The Thistle

The Thistle
Gila



 


 


Sejak pagi, FayLinn memaksa WinkGef untuk menjenguk Mom VinGlow. Wanita itu


dirawat di Pusat Perawatan Nerdia. Tempat yang tidak disukai oleh, FayLinn. Karena


di situ banyak EmbEr, petugas kesehatan yang ditakuti FayLinn. WinkGef tahu,


gadis itu merasa begitu sedih karena Mom VinGlow tidak sadarkan diri, sampai


tiga hari di sana. Hingga memaksa diajak berkunjung ke sana.


Pengumuman Kelulusan Akademi Nerdia berakhir dengan kesedihan. Saat Mom VinGlow


menerima Raja dan Ratu di ruangannya, dia tiba-tiba mimisan dan jatuh pingsan. Penjelasan


yang dikeluarkan oleh pihak istana, bahkan Raja dan Ratu berusaha menolongnya


dengan membuka Jubah Kebesaran Akademi, tapi darah dari hidungnya semakin


menderas dan memerahkan pakaian bagian dalamnya. Pakaian itu tidak lagi putih,


tapi menjadi merah darah. Dewan guru tidak yakin Mom VinGlow bisa selamat,


melihat darah sebanyak itu tak henti mengalir dari hidungnya. LouElla sendiri


memberi penegasan, bahwa Mom VinGlow memang sedang sakit, tapi memaksakan diri


untuk hadir di acara Akademi.


”Sebaiknya, kau bersiap. Ayah akan mengantarmu.”


FayLinn melonjak gembira. Dia memeluk dan mencium pipi ayahnya, lalu


berlari menaiki tangga menuju kamarnya. Dia tak akan bertanya, kenapa tiba-tiba


ayahnya mengijinkan. Yang jelas, ayah tidak akan menyuruh OzHogg mengantar. OzHogg


sekarang tidak lagi bertugas mengantar dan menjemput FayLinn, setelah kejadian


mereka berdua melanglang ke Nerdia Selatan. Tapi dia harus selalu mengawasi FayLinn


ke mana pun gadis kecil itu pergi.


WinkGef mendesah panjang, mengusap dagunya perlahan. Ratu Orla sepertinya


mulai menunjukkan giginya. Bisa jadi dugaan DesTyn benar. Ada hubungan gelap antara


Raja dan Mom VinGlow, dan Ratu Orla mengendusnya. Dia tidak punya pengikut di Nerdia,


tapi dia membangunnya perlahan-lahan. Siapapun yang menghalanginya,


perlahan-lahan juga akan dia singkirkan. WinkGef bukannya tidak memahami wanita


cantik jelita dari Nerdia Selatan itu. Dia pernah nyaris terjatuh dalam


perangkapnya. Dan salah satu alasannya mengundurkan diri menjadi Enya, adalah


agar bisa keluar dari istana. Dia tidak yakin bisa bertahan untuk tidak


bertekuk lutut pada Ratu Orla, bila lebih lama lagi di istana. Dia sudah


menyaksikan sendiri secara sembunyi-sembunyi, bagaimana Ratu menaklukkan para Enya


satu per satu. Dan herannya, tak satupun dari para Enya menyadarinya. Seolah yang


mereka ketahui, bahwa Ratu hanya menaklukkan mereka seorang. Padahal semua Enya


sudah ditaklukkan Ratu. Hanya Enya Moss. Ya, hanya Enya Moss yang belum pernah


diketahui oleh WinkGef pernah ditaklukkan oleh Ratu Orla. Dan, hal itu membuat WinkGef


heran. Apakah Enya Moss sekuat dirinya, bisa melawan kekuatan magis Ratu? WinkGef


tidak yakin. Bisa jadi, setelah dia menjadi pemimpin Enya, semakin memudahkan Ratu


menaklukkannya. Karena, sebagai pemimpin Enya, Raja akan lebih sering menugasi


mengawal Ratu.


Apakah Raja tidak tahu perbuatan Ratu pada para Enya? WinkGef bergidik.


Dia teringat, bagaimana ketika Ratu tahu-tahu menggengam tangannya. Saat


itu, Raja menugasinya menjemput Ratu dan mengawal Ratu di Festival Rouya. WinkGef


merasakan aliran listrik menyengat sekujur tubuhnya, ketika tangan mereka


menyatu. Tubuhnya memanas dan nafasnya tersengal. Dalam pandangan matanya, Ratu


Orla adalah wanita luar biasa cantik dan menggairahkan. WinkGef sudah meraih Ratu


dalam pelukannya, ketika tiba-tiba seorang pelayan muncul dan terpekik kaget. Sontak


Ratu melepaskan pelukan WinkGef dan menunjuk kening pelayan itu. Pelayan itu


lalu berdiri membeku, mulutnya menganga dan hidungnya mengalirkan darah.


WinkGef yang terlepas dari genggaman tangan Ratu segera menguasai diri dan


menyadari bahwa baru saja dia dalam pengaruh kekuatan Enya. Ratu seorang Enya. Enya


dengan kemampuan magis membangkitkan asmara dan nafsu yang menggelegak.


WinkGef meninggalkan istana, terbang menuju Nerdia Timur. Dia mendengar


kabar, pelayan itu mati kehabisan darah.


OoO


WinkGef menggenggam tangan FayLinn erat-erat ketika memasuki kamar tampat Mom


VinGlow dirawat. Dia baru menyadari sesuatu. Pelayan yang dulu memergokinya


bersama Ratu, Mom VinGlow, mereka semua perempuan. Bisa jadi, kemampuan Enya Ratu


Orla, akan memberikan efek berbeda pada perempuan.


Dan Mom VinGlow hasilnya. Dia pucat seperti mayat. Matanya membelakak, dan


mulutnya menganga. Hidungnya masih merembes darah, hingga sesekali seorang EmbEr


yang berjaga di sebelahnya, mengusap darah itu. WinkGef mendapati titik


membunuh Mom VinGlow, tapi menyiksanya perlahan. Membiarkannya kehabisan darah


perlahan, dan membuat matanya terkunci pada sebuah memori kejadian. Bola


matanya bergerak ke sana kemari, seolah mengikuti gerakan. Ratu menanamkan


memory terakhir pada penglihatan Mom VinGlow, dan pastinya itu adalah memory


yang menyiksa jiwanya. Wanita itu akan memilih bunuh diri nantinya.


”Ah, jodoh memang tidak ke mana. Tidak kusangka akan bertemu Tuan WinkGef


di sini.”


WinkGef mengernyit kening, heran melihat sosok tinggi langsing SpiiTaim


hadir di dalam kamar Mom VinGlow.


FayLinn merapatkan badan ke kaki ayahnya. WinkGef mengelus rambut FayLinn. Sepertinya


anak itu ketakutan pada SpiiTaim.


”Hai, FayLinn.”


FayLinn tidak menyahut. Dia memeluk pinggang ayahnya erat.


”FayLinn sudah terlalu lama di sini, saya akan membawanya pulang.”


”Ah, Tuan Sprout. Bolehkah saya mengajak kakak saya ke rumah anda. Dia


pengagum anda. Festival Rouya nanti, dia akan dilantik menjadi Enya. Dia ingin


belajar pada anda.”


WinkGef mengangguk, mempersilahkan. Dia tidak ingin banyak bicara dalam


situasi seperti ini. Dia yakin, pelayan Ratu berkeliaran di sekitar sini,


memastikan kondisi Mom VinGlow.


SpiiTaim mendesah kecewa melihat WinkGef berlalu sambil menggandeng FayLinn.


Anak itu lengket ke ayahnya, seperti memakai perekat saja. SpiiTaim mendekati


ranjang Mom VinGlow. EmbEr kembali mengusap darahnya. Sepertinya dia kehabisan


lap. Dia keluar kamar, untuk mengambil lap.


”Hem, kau menyedihkan sekali, Mom,” ucap SpiiTaim sembari mendekatkan


wajahnya ke wajah Mom, mengamati raut Mom VinGlow yang menatap kosong dengan


bola mata bergerak-gerak.


”Kau tidak sedang melihatku, kan? Bukankah aku sudah memperingatkanmu,


bahwa aku tahu apa saja kelakukanmu. Maaf, bukannya aku memata-mataimu. Aku


memang mengawasimu. Semula kukira kau akan menjadi rivalku. Kau tahu, WinkGef Sprout


tidak akan menjadi milik siapapun, bila tidak ke dalam pelukanku, ” bisik SpiiTaim


di telinga Mom VinGlow, seraya membungkukkan badan.


”Dan, ternyata, kau mengambil resiko lebih besar. Tidak dapat mantan pemimpin


Enya, kau mengincar Raja. Apa janda selalu begitu? Berani mengambil resiko yang


taruhannya leher sendiri. Aku bukannya tidak tahu apa yang dilakukan seorang


lelaki bersama janda di malam hari. Dengan penjagaan pemimpin Enya sampai pagi.


Wow, pasti akan menjadi berita hebat buat Ratu. Dia memang wanita elegan,


menyelesaikan sendiri masalahnya. Aku tidak tahu apa yang kalian lakukan


bertiga di ruangan itu. Tapi aku setuju, pada bagaimana kondisi yang keluar


dari ruangan itu. Raja dan Ratu sempurna, dan kau seperti ini. Kau pasti


dikutuknya hingga menjadi seperti ini. Jangan macam-macam dengan orang Nerdia Selatan.”


SpiiTaim menegakkan punggung begitu EmbEr masuk membawa tumpukan kain putih


bersih. Pastinya untuk mengelap darah yang masih merembes dari hidung Mom VinGlow.


SpiiTaim membalikkan badan, meninggalkan kamar. Hari ini dia puas melihat


kondisi Mom VinGlow, wanita yang pernah merendahkannya di Akademi. Meski istana


mengeluarkan keterangan resmi, tapi di kalangan bangsawan sudah muncul


spekulasi yang mengarah pada Ratu. Ratu orang Nerdia Selatan, yang terkenal


keras dan tangguh. Apalagi kemudian beredar rumor, bahwa sebelum menikah dengan


Ratu, Raja Orla adalah kekasih Mom VinGlow. Entah bagaimana rumor itu bisa beredar


secepat angin.


Kejadian ini, membuat SpiiTaim semakin membusungkan dada. Bahwa wanita Nerdia


Selatan tidak bisa direndahkan begitu saja, dia akan bertindak untuk


mempertahankan miliknya. Meski dia tidak tahu, apa yang dilakukan Ratu pada Mom


VinGlow, tapi dia merasa perlu menghembuskan rumor ini lebih kencang di antara


bangsawan. Bukan tidak mungkin, simpati pada Ratu akan menguat. Tergantung,


bagaimana sebuah berita dihembuskan.


”Aku mencintaimu ZorLya ....Aku mencintaimu ZorLya....”


SpiiTaim menoleh. Mom VinGlow mendesiskan kalimat itu berkali-kali,


nafasnya memburu. Tubuhnya dibanting ke kanan dan ke kiri, gelisah.


SpiiTaim terkikik geli. Bagaimana mungkin Mom mencintai Ratu Orla, bahkan


menyebut nama kecilnya, sedangkan dia melayani Raja Orla. Wanita itu sudah


gila.