLinn.


”Mungkin Enya Spark salah lihat, apalagi malam


hari. ”


”Tidak. Enya Spark sangat terlatih dalam


bidangnya. Dan satu hal lagi, sepertinya NixWatt mencurangi pelanggannya. ”


WinkGef mengernyitkan kening ? Curang ? Kata yang


tidak tepat untuk NixWaat, lelaki cebol yang sangat dikenalnya. Walau


belakangan ini dia merasa tidak harus mempercayai ucapan NixWatt. Bisnis


sahabatnya itu sedang laris, pasti banyak pihak yang iri dengan


keberhasilannya.


”Apa Enya menyelidiki hal ini ?”


”Ya. Tentu saja. ”


”Enya Moss menyampaikan hal ini padaku, tentunya


bukan tanpa alasan. Apalagi kini aku bukan Enya lagi. Aku tidak berhak


mengetahui masalah apa yang sedang dihadapi Enya sekarang. Apa maksud Enya Moss


sebenarnya ?”


Enya Moss mendekati WinkGef dan berbisik.


”NixWatt seorang Zinnia. ”


WinkGef terkejut bukan kepalang. Dia sampai hampir


terjatuh dari kursinya, saking terkejutnya. Kedua matanya membelalak.


”Tidak mungkin !”


”Ternyata Tuan Sprout tidak mengenal sahabat


sendiri. Dia tidak bisa berkebun Rouya seperti kita. ”


”Itu bukan satu-satunya alasan. ”


”Bagaimana dengan dia tidak hadir di pernikahan


anda dengan ZinLinn. ZinLinn seorang Zinnia, bukan ?”


WinkGef tertegun, masih belum mampu menghilangkan


keterkejutannya. NotchWood begitu membeci NixWatt, apa sebabnya ? WinkGef sama


sekali tidak bisa menemukan titik terang.


Enya Moss memahami keterkejutan WinkGef. Dan ini


adalah saat yang tepat untuk menjelaskan situasi yang sedang terjadi.


”Para Enya bukannya tidak percaya pada legenda


BirdNerd Black. Enya Spark telah mengamati selama berhari-hari. Postur


penunggang BirdNerd Black hanyalah setinggi FayLinn. Semula kami menduga, dia


hanyalah anak petani yang sedang iseng memanfaatkan isu BirdNerd Black yang


sedang berkembang. Tebang di malam hari dan mencuri Rouya Hijau di perkebunan


dengan bebas. Karena semua orang takut untuk keluar di malah hari saat ini. Dia


selalu bertengger di Istal milik NixWaat di malah hari. ”


”Apa dia NixWatt ? Karena tubuhnya cebol ?”


Enya Moss membiarkan WinkGef memikirkan sendiri


penjelasan darinya.


”Enya Spark melakukan perawatan rambut beberapa


hari yang lalu. Satu hal yang sangat dia yakini bahwa NixWatt berbuat curang


adalah, tidak ada buah Rouya Hijau di sana. NixWatt menggunakan Rouya Kuning.”


”Rouya Kuning ?”


WinkGef kembali teringat Rouya Kuning di goa


ZinLinn. NixWatt seorang Zinnia. WinkGef mulai menemukan titik terang.


”Enya Moss, tunggu dulu. Apakah Rouya Kuning bisa


menjadi hijau bila dicampur Rouya Biru ?”


Enya Moss mengangguk dan tersenyum, ”Keduanya


adalah Rouya yang lebih murah dari Rouya Hijau. ”


”Lalu ? Baunya. Bagaimana dengan baunya ?”


Enya Moss mengangkat bahu, ”Kami belum mengetahui


hal itu. Enya Spark masih menyelidikinya. Tapi yang jelas, semua pelanggan


ketagihan untuk merawat rambut di sana, karena NixWat melakukannya dengan


dingin.”


”Dingin ?”


”Ramuan untuk rambut itu terasa dingin. ”


”Apa maksudnya ?”


”Kami berharap Tuan Sprout berkenan membantu kami.


Kedatangan Enya Spark yang kedua, NixWatt sepertinya menyadari kalau dia sedang


diselidiki. Enya hanya berharap, para bangsawan tidak tertipu. Dan semua


pekerja bisa bekerja tenang di perkebunan, tanpa isu BirdNerd Black lagi. Cuaca


sedang tidak teratur.  Kami semua


berharap, panen tetap melimpah kali ini.”


WinkGef terdiam. Merasa dalam posisi sulit.


”Undanglah dia dalam perayaan penobatan FayLinn,


sehingga Enya bisa leluasa memeriksa rumahnya. ”


Enyo Moss berpamitan dengan hormat. Seharusnya,


para bangsawan yang menhormat pada Enya. Tapi Enya Moss masih belum bisa


menghilangkan penghormatannya pada mantan Ketua Enya, walau WinkGef kurang


menyukainya.


OoO


Pesta yang meriah. Semua bangsawan dan anak


bangsawan sebaya FayLinn hadir di rumah WinkGef. Para pelayan sibuk


menghidangkan whim lezat di aula depan rumah WinkGEf. Dinding-dinding dihias


dengan bungaa dan sulur-sulur Rouya aneka warna. Di halaman depan juga dirubah


menjadi arena makan yang menakjubkan bagi para petani dan pekerja. Makanan


berlimpah ruah. Pesta para bangsawan adalah pesta bagi para petani dan pekerja


bangsawan yang bersangkutan. Selepas mereka melayani para tamu, mereka pun


bebas menikmati makanan lezat di halaman depan.


Sementara BirdNerd-BirdNerd berbulu hijau


mengkilat bertengger di pohon Rouya Hijau yang tinggi menjulang di


tengah-tengah halaman depan. Sesekali mereka terbang dan mengepakkan sayapnya,


menebar aroma Rouya Hijau. Saling memamerkan keindahan bulunya, layaknya


tuan-tuan mereka. Saling memerkan baju-baju mewah dan indah mereka dengan


sulaman-sulaman mahal.


Hanya FayLinn yang bermuka murung. Dia ingin


segera pergi dari rumahnya. Semua orang hanya sibuk makan dan saling bercanda.


Beberapa hanya menyapanya dan menanyakan kabarnya. FayLinn menyadari, dia hanya


seorang anak kecil tanpa ibu. Anak-anak bangsawan lainnya saling diperkenalkan


satu sama lain oleh ibu mereka masing-masing. Setiap ibu menceritakan kehebatan


anaknya.


FayLinn kecewa. Perlahan, dia beringsut


meninggalkan ruang pesta. Diliriknya sang ayah yang tampak sibuk menjawab


saapan para bangsawan dan Enya. FayLinn berhasil mancapai kamarnya, tanpa


diketahui seorang pun termasuk pelayannya.


”Kamu meninggalkan pestamu, sayang ?”


FayLinn membelalak. Sosok yang dirindukannya


berada di kamarnya, duduk di atas ranjangnya dengan bijaksana.


”Kakek !”


FayLinn menghambur ke dalam pelukan kakeknya.


Pelukan erat kakeknya benar-benar dinikmatinya sebagai obat rindunya pada


ibunya.


”Kapan kakek datang ? Siapa yang memberitahu kakek


?”


NotchWood tersenyum.


”Tentu saja aku tidak pernah salah menghitung


kalau hari ini kau genap sembilan tahun, ” jawab NotchWood.


”Aku sayang kakek, ” ucap FayLinn, sekali lagi


memeluk tubuh kakeknya.


”Hmm, apa yang kau inginkan di hari penobatanmu ?”


”Aku ingin Whim dingin.”


”Whim dingin ? Permintaan yang sulit. ”


”Aku yakin kakek bisa membuatnya.”


”Kenapa kau begitu yakin ?”


”Ibu pernah mengatakannya padaku. Saat menikah


dengan ayah, ibu tidak suka makan whim, padahal itu makanan yang sangat lezat.


Lalu ibu membuat whim sendiri dan mendinginkannya. Semua teman di sekolahku


suka dengan whim dingin buatan ibu. ”


NotchWood tersenyum.


”Aku akan membuatkannya untukmu. Sekali ini saja.


Karena, membuatnya sangat sulit. ”


Wajah FayLinn menjadi cerah.


OoO