The Thistle

The Thistle
13 - Seleksi



Guru LouElla sedang menjelaskan sejarah Nerdia di


depan kelas. Semua murid tidak ada yang berani bergerak. Karena yang sedang


mengajar adalah guru yang paling galak di kelas tapi paling ramah di luar


kelas. Guru LouElla tidak segan-segan menghukum siapapun yang tidak


memperhatikan pelajaran, meski dia anak seorang Enya.


FayLinn sama sekali tidak tertarik dengan sejarah


Nerdia. Dalam pikirannya, saat jam istirahat nanti dia akan segera menemui


DesTyn dan minta tolong dicarikan buku sejarah Zinnia. DesTyn sudah tidak


bekerja lagi di perpustakaan akademi. Jadi, FayLinn akan menyelinap keluar dari


akademi, menuju rumah DesTyn. Setelah DesTyn menunjukkan tempat di mana buku


itu berada, FayLinn akan segera berbalik ke perpustakaan dan meminjam buku itu.


Sejak mengetahui dirinya adalah seorang Zinnia,


FayLinn menjadi abai pada pelajaran sekolahnya. Dia lebih banyak memandang


keluar kelas melalui jendela besar kelas. Menatap pohon-pohon Rouya dan


BirdNerd yang beterbangan.Dadanya serasa dipenuhi seluruh Nerdia.


”FayLinn, sebutkan buah Rouya yang paling terang


sinarnya di malam hari !” perintah LouElla begitu matanya menangkap FayLinn


yang tidak memperhatikan pelajaran.


”Rouya Kuning, ” sahut FayLinn tanpa menoleh.


LouElla geram. FayLinn, meski tidak memperhatikan


pelajaran, tapi dia selalu saja bisa menjawab pertanyaan. Namun bagi LouElla,


FayLinn semakin tidak bisa diatur. Gadis itu seolah merasa di atas angin.


LouElla terpaksa harus bersabar menghadapinya, atau simpati WinkGef gagal


diraihnya.


”Lalu, bagaimana cara membuat whim ?”


Terdengar gumaman anak seluruh keras. Karena Guru


LouElla sedang tidak membahas whim hari ini dan tidak pernah ada pembahasan


whim dalam pelajaran sejarah. Meski whim adalah makanan legendaris di Nerdia. FayLinn


tidak mendengar apa pertanyaan guru LouElla selanjutnya, dia sedang


tersenyum-senyum melihat barisan BirdNerd di langit. Rupanya ada atraksi Enya


di kejauhan.


”FayLinn !”


FayLinn terkejut, lalu mengatur posisi duduknya


serapi mungkin. Tangannya dilipat di meja dan pandangan matanya tertuju ke arah


Guru LouElla yang sedang menahan marah. LouElla mendekati bangkunya.


”Bagaimana cara membuat whim, FayLinn ?” tanya


wanita itu dengan suara sedikit melunak, dan sepasang mata menatap tajam pada


FayLinn.


FayLinn menggeleng, ”Aku tidak tahu, Bu. ”


”Hm, aku tidak percaya. ”


”Sungguh, aku tidak tahu. Aku hanya tahu cara


makan whim. ”


Gelak tawa seluruh kelas pecah seketika. Guru


LouElla menghentakkan kakinya, dan tawa itu seketika menjadi senyap. Semua


murid kembali duduk rapi di kursinya, melipat tangan di meja dan pandangan


lurus ke depan.


”Nanti siang akan ada pertunjukkan di aula. Kelas


ini harus tampil dan menunjukkan kemampuan masing-masing. Setiap anak Nerdia,


harus punya keahlian untuk bisa bertahan hidup di Nerdia. Mengerti ?”


”Mengerti, Buuu !”


LouElla tersenyum. Akan ada pertunjukkan siang


ini. Dan dia yakin bisa mendapatkan FayLinn kali ini.


OoO


Siang itu, di aula akademi sudah dipenuhi


murid-murid Nerdia. Di sekeliling aula yang berbentuk lingkaran itu ada


beberapa meja yang disusun saling berjauhan, membentuk lingkaran. Di setiap


meja, telah ada seorang guru yang akan menilai keahlian setiap siswa. Di luar


aula juga ada beberapa guru yang akan menilai keahlian mengendarai BirdNerd.


Setiap anak dipersilahkan memilih akan menunjukkan keahliannya pada siapa. Anak


yang dinilai mempunyai keahlian terbaik akan dikirim mengikuti Festival Rouya


minggu depan.


Festival Rouya adalah festival yang dinanti-nanti


seluruh Nerdia. Semua orang dari penjuru Nerdia akan tumpah ruah di ibukota Nerdia.


Festival Rouya diadakan untuk memperingati hari ulang tahun Nerdia. Saat itu,


semua rakyat bebas menikmati makanan yang dihidangkan oleh keluarga kerajaan. Dan


tentu saja, atraksi BirdNerd di langit Nerdia akan menjadi momen yang tidak


terlupakan. Akan ada penobatan SkyDiver terbaik.


FayLinn berdiri di belakang teman-temannya.


Beberapa teman sekelasnya yang maju lebih dulu, sudah banyak yang tereliminasi.


Anak-anak seumuran mereka memang belum mempunyai ketrampilan seperti halnya


kakak kelas yang sudah menginjak remaja.


FayLinn menatap kedua telapak tangannya. Dia tak


punya keahlian apapun selain mengendalikan cuaca melalui tangannya. Dan DesTyn


berpesan, agar FayLinn merahasiakan keahliannya. Terutama dalam membuat whim


dingin.


”FayLinn, kamu sudah punya apa yang akan kamu


tunjukkan?” tanya seorang temannya. Di tangan temannya ada tumpukan benang yang


dibuat dari batang Rouya aneka warna. Seingat FayLinn, temannya yang satu ini


memang pandai membuat hiasan dinding dari benang Rouya.


FayLinn menggeleng.


”Lalu kenapa tanganmu berasap?”


FayLinn terkejut. Dia melihat asap atau tepatnya


uap air perlahan menyelimuti tangannya. Dingin. FayLinn bergegas memasukkan


kedua tangannya kedalam kantong bajunya.


”Tidak apa-apa.”


FayLinn memajukan langkahnya, mendekati kerumunan


siswa akademi yang semakin renggang. Banyak anak melalui meja seleksi dengan


cepat. Artinya, mereka tidak punya apa-apa untuk ditunjukkan, selain gambar


yang mereka warnai dengan tinta dari buah Rouya.


FayLinn menatap keluar jendela. Sekeliling aula


lingkaran ini mempunyai jendela-jendela yang terbuka. Mereka bisa melihat


atraksi BirdNerd di luar sana. Rupanya, para Enya sendiri yang menguji


ketangkasan siswa/i Nerdia. Banyak BirdNerd dan penunggangnya yang gagal


menampilkan aksi terbaik mereka. FayLinn bisa melihat mereka yang gagal duduk


di tepi tanah lapang dengan muka tertunduk lesu.


Setiap siswa yang menunjukkan atraksi BirdNerd,


mereka harus bisa mengendalikan BirdNerdnya terbang lurus ke atas, lalu menukik


ke bawah, namun tidak sampai jatuh ke tanah. Setelah itu, harus bisa berkelit


bergantian. Tentu saja ini bukan pertarungan sebenarnya. Terkadang terlihat Enya


itu seolah hendak menerkam BirdNerd milik siswa, tapi begitu dekat, tahu-tahu BirdNerd


Enya melesat tegak lurus ke langit. Dan BirdNerd milik siswa kadung terkejut,


mereka terhempas ke bawah.


Pekikan-pekikan penuh ketegangan menarik perhatian


anak-anak yang sedang mengantri di aula lingkaran. Mereka memenuhi jendela yang


terbuka, memberikan tepuk tangan. Buat para Enya, tentu saja.


”FayLinn, giliranmu.”


FayLinn tersentak mendengar namanya dipanggil. Guru


LouElla tersenyum menatapnya, menghulurkan tangan, hendak membawanya menuju


meja penguji. Mom VinGlow sendiri, Kepala Sekolah Akademi Nerdia. Tidak ada


seorangpun siswa yang mau berurusan dengan Mom VinGlow. Dia wanita tertua di Akademi,


mewarisi akademi dari leluhurnya. Bangsawan yang tidak berbisnis di perkebunan Rouya,


tapi berbisnis di Akademi Nerdia. Jadi, dia sangat tahu bagaimana anak-anak di Akademi


Nerdia, pengalamannya tak terbantahkan. Tidak ada yang bisa lari darinya.


FayLinn tidak yakin dia bisa menyembunyikan


keahliannya dari Mom VinGlow.


”FayLinn, kemarilah.”


FayLinn berjalan mendekat. Wajah DesTyn melintas,


tapi tatapan Mom VinGlow lebih kuat, menyeretnya untuk maju mendekati meja. Tidak


ada yang bisa menolongnya saat ini.


”Permisi, Mom VinGlow.”


FayLinn mendengar suara di belakangnya. Dia merasa


tubuhnya mulai gemetar. Tahu-tahu pergelangan tangannya dipegang lembut, namun sejurus


kemudian dicengkeram erat oleh pemilik suara itu.


Mom VinGlow berdiri dari mejanya, dan guru LouElla


membeliak. Lagi-lagi dia harus berurusan lagi dengan wanita gila ini. SpiiTaim.


”Saya diperintah Enya Moss untuk menjemput FayLinn.”


”Itu tidak mungkin, ” sahut LouElla panik. Tinggal


selangkah lagi, dia akan mendapatkan rahasia besar FayLinn dan atasannya akan


memberikan imbalan luar biasa atas keberhasilannya.


Mom VinGlow berjalan mendekati SpiiTaim, sementara


SpiiTaim tak hendak melepas lengan FayLinn. FayLinn merasa cengkeraman itu


begitu kuat. Ketiga wanita berdiri di hadapan FayLinn, saling mengadu kekuatan


dengan pandangan matanya. FayLinn ingin segera pergi dari ketiganya,


perseteruan mereka sama sekali tidak membuatnya nyaman. Apalagi dengan Mom VinGlow.


”Mohon maaf, Nona berbunga Tier... siapa anda?” tanya


Mom VinGlow dengan suara berwibawa yang terdengar menekan. Seseorang telah


menyerobot dan menghentikan kesibukannya. Tentu saja ini tidak bisa dimaafkan.


”Saya SpiiTaim Birch, dari bangsawan Nerdia Selatan.


Saya kemari hendak menjemput FayLinn.”


Guru LouElla menggamit tangan FayLinn satunya,


menariknya gadis kecil itu dari sisi SpiiTaim. SpiiTaim menahan tangannya. Mom VinGlow


bukannya tidak melihat kedua wanita itu, sedang memperebutkan FayLinn.


”Jangan percayai dia Mom VinGlow. Para Enya sedang


mencari dia, atas tuduhan penyerangan Tuan DesTyn. Tahu-tahu dia muncul hendak


membawa FayLinn. Aku rasa dia hendak melanjutkan rencananya yang tertunda,


gara-gara FayLinn hilang.”


Seru LouElla, tanpa bernafas.


”Ow, jadi ini nona SpiiTaim yang pernah


disampaikan Enya Moss padaku. Kau, tidak terlihat seperti seorang bangsawan.”


SpiiTaim mendelik. Bagaimana mungkin Mom VinGlow


mengucapkan kalimat terakhirnya yang begitu tajam. Apa matanya tidak bisa


melihat baju mahal dengan hiasan sulur Rouya hijau memenuhi baju dari atas


sampai bawah. Juga harum semerbak Rouya Hijau yang membuat LouElla iri hati.


”Maaf, Mom VinGlow, saya hanya berusaha menjaga FayLinn,


agar tidak lagi hilang seperti kemarin. Guru-guru di akademi ini sepertinya


tidak bisa menjaga anak bangsawan dengan baik.”


LouElla merangsek maju, tapi Mom VinGlow menahan


bahunya. SpiiTaim tertawa mengejek. Dia tahu, Akademi Nerdia selalu


membanggakan diri telah berhasil mencetak anak-anak bangsawan menjadi anak-anak


terpilih untuk mewarisi Nerdia, menjadikan Nerdia kota paling diidamkan di


seluruh Planet Zinnia.


”Dengar, Nona Birc. Aku tidak mau tahu, persaingan


apa antara kamu dengan guru LouElla. Tapi, tidak ada yang pernah melecehkan Akademi


Nerdia selama ini. Tidak selama aku menjadi Kepala Sekolahnya. Jadi, sebelum


aku berubah pikiran, sebaiknya anda segera hengkang dari sini, atau para Enya


di depan aku perintahkan untuk menyeretmu ke penjara.”


SpiiTaim tertawa, ”Para Enya katamu, kau tidak


tahu bahwa satu Enya adalah saudaraku.”


”Oh ya, Enya siapa?” tanya LouElla. Dia sangat


hafal setiap wajah tampan para Enya, keahliannya, dan rumahnya. Seingatnya,


semua Enya tidak ada yang bertabiat seperti SpiiTaim.


”Hm ... kalian belum tahu? Enya Brak, dia akan


dilantik menjadi Enya di Festival Rouya, kasihan sekali kalian sampai tidak


mengetahui kabar baik ini. Dan, tentu saja, setelahnya aku tidak akan


mengundang kalian pada pesta di rumah keluarga besar kami. Di Nerdia selatan. Aku


yakin, guru LouElla tidak akan kuat menempuh perjalanan sejauh itu, apalagi


tanpa BirdNerd yang kuat, sehat dan tidak kelaparan.


Guru LouElla terpancing emosi. Dia mendorong bahu SpiiTaim.


Mom VinGlow mencegah dua perempuan itu saling dorong dengan emosi. Dia melirik FayLinn


yang beringsut, keluar dari aula lingkaran. Anak itu menatapnya sejenak, lalu


menghilang di balik pintu besar. Dia ketakutan dengan tingkah kedua wanita ini.


Mom VinGlow membiarkan FayLinn pergi. Anak itu pasti akan aman selama berada di


Akademi Nerdia. Peristiwa hilangnya dia kemarin, terjadi karena dia keluar dari


lingkungan akademi.


Enya Moss tahu-tahu masuk ke dalam ruangan. Ruangan


yang berisik tahu-tahu senyap. SpiiTaim dan LouElla tidak lagi bertengkar,


meski tangan LouElla sudah menggenggam rambut SpiiTaim dan siap menjambaknya.


”Mana FayLinn?”


SpiiTaim dan LouElla melonjak kaget. Mereka baru


menyadari, FayLinn tidak ada di ruangan bersama mereka. Enya Moss mendesah


panjang, lalu keluar dari aula lingkaran, diikuti oleh SpiiTaim dan LouElla


yang berlari panik. Semua siswa di aula pun bubar, mengikuti mereka.


Mom VinGlow duduk kembali di mejanya, mengambil


whim, dan menikmatinya seraya tersenyum-senyum. Aula lingkaran sudah sepi.


OoO