
Mom VinGlow dan DesTyn duduk dalam diam, di ruang tamu DesTyn yang berlatar
rak-rak buku memenuhi dinding. Pertemuan tak terduga antara Mom VinGlow dan
Ratu Orla, membuat kedua orang itu seolah tak punya bahan pembicaraan. Keduanya
berkecamuk dengan pikiran masing-masing.
Mom VinGlow dengan pengkhinatannya pada kerajaan dengan asmara terlarangnya
bersama Raja Orla. Dan DesTyn dengan praduga bahwa Mom VinGlow akan menekannya
soal LesTyn. Anak itu sepertinya tidak membawa kemajuan berarti dalam memenuhi
keinginan Mom VinGlow.
Mom VinGlow menunggu beberapa lama, memastikan bahwa Ratu Orla tidak akan
kembali dan menuduhkan perselingkuhannya dengan Raja Orla. Dia merasakan
sekujur badannya gemetar dan telapak tangannya begitu dingin. Seolah hendak
menghadapi sebuah persidangan hukuman mati. Padahal dia hanya mendapat tatapan
tajam Ratu Orla. Bukan tanpa alasan Mom VinGlow begitu ketakutan. Tengah malam
tadi, Raja Orla kembali mengunjunginya. Dan menjelang dini hari tadi, Raja Orla
meninggalkan rumahnya, setelah membuatnya mabuk kepayang. Asmara yang terpendam
bertahun-tahun meledak-ledak bagaikan kembang api di langit Nerdia. Dan sebuah
pesan dititipkan oleh Raja Orla, bahwa dia ingin bertemu dengan LesTyn, dalam
sebuah pertemuan rahasia.
Ratu Orla pasti sedang mencari suaminya yang semalam tidak berada di
Istana. Mengandalkan informasi dari orang-orang Nerdia Selatan.
Mom VinGlow menggenggam tangannya yang mendingin, berusaha menyembunyikan
gemetar. Tapi, tentu saja itu hanya ketakutan Mom VinGlow sendiri. Ratu Orla
tidak akan mengetahui hal itu, karena Enya Moss dan Enya Spark, tidak berada di
pihaknya untuk memberikan dukungan. Dia hanya wanita dari Nerdia Selatan yang
telah ditaklukkan oleh Raja Nerdia. Ratu Orla, tak lebih dari perwujudan
penguasaan Nerdia Selatan oleh Kerajaan Nerdia. Dia, tidak punya kekuatan.
Kecuali jika dia melahirkan seorang anak lelaki.
DesTyn melihat tangan Mom VinGlow yang gemetar. Praduganya tentang
atasannya itu, bisa jadi benar. Semua orang di Nerdia, sangat senang bila
bertemu Ratu Orla. Ratu Orla cantik dan lembut. Tentu saja dia harus memikat
hati rakyat Nerdia, karena dia bukan orang Nerdia. Bila ada yang gemetar bertemu dengan Ratu Orla, dia pasti
menyimpan ketakutan.
”Jadi, dia rutin mengunjungimu?” tanya Mom VinGlow parau. Dia baru
menyadari kalau suara dari bibirnya juga ikut gemetar. Segera ditenggaknya
minuman di depannya, meski DesTyn belum mempersilahkan. Baru seteguk, dia
tersedak.
”Apa ini?”
”Itu Pasta Rouya Biru, dicampur madu.”
”Ambilkan aku yang lain.”
DesTyn bangkit dari duduknya, membuka lemari dan mengeluarkan beberapa
botol berisi cairan warna-warni. Tidak ada yang berwarna hijau.
”Kau tidak punya minuman Rouya Hijau?”
”Mom tahu kalau aku tidak suka Rouya Hijau.”
”Ya ... ya ... aku tahu, orang Nerdia Selatan lebih suka yang pahit-pahit.”
”Pahit, baik untuk kesehatan.”
Mom VinGlow memilih botol berwarna merah, menuang sendiri ke gelas, lalu
menenggaknya. Kerongkongannya terasa lebih lega, seolah telah menelan Ratu
Orla. Dia sedikit bergidik membayangkan bila Ratu Orla sampai mengetahui apa
yang telah terjadi antara Raja dan dirinya. Wanita yang dikhianati bisa lebih
kejam dari seorang Enya.
”Mom VinGlow pasti ada keperluan penting, sampai tidak bisa menunda sampai
besok di Akademi.”
Mom VinGlow mendehem sebentar, lalu menegakkan punggung, menunjukkan
wibawanya sebagai Kepala Akademi.
”Tentu saja tidak bisa ditunda. Aku kehilangan pelayanku.”
”Pelayan?”
”Iya. Aku yakin kamu sudah mendengar kalau pelayanku menjalin hubungan
dengan LesTyn. Semua bibir di Nerdia mengucapkan hal itu.”
DesTyn mengedik bahu, ”LesTyn sudah dewasa, dia bisa memilih sendiri
pasangan hidupnya. Kalaupun pelayan Mom menjalin hubungan dengan LesTyn,
bukankah itu tidak masalah, meski mereka masih sepupu.”
”Tentu saja itu masalah. Sore kemarin, dia pamit mau ke pasar. Kupikir
karena hujan deras sampai malam, dia terjebak di pasar dan tidak bisa pulang.
Nyatanya dia tidak pulang sampai sekarang. Kedatanganku di sini, meminta tolong
pada Tuan DesTyn selaku paman dari pelayanku. Bisakah membantuku mencari
pelayanku. Aku tidak bisa apa-apa tanpa dia.”
”Bukankah Mom punya lebih dari satu pelayan?”
”Dia yang terbaik.”
DesTyn tertawa, ”Orang-orang Nerdia Selatan memang selalu menjadi yang
terbaik. Di manapun mereka bekerja.”
”Aku tidak butuh pujianmu, Tuan. Aku butuh pelayanku sekarang. Bisa jadi
dia bersama LesTyn.”
DesTyn memiringkan kepalanya, ”Kenapa anda begitu yakin?”
”Begitulah anak muda jaman sekarang bila kasmaran.”
”Kurasa bukan hanya anak muda.”
”Apa maksudmu?” tanya Mom VinGlow, mendadak curiga. Dadanya berdebar
khawatir dan mulai disusupi rasa takut. Tapi dia berusaha menenangkan diri. Dia
ditakuti bila Raja sudah berkehendak.
”Semua orang bila sedang kasmaran, selalu gelap mata.”
Mom VinGlow meraih botol dan menuang minuman lagi.
”Kurasa anda sudah melewati masa itu, Mom. Anda sudah menjanda, dan
orang-orang tahu bahwa anda sangat setia dan mencintai mendiang suami anda.”
DesTyn bukannya abai dengan desas desus yang beredar di kalangan guru
Akademi, terkait siapa lelaki yang telah membuat Mom mereka kasmaran begitu
hebat. Banyak nama bangsawan muncul dalam desas desus itu, tentunya tidak
berdasar. Hanya perkiraan saja.
”Kau benar, ” sahut Mom VinGlow, ”tidak ada lelaki yang lebih baik dari
seorang Enya, ya kan?”
DesTyn mengangguk.
”Lalu, bagaimana dengan pelayan anda? Apa anda perlu dicarikan pelayan
baru? Aku punya beberapa kenalan dari Nerdia Selatan. Mereka selalu terbaik
dalam bekerja.”
”Aku hanya mau MeryTyn.”
DesTyn menelisik raut muka Mom VinGlow. Wanita itu kelihatan sangat gugup,
tapi berusaha menyembunyikannya sekuatnya.
”Jika memang anda yakin MeryTyn bersama LesTyn, kenapa tidak langsung
mendatangi LesTyn? Bisa jadi mereka sedang berpacaran sekarang.”
”Sebagai ayah dan paman, sepertinya Tuan DesTyn tidak khawatir mereka akan
bertindak jauh. MeryTyn sudah semalaman tidak di rumah. Bila dia anakku, aku
sudah memanggil Enya untuk mencarinya.”
DesTyn terkekeh, ”Orang Nerdia Selatan tidak serendah itu. Mereka tahu tata
krama dan etika moral.”
Mom VinGlow mendengus.
”Bisakah kau membantuku, Tuan DesTyn, kau pamannya kan? Atau aku perlu
meminta bantuan Enya?”
DesTyn mencondongkan badannya ke depan, menelisik raut muka Mom VinGlow
lebih detil.
”Mom, sebenarnya apa itikad anda? MeryTyn hanya seorang pelayan, bukan
bangsawan, dari Nerdia Selatan pula. Kenapa anda harus repot mencarinya, bahkan
akan mengerahkan Enya? Aku tahu, para Enya pasti akan memenuhi keinginan janda
Enya, apapun permintaan anda. Ada apa dengan MeryTyn? Apa dia sedemikian
istimewa bagi anda? Jika demikian, bila aku menemukannya, lebih baik aku
jadikan dia pelayan di rumahku sendiri. Aku pamannya yang sudah tua, sangat
memerlukan bantuan tenaga muda. Atau, jangan-jangan ini bukan hanya soal
bantuan tenaga sebagai pelayan. Apa ini...”
”Kau jangan berpikiran macam-macam, Tuan DesTyn, ” sergah Mom VinGlow
menyela bawahannya, khawatir lelaki tua itu akan menyebutkan kata-kata yang
dikhawatirkannya, meski dia yakin, tak akan ada seorangpun di Nerdia yang akan
mengetahuinya.
”MeryTyn itu tukang masak di rumahku. Tanpa dia, semua orang di rumahku
tidak akan bisa makan!”
DesTyn melebarkan senyum, ”Oh, seingatku dia tukang cuci baju ....”
”Pelayan di rumahku selalu bertukar pekerjaan dalam waktu tertentu. Aku
mengharuskannya, supaya tiap orang punya keahlian yang sama. Tapi,
bagaimanapun, MeryTyn adalah tukang masak terbaik, dari Nerdia Selatan.”
DesTyn tertawa dan bertepuk tangan. Mom VinGlow menarik nafas lega setelah
memberondongkan kalimat kebohongannya barusan. MeryTyn tidak ahli memasak,
bahkan tidak bisa. Dia adalah pelayan pribadinya, yang melayani semua
keperluannya. Mulai membersihkan kamar sampai menyisir rambutnya.
Semalam, saat Raja Orla datang, MeryTyn belum pulang ke rumah untuk membukakan
pintu sebagaimana biasanya. Biasanya, bila Raja Orla datang, dia segera
menyiapkan kamar Mom VinGlow, menyemprotkan wewangian dan memenuhi tatakan
dinding dengan buah-buah Rouya sebagai penerang kamar. Semalam Raja Orla hanya
sebentar saja bersama Mom VinGlow, itu karena tidak ada yang menyemprot kamar
dengan wewangian. Biasanya, bila Raja Orla datang tengah malam, mereka
menghabiskan waktu sampai pagi. Dan hanya MeryTyn yang selalu membersihkan
kamarnya, membuatnya seperti semula, seolah Mom VinGlow adalah seorang janda
yang tidak pernah menerima lelaki di kamarnya.
Pelayan itu, tahu semua rahasia pribadinya.
Dan dia tidak ingin, itu semua bocor ke seluruh Nerdia. Meski bila Mery
melakukannya, dia akan digantung di depan istana, dengan tuduhan fitnah merusak
nama baik Raja dan Ratu.
Terlepas dari itu, dari MeryTyn-lah, Mom VinGlow bisa memenuhi kehendak
Raja Orla. LesTyn tidak akan bisa berkutik bila MeryTyn berada di genggamannya.
Namun, pelayan itu menghilang saat akan diperlukan, membuatnya waswas tidak
bisa memenuhi keinginan Raja Orla.
DesTyn seolah teringat sesuatu. Dia mengeluarkan sepucuk kertas hijau muda dari
saku bajunya dan menyerahkan ke hadapan Mom VinGlow.
”Mungkin dengan menghadiri ini, Mom ada petunjuk. Sebuah pesta di kediaman Tuan
WinkGef Sprout. Besok malam. Undangan terbatas.”
Pesta?
”Pesta apa ini?” tanya Mom VinGlow seraya membolak-balik undangan itu. Tidak
ada tulisan apapun selain namanya, dan nama WinkGef Sprout.
”Bukannya bangsawan selalu mengadakan pesta?”
Tapi WinkGef Sprout tidak.