The Thistle

The Thistle
MeryTyn



 


 


Mom VinGlow dan DesTyn duduk dalam diam, di ruang tamu DesTyn yang berlatar


rak-rak buku memenuhi dinding. Pertemuan tak terduga antara Mom VinGlow dan


Ratu Orla, membuat kedua orang itu seolah tak punya bahan pembicaraan. Keduanya


berkecamuk dengan pikiran masing-masing.


Mom VinGlow dengan pengkhinatannya pada kerajaan dengan asmara terlarangnya


bersama Raja Orla. Dan DesTyn dengan praduga bahwa Mom VinGlow akan menekannya


soal LesTyn. Anak itu sepertinya tidak membawa kemajuan berarti dalam memenuhi


keinginan Mom VinGlow.


Mom VinGlow menunggu beberapa lama, memastikan bahwa Ratu Orla tidak akan


kembali dan menuduhkan perselingkuhannya dengan Raja Orla. Dia merasakan


sekujur badannya gemetar dan telapak tangannya begitu dingin. Seolah hendak


menghadapi sebuah persidangan hukuman mati. Padahal dia hanya mendapat tatapan


tajam Ratu Orla. Bukan tanpa alasan Mom VinGlow begitu ketakutan. Tengah malam


tadi, Raja Orla kembali mengunjunginya. Dan menjelang dini hari tadi, Raja Orla


meninggalkan rumahnya, setelah membuatnya mabuk kepayang. Asmara yang terpendam


bertahun-tahun meledak-ledak bagaikan kembang api di langit Nerdia. Dan sebuah


pesan dititipkan oleh Raja Orla, bahwa dia ingin bertemu dengan LesTyn, dalam


sebuah pertemuan rahasia.


Ratu Orla pasti sedang mencari suaminya yang semalam tidak berada di


Istana. Mengandalkan informasi dari orang-orang Nerdia Selatan.


Mom VinGlow menggenggam tangannya yang mendingin, berusaha menyembunyikan


gemetar. Tapi, tentu saja itu hanya ketakutan Mom VinGlow sendiri. Ratu Orla


tidak akan mengetahui hal itu, karena Enya Moss dan Enya Spark, tidak berada di


pihaknya untuk memberikan dukungan. Dia hanya wanita dari Nerdia Selatan yang


telah ditaklukkan oleh Raja Nerdia. Ratu Orla, tak lebih dari perwujudan


penguasaan Nerdia Selatan oleh Kerajaan Nerdia. Dia, tidak punya kekuatan.


Kecuali jika dia melahirkan seorang anak lelaki.


DesTyn melihat tangan Mom VinGlow yang gemetar. Praduganya tentang


atasannya itu, bisa jadi benar. Semua orang di Nerdia, sangat senang bila


bertemu Ratu Orla. Ratu Orla cantik dan lembut. Tentu saja dia harus memikat


hati rakyat Nerdia, karena dia bukan orang Nerdia. Bila ada yang  gemetar bertemu dengan Ratu Orla, dia pasti


menyimpan ketakutan.


”Jadi, dia rutin mengunjungimu?” tanya Mom VinGlow parau. Dia baru


menyadari kalau suara dari bibirnya juga ikut gemetar. Segera ditenggaknya


minuman di depannya, meski DesTyn belum mempersilahkan. Baru seteguk, dia


tersedak.


”Apa ini?”


”Itu Pasta Rouya Biru, dicampur madu.”


”Ambilkan aku yang lain.”


DesTyn bangkit dari duduknya, membuka lemari dan mengeluarkan beberapa


botol berisi cairan warna-warni. Tidak ada yang berwarna hijau.


”Kau tidak punya minuman Rouya Hijau?”


”Mom tahu kalau aku tidak suka Rouya Hijau.”


”Ya ... ya ... aku tahu, orang Nerdia Selatan lebih suka yang pahit-pahit.”


”Pahit, baik untuk kesehatan.”


Mom VinGlow memilih botol berwarna merah, menuang sendiri ke gelas, lalu


menenggaknya. Kerongkongannya terasa lebih lega, seolah telah menelan Ratu


Orla. Dia sedikit bergidik membayangkan bila Ratu Orla sampai mengetahui apa


yang telah terjadi antara Raja dan dirinya. Wanita yang dikhianati bisa lebih


kejam dari seorang Enya.


”Mom VinGlow pasti ada keperluan penting, sampai tidak bisa menunda sampai


besok di Akademi.”


Mom VinGlow mendehem sebentar, lalu menegakkan punggung, menunjukkan


wibawanya sebagai Kepala Akademi.


”Tentu saja tidak bisa ditunda. Aku kehilangan pelayanku.”


”Pelayan?”


”Iya. Aku yakin kamu sudah mendengar kalau pelayanku menjalin hubungan


dengan LesTyn. Semua bibir di Nerdia mengucapkan hal itu.”


DesTyn mengedik bahu, ”LesTyn sudah dewasa, dia bisa memilih sendiri


pasangan hidupnya. Kalaupun pelayan Mom menjalin hubungan dengan LesTyn,


bukankah itu tidak masalah, meski mereka masih sepupu.”


”Tentu saja itu masalah. Sore kemarin, dia pamit mau ke pasar. Kupikir


karena hujan deras sampai malam, dia terjebak di pasar dan tidak bisa pulang.


Nyatanya dia tidak pulang sampai sekarang. Kedatanganku di sini, meminta tolong


pada Tuan DesTyn selaku paman dari pelayanku. Bisakah membantuku mencari


pelayanku. Aku tidak bisa apa-apa tanpa dia.”


”Bukankah Mom punya lebih dari satu pelayan?”


”Dia yang terbaik.”


DesTyn tertawa, ”Orang-orang Nerdia Selatan memang selalu menjadi yang


terbaik. Di manapun mereka bekerja.”


”Aku tidak butuh pujianmu, Tuan. Aku butuh pelayanku sekarang. Bisa jadi


dia bersama LesTyn.”


DesTyn memiringkan kepalanya, ”Kenapa anda begitu yakin?”


”Begitulah anak muda jaman sekarang bila kasmaran.”


”Kurasa bukan hanya anak muda.”


”Apa maksudmu?” tanya Mom VinGlow, mendadak curiga. Dadanya berdebar


khawatir dan mulai disusupi rasa takut. Tapi dia berusaha menenangkan diri. Dia


ditakuti bila Raja sudah berkehendak.


”Semua orang bila sedang kasmaran, selalu gelap mata.”


Mom VinGlow meraih botol dan menuang minuman lagi.


”Kurasa anda sudah melewati masa itu, Mom. Anda sudah menjanda, dan


orang-orang tahu bahwa anda sangat setia dan mencintai mendiang suami anda.”


DesTyn bukannya abai dengan desas desus yang beredar di kalangan guru


Akademi, terkait siapa lelaki yang telah membuat Mom mereka kasmaran begitu


hebat. Banyak nama bangsawan muncul dalam desas desus itu, tentunya tidak


berdasar. Hanya perkiraan saja.


”Kau benar, ” sahut Mom VinGlow, ”tidak ada lelaki yang lebih baik dari


seorang Enya, ya kan?”


DesTyn mengangguk.


”Lalu, bagaimana dengan pelayan anda? Apa anda perlu dicarikan pelayan


baru? Aku punya beberapa kenalan dari Nerdia Selatan. Mereka selalu terbaik


dalam bekerja.”


”Aku hanya mau MeryTyn.”


DesTyn menelisik raut muka Mom VinGlow. Wanita itu kelihatan sangat gugup,


tapi berusaha menyembunyikannya sekuatnya.


”Jika memang anda yakin MeryTyn bersama LesTyn, kenapa tidak langsung


mendatangi LesTyn? Bisa jadi mereka sedang berpacaran sekarang.”


”Sebagai ayah dan paman, sepertinya Tuan DesTyn tidak khawatir mereka akan


bertindak jauh. MeryTyn sudah semalaman tidak di rumah. Bila dia anakku, aku


sudah memanggil Enya untuk mencarinya.”


DesTyn terkekeh, ”Orang Nerdia Selatan tidak serendah itu. Mereka tahu tata


krama dan etika moral.”


Mom VinGlow mendengus.


”Bisakah kau membantuku, Tuan DesTyn, kau pamannya kan? Atau aku perlu


meminta bantuan Enya?”


DesTyn mencondongkan badannya ke depan, menelisik raut muka Mom VinGlow


lebih detil.


”Mom, sebenarnya apa itikad anda? MeryTyn hanya seorang pelayan, bukan


bangsawan, dari Nerdia Selatan pula. Kenapa anda harus repot mencarinya, bahkan


akan mengerahkan Enya? Aku tahu, para Enya pasti akan memenuhi keinginan janda


Enya, apapun permintaan anda. Ada apa dengan MeryTyn? Apa dia sedemikian


istimewa bagi anda? Jika demikian, bila aku menemukannya, lebih baik aku


jadikan dia pelayan di rumahku sendiri. Aku pamannya yang sudah tua, sangat


memerlukan bantuan tenaga muda. Atau, jangan-jangan ini bukan hanya soal


bantuan tenaga sebagai pelayan. Apa ini...”


”Kau jangan berpikiran macam-macam, Tuan DesTyn, ” sergah Mom VinGlow


menyela bawahannya, khawatir lelaki tua itu akan menyebutkan kata-kata yang


dikhawatirkannya, meski dia yakin, tak akan ada seorangpun di Nerdia yang akan


mengetahuinya.


”MeryTyn itu tukang masak di rumahku. Tanpa dia, semua orang di rumahku


tidak akan bisa makan!”


DesTyn melebarkan senyum, ”Oh, seingatku dia tukang cuci baju ....”


”Pelayan di rumahku selalu bertukar pekerjaan dalam waktu tertentu. Aku


mengharuskannya, supaya tiap orang punya keahlian yang sama. Tapi,


bagaimanapun, MeryTyn adalah tukang masak terbaik, dari Nerdia Selatan.”


DesTyn tertawa dan bertepuk tangan. Mom VinGlow menarik nafas lega setelah


memberondongkan kalimat kebohongannya barusan. MeryTyn tidak ahli memasak,


bahkan tidak bisa. Dia adalah pelayan pribadinya, yang melayani semua


keperluannya. Mulai membersihkan kamar sampai menyisir rambutnya.


Semalam, saat Raja Orla datang, MeryTyn belum pulang ke rumah untuk membukakan


pintu sebagaimana biasanya. Biasanya, bila Raja Orla datang, dia segera


menyiapkan kamar Mom VinGlow, menyemprotkan wewangian dan memenuhi tatakan


dinding dengan buah-buah Rouya sebagai penerang kamar. Semalam Raja Orla hanya


sebentar saja bersama Mom VinGlow, itu karena tidak ada yang menyemprot kamar


dengan wewangian. Biasanya, bila Raja Orla datang tengah malam, mereka


menghabiskan waktu sampai pagi. Dan hanya MeryTyn yang selalu membersihkan


kamarnya, membuatnya seperti semula, seolah Mom VinGlow adalah seorang janda


yang tidak pernah menerima lelaki di kamarnya.


Pelayan itu, tahu semua rahasia pribadinya.


Dan dia tidak ingin, itu semua bocor ke seluruh Nerdia. Meski bila Mery


melakukannya, dia akan digantung di depan istana, dengan tuduhan fitnah merusak


nama baik Raja dan Ratu.


Terlepas dari itu, dari MeryTyn-lah, Mom VinGlow bisa memenuhi kehendak


Raja Orla. LesTyn tidak akan bisa berkutik bila MeryTyn berada di genggamannya.


Namun, pelayan itu menghilang saat akan diperlukan, membuatnya waswas tidak


bisa memenuhi keinginan Raja Orla.


DesTyn seolah teringat sesuatu. Dia mengeluarkan sepucuk kertas hijau muda dari


saku bajunya dan menyerahkan ke hadapan Mom VinGlow.


”Mungkin dengan menghadiri ini, Mom ada petunjuk. Sebuah pesta di kediaman Tuan


WinkGef Sprout. Besok malam. Undangan terbatas.”


Pesta?


”Pesta apa ini?” tanya Mom VinGlow seraya membolak-balik undangan itu. Tidak


ada tulisan apapun selain namanya, dan nama WinkGef Sprout.


”Bukannya bangsawan selalu mengadakan pesta?”


Tapi WinkGef Sprout tidak.