
Sejak pagi, FayLinn memaksa WinkGef untuk menjenguk Mom VinGlow. Wanita itu
dirawat di Pusat Perawatan Nerdia. Tempat yang tidak disukai oleh, FayLinn. Karena
di situ banyak EmbEr, petugas kesehatan yang ditakuti FayLinn. WinkGef tahu,
gadis itu merasa begitu sedih karena Mom VinGlow tidak sadarkan diri, sampai
tiga hari di sana. Hingga memaksa diajak berkunjung ke sana.
Pengumuman Kelulusan Akademi Nerdia berakhir dengan kesedihan. Saat Mom VinGlow
menerima Raja dan Ratu di ruangannya, dia tiba-tiba mimisan dan jatuh pingsan. Penjelasan
yang dikeluarkan oleh pihak istana, bahkan Raja dan Ratu berusaha menolongnya
dengan membuka Jubah Kebesaran Akademi, tapi darah dari hidungnya semakin
menderas dan memerahkan pakaian bagian dalamnya. Pakaian itu tidak lagi putih,
tapi menjadi merah darah. Dewan guru tidak yakin Mom VinGlow bisa selamat,
melihat darah sebanyak itu tak henti mengalir dari hidungnya. LouElla sendiri
memberi penegasan, bahwa Mom VinGlow memang sedang sakit, tapi memaksakan diri
untuk hadir di acara Akademi.
”Sebaiknya, kau bersiap. Ayah akan mengantarmu.”
FayLinn melonjak gembira. Dia memeluk dan mencium pipi ayahnya, lalu
berlari menaiki tangga menuju kamarnya. Dia tak akan bertanya, kenapa tiba-tiba
ayahnya mengijinkan. Yang jelas, ayah tidak akan menyuruh OzHogg mengantar. OzHogg
sekarang tidak lagi bertugas mengantar dan menjemput FayLinn, setelah kejadian
mereka berdua melanglang ke Nerdia Selatan. Tapi dia harus selalu mengawasi FayLinn
ke mana pun gadis kecil itu pergi.
WinkGef mendesah panjang, mengusap dagunya perlahan. Ratu Orla sepertinya
mulai menunjukkan giginya. Bisa jadi dugaan DesTyn benar. Ada hubungan gelap antara
Raja dan Mom VinGlow, dan Ratu Orla mengendusnya. Dia tidak punya pengikut di Nerdia,
tapi dia membangunnya perlahan-lahan. Siapapun yang menghalanginya,
perlahan-lahan juga akan dia singkirkan. WinkGef bukannya tidak memahami wanita
cantik jelita dari Nerdia Selatan itu. Dia pernah nyaris terjatuh dalam
perangkapnya. Dan salah satu alasannya mengundurkan diri menjadi Enya, adalah
agar bisa keluar dari istana. Dia tidak yakin bisa bertahan untuk tidak
bertekuk lutut pada Ratu Orla, bila lebih lama lagi di istana. Dia sudah
menyaksikan sendiri secara sembunyi-sembunyi, bagaimana Ratu menaklukkan para Enya
satu per satu. Dan herannya, tak satupun dari para Enya menyadarinya. Seolah yang
mereka ketahui, bahwa Ratu hanya menaklukkan mereka seorang. Padahal semua Enya
sudah ditaklukkan Ratu. Hanya Enya Moss. Ya, hanya Enya Moss yang belum pernah
diketahui oleh WinkGef pernah ditaklukkan oleh Ratu Orla. Dan, hal itu membuat WinkGef
heran. Apakah Enya Moss sekuat dirinya, bisa melawan kekuatan magis Ratu? WinkGef
tidak yakin. Bisa jadi, setelah dia menjadi pemimpin Enya, semakin memudahkan Ratu
menaklukkannya. Karena, sebagai pemimpin Enya, Raja akan lebih sering menugasi
mengawal Ratu.
Apakah Raja tidak tahu perbuatan Ratu pada para Enya? WinkGef bergidik.
Dia teringat, bagaimana ketika Ratu tahu-tahu menggengam tangannya. Saat
itu, Raja menugasinya menjemput Ratu dan mengawal Ratu di Festival Rouya. WinkGef
merasakan aliran listrik menyengat sekujur tubuhnya, ketika tangan mereka
menyatu. Tubuhnya memanas dan nafasnya tersengal. Dalam pandangan matanya, Ratu
Orla adalah wanita luar biasa cantik dan menggairahkan. WinkGef sudah meraih Ratu
dalam pelukannya, ketika tiba-tiba seorang pelayan muncul dan terpekik kaget. Sontak
Ratu melepaskan pelukan WinkGef dan menunjuk kening pelayan itu. Pelayan itu
lalu berdiri membeku, mulutnya menganga dan hidungnya mengalirkan darah.
WinkGef yang terlepas dari genggaman tangan Ratu segera menguasai diri dan
menyadari bahwa baru saja dia dalam pengaruh kekuatan Enya. Ratu seorang Enya. Enya
dengan kemampuan magis membangkitkan asmara dan nafsu yang menggelegak.
WinkGef meninggalkan istana, terbang menuju Nerdia Timur. Dia mendengar
kabar, pelayan itu mati kehabisan darah.
OoO
WinkGef menggenggam tangan FayLinn erat-erat ketika memasuki kamar tampat Mom
VinGlow dirawat. Dia baru menyadari sesuatu. Pelayan yang dulu memergokinya
bersama Ratu, Mom VinGlow, mereka semua perempuan. Bisa jadi, kemampuan Enya Ratu
Orla, akan memberikan efek berbeda pada perempuan.
Dan Mom VinGlow hasilnya. Dia pucat seperti mayat. Matanya membelakak, dan
mulutnya menganga. Hidungnya masih merembes darah, hingga sesekali seorang EmbEr
yang berjaga di sebelahnya, mengusap darah itu. WinkGef mendapati titik
membunuh Mom VinGlow, tapi menyiksanya perlahan. Membiarkannya kehabisan darah
perlahan, dan membuat matanya terkunci pada sebuah memori kejadian. Bola
matanya bergerak ke sana kemari, seolah mengikuti gerakan. Ratu menanamkan
memory terakhir pada penglihatan Mom VinGlow, dan pastinya itu adalah memory
yang menyiksa jiwanya. Wanita itu akan memilih bunuh diri nantinya.
”Ah, jodoh memang tidak ke mana. Tidak kusangka akan bertemu Tuan WinkGef
di sini.”
WinkGef mengernyit kening, heran melihat sosok tinggi langsing SpiiTaim
hadir di dalam kamar Mom VinGlow.
FayLinn merapatkan badan ke kaki ayahnya. WinkGef mengelus rambut FayLinn. Sepertinya
anak itu ketakutan pada SpiiTaim.
”Hai, FayLinn.”
FayLinn tidak menyahut. Dia memeluk pinggang ayahnya erat.
”FayLinn sudah terlalu lama di sini, saya akan membawanya pulang.”
”Ah, Tuan Sprout. Bolehkah saya mengajak kakak saya ke rumah anda. Dia
pengagum anda. Festival Rouya nanti, dia akan dilantik menjadi Enya. Dia ingin
belajar pada anda.”
WinkGef mengangguk, mempersilahkan. Dia tidak ingin banyak bicara dalam
situasi seperti ini. Dia yakin, pelayan Ratu berkeliaran di sekitar sini,
memastikan kondisi Mom VinGlow.
SpiiTaim mendesah kecewa melihat WinkGef berlalu sambil menggandeng FayLinn.
Anak itu lengket ke ayahnya, seperti memakai perekat saja. SpiiTaim mendekati
ranjang Mom VinGlow. EmbEr kembali mengusap darahnya. Sepertinya dia kehabisan
lap. Dia keluar kamar, untuk mengambil lap.
”Hem, kau menyedihkan sekali, Mom,” ucap SpiiTaim sembari mendekatkan
wajahnya ke wajah Mom, mengamati raut Mom VinGlow yang menatap kosong dengan
bola mata bergerak-gerak.
”Kau tidak sedang melihatku, kan? Bukankah aku sudah memperingatkanmu,
bahwa aku tahu apa saja kelakukanmu. Maaf, bukannya aku memata-mataimu. Aku
memang mengawasimu. Semula kukira kau akan menjadi rivalku. Kau tahu, WinkGef Sprout
tidak akan menjadi milik siapapun, bila tidak ke dalam pelukanku, ” bisik SpiiTaim
di telinga Mom VinGlow, seraya membungkukkan badan.
”Dan, ternyata, kau mengambil resiko lebih besar. Tidak dapat mantan pemimpin
Enya, kau mengincar Raja. Apa janda selalu begitu? Berani mengambil resiko yang
taruhannya leher sendiri. Aku bukannya tidak tahu apa yang dilakukan seorang
lelaki bersama janda di malam hari. Dengan penjagaan pemimpin Enya sampai pagi.
Wow, pasti akan menjadi berita hebat buat Ratu. Dia memang wanita elegan,
menyelesaikan sendiri masalahnya. Aku tidak tahu apa yang kalian lakukan
bertiga di ruangan itu. Tapi aku setuju, pada bagaimana kondisi yang keluar
dari ruangan itu. Raja dan Ratu sempurna, dan kau seperti ini. Kau pasti
dikutuknya hingga menjadi seperti ini. Jangan macam-macam dengan orang Nerdia Selatan.”
SpiiTaim menegakkan punggung begitu EmbEr masuk membawa tumpukan kain putih
bersih. Pastinya untuk mengelap darah yang masih merembes dari hidung Mom VinGlow.
SpiiTaim membalikkan badan, meninggalkan kamar. Hari ini dia puas melihat
kondisi Mom VinGlow, wanita yang pernah merendahkannya di Akademi. Meski istana
mengeluarkan keterangan resmi, tapi di kalangan bangsawan sudah muncul
spekulasi yang mengarah pada Ratu. Ratu orang Nerdia Selatan, yang terkenal
keras dan tangguh. Apalagi kemudian beredar rumor, bahwa sebelum menikah dengan
Ratu, Raja Orla adalah kekasih Mom VinGlow. Entah bagaimana rumor itu bisa beredar
secepat angin.
Kejadian ini, membuat SpiiTaim semakin membusungkan dada. Bahwa wanita Nerdia
Selatan tidak bisa direndahkan begitu saja, dia akan bertindak untuk
mempertahankan miliknya. Meski dia tidak tahu, apa yang dilakukan Ratu pada Mom
VinGlow, tapi dia merasa perlu menghembuskan rumor ini lebih kencang di antara
bangsawan. Bukan tidak mungkin, simpati pada Ratu akan menguat. Tergantung,
bagaimana sebuah berita dihembuskan.
”Aku mencintaimu ZorLya ....Aku mencintaimu ZorLya....”
SpiiTaim menoleh. Mom VinGlow mendesiskan kalimat itu berkali-kali,
nafasnya memburu. Tubuhnya dibanting ke kanan dan ke kiri, gelisah.
SpiiTaim terkikik geli. Bagaimana mungkin Mom mencintai Ratu Orla, bahkan
menyebut nama kecilnya, sedangkan dia melayani Raja Orla. Wanita itu sudah
gila.