
Langit Nerdia tertutup mendung tebal.
Rintik-rintik hujan mulai turun. Ruangan yang semula terang benderang oleh
cahaya Bintang Memra, perlahan meredup dan mulai berganti cahaya. Cahaya dari
buah-buah Rouya yang berjajar rapi di tatakan-tatakan kayu berukir di
sekeliling ruangan.
Para bangsawan Nerdia yang berkumpul di Hogle
milik NeoMlar, salah seorang bangsawan yang masuk dalam deretan bangsawan
terkaya di Nerdia, melongok ke luar jendela. Hujan yang mereka harapkan tiba,
menderas ke seluruh Nerdia. Senyum gembira menyembul di bibir masing-masing.
Air yang tumpah dari langit, akan memenuhi sumur-sumur tandon air mereka. Juga
mengairi perkebunan. Bila musim terus seperti ini, sepertinya Festival Rouya
pekan depan akan dibanjiri oleh buah Rouya.
”Sepertinya, kita harus menyediakan banyak Rouya
gratis di Festival Rouya. Raja Orla sudah memerintahkan demikian, ” ucap
NeoMlar.
Dia salah satu bangsawan yang menguasai perdagangan
di Nerdia. Dia hanya punya secuil perkebunan Rouya yang diurus oleh beberapa
pekerja. NeoMlar lebih kuat dalam urusan perdagangan Rouya. Semua peluang
perdagangan selalu ada di tangannya. Wilayah dagangnya meliputi seluruh Nerdia,
dari timur sampai selatan. Bila musim sedang tidak berpihak pada para pemilik
perkebunan, tidak berlaku pada NeoMlar. Gudang hartanya lebih besar dari gudang
Rouya. Para bangsawan banyak mengandalkan pinjaman pada NeoMlar untuk membayar
pekerja bila panen kurang bagus.
”Hm, itu artinya kita memberi makan seluruh
Nerdia, yang benar saja, ” sahut bangsawan lain.
”Ya, itu benar. Rouya berapapun akan habis di
Festival. Para masyarakat kelas bawah akan mengangkuti Rouya ke rumahnya. Bisa
terjadi kekauan selama Festival.”
”Para Enya akan mengatasi hal itu, ” uar NeoMlar,
”benar begitu WinkGef?”
NeoMlar berdiri, memindai seluruh isi Hogle. Tapi
tidak ditemukannya mantan Enya itu yang selalu menjadi rujukan pendapat para
bangsawan. Terutama terkait aturan-aturan kerajaan.
”Ke mana Tuan Sprout?” tanya NeoMlar ke forum.
Terdengar gumaman di udara, membuat kesal NeoMlar.
”Dia sudah kabur saat mendung masih tebal,” ucap
bangsawan lain.
NeoMlar menatap keluar jendela. Hujan menderas. Terbang
dalam kondisi seperti ini sama saja dengan bunuh diri. Pandangan mata BirdNerd
akan kacau oleh derasnya hujan, dan BirdNerd akan cepat kelelahan.
”Dia tidak akan sampai ke rumahnya dalam kondisi
seperti ini. Dasar nekad.”
NeoMlar mengusap lengannya kesal, karena seseorang
meninggalkan Hogle-nya tanpa pamit. Tapi, WinkGef adalah sahabat baiknya, yang
tidak pernah merepotkannya dengan urusan pinjaman. Sepertinya hanya WinkGef,
bangsawan Nerdia yang tidak pernah kesulitan finansial. Dia punya manajemen
perkebunan yang bagus, yang tidak bisa ditiru oleh bangsawan lainnya. Dia punya
rahasia sendiri, yang bangsawan lain segan bertanya.
”Dia pasti sampai ke rumahnya,” gumam NeoMlar.
WinkGef seorang SkyDiver terbaik di Nerdia. Dia
bisa menembus hujan sederas apapun.
OoO
Seperti dugaan NeoMlar, WinkGef sudah mendaratkan BirdNerd
di istal perkebunan. Beberapa pekerjanya segera mengurus BirdNerdnya yang basah
kuyup. Mengeringkan bulu-bulunya dengan kain-kain dan segera memberinya makanan
Rouya Hijau bercampur madu.
”FayLinn!”
Suara WinkGef membahana di seluruh penjuru rumah. Para
pekerja berdatangan dengan panik. Mereka sudah mengetahui kalau WinkGef nekad
menembus hujan deras, karena khawatir dengan FayLinn.
”Dia belum pulang dari Akademi, tuan. OzzHog sudah
berangkat menjemputnya, tapi mereka berdua belum kembali.”
”BirNerd FayLinn mana?”
Para pekerja saling berpandangan. Di Istall tempat
BirdNerd WinkGef dan FayLinn, tidak ada BirdNerd FayLinn. Dan WinkGef sudah
mengetahui hal itu. Langkah kaki WinkGef yang panik bercampur marah, menuju
bagian belakang rumah besarnya. Di pintu belakang, tepat berhadapan dengan
istall milik para pekerja.
”Cari di sana!”
Para pekerja bergegas menembus hujan, menuju
istall di seberang rumah. WinkGef bergegas menuju kamarnya, mengganti bajunya
yang basah kuyup. Dia benar-benar panik.
”Tuan, BirdNerd Nona FayLinn ada di istall
belakang. Tapi tak satupun pekerja tahu kapan dia berada di sana.” Seorang
pekerja memberi kabar dengan datang tergopoh-gopoh. Kepanikan luar biasa
memenuhi seluruh penjuru rumah.
WinkGef mendengus. Dia tidak bisa menyalahkan
pekerjanya. Dia membanting pintu kamar dengan sangat marah.
”OzzHog....” geramnya sembari menatap ke luar
jendela, ”aku tidak memaafkanmu bila sampai FayLinn terluka. Dan aku tidak bisa
melihat wajah FayLinn malam ini.”
WinkGef yakin, OzzHog telah melanggar pesannya,
telah membuat FayLinn teringat pada ibunya. Hujan sederas ini, pasti karena FayLinn
sangat merindukan ibunya. Apa yang telah dilakukan OzzHog, dan kemana lelaki
itu membawa anaknya.
WinkGef berusaha menghibur dirinya, bahwa
kepercayaan yang diberikannya pada OzzHog tidak akan dilanggar oleh lelaki anak
ada dua musuh, maka lawan dari musuhmu adalah kawanmu. Dan dia adalah OzzHog. Meski
dengan segala keraguan yang sekarang mulai merayapi dada WinkGef.
OoO
FayLinn masih menangis.
OzzHog tidak tahu lagi, apakah anak itu menangis
karena kehujanan dan tidak berada di rumahnya yang nyaman, atau karena masih
teringat pada ibunya.
Yang jelas, anak itu hanya berjongkok dalam
lindungan BirdNerd-nya. OzzHog baru menemukan cara itu ketika mereka tidak bisa
menemukan satupun pohon Rouya apalagi istall di perbatasan. Sejauh mata
memandang hanya padang rumput. FayLinn dierami seperti halnya BirdNerd
mengerami telur-telurnya. Itu akan membuatnya hangat. Dan BirdNerd-nya terlihat
sangat sayang pada FayLinn. Dia merundukkan badannya, melindungi FayLinn dari
air hujan.
OzzHog tidak melepaskan pandangannya dari FayLinn
sekejappun. Anak itu kelihatan begitu sedih. Menangis tiada henti.
”Hey, anak jelek. Kau tahu, kalau kau menangis kau
kelihatan sangat jelek.”
FayLinn mendongak, wajahnya tersembul dari
sela-sela bulu BirdNerd. Matanya bengkak dan wajahnya sangat kusut.
OzzHog menyesal telah mengejeknya. Tapi
setidaknya, tangis anak itu terhenti.
”Aku tidak secantik ibuku?”
”Tidak bila kamu menangis terus.”
”Kata ayah, ibu cantik kalau menangis. Seperti
cahaya dari Rouya saat malam.”
OzzHog nyaris tertawa, tapi ditahannya. WinkGef
apa tidak punya istilah yang lebih keren untuk kecantikan istrinya?
”Aku tidak pernah bertemu ibumu. Jadi aku tidak
tahu. Yang jelas, kau jelek sekali kalau menangis.”
FayLinn perlahan keluar dari eraman BirdNerd-nya. Tubuhnya
kering! OzzHog nyaris terperajat, karena sebelumnya anak itu basah kuyup. Dan,
hujan perlahan berhenti. Mendung pekat tadi, entah pergi ke mana.
”OzzHog, kenapa kamu mengejekku? Kalau ayah tahu,
kamu bisa dipecat.”
OzzHog pura-pura melenguh, ”Olala ... lebih baik
aku dipecat daripada harus menemani anak jelek yang cengeng dan selalu
menangis. Menyusahkan sekali, kau tahu kan?”
OzzHog merunduk, hingga mukanya sejajar dengan
muka FayLinn. Dan dia mendapati FayLinn benar-benar kering, dari ujung rambut
sampai ujung kaki. Bahkan bajunya seolah tak tersentuh air sejak pagi. Siapa
anak ini sebenarnya?
”Kau belum mengajariku SkyDive.”
”Kau selalu menjerit, aku jadi malas mengajarimu. Mungkin
sebaiknya aku tidak usah menunggu dipecat. Aku akan berhenti dari perkebunan dan
kembali ke Nerdia Selatan. Gadis-gadis di sana cantik-cantik dan menyenangkan. Tidak
ada yang cengeng seperti kamu. Ah, bisa jadi aku akan menemukan yang lebih
cantik dari ibumu.”
FayLinn merengut.
”Kau tidak boleh berhenti. Kau harus menemaniku.”
”Kan ada ayahmu?”
”Ayah tidak mau mengajariku SkyDive. Apalagi
membawaku ke Nerdia Selatan.”
”Hm, jadi kau memanfaatkan aku ya? Baru kali ini
aku dimanfaatkan oleh anak jelek seperti kamu.”
OzzHog menelisik sepasang mata FayLinn, menanti
apakah anak itu akan menangis lagi atau tidak karena ejekannya. Dan sepertinya,
ejekannya cukup manjur membuat FayLinn berhenti menangis. Dan hujan pun sudah
reda, langit kembali terang dan Bintang Memra mulai bersinar lembut. Sebentar
lagi malam turun.
”Dan aku baru kali ini diejek oleh pekerja
perkebunan.” sergah FayLinn.
”Jadi? Kita impas atau bagaimana?”
OzzHog mengepalkan tangannya ke hadapan FayLinn. FayLinn
menatap OzzHog. Dia tahu, bagaimanapun juga ayahnya akan memecat lelaki ini
bila mereka tidak sampai di rumah sebelum gelap.
Perlahan, FayLinn mengepalkan tangannya, dan
menyentuh kepalan tangan OzzHog. OzzHog tersenyum.
”Oke, jadi kejadian hari ini menjadi rahasia kita.”
FayLinn menggeleng, ”Tidak, sebelum kau beritahu
aku rahasiamu.”
OzzHog menegakkan punggung dan melebarkan tangan, ”Aku
tidak punya rahasia.”
”Kau bohong.”
OzzHog menatap FayLinn. Anak itu menatapnya tajam.
FayLinn bukan anak sembarangan. Dia pernah mendapati OzzHog dan WinkGef
bertengkar hebat, bisa jadi dia mendengar semuanya. Tapi gadis kecil ini mana
tahu urusan orang dewasa.
”Oh, ya?”
”Iya, aku tahu kamu bohong pada ayah.”
”Katakan padaku soal apa. Kalau itu benar, aku
akan mengaku, dan ini semua akan menjadi rahasia kita.”
FayLinn tersenyum, ”Kau bisa membuat api.”
OzzHog terperajat. Gadis kecil ini di luar
dugaannya.
”Sekarang, tunjukkan padaku bagaimana caranya.”